NovelToon NovelToon
Mendadak Menika Dengan Tuan Yang Kejam

Mendadak Menika Dengan Tuan Yang Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Nasib Shafiya terjebak dalam pernikahan yang dimulai dengan niat dendam dari seorang pria bernama Arash. Kematian kekasihnya yang tidak mendapat pertanggungjawaban dari keluarga Shafiya membuat pria tempramental itu menikahi kekasih yang seharusnya menjadi istri dari tunangannya.

Shafiya harus menerima takdirnya menjalani pernikahan dengan laki-laki yang tidak mencintainya, rumitnya pernikahannya dengan lika-liku drama pernikahan yang dia alami.

Apakah Shafiya akan bertahan dalam pernikahannya? atau justru pada akhirnya Shafiya menyerah karena lelah? tetapi apakah Arash akan melepaskannya?"

Jawabannya hanya ada di bab-bab berikutnya...

Jangan lupa di follow Ig saya.
ainunharahap 12

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 15 Kanaya dan Arash

"Apa yang kamu lakukan tadi di bawah merupakan tindakan tidak terpuji? bagaimana mungkin kamu bisa melakukan semua itu kepada kedua orang tuaku?" tanya Shafiya dengan mengungkapkan rasa kekecewaannya.

"Heh, Shafiya daripada kamu terus saja merocos dengan mulut kamu yang tidak berhenti seperti rel kereta api itu. Maka sebaiknya kamu koreksi diri dan tanya kepada pria yang selalu kamu banggakan itu mengapa dia tega melakukan semua itu kepada Chantika!" tegas Arash.

"Lagi dan lagi kamu sama saja mengaitkan semuanya dengan wanita itu...."

"Cukup! Dia mempunyai nama dan sekali lagi aku mendengar kamu memanggilnya dengan wanita itu, aku akan mengubah namamu dan memanggilmu dengan nama yang aneh di depan kedua orang tuamu!" tegas Arash memberi ancaman dan bahkan menunjuk tetap di wajah Shafiya.

"Bukankah sekarang aku berada di rumah dan kau memiliki kuasa untuk mengadukan semua perbuatanku kepada orang tuamu, jangan hanya drama di depanku dan terserah diriku ingin melakukan apapun!" tegas Arash.

Shafiya tidak bisa berkata-kata hanya dia mematung dengan tangan terkepal, mata cantik itu berkaca-kaca. Arash sungguh muak dengannya dengan berlalu dari hadapan Shafiya dan menyenggol bahu Shafiya yang hampir saja membuatnya jatuh.

Shafiya tidak menghentikan pria yang keluar dari kamarnya itu dengan membanting pintu kamar dengan kasar.

"Hamba tidak tahu ya Allah sampai kapan hamba harus bertahan," batin Shafiya dengan mata terpejam.

*****

Tok-tok-tok.

Shafiya berdiri di depan pintu ruangan dengan tangannya mengetuk pintu terbuka sembari membawa secangkir kopi.

Abi berada di dalam ruangan itu terlihat membaca buku dalam keheningan.

"Masuklah Shafiya!" sahut Abi.

Shafiya tersenyum menghampiri Thoriq dengan memberikan secangkir kopi yang baru saja dia buat.

"Maaf Shafiya mengganggu waktu Abi," ucap Shafiya.

"Tidak apa-apa. Kamu putri Abi, sekarang sudah menikah dan pasti mengalami kesulitan untuk membagi waktu bertemu dengan Abi dan juga Umi," ucap Thoriq.

"Minumlah Abi," ucap Shafiya membuat Thoriq menganggukan kepala meneguk secangkir kopi buatan putrinya itu yang pasti sudah sangat dia rindukan.

"Abi ada sesuatu hal yang ingin Shafiya tanyakan kepada Abi," ucapnya tampak penuh dengan keraguan.

"Apa yang ingin kamu tanyakan? Maka tanyakanlah?" tanya Abi.

"Apa Abi pernah melakukan kesalahan?" tanyanya.

