Saat keluarganya menjualnya demi uang, Lin Qingyan diselamatkan oleh pria misterius bernama Gu Beichen dan dipaksa menikah dengannya.
Ia mengira itu hanya pernikahan palsu.
Sampai ia tahu suaminya adalah pria paling berbahaya di dunia.
Ketika putri mereka lahir membawa darah kuno yang diincar seluruh dunia, perang besar pun dimulai.
Dan siapa pun yang berani menyentuh keluarganya... akan lenyap.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nama yang Dikubur Hidup-Hidup
📖 BAB 11: Nama yang Dikubur Hidup-Hidup
Hujan turun tipis ketika mereka meninggalkan rumah sakit tua itu.
Langit kota berwarna abu gelap, seolah pagi ikut menolak datang. Lin Qingyan—atau nama yang baru saja dipaksakan dunia padanya, Qin Yue—duduk diam di kursi belakang mobil, menggenggam liontin tua peninggalan Nenek Lan begitu erat hingga telapak tangannya memerah.
Tak ada yang bicara.
Han duduk di depan sambil menerima panggilan tanpa henti. Wajahnya biasanya tenang, kini terlihat lebih tegang dari biasa. Beberapa kali ia menoleh ke kaca spion, memastikan Qingyan masih baik-baik saja.
Gu Beichen duduk di sebelahnya.
Diam.
Terlalu diam.
Itu justru membuat Qingyan ingin meledak.
“Apa aku harus mengucapkan terima kasih?” katanya tiba-tiba, suaranya serak. “Hari ini aku kehilangan satu-satunya orang yang mengenalku.”
Beichen tidak menoleh.
“Kalau kau ingin marah, marahlah.”
“Aku memang marah.”
“Bagus.”
Qingyan menatapnya tak percaya.
“Kenapa semua jawabanmu selalu terdengar seperti hinaan?”
“Kau masih punya tenaga untuk membalas. Artinya kau belum hancur.”
Ia akhirnya menoleh.
Tatapan matanya tenang, namun ada sesuatu yang tidak biasa di sana.
Kemarahan.
Bukan pada dirinya.
Pada orang lain.
---
Sesampainya di penthouse, suasana sudah berubah.
Lobi pribadi dijaga dua kali lebih banyak orang. Lantai atas dipenuhi staf keamanan, analis media, dan beberapa pengacara yang belum pernah Qingyan lihat.
Monitor besar di ruang utama menampilkan puluhan berita.
WANITA MISTERIUS BERNAMA QIN YUE TERKAIT KEBAKARAN PROYEK QIN
KELUARGA QIN UMUMKAN PENCARIAN PEWARIS HILANG
GU BEICHEN MENYEMBUNYIKAN WANITA BERNAMA QIN YUE?
Qingyan berdiri mematung.
Wajahnya ada di mana-mana.
Foto lama. Foto saat di gerbang mansion Gu. Bahkan foto dirinya membeli kopi dua bulan lalu.
“Mereka mengawasiku sejak kapan...” bisiknya.
Han menjawab pelan.
“Cukup lama.”
Qingyan menoleh tajam.
“Kau tahu?”
Han menegang.
“Saya curiga. Tapi belum pasti.”
“Kenapa tak bilang?”
“Saya bekerja untuk Tuan Gu.”
“Dan aku?”
Han terdiam.
Beichen menjawab menggantikannya.
“Kau berada dalam perlindunganku.”
Qingyan tertawa pendek.
“Lucu. Perlindungan macam apa yang membuat seluruh kota tahu wajahku?”
---
Ia berjalan cepat menuju balkon kaca.
Tangannya gemetar.
Nama Lin Qingyan mungkin palsu.
Keluarga Lin mungkin bukan keluarganya.
Masa kecilnya mungkin bohong.
Dan kini seluruh dunia menyebut nama baru yang terasa asing di telinganya.
Qin Yue.
Siapa itu?
Apakah nama bisa mengubah seseorang?
Jika ia bernama Qin Yue, apakah semua penderitaan sebagai Lin Qingyan menghilang?
Tidak.
Luka tetap luka.
Tangis tetap tangis.
Malam lapar tetap malam lapar.
Nama baru tak menghapus bekas lama.
“Qingyan.”
Suara Beichen datang dari belakang.
“Aku butuh sendiri.”
“Aku tetap di sini.”
Ia berbalik cepat.
“Kenapa kau selalu memaksa?”
“Karena setiap kali kutinggal sendiri, seseorang mencoba membunuhmu.”
Ia benci bahwa itu masuk akal.
---
Beichen menyerahkan sebuah tablet.
“Lihat.”
Qingyan menolak.
“Aku muak melihat berita.”
“Bukan berita.”
Ia mengambilnya dengan kesal.
Di layar ada arsip dokumen tua, hasil scan sebagian terbakar.
Subjek Perempuan #07
Status: Stabil
Nama Kode: Yue
Qingyan membeku.
Di bawahnya ada tanggal lahir.
Itu tanggal lahirnya.
“Apa ini...” suaranya hampir tak keluar.
“Data dari fasilitas lama.”
“Subjek?”
“Kau.”
Ia melempar tablet ke sofa.
“Aku bukan barang percobaan!”
“Benar.”
“Lalu kenapa semua orang memperlakukanku seperti aset?”
Tak ada jawaban.
