Elleanor puteri Duke Penguasa Kegelapan telah dikutuk sejak dia lahir. Tapi anehnya, dia bisa melihat masa depannya sendiri sejak masih bayi. Dia melihat takdirnya yang terabaikan. Lahir tanpa kasih sayang membuatnya tumbuh menjadi antagonis yang kehidupannya berakhir tragis di tangan pria yang dicintainya.
Takdir seperti itu tidak bisa membuatnya tinggal diam. Dia akan mengubah cerita masa depannya. Apapun yang terjadi!
©A&Y original
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A&Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14
Ibukota Saturia, Theophile
Wah, ibukota benar-benar luar biasa. Sekarang aku tahu kenapa di masa depan aku sangat penasaran akan dunia luar ternyata, suasana di Theophile berbanding terbalik dengan Eternelle, cerah, ceria, mewah dan berkilau. Hampir semua bangunannya berwarna cerah, berbeda dengan Eternelle yang dark.
“Papa apa kita akan langsung ke istana?”
“Tidak, Papa tidak akan pernah membawa Ela masuk ke istana,”
“Kenapa?”
“Papa hanya tidak ingin puteri Papa menjadi pusat perhatian,”
“Benarkah? Apa karena Ela puteri Duke Darcey? Bukan karena Ela membawa masalah?”
“Siapa yang bilang Ela membawa masalah, Papa akan menghunus pedang pada siapapun itu.”
“Hehe tidak ada yang bilang, Ela hanya bertanya karena penasaran”
“Papa hanya tidak ingin keluarga kaisar menarik perhatian lebih padamu, Papa hanya ingin Ela hidup dengan nyaman tanpa harus merasa tertekan.”
“Ela mengerti, kalau begitu, saat Papa pergi ke istana kaisar, bolehkah Ela jalan-jalan dengan Elvin dan Lou?”
“Papa akan mengawasi melalui gelang sihir itu.”
Ah, aku melihat gelang ditanganku, semalam setelah makan malam Papa memberikan sebuah gelang yang terbuat dari batu zuli, Papa bilang batu itu dipenuhi sihir yang berguna untuk melacak keberadaan seseorang dan untuk berkomunikasi jarak jauh tanpa surat.
“Jangan melepasnya. Ingat.”
“Baik Tuan Duke yang terhormat, hehe,”
Wah, sepertinya menara tinggi istana kaisar mulai kelihatan, padahal kereta kuda baru memasuki wilayah ibukota. Benar, aku masih ingat dari ingatanku, istana emas yang berkilau yang memantulkan cahaya matahari di siang hari, dan menjadi sumber cahaya paling terang di malam hari. Seperti bangunan itu adalah poros dari seluruh negara, siapapun yang melihatnya akan terkagum melihat kemegahannya.
Sayangnya, tempat itulah yang menjadi sumber tragedi terbesar dalam kehidupanku di masa depan. Aku akan mati hanya karena menginginkannya, ingin tinggal di sana, ingin memiliki putera mahkota yang tinggal di sana. Aku, jadi teringat dengan puteri berambut jingga yang kucelakai, dia memang pemilik istana itu seutuhnya, dari ingatanku aku bisa melihat kepribadiannya yang cerah, dia keturunan klan cahaya sejati. Sementara aku, aku sudah terbiasa dengan keheningan, suasana yang tenang dan Eternelle adalah tempat yang nyaman daripada tempat yang penuh hiruk pikuk ini. Aku beruntung, aku tidak tergiur dengan kemegahan itu lagi sekarang. Astaga, aku baru berusia 5 tahun, kenapa sudah berpikir kesana. Tidak boleh dibiarkan, lama kelamaan aku bisa tua sebelum waktunya.
“Kita sudah sampai,”
“Ela? Apa yang kau pikirkan?” Aku tidak sadar kalau kereta kuda sudah berhenti sejak tadi.
“Ng? Ela tidak memikirkan apapun, wah, kita sudah sampai,” Wah, bahkan mansion Maurelle milik keluarga Darcey tidak kalah megahnya. So amazing.
“Ayo kita ke masuk,”
“Uhm.”
***
“Jadi Nona, kemana Nona ingin berkeliling? Ke pasar Ibukota? Ke alun-alun ibukota?”
“Pasar. Tapi ingat kita harus menyamar,” Wah menarik sekali, ini kali pertama aku melakukan penyamaran. Untungnya Papa sudah berangkat ke istana kaisar pagi-pagi sekali. Jadi hari ini aku bisa bermain sepuasnya.
“Eits, tapi Ela minta jangan beritahu Lent,”
“Nona,”
“Ela tahu Lent akan melarang Ela ke pasar, disana banyak orang, pasti Lent akan menasihati Ela Panjang lebar.”
