NovelToon NovelToon
Gadis Manja Tuan Mafia

Gadis Manja Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Action / Cintapertama
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: EILI sasmaya

​Niatnya cari pelarian, malah dapet "tuan muda" kematian.

​Alicia kabur ke Italia dan mencari pria paling tampan untuk menghina selera perjodohan ayahnya. Misinya berhasil ia menemukan Dante, pria dengan visual sempurna yang mau diajaknya bermalam bersama.

Tapi keesokan paginya, Alicia baru sadar kalau dia bukan baru saja menaklukkan pria biasa, melainkan seorang predator paling ditakuti di Eropa. Ternyata, merayu bos mafia saat mabuk adalah ide terburuk yang pernah Alicia lakukan seumur hidupnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EILI sasmaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 7

Bau apak dari tumpukan sampah dan aroma menyengat bensin di area parkir bawah tanah menyergap indra penciuman Alicia. Tubuhnya gemetar hebat, bukan hanya karena dinginnya beton lantai parkir yang menusuk kaki telanjangnya, tapi juga karena pemandangan di depannya.

Bambang. Si pria "kentang rebus" yang tempo hari ia maki-maki di depan ayahnya, kini berdiri hanya beberapa meter darinya. Namun, Bambang yang ini tidak memakai kemeja batik kedodoran atau kacamata tebal yang melorot. Ia mengenakan setelan tactical hitam yang pas di tubuh, dan cara ia menggenggam senjata api itu terlihat terlalu mahir untuk seorang lulusan ekonomi. Transformasi pria itu begitu drastis hingga Alicia merasa pria yang pernah ia remehkan ini jauh lebih menakutkan.

"Bambang? Kenapa... bagaimana kau bisa ada di sini?" suara Alicia nyaris hilang, tertelan oleh gema suara tembakan yang masih terdengar samar dari lantai atas.

Bambang tersenyum tipis, sebuah senyuman yang tidak lagi tampak lugu, melainkan penuh perhitungan. "Kau pikir ayahmu benar-benar membiarkan putri tunggalnya kabur ke Italia hanya dengan modal paspor dan kartu kredit? Aku yang melacakmu sejak kau menginjakkan kaki di Malpensa, Alicia. Ayahmu memintaku menjagamu, tapi sepertinya kau lebih suka bermain dengan api."

Alicia mundur selangkah, namun punggungnya menabrak pilar beton yang dingin. "Kau bekerja untuk Ayah? Tapi kau tunanganku..."

"Aku adalah solusi untuk masalah keluarga Atmadja, Alicia," Bambang melangkah maju, sepatunya berbunyi ritmis di atas lantai beton. "Dante Vallo adalah gangguan besar. Ayahmu sudah menyadari bahwa berurusan dengan mafia Italia adalah kesalahan fatal. Jadi, dia memberiku izin untuk melakukan apa pun demi membawamu pulang. Termasuk membersihkan kekacauan yang kau buat semalam."

Alicia menatap senjata di tangan Bambang. "Kau... kau yang menyerang penthouse Dante?"

"Hanya pengalihan kecil agar aku bisa menjemputmu tanpa gangguan," jawab Bambang santai. "Ayo, Alicia. Masuk ke mobil. Kita akan ke bandara, jet pribadi sudah menunggu. Kau akan kembali ke Jakarta, menikah denganku, dan kita akan melupakan semua noda yang kau dapatkan dari pria Italia itu."

Kata-kata Bambang yang merendahkan Dante entah mengapa menyulut amarah kecil di dada Alicia. "Noda? Kau tidak tahu apa-apa, Bambang! Dan aku tidak mau menikah denganmu!"

"Pilihanmu sudah habis, Sayang," Bambang meraih pergelangan tangan Alicia dengan cengkeraman yang sekeras besi. "Kau ikut denganku sekarang, atau aku harus menyuntikmu dengan obat penenang agar kau lebih kooperatif."

Tepat saat Bambang hendak menyeret Alicia ke dalam mobil, sebuah suara langkah kaki yang berat dan cepat bergema dari arah tangga darurat. Detik berikutnya, pintu besi tangga itu terpelanting terbuka hingga menabrak dinding.

​Dante Vallo muncul.

