"bagaimana pun juga pekerjaan itu udah buat aku bertahan di kota besar sampai saat ini to mas." ucap Siti sambil berkaca.
"oke, mas izinin kamu bekerja di sana lagi. Dengan satu syarat, kalok kamu sudah hamil. Mas gak izinin kamu buat kerja lagi." ucap Yuke pada Siti yang manggut-manggut.
"iyo mas, Siti janji." ucap Siti dan ku kecup kening nya sebentar.
'aku bakal buat kamu hamil secepat nya Siti.' ucap Yuke dalam hati sambil sedikit mengeluarkan Seringaian.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Beautysavanna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
15
Author pov
Bulan demi bulan, hari demi hari, menit sampai detik ini.
Sekarang usia kandungan Ratna sudah menginjak ke 5 bulan ini.
Nampak dari perut Ratna yang terus bertambah besar, bagaimana dengan Mario? Oh jelas, masih sama seperti dulu. Walaupun ada manis-manis nya dikit sama Ratna. Dikira Lemineral kali ah..
Sekarang mereka berdua ingin pergi ke suatu tempat, Mario mengajak Ratna untuk ke Mall.
Ratna sebelumnya sama sekali gak pernah ke tempat yang namanya Mall.
Terlihat dari raut wajah nya yang sangat ceria sekali.
"ayok mas, kita berangkat." ucap Ratna, dia sudah menggangganti baju sudah ke sekian kali nya.
Karna Mario tidak mau Ratna malu-maluin diri nya. Dengan menggunakan pakaian ala kampung nya ke sana.
Setelah Mario puas memandangi Ratna dari ujung kaki sampai dengan rambut nya yang di biar kan tergerai.
Cantik, satu kata untuk Ratna dari Mario. Awokawok..
Tapi tidak mengucapkan secara langsung, hanya Tuhan, Mario dan Author yang tau.
Mereka berdua berangkat bersama dengan Mario berjalan duluan untuk ke mobil dan di susul Ratna di belakang nya.
Akhirnya mobil yang di tumpangi mereka melaju dengan santai nya, karena Mario tidak ingin terjadi dengan kandungan Ratna yang sudah besar.
Sekedar info, setelah Mario wisuda dari kuliah nya, dia langsung di tempat kan kerja di kantor papa nya.
Tetapi Papa nya belum menyerahkan perusahaan nya kepada Mario seutuh nya.
Papa nya akan menyerahkan perusahaan nya ke Mario setelah bayi di kandungan Ratna lahir.
Tidak lama di perjalanan, Mario dan Ratna sampai juga di pusat perbelanjaan.
Ratna tampak gembira sekali.
"wah mas gede banget pasar nya." ucap Ratna setelah turun dari mobil.
Sedangkan Mario celingak-celinguk takut ada orang yang melihat tingkah ndusun istri nya itu.
"iya.. Yaudah masuk, awas lu malu-maluin gue." ucap Mario berbisik pada Ratna.
Sebelum Masuk ke Mall, Mario sengaja nenggandeng tangan Ratna supaya terkesan romantis. Eakk
Setelah mereka sudah masuk, hal yang di tuju adalah peralatan bayi.
Yaelah padahal masih lama juga, Mario juga sudah bilang. Tapi Ratna ngerengek terus-terusan.
Ya buat persiapan aja pikir Ratna paling. Iya Bagus-bagus
Kadang sesekali Mario tertawa melihat tingkah lucu Ratna yang seperti anak kecil.
ya itu contoh gambar nya, kalok gak suka sama tokoh nya. Bisa imajinasi kan sendiri aja ya.

Ratna hampir saja ingin membeli semua perlengkapan bayi.
Tapi buru-buru Mario melarang nya untuk sementara waktu ini.
"gak usah banyak-banyak. Besok masih bisa beli lagi." ucap Mario karena takut Ratna kelelahan dan itu berpengaruh dengan bayi yang di kandung nya.
Sedangkan Ratna hanya bisa mengerucut kan bibir seperti anak kecil.
Setelah itu Mario buru-buru mengajak Ratna untuk ke butik langganan Mama nya.
"loh mas mau ngapain to di sini?" tanya Ratna
"menurut loh." jawab Mario dengan angkuh nya.
"emang siapa to yang mau beli baju semahal ini?" ucap Ratna sambil menunjuk badrol nya.
Belum Mario menjawab, tiba-tiba pekerja butik nya datang menghampiri mereka berdua.
"bisa saya bantu tuan? " ucap pekerja itu sambil mesam-mesem.
"pilih kan baju yang cocok dengan dia." ucap Mario sambil menunjuk Ratna.
Sedangkan Ratna hanya bisa melongo.
"baik tuan, Mari." ucap pekerja tadi dan menggandeng tangan Ratna untuk masuk bersama.
Sedangkan Mario menunggu sambil duduk di kursi yang telah di sediakan dari sini.
Tidak lama setelah itu Ratna langsung keluar menggunakan baju super mewah yang dipilih kan tadi.
Tapi Mario menggeleng yang artinya tidak setuju, apa lagi Ratna sedang mengandung. Dan yang membuat Mario tidak boleh adalah. Punggung yang terlalu terbuka.
