NovelToon NovelToon
Sang Dewi Mengembala Cinta Delapan Dewa

Sang Dewi Mengembala Cinta Delapan Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Penyelamat / Mengubah Takdir
Popularitas:386
Nilai: 5
Nama Author: Usu dedek

Igrisia Devalona Bharata terlahir dari darah campuran dewa dan peri, hingga memiliki kekuatan dasyat dan di akui sebagai dewi alam. Namun kekuatan itu membuat para dewa merasa takut, hingga membuatnya jatuh ke dunia manusia dan kehilangan segalanya. Tekad dendam yang membara membuatnya bangkit mencari pecahan kristal jiwa, yang kini dimiliki oleh para pangeran di tiap kerajaan. Perjuangan panjang membuatnya berhasil mencapai tujuan. Namun perasaan yang terjalin dan kontak fisik yang terus terjadi membuatnya bimbang, haruskah dia membalas dendam atau tinggal di bumi dan hidup bahagia bersama pangeran yang dicintainya. Persaingan cinta pun tak terelakkan membuat igris harus mengambil keputusan di saat yang paling krusial.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Usu dedek, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Puncak ke gilaan

Tiba-tiba saja Ana menerobos masuk kedalam ruangan di sana. Ciuman ganas Zean langsung terputus membuatnya sangat marah. Keduanya langsung membantu seketika. Mereka berdua buru-buru merapikan pakaian masing-masing dan duduk bersimpuh walau dalam keadaan berantakan.

"Apa kau tidak bisa datang setengah jam lebih lama????" teriak Zean penuh amarah. "apa kau tidak tau jika ada pasangan baru di ruangan ini?" teriak Zean lagi penuh amarah di sertai angin panas.

"Pangeran, aku tidak tau kalau ... "

"Para pelayan memang hanya bisa mengganggu, hal penting apa yang membuatmu menerobos masuk kemari?"

"Nona... pasukan kita ..."

"gara-gara kau benih harimau ku lagi-lagi gagal di tanamkan!!!"

"Sudahlah, ada apa Ana?" tegur Igris pelan meredakan amarah Zean sambil berdiri.

Pangeran harimau itu terduduk marah. Wajahnya sangar dengan sorot mata penuh kebencian. Nafasnya menjadi lebih cepat karena emosi yang tak dapat di bendung lagi. Zean berulang kali menghempas kepalan tangannya ke lantai kereta.

"sial ... sial ... sial !!! "

"Cukup Zean, bukankah tadi sudah ku peringatkan? Jangan membuat keributan!" sentak Igris pelan membuatnya terdiam menjadi penurut.

"Ada apa Ana?" Tanya sang dewi lemah lembut dengan wajah polos seolah tak terjadi apapun.

"Kereta kuda kita di depan sana di hadang oleh pasukan semut, tuan putri. Mereka tiba-tiba saja membantai pasukan keamanan kita,"

"Apa? kenapa tiba-tiba ada serangan?"

"Entahlah, pasukan semut sepertinya sudah mengintai perjalanan kita. Rute yang kita lewati semuanya sudah terkepung oleh mereka,"

"Baiklah, ayo kita lihat!"

Kedua wanita itu lalu meninggalkan Zean sendirian di sana. Harimau putih itu masih mendengus kesal. Amarahnya memuncak, kegagalan kedua kali yang dia rasakan sangat menyiksa batinnya. Entah kenapa tiba-tiba saja air mata harimau putih itu meleleh deras. Seakan kesedihan yang lama terpendam keluar begitu saja tanpa alasan.

Zean melihat telapak tangannya dan menangis lirih. Dia lalu menyeka air matanya walaupun hidungnya masih meneteskan air. Kesedihan yang di rasakan Zean bisa di rasakan Igris sekilas. Namun dia tidak tau, apakah karena gagal bercocok tanam harimau putih itu jadi menangis. Itu sangat tidak mungkin.