“Baik Nona, selama Nona percaya pada kami, kami akan melindungi Nona dengan baik.”
“Ela percaya pada Elvin dan Lou. Jadi kita bisa berangkat sekarang?”
“Mari Nona,”
Kami pun keluar dari mansion melalui pintu timur, dimana hanya ada beberapa penjaga dan itu pintu khusus untuk keluar pelayan, sehingga keamanannya tidak seketat pintu utama dan pintu barat tempat khusus untuk para tamu yang ingij berkunjung ke mansion.
“Jika kita melewati setapak ini kita akan sampai di pintu masuk pasar,”
“Oh benarkah? Baguslah, jalan kaki akan membuat kita sehat,”
“Nona senang sekali ya?”
“Huss. Saat menyamar Lou dan Elvin tidak boleh memanggil Ela Nona,”
“Tapi Nona, itu sangat tidak sopan.”
“Tidak masalah, bukannya itu demi keamanan? Panggil Ela saja.”
“Baik Nona,”
“Ela.”
“Baik El-la.” Balas mereka berdua canggung. Tapi aku senang. Aku belum pernah sebebas ini.
“😊”
***
Istana Kekaisaran Dominique, Istana Scarlotte
”Kenapa kau datang seorang diri ?”
“Apa maksud Yang Mulia? Apa Yang Mulia tidak senang dengan kedatangan Saya?”
“Ahahaha, bukan begitu maksudku, duduklah lebih dulu.”
“Terima kasih,”
Kaisar Frederic Caesar Dominique, keturunan ke-4 kekaisaran Dominique. Dia terkenal sebagai raja yang tegas dan licik. Mengapa licik? Karena dia penuh siasat dalam menyudutkan targetnya, dia hebat dalam perencanaan namun payah di medan. Itu sebabnya, dia sangat bergantung pada kekuatan keluarga Darcey. Kaisar Frederic Caesar Dominique, merasa dirinya mengenal baik Duke Searlus Ervrard Darcey, tapi bagi Duke, tidak ada kata ‘tulus’ dalam setiap hubungan, apalagi dengan seorang penguasa. Kaisar pasti menginginkan lebih, itu sebabnya, Searlus membatasi segalanya yang berhubungan dengan kehidupan pribadinya, dia hanya akan memenuhi tugasnya sebagai seorang Duke dan prajurit terhadap kekaisaran, tidak lebih.
“Kudengar puterimu berusia 5 tahun, minggu lalu kau mengadakan pesta penyambutannya, kenapa tidak mengundangku?”
“Apa saya memiliki hak untuk mengundang orang sibuk?”
“Tentu saja kau memiliki hak. Aku sudah menganggapmu seperti adikku, kenapa kau masih saja sungkan padaku.”
“Yang Mulia sudah lama mengenalku, seharusnya Yang Mulia tahu Saya tidak percaya pada hubungan tanpa ikatan darah.”
“Hohoho, inilah yang kusuka darimu. Kau terlalu berterus terang. Baiklah, kita langsung saja ke intinya, bagaimana perkembangan Pelabuhan di wilayah Brunella? Aku menyerahkan wilayah itu dibawah kekuasaan Eternelle, jadi bagaimana perkembangannya?”
“Untuk beberapa waktu terakhir kebijakan Pelabuhan ini sangat menguntungkan perekonomian negara, tidak ada masalah dengan itu, hanya saja,”
“Apa, katakanlah?”
“Brunella menjadi pusat yang perekonomian strategis sekarang, rakyat bisa dengan mudah mendistribusikan barang mereka, dan banyak saudagar negeri seberang yang sering mampir. Tapi, kita terlalu fokus pada Brunella, bagaimana dengan wilayan Amon? Yang Mulia, wilayah Amon berada berseberangan dengan Brunella, tempat itu dipenuhi perbukitan dan kanan kirinya jurang. Sementara Brunella kedapatan wilayah maritim dan datarannya bagus untuk transportasi. Sedangkan Amon?”
“Kalau begitu kenapa kau tidak mengambil Tindakan?”
“Amon bukan wilayah kekuasaanku, itu bukan kewenangan saya. Sebaiknya Yang Mulia membicarakan masalah ini dengan penguasa di Amon, karena dari yang saya dengar, sering terjadi pencurian pasokan makanan dan perak di Pelabuhan Brunella.”
“Aku mengerti,”
“Dan juga, Yang Mulia jangan lupakan kalau wilayah Amon berbatasan langsung dengan kerajaan Shevaloncia, negara yang memilih mati daripada tunduk.”
“Benar, saat itu Ayahku memiliki hubungan yang baik dengan Desmarais Raja Shevaloncia ke-II, itu sebabnya Ayahku membiarkan negara itu hidup sesuai kehendaknya selama tidak mengusik wilayah kekaisaran. Tapi apa kau berpikir, mereka ada hubungannya?”
