NovelToon NovelToon
Aku Terlempar Ke Zaman Kuno Jadi Ibu Jahat

Aku Terlempar Ke Zaman Kuno Jadi Ibu Jahat

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Erchapram

Aruna tidak pernah menyangka pekerjaannya sebagai editor akan membawanya masuk ke dalam kengerian zaman kuno. Setelah kecelakaan fatal, ia terbangun sebagai Lady Ratri, wanita bangsawan yang namanya identik dengan kekejaman. Tubuhnya rongsok, tenggorokannya terbakar racun. Arel, yang selama ini ia siksa memusuhinya.

​Di dunia barunya, Aruna tidak punya kawan. Suami jenderalnya menganggapnya sampah. Namun, sebuah layar transparan muncul Sistem Karma Ibu. Setiap tindakan baiknya pada Arel memberikan poin untuk bertahan hidup, sementara kekejaman akan mempercepat kematiannya.

Aruna harus memutar otak. Ia harus menjinakkan Arel yang sudah terlanjur trauma, menghadapi Lady Selina yang manipulatif, dan bertahan dari degradasi fisik.

Ini bukan sekadar cerita tentang tobat, tapi tentang perjuangan berdarah seorang wanita yang mencoba mencintai di tempat yang hanya mengenal benci. Bisakah Aruna mengubah takdir Ibu Jahat menjadi pelindung tangguh sebelum rahasia identitas aslinya terbongkar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erchapram, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 - Benang Merah yang Melilit

​Udara di sekitar Aruna mendadak terasa statis, seolah waktu berhenti berputar tepat di depan ujung panah Barka yang mematikan. Wanita di depannya berdiri dengan anggun, kipas besinya masih mengepulkan uap tipis akibat gesekan logam dengan anak panah tadi. Pakaian hitamnya yang ketat menyatu dengan kegelapan malam, dan aroma melati hutan yang samar mulai tercium di tengah bau amis darah.

​"Kamu... siapa?" suara Aruna gemetar. Jantungnya berdegup kencang, bukan hanya karena nyawanya baru saja terselamatkan, tapi karena nama "Aruna" yang baru saja disebut wanita itu. Nama asli dari dunianya.

​Wanita itu melipat kipas besinya dengan bunyi klik yang tajam. Ia menoleh sedikit, menampakkan mata yang jernih namun penuh dengan rahasia yang dalam. "Panggil aku Seraphina. Dan jangan pasang wajah bodoh seperti itu. Kita tidak punya banyak waktu sebelum Elian meledakkan seluruh tempat ini."

​Barka, yang masih terengah-engah dengan luka bakarnya, mencoba mengisi ulang busur silangnya. "Siapa pun kau... jangan ikut campur! Wanita itu harus mati!"

​Seraphina tidak menjawab dengan kata-kata. Dengan satu gerakan tangan yang sangat cepat, ia melempar sebuah koin kecil ke arah Barka. Koin itu menghantam dahi Barka dengan suara tak yang keras, membuat pria itu jatuh pingsan seketika.

​"Berisik," gumam Seraphina. Ia kemudian beralih menatap Arel yang masih gemetar di belakang Aruna. "Anak ini... dia benar-benar mirip dengan naskah aslinya, ya?"

​Aruna meraih bahu Seraphina, matanya menyipit penuh kecurigaan. "Apa maksudmu dengan naskah? Kamu juga berasal dari duniaku? Kamu editor juga?"

​"Lebih dari itu, Aruna. Aku adalah alasan kenapa kamu 'tersesat' di sini," jawab Seraphina sambil menarik tangan Aruna dan Arel agar menjauh dari dinding api yang mulai merambat naik. "Tapi pembicaraan ini harus menunggu. Lihat ke arah bukit!"

​Di atas bukit, pertarungan antara Kaelan dan Elian mencapai puncaknya. Cahaya merah dari kunci perak di tangan Elian semakin terang, menciptakan gelombang energi yang membuat tanah bergetar. Kaelan terlempar ke belakang, bajunya robek dan dadanya bersimbah darah.

​"Elian sudah mengaktifkan mekanisme penghancur!" teriak Seraphina. "Kita harus mencapai titik pusat di bawah sana untuk menetralkannya dengan kunci yang lain!"

​"Kunci yang lain? Aku hanya punya satu!" Aruna berteriak di tengah suara gemuruh ledakan.

​Seraphina meraba lehernya dan menarik sebuah kalung dengan liontin kecil berbentuk kunci tembaga yang kusam. "Dua kunci untuk satu takhta. Satu kunci perak untuk membuka gerbang kehancuran, dan satu kunci tembaga untuk menutupnya kembali. Ratri yang asli mencuri kunci perak, tapi dia tidak pernah tahu bahwa kunci tembaga ini ada di tangan pelayan yang dia benci."

​Aruna terbelalak. "Maksudmu... kamu adalah pelayan Ratri dulu?"

​"Itu cerita panjang. Sekarang, lari!"