Untuk pertama kali, Beichen tidak punya kata-kata yang cukup.
---
Pintu lift terbuka.
Madam Gu masuk bersama seorang pria tua berjas hitam, rambut putih rapi, dan tongkat perak.
Auranya dingin seperti ruang sidang.
Han langsung menunduk sedikit.
“Ketua Shen.”
Qingyan mengernyit.
Pria tua itu menatapnya lama, lalu tersenyum tipis.
“Jadi ini gadis itu.”
“Aku bukan barang pameran,” jawab Qingyan spontan.
Han hampir tersedak.
Madam Gu tampak sedikit puas.
Pria tua itu justru tertawa kecil.
“Bagus. Lidah tajam. Mirip ibunya.”
Qingyan menegang.
“Kau kenal ibuku?”
“Sayangnya, ya.”
Ia duduk tanpa diundang.
“Namaku Shen Zorui. Dulu aku rekan kerja Elena Qin.”
Nama itu kembali menusuk dadanya.
“Elena... ibuku?”
“Secara biologis.”
“Secara emosional belum tentu,” sela Beichen dingin.
Shen Zorui menatapnya.
“Kau makin mirip ayahmu. Sama-sama sulit disukai.”
---
Qingyan tak peduli sindiran mereka.
“Aku ingin tahu semuanya.”
“Tidak semua kebenaran enak dimakan,” kata Shen.
“Aku tak minta enak.”
Pria tua itu mengangguk pelan.
“Elena Qin adalah ilmuwan jenius. Ia memimpin proyek peningkatan genetik rahasia keluarga Qin. Awalnya untuk pengobatan penyakit langka.”
“Lalu?”
“Uang masuk. Ambisi tumbuh. Tujuan berubah.”
“Menjadi?”
“Menciptakan pewaris sempurna.”
Ruangan hening.
“Kau salah satu bayi hasil program itu.”
Qingyan memejamkan mata.
Ia berharap marah.
Namun yang datang justru kosong.
---
“Kenapa aku dibawa kabur?” tanyanya.
Shen menatap liontin di tangannya.
“Karena ibumu berubah pikiran.”
Semua orang diam.
“Ia melihat anak-anak lain gagal. Sakit. Mati. Dijadikan angka. Saat kau lahir sehat, dia memutuskan menghentikan semuanya.”
“Jadi dia menyelamatkanku?”
“Dia mencoba.”
“Lalu?”
“Fasilitas terbakar malam itu.”
Qingyan berbisik,
“Dan dia mati?”
Shen tidak langsung menjawab.
“Itulah versi resmi.”
Beichen menatap tajam.
“Kau datang bukan untuk nostalgia. Katakan tujuanmu.”
Pria tua itu menoleh santai.
“Keluarga Qin bergerak pagi ini. Mereka mengaktifkan Dewan Waris.”
Han berubah pucat.
Madam Gu mendecak kesal.
Qingyan menatap mereka satu per satu.
“Apa lagi sekarang?”
Madam Gu menjawab singkat.
“Artinya mereka akan mengambilmu. Secara hukum... atau paksa.”
---
Qingyan tertawa kecil, nyaris gila.
“Hebat. Kemarin aku anak tak diinginkan. Hari ini aku rebutan keluarga elite.”
Beichen mendekat.
“Kau tidak akan pergi.”
“Kenapa? Karena aku di bawah perlindunganmu?”
“Karena aku bilang begitu.”
“Alasanmu selalu buruk.”
“Tapi efektif.”
Shen Zorui mengetuk tongkat.
“Besok malam, keluarga Qin mengadakan jamuan resmi. Mereka akan memperkenalkan pewaris yang hilang kepada publik.”
Qingyan menegang.
“Aku tak pernah setuju.”
“Mereka tidak butuh persetujuan.”
Beichen tersenyum tipis.
“Kalau begitu mereka butuh rumah sakit.”
Madam Gu memijat pelipis.
“Kalian semua melelahkan.”
---
Han menerima pesan masuk dan wajahnya langsung berubah.
“Tuan... ada siaran langsung baru.”
Monitor utama otomatis berganti.
Seorang wanita elegan berusia sekitar lima puluh tahun berdiri di podium konferensi pers. Wajah cantik dingin, mata tajam, senyum sempurna.
Di bawah namanya tertulis:
Madam Qin Lirong – Ketua Keluarga Qin
Wanita itu berbicara tenang.
“Setelah bertahun-tahun, keluarga kami akhirnya menemukan darah yang hilang.”
Lalu layar menampilkan foto Qingyan.
“Atau yang kini memakai nama palsu... Lin Qingyan.”
Qingyan menegang.
Madam Qin melanjutkan,
“Kembalilah, Qin Yue. Rumahmu menunggumu.”
Beichen menatap layar tanpa emosi.
Wanita itu tersenyum lebih tipis.
“Dan Tuan Gu... jangan campuri urusan keluarga kami. Jika tidak, kami akan membuka rahasia yang disembunyikan ayahmu selama dua puluh lima tahun.”
Ruangan membeku.
Untuk pertama kalinya sejak pagi, wajah Beichen berubah.
Sangat tipis.
Namun cukup untuk membuat Qingyan sadar—
Ada sesuatu yang bahkan pria ini takutkan.
Dan rahasia itu... berhubungan dengannya.
BERSAMBUNG