“Beberapa waktu yang lalu Saya mengirim mata-mata ke wilayah itu, ada hal mencurigakan yang terjadi di wilayah perbatasan, beberapa prajurit asing terlihat di benteng Meurig, dan terjadi transaksi jual beli perak dan besi dalam jumlah besar ke wilayah itu.”
“Perak dan besi? Apa mereka akan membuat senjata,” Kaisar tampak berpikir, “Jadi, maksudmu, mereka berniat melakukan pemberontakan?”
“Yang Mulia, Saya belum bisa menyimpulkan. Karena bukti yang belum cukup kuat.”
“Kalau begitu, jika benar begitu, sama saja mereka menyulut peperangan.”
“Yang Mulia, jika bisa diselesaikan melalui diplomasi, maka jangan langsung menyulut perang. Karena rakyat Amon juga akan terkena dampaknya.”
“Kau benar, sebaiknya kita mencari tahu lebih dulu. Aku percayakan hal ini padamu,”
Tok..tok..tok suara ketukan pintu menghentikan pembicaraan mereka.
“Yang Mulia Maaf atas kelancangan saya.” Kepala pelayan masuk dengan suara bergetar.
“Ada apa?”
“Yang Mulia, Putera mahkota lagi-lagi kabur dari pelatihannya.”
“Hng, anak itu benar-benar. Baiklah kau boleh pergi.”
“Baik Yang Mulia, Saya permisi.”
Kaisar memijat keningnya, dia mulai frustasi dengan situasi barusan. Putera Mahkota selalu saja membuat masalah. Orang tua pasti berpikir terlalu memanjakan anak jika seorang anak berbuat diluar kendalinya, begitulah yang sedang Yang Mulia Kaisar pikirkan.
”Dia sulit sekali diatur.” Begitu pikirnya,
Ya benar, dia adalah Putera tunggal Kaisar dan Ratu Adaline La Roux, Leandre Earl Theodore Dominique. Mungkin karena terbiasa menjadi anak tunggal, dia tumbuh menjadi keras kepala, dan bertindak sesukanya dengan sering pergi berkeliaran seorang diri. Meskipun tidak sepenuhnya seorang diri, karena kaisar mengirim kesatria bayangan untuk menjaganya, tapi, orang dalam istana tetap saja khawatir akan terjadi sesuatu.
“Puteraku satu ini benar-benar. Kau tahu memiliki seorang putera sangatlah merepotkan.”
“Tapi jika Anda tidak memiliki putera, tidak akan ada penerus.”
“Ah, kau benar juga. Tapi lihatlah, dia bertindak sesukanya kabur dari istana, dengan alasan melihat kehidupan rakyat. Padahal dia hanya main-main saja di luar,”
“Sekarang saya mengerti mengapa dunia luar menjadi sangat menarik.” Gumam Searlus,
“Apa yang kau katakan, Tuan Searlus?”
“Tidak, aku hanya teringat puteriku yang terlihat senang melihat dunia luar. Mungkin itulah yang dipikirkan Putera mahkota, jangan terlalu menyalahkannya, Putera mahkota hanya merasa bosan melihat dinding-dinding istana setiap hari.”
“Wah, kau menjadi semakin bijak setelah memiliki puteri. Lain kali, ajaklah dia kemari.”
Duke Searlus hanya tersenyum miring, “Lihat kau bahkan berniat menyembunyikan puterimu yang berharga itu, baiklah, baiklah, saat debut-nya nanti aku pasti akan mengundangnya kemari.”
“Saya tidak bisa berjanji akan membawanya Yang Mulia,”
“Hohoho, kau ini benar-benar Ayah yang overprotektif rupanya.”
“Ng, seperti yang Anda lihat Yang Mulia,”
***
Pasar Auro
“Ela, tolong jangan terlalu jauh dari kami,” Lou memperingatkan.
“Baik.”
Wah, segala macam pernak-pernik yang sangat berkilau Sebagian besar terbuat dari perak dan emas, aku tidak pernah melihatnya di Eternelle, karena pernak-pernik disana Sebagian besar dibuat dari batu alam yang berwarna kalem namun elegan, seperti, safir, zamrud, ruby, amethyst, hingga batu sihir.
”Nona, apa Nona akan membeli pernak-pernik.” Bisik Lou,
“Uhm, coba kau pilih yang paling cantik,”
“Saya tidak bisa memilih pernak Pernik Nona, saya tidak biasa memakainya,”
“Ouh aku mengerti, tapi pedangmu? bukankah terlihat hambar?”
“Eh?”
“Sir, apakah ada hiasan untuk pedang?”