​Mereka bertiga berlari menuruni lereng tebing yang curam, menuju ke arah Arvand yang masih terjebak di antara kobaran api dan pasukan musuh yang kocar-kacir. Aruna melihat suaminya sedang mencoba memindahkan sebuah pilar besar yang menimpa salah satu prajuritnya. Wajah Arvand sudah tertutup jelaga, dan gerakan tangannya mulai melambat.

​"Arvand!" Aruna berteriak.

​Arvand menoleh. Matanya yang merah karena asap seketika berbinar saat melihat Aruna dan Arel selamat. Namun, senyumnya menghilang saat melihat Seraphina. "Kau... Sera? Kau masih hidup?"

​"Simpan reuni ini untuk nanti, Jenderal! Bantu aku membuka saluran minyak di bawah pilar itu!" perintah Seraphina.

​Arvand tidak banyak bertanya. Ia mengerahkan sisa tenaganya, bahunya yang terluka berderak saat ia mendorong pilar itu bersama Seraphina. Aruna membantu menarik Arel ke tempat yang lebih tinggi agar tidak terkena aliran minyak yang mulai menyembur keluar dari tanah.

​Di bawah pilar, terdapat sebuah lubang kunci kecil yang terbuat dari perunggu tua. Seraphina memberikan kunci tembaganya pada Aruna.

​"Kenapa aku?" tanya Aruna ragu.

​"Karena hanya jiwa yang tidak berasal dari dunia ini yang bisa memutar kunci ini tanpa terbakar oleh kutukan takhta. Cepat, Aruna! Elian akan segera menyulut apinya!"

​Aruna berlutut di tanah yang panas. Tangannya bergetar saat memasukkan kunci tembaga itu ke lubangnya. Ia bisa merasakan energi panas yang mencoba menolak tangannya. Kulitnya mulai melepuh, tapi ia membayangkan wajah Arel dan tatapan penuh harap dari Arvand.

​"Aku tidak akan membiarkan cerita ini berakhir tragis!" teriak Aruna batinnya.

​Klik!

​Kunci berputar. Seketika, getaran tanah berhenti. Cahaya merah di langit yang berasal dari kunci perak Elian meredup dan berubah menjadi biru pucat. Minyak yang tadi menyembur mulai tersedot kembali ke dalam bumi.

​Namun, keberhasilan itu memicu kemarahan luar biasa dari atas bukit. Elian, yang melihat rencananya gagal, meraung seperti binatang buas. Ia meloncat dari bukit dengan sisa kekuatannya, mengarahkan pedangnya tepat ke arah punggung Aruna yang masih berlutut.

​"Mati kau, pengganggu!"

​Arvand bergerak secepat kilat. Ia tidak punya waktu untuk mengambil pedang, jadi ia menggunakan tubuhnya sendiri untuk menubruk Elian di udara. Keduanya jatuh bergulingan di tanah yang dipenuhi bara api.

​"Arvand!" Aruna mencoba berlari menolong, tapi Seraphina menahannya.

​"Biarkan dia, Aruna. Ini adalah takdir Arvand untuk menyelesaikan masa lalunya dengan Elian," kata Seraphina dengan nada dingin namun sedih.

​Arvand dan Elian bertarung dengan tangan kosong di tengah api. Pukulan demi pukulan mendarat di wajah masing-masing. Elian yang sudah gila mencoba mencekik leher Arvand, sementara Arvand mencengkeram lengan Elian yang memegang kunci perak.

​"Kau pikir kau pahlawan, Arvand?" desis Elian dengan mata melotot. "Kau hanyalah budak kaisar yang membesarkan anak orang lain sebagai anakmu sendiri! Kau pecundang!"

​Arvand tidak menjawab. Ia memberikan satu sundulan kepala yang sangat keras ke dahi Elian, membuat pria itu terhuyung. Di saat yang sama, Arvand berhasil merebut kunci perak dari tangan Elian.

​"Aku mungkin pecundang, tapi setidaknya aku punya seseorang yang layak dilindungi," ujar Arvand parau. Ia kemudian menusukkan kunci perak yang tajam itu tepat ke jantung Elian.

​Elian terdiam. Matanya menatap kunci perak yang tertancap di dadanya dengan rasa tidak percaya. Cahaya biru dari kunci itu perlahan padam, seiring dengan redupnya nyawa di mata sang pangeran terbuang.

​Elian ambruk, tewas seketika di atas tanah yang ingin ia hancurkan.

​Arvand jatuh berlutut di samping mayat Elian, napasnya tersengal-sengal. Aruna segera berlari dan memeluk suaminya erat-erat. Arel ikut menubruk mereka, menangis kencang sambil memegang tangan Arvand.

​"Kita selamat... kita benar-benar selamat," isak Aruna.

​Di tengah keharuan itu, Seraphina mendekati mereka. Ia menatap ke arah horizon di mana fajar mulai menyingsing. "Selamat? Belum, Aruna. Ini hanyalah awal dari babak yang lebih besar. Lihat ke sana."

​Dari arah timur, ribuan debu beterbangan. Pasukan Kaisar yang sesungguhnya telah tiba. Namun, mereka tidak datang dengan bendera persahabatan. Di barisan paling depan, berdiri Pangeran Kaelan yang sudah berganti pakaian bersih, wajahnya terlihat sangat formal dan dingin.