​Napasnya tersengal, kemeja hitamnya kini robek di bagian bahu, memperlihatkan luka goresan panjang yang masih mengucurkan darah. Wajahnya coreng-moreng oleh debu dan jelaga ledakan, namun matanya... matanya menyala dengan amarah yang bisa menghanguskan seluruh area parkir itu.

​"Lepaskan. Tanganmu. Dari. Milikku," ucap Dante, setiap kata diucapkan dengan penekanan yang mematikan. Ia mengarahkan moncong pistolnya tepat ke dahi Bambang.

​Bambang tidak melepaskan Alicia. Sebaliknya, ia memutar tubuh Alicia dan menjadikannya tameng di depan dadanya, sambil menodongkan senjata ke pelipis Alicia.

​"Dante Vallo," Bambang menyapa dengan nada mengejek. "Aku terkesan kau bisa selamat dari ledakan itu. Sepertinya rumor tentang Iblis dari Milan yang tidak bisa mati dengan mudah itu benarnya adanya."

​"Kau menyentuh properti yang salah, anak muda." geram Dante. Ia melangkah maju perlahan, tidak peduli pada luka di bahunya. "Kau pikir kau bisa datang ke kotaku, menyerang rumahku, dan membawa pergi wanitaku?"

​"Wanitamu?" Bambang tertawa sinis. "Dia tunanganku. Secara hukum dan tradisi keluarga, dia adalah milikku. Kau hanyalah kecelakaan satu malam yang harus segera aku hapus."

​Alicia merasa jantungnya berdegup begitu kencang hingga ia takut dadanya akan meledak. Ia terjepit di antara dua pria yang sama-sama menganggapnya sebagai objek kepemilikan. Dante yang posesif dan kejam, atau Bambang yang ternyata adalah serigala berbulu domba.

​"Alicia," suara Dante tiba-tiba melembut, namun tetap penuh otoritas. "Tutup matamu."

​"Apa?" Alicia mengerjap.

​"TUTUP MATAMU!" teriak Dante.

​DOR!

​Tembakan pertama meletus. Bukan Dante yang menembak, melainkan Marcello yang tiba-tiba muncul dari kegelapan di sisi lain parkiran, menembak ban mobil Bambang hingga meledak.

​Kegaduhan itu memberi celah. Alicia secara refleks menginjak kaki Bambang dengan tumitnya sekuat tenaga. Meskipun tanpa sepatu heels, kekuatannya yang didorong rasa panik yang cukup untuk membuat Bambang mengaduh dan melonggarkan cengkeramannya.

​Alicia meronta lepas dan berlari sekuat tenaga menuju arah Dante.

Dante menyambutnya dengan satu tangan yang melingkar posesif di pinggang Alicia, menarik tubuh gadis itu hingga menempel kasar pada dadanya yang bidang. Di tengah desing peluru, Dante merunduk, menyudutkan Alicia ke balik pilar beton. Tanpa memedulikan maut yang mengintai, ia mencengkeram rahang Alicia, memaksanya mendongak untuk menatap mata kelamnya yang dipenuhi obsesi gelap.

“Kau pikir bisa lari dariku… lalu berlindung di pelukan pecundang itu?” bisik Dante serak, napasnya yang panas memburu di depan bibir Alicia. Sebelum Alicia sempat menjawab, Dante membungkam bibirnya dengan ciuman yang menuntut, kasar, dan penuh kepemilikan. seolah ingin menyesap habis sisa keberadaan pria lain di sana, sementara tangannya yang berlumuran darah mencengkeram rambut Alicia, memastikan gadis itu tahu siapa pemilik tunggal jiwanya. Bagi Dante, ciuman ini bukan sekadar nafsu, melainkan cara ia menandai bahwa jiwa dan raga Alicia telah terkunci dalam genggamannya.

​"Tembak dia!" teriak Bambang pada anak buahnya yang mulai keluar dari mobil lain di belakangnya.

​Suasana area parkir berubah menjadi zona perang. Dante menarik Alicia ke belakang pilar beton, melindunginya dengan tubuhnya sendiri sementara ia membalas tembakan. Peluru-peluru berdesing di udara, menghancurkan kaca-kaca mobil di sekitar mereka.

​"Kau terluka!" Alicia berteriak saat melihat darah di bahu Dante semakin banyak merembes ke kemejanya.