“Untuk pedang ya? Tunggu sebentar biar saya pilihkan,”
“Lihatlah, ini gantungan untuk sarung pedang terbuat dari emas murni, dan ada bandulan permata juga. Bagaimana Nona?”
“Wah, berapa harganya?”
“200 dre’ Nona,” *dre’ mata uang yang disepakati untuk wilayah kesatuan kekaisaran Dominique*
“Kalau begitu, Aku ingin satu yang berwarna emas dan satu yang berwarna putih.”
“Baik Nona muda,”
Setelah membayar akupun segera pergi, untung saja aku membawa 700 dre’ dalam kantungku, aku bisa berbelanja sepuas yang aku mau hari ini. Terutama, untuk berburu kuliner.
“Aku ingin makanan itu, apa namanya?”
“Nona, itu daging tusuk, dibuat dari daging yang diawetkan kemudian dipanggang dan dibumbui dengan bumbu khas Theophile.” Jelas Elvin,
“Aku mau mencobanya, dan itu juga, apa itu permen ?”
“Itu manisan buah Nona,” Jawab Elvin, sepertinya dia tau banyak soal kuliner.
“Ayo aku ingin membelinya.”
Tidak terasa aku sudah menghabiskan waktu seharian, berkeliaran melihat dan mencoba segala macam hal di ibukota. Sekarang matahari sudah mulai tenggelam, langit yang semula biru mulai muncul sinar keoranye-an. Kami pun duduk-duduk menikmati senja di dekat air mancur kota.
“Nona sebaiknya kita kembali ke mansion sebelum Tuan Duke pulang.”
“Ah, benar juga, eh tunggu sebentar,”
“Ya Nona?”
“Ini, untuk Lou, dan ini untuk Elvin,”
“Nona ini terlalu berlebihan untuk kami,” mereka bahkan menolak bersamaan,
“Benarkah? Padahal Ela merasa senang sekali hari ini. Tapi kalian menolak hadiah dari Ela, bukankah itu membuat hati Ela sedih?”
“Nona,”
“Lain kali, Lou dan Elvin juga boleh memberikan Ela hadiah, bagaimana? sekarang terimalah hiasan ini, Ela akan senang kalau kalian menggunakannya, lihat pas sekali dengan pedangnya, benar kan?”
“Baik Nona, terima kasih banyak,” Ucap Lou,
“Nona, Saya tidak akan pernah melepas pemberian Nona dari pedang Saya,” Balas Elvin,
“Wah Ela senang sekali.”
”Mari kita Kembali ke mansion,”
“Mari Nona,”
Aku pun berjalan pulang, melewati jalan yang semakin ramai, ternyata, ssaat waktu menjelang malam, pejalan kaki Ibukota bukan semakin lenggang, tapi semakin ramai. Ini benar-benar kota yang hidup, kota yang tidak pernah sepi. Bahkan di malam hari, akan ada lebih banyak hal yang bisa dilihat di kota ini.
“Tolong…”
Eh? Apa aku baru saja mendengar suara orang minta tolong ? Suaranya semakin menjauh, tapi aku bisa mendengarnya dengan jelas.
”Lou ?”
“Ya? Ada apa Nona?”
“Apa Lou mendengar suara minta tolong?”
“Tidak Nona, apa ada masalah?”
“Elvin, kau mendengarnya?”
“Tidak Nona, Nona kita harus cepat, semakin lama akan semakin ramai,”
Dan memang benar, seharusnya saat itu aku memfokuskan pikiranku. Tapi pikiranku terpecah, suara yang sangat keras ditelingaku, kenapa mereka tidak bisa mendengarnya? Apa karena pendengaranku yang lebih sensitif dari kebanyakan orang? Tiba-tiba tanpa aku sadari, aku mulai celingukan mencari suara itu, tapi dari arah berlawanan, ada begitu banyak orang-orang yang lewat. Fokusku hilang, aku terseret arus manusia.
“Nona?!”
“Dimana Nona kita?!”
“Lou? Elvin?” Aku sadar, mereka tidak ada dibelakangku.
Apa aku benar-benar terlalu larut pada pikiranku, sampai aku tidak sadar, jika kerumunan orang membuatku terpisah dari ksatriaku. Kemana mereka? Dan—dimana aku?
“Siapapun tolong aku…”
Suara itu lagi, aku ada disebuah gang sempit. Aku ingat, baru saja aku masih bersama Lou dan Elvin, tapi, tiba-tiba pikiranku terpecah, ada begitu banyak orang berlalu Lalang, apa aku bertindak ceroboh barusan? Lou dan Elvin, mereka pasti cemas mencariku.
“Bagaimana bisa kita seceroboh ini?!”
“Aku akan mencarinya, kau Kembali dan laporkan pada pusat.” Perintah Elvin.
“Baik.”
***
tbc...