Sementara Igris bergegas melihat situasi di depan kereta. Benar saja .. rombongan monster semut hitam mengepung mereka. Penampakan ratusan semut besar berjejer mengegelilingi area hutan sekitar mereka. Sebagian besar pasukan pengawal militer Igris telah gugur. Mayat-mayat pasukan kerajaan Neuzella bergelimpangan memenuhi jalan. Bercak darah berhamburan di mana-mana. Kuda-kuda prajurit turut terbunuh. Anak panah tertancap tak karuan di tanah.

Pasukan Kerajaan Neuzella yang tersisa terus maju dan melawan monster semut. Sesekali Igris mengibaskan tangannya membuat hembusan angin berubah menjadi sayap besar yang menyapu sebagian monster semut di sisi kanannya. Dengan kekuatan elemen angin dia mencabut anak panah di tanah dan melesatkan ke arah musuh.

Zean yang mendengar suara bising dari senjata pun langsung bergegas keluar. Zean mendekati Igris yang masih berdiri di depan kereta kuda sambil melindungi beberapa prajurit.

"Kenapa monster ini tiba-tiba menyerang?" Tanya Zean keheranan.

"Apa sebelumnya mereka tidak menyerang manusia?" tanya balik Igris.

"Monster semut hitam adalah perwujudan manusia yang terkontaminasi alam roh dan siluman. Mereka hanya tinggal di pedalaman pegunungan tinggi, jauh dari manusia. Sebelumnya mereka selalu menutup diri dan bersembunyi. Kenapa sekarang mereka malah ada di jalanan hutan yang biasa di lewati orang-orang. "

"Lihat, ada seseorang di atas semut itu!" seru Ana memotong ucapan Zean.

Zean menatap tajam ke arah wanita paruh baya yang berada di atas kepala semut di atas sana. Wanita itu bernama Yaji, ratu semut dari wilayah gunung timur kerajaan Neuzella. Kereta kuda igris terpaksa berhenti di depan kerumunan semut itu. Saat ini mereka telah jauh meninggalkan Neuzella dan berada di garis perbatasan kerajaan Ornebic. Namun para semut itu mampu mengejar mereka hingga ke perbatasan.

"Tuan putri, ikutlah ke wilayah kami, darahmu bisa membuat revolusi bangsa semut di hutan kematian," Teriak Yaji menunjuk ke arah sang dewi. "Dengan kekuatan darah emas, bangsa semut akan memiliki kekuatan untuk berubah wujud menjadi manusia kembali,"

"tidak boleh, tuan putri hanya akan memberikan darahnya kepada manusia yang punya kekuatan spiritual, bukan bangsa monster!" balas Ana.

"kalau begitu kami akan mengambil paksa darahmu itu!!, Serang!"

"Beraninya kau meminta darah emas! Biar ku tunjukkan kepada kalian kekuatan spiritual macan putih!" teriak Zean bersemangat.

Pangeran muda itu memberikan kode mata pada Ingris dan Ana. Seolah ingin mengatakan "biar aku saja yang menghadapinya." Igris tersenyum lalu memberikan perintah pada Ana agar menggunakan kekuatan nya untuk memindahkan tentara yang terluka ke tempat aman. Sementara Ingris hanya mengamati, jika keadaan berbalik, baru ia akan turun tangan.

Zean melompat ke udara dan langsung menlancarkan serangan sulur akar miliknya. Dengan kekuatan penuh, sulur-sulur itu mengikat kaki-kaki semut milik ratu Yaji. Pertempuran besar pun tak terelakkan. Seolah Zean meluapkan semua kekesalannya saat ini, dia benar-benar menggila. Semua pasukan sibuk mempertahankan diri agar bisa selamat dari amukan si harimau putih yang begitu ganas.