​"Hanya goresan," sahut Dante datar, sambil mengganti magasin pistolnya dengan kecepatan luar biasa. "Dengarkan aku, Alicia. Marcello akan membawamu ke mobil armored di ujung sana. Kau pergi ke pelabuhan. Ada kapal pesiar kecil yang sudah siap."

​"Lalu kau?"

​Dante menatap Alicia. Di tengah kekacauan itu, ia sempat menyentuh wajah Alicia dengan tangannya yang kotor. Ibu jarinya mengusap bibir Alicia yang bengkak akibat ciumannya tadi dengan tatapan yang sangat lapar. "Aku tidak akan membiarkan Pria itu membawamu kembali ke Jakarta. Pergi sekarang! Itu perintah!"

​"Aku tidak mau pergi kalau kau mati!" Alicia berteriak, sebuah pengakuan yang bahkan mengejutkan dirinya sendiri. Seharusnya ia senang jika mafia ini mati, tapi membayangkan Dante tergeletak tak bernyawa membuat ulu hatinya terasa diremas.

​Dante tertegun sejenak, sebuah seringai tipis muncul di wajahnya yang penuh luka. "Aku tidak punya rencana untuk mati hari ini. Masih ada urusan yang belum terselesaikan di antara kita, bukan?"

Dante mendorong Alicia ke arah Marcello yang sudah menunggu di balik mobil SUV hitam. Marcello menarik Alicia masuk ke dalam mobil sementara Dante terus memberikan tembakan penutup.

Mobil SUV itu melesat keluar dari area parkir dengan kecepatan gila, menabrak barikade darurat yang coba dipasang oleh anak buah Bambang. Alicia menempelkan wajahnya ke kaca belakang, melihat sosok Dante yang perlahan menghilang di balik kepulan asap dan debu, masih berdiri tegak menantang maut.

1
Mia Camelia
alicia kebanyakan mau nya sih🤔, maka nya dante jdi eneg🤣🤣🤣
Mia Camelia
alicia cerdik sekali🥰🥰🥰
putmelyana
aku suka cerita seperti ini, next Thor ceritanya aku akan selalu menunggu cerita ini update
~SasMaya ✧
Haiii semua, bagaimana kabarnya hari ini? Author do'a kan semoga semuanya tetap sehat yah Jiwa maupun kantongnya 🤭

Oh yah,. Jangan lupa tetap stay tune yaa, besok author bakal update 3 BAB sekaligus 🔥✨

Buat yang udah setia nemenin cerita ini sampai sini, makasih banyak yaa~
Dan jangan lupa tinggalkan jejak di setiap bab 🫶
Entah itu like, vote, ataupun komentar.

Segala bentuk dukungan dari kalian semua, sangat berarti banget untuk author khusus-nya.

Itu semua bikin author makin semangat untuk update bab selanjutnya. ✨🫰🏻
Mia Camelia
dante gak mati kan🤣🤣🤣
Aquarius97 🕊️: Halo sahabat pembaca ✨ Aku baru saja merilis cerita baru berjudul CINTAKU TUAN MAFIA ❤️‍🔥 Mampir yuk siapa tahu kamu tertarik nantinya 🤗 Dukung dengan Like dan komentar yah, karena setiap dukunganmu berarti buatku. Terimakasih.
total 1 replies
putri
ceritanya seru banget alurnya berasa hidup kaya ikut bener" ada di dalam cerita ..... di bikin ketawa di bikin tegang .. tetep semangat Thor 🔥
~SasMaya ✧: Terimakasih 🥰
total 1 replies
putri
ikut tegang bacanya mudah"n Dante ga kenapa" yah Thor /Grimace/
Amila FM,IG:amilaeditslife
sumpah ini keren banget, alurnya nggak ngebosenin,kocak, actionnya dapet
~SasMaya ✧: Terimakasih 🥰
total 1 replies
Mia Camelia
alicia kocak banget, inget mangga muda teruuuss🤣🤣🤣
Mia Camelia
suster jahat, jangan sampai lolos tuh.😔
Mita Paramita
lanjut Thor 💪💪💪
Mia Camelia
lanjut thor👍👍👍
Mia Camelia
ehmm, mendingan pilih dante aja ah😂🥰🤣
Mita Paramita
ini pasti sih Bambang 🤣🤣🤣
Mia Camelia
seruuu banget thor🥰🥰🥰
alicia terjepit situasi absurd🤣🤣🤣🤣
Mia Camelia
cerita nya mantap👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!