Setelah Ratna kembali menggunakan baju yang lain, lagi-lagi Mario menggeleng. Hingga pakaian yang ke empat baru itu membuat Mario tanpa berkedip melihat Ratna.
Tapi buru-buru Mario mengalihkan pandangan nya.
"yaudah saya beli yang itu." ucap Mario sambil menunjuk baju yang cocok sekali dengan Ratna yang sedang hamil.
Mario langsung menyodorkan kartu kredit nya ke kasir.
Sedangkan Ratna hanya diam saja, dia masih tidak percaya dengan Mas Mario yang membeli kan baju semahal dan semewah itu.
****
Mario pov
Setelah gue dan Cewek Kampung berbelanja sampai puas, gue langsung ngajak cewek Kampung buat pulang.
Karna belanjaan yang terlalu banyak, membuat gue agak kewalahan sendiri.
Yang paling banyak yang di beli cewek Kampung adalah perlengkapan buat bayi nya.
Setelah gue keluar dari pusat perbelanjaan, pas gue baru mau ke mobil.
Tiba-tiba seorang wanita berlari ke arah ku, sambil memeluk.
Karna gue kaget gue langsung mendorong nya.
"kamu kok kaya gitu si, aku kan kangen sama kamu." ucap wanita itu yang ternyata dia adalah Devi. Mantan pacar gue dulu.
Sekarang dia kembali.
Tiba-tiba Devi langsung meluk gue lagi.
"eh kamu kenapa si Dev, nanti ke tahuan suami kamu." ucap gue
****
Author pov
"eh kamu kenapa si Dev, nanti ke tahuan suami kamu." ucap Mario yang memang takut suami Devi datang langsung ngomong yang engga-engga.
"eh.. Yaudah Ratna pulang dulu, mbak saya pamit dulu ya? " tiba-tiba ucap Ratna pamit meninggalkan mereka berdua, dan tidak lupa merebut belanjaan dari tangan Mario.
Sedangkan Devi masih saja gamblok.
"aku mau kita balikan lagi sayang." ucap Devi di manja-manjain
"kan kamu udah nikah, aku gak mau ngerebut wanita yang sudah bersuami." ucap Mario sambil menggunakan aku kamu. Sedangkan dengan Ratna lo gue.
"Tapi aku gak pernah cinta sama suami aku, dia juga kasar sama aku." ucap Devi.
"kalok kamu pingin, biar aku cere in suami aku sekalian." ucap Devi lagi sambil tersenyum semringah
Sedangkan Mario hanya diam saja, dia bingung antara kembali ke masa lalu atau masa sekarang dengan cewek Kampung.
"sorry aku gak bisa Dev." ucap Mario langsung meninggalkan Devi sendirian.
Mario buru-buru masuk ke mobil dan melajukan nya, sedangkan Devi marah-marah tidak jelas.
Pas dalam perjalanan Mario hampir saja menerobos lampu merah, karena saking terbawa nya suasana.
Sesekali Mario memukul stir kemudi nya.
Selang beberapa menit, mobil yang di kendarai langsung sampai di pekarangan depan rumah nya.
Pas di ruang tamu, tiba-tiba Mama dan Papa nya sedang duduk santai.
"Ma, Ratna dimana? " tanya Mario grusah-grusuh membuat Mama dan Papa tidak menjawab Pertanyaan Mario .
Karna saking panik nya, Mario langsung menuju kamar nya dan membuka pintu.
Pas pandangan Mario menangkap seseorang yang sedang menyapu di samping ranjang nya, Mario langsung bernafas dengan lega nya.
Ratna yang sadar bahwa Mario sudah pulang, langsung menoleh ke Mario sambil tersenyum sekilas. Dan langsung melanjutkan kegiatan menyapu nya.
Mario langsung berjalan ke arah ranjang, lalu menjatuhkan tubuh nya di atas ranjang itu.
Mario sesekali menunggu Ratna untuk menanyai nya, Namun, hanya suara jam dinding yang berbunyi.
"Kenapa si lo diem aja?" akhirnya Mario dulu yang memulai pembicaraan nya.
"emm, yo ndak popo to mas." jawab Ratna sambil tersenyum.
Pas Mario hendak berjalan ke arah Ratna, tiba-tiba suara ketukan pintu menghentikan kegiatan mereka.
"masuk." ucap Mario
Pintu di buka yang ternyata adalah pelayan di rumah ini.
"ada yang mencari tuan di bawah." ucap pelayan itu.
"siapa? " tanya Mario lagi
"non Devi, tuan."
"yaudah nanti saya kebawah."
Pas berbarengan pintu di tutup Ratna langsung pergi membawa cucian kotor ke kamar mandi, meninggalkan Mario sendiri di kamar.
Sekarang Mario sudah ada di bawah, ternyata benar ada Devi di sana.
Setelah Devi datang, Mama dan Papa nya langsung pindah karena memang tidak suka dengan Devi dari dulu.
"apa Jangan-jangan wanita itu yang sudah membuat mu lupa akan segala nya? " ucap Mama nya langsung masuk ke kamar.
Sedangkan Mario hanya bisa diam sambil memikirkan apa yang akan terjadi dengan rumah tangga nya ke depan.
****
aku menunggumu kak 7 purnama sudah lewat tapi belum juga ada up terbaru...
😘😘😘😘😘😘😘