Thoriq tersenyum mendengar perkataan itu.

"Bagaimana mungkin seorang manusia tidak mungkin melakukan kesalahan Shafiya. Abi hanya manusia biasa dan pasti sudah banyak melakukan kesalahan yang disengaja maupun tidak disengaja," jawabnya.

"Lalu apa Abi bertanggung jawab atas semua kesalahan itu?" tanyanya lagi.

"Insyallah kesalahan sebesar apapun Abi selalu bertanggung jawab. Shafiya dunia ini hanyalah bersifat sementara dan dunia sesungguhnya adalah di akhirat nanti yang menjadi keabadian dalam kekekalan. Setiap manusia berbuat salah dan manusia yang diampuni Allah adalah manusia yang mengakui kesalahannya, banyak sekali dosa-dosa yang dilakukan manusia tetapi kamu harus tahu melupakan dosa juga adalah cara pengabdian dan keimanan kita kepada Allah," ucap Abi dengan memberi penjelasan penjelasan sedikit.

"Melupakan dosa. Jadi menurut Abi ketika seorang manusia melakukan kesalahan besar dan maka tidak apa-apa harus merupakannya?" tanya Shafiya, sungguh dia terlihat gelisah seolah-olah menginginkan jawaban yang pasti saat ini.

"Bukan seperti itu maksud Abi. Contohnya seorang pelacur yang selama ini hidup dengan zina, tetapi Allah memberikan hidayah kepadanya sehingga dia bertaubat. Dengan dia melupakan semua dosa yang dia lakukan dan bersungguh-sungguh bertaubat maka sesungguhnya Allah menjanjikan ampunan dosa kepadanya," jawab Abi.

"Ya Allah, bagaimana Shafiya mempertanyakan tentang kecelakaan Chantika," batin Shafiya.

"Shafiya kamu baik-baik saja?" tanya Abi.

Shafiya mengerutkan dahi ketika mendengar pertanyaan itu. Abi seolah-olah mengetahui bahwa saat ini dia tidak baik-baik saja. Ada hal yang dia simpan.

"Kenapa Abi menanyakan hal seperti itu kepada Shafiya. Shafiya Alhamdulillah saat ini baik-baik saja," jawab Shafiya.

"Abi berharap pernikahan kamu dan Arash membawa kebahagiaan," ucap Abi.

Shafiya tidak menjawabkan hanya tersenyum. Shafiya merasa hal itu tidak mungkin terjadi. Pada akhirnya Shafiya tidak berani mempertanyakan hal yang mengganjal dalam pikirannya kepada Abinya.

****

Shafiya berjalan di pinggir kolam renang, dengan tatapan mata kosong, wajah cantik itu terus saja penuh dengan pikiran.

"Shafiya kamu tidak mungkin menanyakan secara langsung kepada Abi atas apa yang terjadi. 5 Tahun lalu kamu tidak berada di Indonesia dan mungkin saja memang terjadi sesuatu yang tidak diberitahu kepada kamu, jika aku bertanya langsung maka Abi pasti akan kepikiran dan menganggap Arash menikah denganku karena hanya ingin membalas Abi. Aku tidak ingin keluarga ini terlalu mengkhawatirkanku," ucap Shafiya.

"Aku harus mencari tahu sendiri, aku tidak akan membiarkan hal ini terjadi," ucap Shafiya menarik nafas panjang dan membuang perlahan ke depan.

"Ha-ha-ha-ha-ha-ha," Shafiya mengerutkan dahi ketika mendengar suara tawa seperti tawa pria dan wanita.

Shafiya penasaran dengan tawa itu membuatnya mencari suara tersebut. Dari kejauhan beberapa meter ternyata orang yang tertawa itu Arash dan juga Kanaya.

Keduanya terlihat berdiri saling berhadapan dan seperti ada sesuatu membuat mereka sampai tertawa terbahak-bahak seperti itu.