Serangan para semut terus melesat dan menyemburkan asap hitam. Prajurit yang terkena asap itu tumbang satu persatu. Asap itu telah di beri racun, siapapun yang menghirup asapnya akan mengalami sesak nafas dan kejang. Igris tak bisa tinggal diam saja, ia pun lalu membuat segel besar agar kereta kudanya menjadi satu-satunya tempat aman untuk berlindung. Formasi bulat emas berlapis segel itu menutup area kereta kuda hingga tak dapat di tembus oleh serangan dari luar.

Setiap prajurit yang terluka dan pingsan di bawa Ana ke kereta tersebut. Ana dengan gesit menggunakan keahlian barunya memindahkan prajurit yang terdesak. Igris menggunakan kemampuan penyembuhnya untuk mengangkat racun dari tubuh para tentara. Sedikit memaksakan kemampuan yang belum sempurna, dia terus menggunakan tekanan aura matahari miliknya menyedot racun dari tubuh prajurit. Igris sedikit kesal karena ruang hampa di tangannya belum bisa di gunakan, dia sangat berharap kipas bulu merak yang di berikan ratu peri dapat di gunakan kembali. Tapi apa daya, kekuatan penuhnya belum pulih.

Sementara pertarungan Zean dan ratu semut masih terjadi dengan sengit. Igris malah sengaja tak ingin membantunya, karena dia tau, Zean belum mengeluarkan kekuatan tempur yang maksimal. Ia juga ingin melihat setelah melakukan kontrak darah seperti apa kemampuan pangeran muda itu.

Zean kembali melayangkan cakar-cakar harimau miliknya. Namun ratu semut cukup tangguh, semua serangan itu meleset. Zean yang geram akhirnya berubah wujud sempurna menjadi seekor harimau putih. Erangan harimau itu mampu mendorong jauh ratu semut hingga terpental ke pepohonan. Harimau itu berlari mendekat ke arah kerumunan semut.

Dengan kekuatan cakar harimau, Zean menyapu bersih sisa-sisa monster semut yang mengelilinginya. Percikan darah berhamburan di mana-mana. Mayat monster semut satu persatu di injak Zean dengan kaki harimaunya. Zean benar-benar berada di puncak kegilaan. Teriakan harimau itu terus menggema, membuat kumpulan debu-debu menjadi angin topan yang menerpa sisa pasukan semut.

Ratu semut yang masih bisa bangkit kembali melawan. Kini wujudnya berubah menjadi semut merah ramping yang memiliki sayap seperti kecapung. Bertubi-tubi serangan bola-bola api ungu di lancarkan ratu semut dan berhasil mengenai punggung harimau itu. Zean mengerang, punggungnya terluka dan berdarah. Igris yang melihat ingin membantu, tapi ego nya menahan.

"Kenapa dia sangat menggila? apa karena gagal tadi? seperti ada sesuatu yang membuatnya marah?"

Pertanyaan memenuhi benak igris. Rasa mencekam di hati Zean kian memuncak hingga Igris merasakan kesedihan yang mendalam. Getaran di jantungnya seakan menunjukan trauma berat.

Pertempuran dasyat kedua monster di sana membuat alam sekitar penuh debu dan darah. Dibalik debu-debu tanah keduanya saling hantam. Kilat putih dan ungu berterbangan di udara saling serang. Harimau putih itu kian mengaum. Sulur akarnya berhasil mematahkan dua sayap ratu semut dan membuat pertahanan tempur ratu semut melemah. Sesaat sebelum semut itu jatuh ke tanah, dengan cepat harimau itu melesatkan tendangan mautnya. Hentakan kakinya membuat tanah terbelah, pohon-pohon ikut tumbang kedalam retakan tanah tersebut.

Ratu semut terjepit di antara retakan tanah di balik pohon, ia ingin bangkit tapi tak memiliki kekuatan lagi. Zean yang kini telah merubah wujudnya kembali menjadi manusia, langsung menghampiri ratu semut dan menjulurkan akarnya, membuat monster tersebut tercekik tak bernafas. Igris turun dari kereta kudanya lalu mendekat ke arah Zean.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!