​Kaelan menuruni kudanya dan berjalan mendekati mereka yang terduduk lemas di tanah. Para prajurit kaisar segera mengepung Arvand dan Aruna dengan tombak terhunus.

​"Jenderal Arvand," suara Kaelan terdengar sangat asing bagi Aruna. Tidak ada lagi kehangatan atau obsesi tersembunyi. "Atas nama Kaisar, Anda ditahan karena tuduhan pembunuhan Pangeran Elian dan kepemilikan ilegal simbol takhta kerajaan."

​Aruna terbelalak. "Apa? Tapi Arvand menyelamatkan kita semua! Elian yang ingin meledakkan tempat ini!"

​Kaelan menatap Aruna dengan tatapan datar yang menusuk. "Bukti yang ada menunjukkan hal yang berbeda, Lady Ratri. Kunci perak itu ada di tangan suamimu saat Pangeran Elian tewas. Dan mengenai dirimu..."

​Kaelan mendekati Aruna, membungkuk sedikit hingga bibirnya berada di dekat telinga Aruna. "Aku sudah memberikanmu kesempatan untuk berdiri di sampingku sebagai ratu. Tapi kau memilih untuk menjadi perisai bagi singa yang sudah sekarat ini. Sekarang, nikmatilah dinginnya penjara besi bersamanya."

​Kaelan memberi isyarat tangan. Prajurit-prajurit itu mulai menarik Arvand dengan kasar. Arel ditarik oleh pengawal lain ke arah kereta kuda yang berbeda.

​"Arel! Arvand!" Aruna mencoba melawan, tapi seorang prajurit memukul tengkuknya dengan gagang pedang.

​Sebelum dunianya menjadi gelap, Aruna melihat Seraphina menghilang di balik kepulan asap tanpa mencoba menolongnya sedikit pun. Dan satu hal yang paling membuatnya ngeri adalah kalimat terakhir Kaelan yang terngiang di kepalanya:

​"Selamat datang di plot yang sebenarnya, Aruna. Di mana sang pahlawan selalu mati di tangan orang yang paling dia percayai."

​Apakah Kaelan selama ini memang merencanakan segalanya agar Arvand dan Elian saling menghancurkan? Bagaimana nasib Arel yang kini berada di tangan Kaisar yang menganggapnya sebagai ancaman takhta? Dan siapakah Seraphina sebenarnya, yang seolah-olah mengatur semua perpindahan jiwa ini?

1
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
apakah ini berry atau yg mulia summer /Facepalm//Facepalm/
Erchapram: Siapa pun yang tidak berpihak... 🤭
total 1 replies
vj'z tri
hadeuhhhh gak bisa liat orang senyum dikit ni mahluk 🤧🤧🤧🤧
vj'z tri
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/ semoga bisa bersama kalian
Erchapram
LUAR BIAS!
Travel Diaryska
utk yg suka cerita intens perang ya mgkn bagus aja ceritanya.
tp kalo ak sih kurang sama cerita yg dr awal sampe akhir intens kaya gini. bukannya seru dan penasaran, malah kesel dr awal sampe akhir. maaf ya author kesabaranku setipis tissu bagi 4. semangat terus 👍🏻
Travel Diaryska
mc nya ga OP, sistemnya cuma jd notif doang, ga kasih hadiah obat bagus apa gitu biar mc fit. ga ada waktu buat mc heal dlu.
vj'z tri
kelennnnn lahhhh pokoke oyeeee🎉🎉🎉🎉
Erchapram
Sudah bab 18, teman-teman yang sudah baca tapi belum lanjut. Diharap segera melanjutkan karena sebentar lagi akan masuk bab 20.

Mohon bantuannya, supaya Novel ini lolos bab terbaik.

Terima kasih.
XZR-1ERLAND
Sungguh plotwits nyaa
vj'z tri
hadeuhhh olah raga jantung terus ini /Determined//Determined//Determined//Determined//Determined/
vj'z tri
OMG pilihan apa lagi ini/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/ kasihan jendral
vj'z tri
eeedodoeeee wes keracunan masih tenggak racun lagi /CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/
XZR-1ERLAND
duh thorr gw gak sabar liat ending nya , semoga happy ending ya thorrr, semangat trs thorr 💪
XZR-1ERLAND: iya kak Sama-sama, kakak juga jgn lupa mampir baca novel ku ya,btw aku masih jadi athour pemula, mohon dukungannya, kritik atau saran Kakak 👍
total 2 replies
vj'z tri
tahan diset loh ngobrol nya mau meledak ini /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
oalahhhh ini biang Lala nya ternyata 🤧🤧🤧
vj'z tri: sabarrrrr tunggu up /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 2 replies
vj'z tri
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/ siapa lagi itulah sabar sabar
vj'z tri
kerennnnn 🎉🎉🎉🎉
vj'z tri
sabar sabar tunggu kelanjutan /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
bener bener ni ya kelakuan pangeran kaleng /Shame//Shame//Shame//Shame/
vj'z tri
benar benar konspirasi /Panic//Panic//Panic//Panic//Panic/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!