"Kak...." Shafiya tidak bisa menahan diri untuk tidak mengeluarkan suara membuat Kanaya menoleh ke arah Shafiya dan begitu juga dengan Arash.

"Hey Shafiya," sahut Kanaya.

Arash menghela nafas, tampak tidak suka dengan kehadiran Shafiya yang saat ini menghampiri mereka berdua dan bahkan tawa di wajahnya hilang seketika.

"Kakak ngapain di sini?" tanya Shafiya.

"Kakak tadi baru saja membuat minuman untuk Arash, Kakak melihat sendiri di pinggir kolam renang seperti orang yang sedang berpikir, jadi Kakak mencoba untuk membuatkan teh dan kamu tahu tidak ternyata Arash menyukai teh buatan Kakak. Lalu tidak menyangka ternyata selera humor kami sama dan maka dari itu kami tertawa seperti ini," jelas Kanaya terdengar begitu excited sekali dalam menceritakan semuanya kepada Shafiya.

Shafiya melihat Arash, wajah tampan itu lagi-lagi seperti menyimpan sebuah rencana.

"Arash, aku benar-benar tidak menyangka dengan cerita kamu tadi, sungguh dia benar-benar sangat bodoh sampai mempermalukan dirinya sendiri," Kanaya ternyata masih ingin melanjutkan cerita bersama dengan Arash dan Arash membalas pembicaraan itu dan terlihat keduanya berbicara tampak akrab.

Shafiya diam seperti patung dan bahkan seperti nyamuk diantara kedua orang tersebut yang memiliki dunianya sendiri. Shafiya tidak diajak berbicara seolah-olah ada kesengajaan.

"Kanaya...." panggil Umi suaranya terdengar dari dapur.

"Iya Umi sebentar," sahut Kanaya.

"Arash, nanti lagi kita lanjutkan ceritanya, Umi sepertinya membutuhkan bantuanmu," ucap Kanaya.

"Baiklah," sahut Arash.

Kanaya kemudian langsung pergi meninggal Arash dan Shafiya.

Bersambung.....

1
Dew666
💝💝
vitrienoor99
gitu donk Arash kamu jangan langsung emosi denger dulu penjelasan shafiya
Dew666
☀️☀️☀️
vitrienoor99
Arash sebaiknya masalah kecelakaan cantika kamu omongin baik baik dengan abi thoriq biar jelas semuanya
Dew666
🪭🪭🪭
vitrienoor99
semoga Arash benar-benar sudah berubah, jadian shafiya
vitrienoor99
Arash yang benar nie... ga mau belah duren😄 nanti kalau udah berhasil belah duren pasti kamu ketagihan
vitrienoor99
usir aja Amelia dari rumah Arash, nek
vitrienoor99
ternyata Arash pintar juga menghadapi Amelia, lama lama tumbuh benih cinta dech si Arash ke shafiya
vitrienoor99
oh ternyata Arash sudah menyelidiki tentang Amelia dan masa lalunya, semoga Arash cepat menyadari kalau dirinya hanya dijadiin alat balas dendam Amelia, semangat updatenya thor
Dew666
🔥🔥🔥
vitrienoor99
kira kira siapa yang berkunjung mau bertemu dengan willi ya, berarti willi masuk penjara gara gara Kanaya ya, masalahnya apa ya sampai willi masuk penjara
Anonim
Maaf ….. aku paling benci baca novel wabita yg selalu terrindas …..
mama: 🤣sama kak,pling benci baca novel wanita ny lemah yg bisanya cm nangis🤭.. gk seruuuu.
total 1 replies
Dew666
🍎🍎🍎
vitrienoor99
esmosi banget aku bacanya, Arash lucu ketika zidan ngasih harapan ke syafiyah, Arash ga Terima. Arash jangan terlalu benci ke syafiyah takutnya nanti kamu bencimu jadi bucin kan malu nanti
Dew666
👑👑👑
Dew666
💜💜💜
Dew666
🌹🌹🌹
Dew666
💎💎💎
Dew666
🪻🪻🪻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!