Kejadian Yang tidak terduga membuat kesalahpahaman di antara mereka.
Giovaro Putra Admaja
"Jika Mencintaimu adalah sebuah kesalahan, Maka biarkan aku tetap salah agar aku tetap mencintaimu dalam kondisi apapun "
Nadira Queensha Candradinata
" Aku mencintaimu, namun kau begitu sempurna hingga membuatku sulit untuk mengimbangi mu"
BECAUSE OF YOU VARO
SCUEL MY HUBBY IS A PRESDIR SESION 3
BANYAK PERBEDAAN DENGAN CERITA SEBELUMNYA, TIDAK ADA PERJODOHAN DISINI!!
Salam Bahagia untuk kalian semua
From Author - Novelia Prasojo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noveliaprasojo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bag 14
Pagi hari di rumah Varrel Sudah terjadi keributan karena suara Teriakan Vano, Mayra dan juga Jihan, bahkan waktu masih menunjukkan pukul 6 pagi, Vania dan Fira sedang menyiapkan sarapan di dapur, Awalnya Jihan membantu mereka, tapi setelah kedua bocil itu bangun dan ikut Nimbrung di dapur semuanya menjadi kacau.
Jihan yang tadi ingin membuat Pan cake, Sedangkan Vania dan Fira membuat menu yang lainnya. Vano dan Mayra merengek ingin membantunya Jihan, Dengan terpaksa walau Jihan tahu apa yang akan terjadi dia tetap tidak bisa menolak keinginan kedua keponakannya itu.
Saat itu Vano yang berdiri di samping kanan Jihan dan Mayra berdiri di sebelah kiri Jihan.
Jihan tengah mengaduk adonan dengan serius tanpa memperhatikan Vano dan Mayra, Vano memberi kode pada Mayra dengan matanya Mayra yang langsung mengerti pun mengacungkan jempolnya sambil tersenyum jahil.
Bersamaan Vano dan Mayra mencelupkan tangan mereka kedalam adonan dan mengoleskan nya di pipi Jihan, Setelah nya mereka pun langsung berlari sambil tertawa bahagia karena berhasil mengerjai Jihan, Jihan yang masih terkejut membelalakkan matanya tak percaya dengan kelakuan kedua keponakan nya itu.
"VANO !! MAYRA !! " Seru Jihan, Ia mengambil segenggam tepung dan berlari mengejar Vano da Mayra hingga terjadi kekacauan di rumah Varrel pagi itu.
Vania dan Fira yang melihat itu hanya bisa menggelengkan kepalanya dan menepuk jidat mereka bersamaan.
" Astaga !!" ucap Vania dan Vira melihat kekacauan yang terjadi di sana.
Varrel tampak baru turun dengan pakaian santainya disusul Keanu dan Varo yang juga berjalan di belakang nya, Mata Mereka terbelalak Melihat kondisi rumah yang biasanya sudah rapi dan bersih tapi kini rumah itu tampak seperti habis terkena badai.
Varo dan Keanu hanya bisa menggaruk jidat mereka yang tak gatal melihat kekacauan itu.
" JIHAN, VANO, MAYRA !! "
Mendengar Nama mereka di panggil, Mereka langsung berhenti dan berbalik melihat ke sumber suara.
" Mam*us" Jihan menepuk Jidatnya merutuki kecerobohan nya kali ini, Vano dan Mayra saling pandang dan kemudian menundukan kepala mereka karena takut Papa Varrel akan menghukum mereka.
Perlahan, Jihan, Varo dan Mayra menyeret kaki mereka mendekati Varrel.
" Maaf " Ucap mereka bersamaan sambil menundukan kepala mereka tanpa memberi alasan yang berkelit.
" Kalian tau apa yang harus kalian lakuin ? " Tegas Varrel
Bersamaan Mereka menganggukkan kepala.
" Ya sudah, Tunggu apa lagi "
Dengan cepat Jihan, Vano dan Mayra bergegas mengambil alat-alat untuk membersihkan ruangan yang penuh dengan tepung akibat ulah mereka bertiga.
Dari dapur Vania dan Fira Terkekeh, Karena akhirnya ketiga Bocah itu dapat penangkalnya.
Varrel menggelengkan kepalanya dan berjalan menuju Ruang keluarga bersama Varo dan juga Keanu, Untuk sekedar Ngopi ngopi ganteng menunggu Sarapan siap.
" Calvin belum balik dek ?" tanya Varrel pada Varo. Pasalnya memang Calvin dan Stelly tinggal di London beberapa bulan ini merampungkan Pekerjaan yang ada di sana.
" Mungkin Minggu depan bang, Soalnya aku juga kemarin sebelum pulang sempat mengunjungi nya dan dia masih ada proyek dengan Mr. x " Jawab Varo sambil menyesap kopinya. Varrel mengangguk mengerti.
" Kak Kean, Kenapa Alfi tidak di ajak kesini ?" Tanya Varo
" Dia tidak mau, dia bilang ini menemani Omanya di rumah, Apalagi sekarang dia lagi mempersiapkan Diri untuk ujian akhir nanti" Jawab Keanu.
" Anak itu memang sangat disiplin, Kak Calvin terlalu tegas padanya, Walau bagus tapi di jadi tak memiliki masa kecil yang harusnya bermain bersama dengan anak seusianya" Dengus Varo tak suka. Alfian putra Tunggal Calvin dan Stelly yang kini menginjak Usia 11 Tahun.
Dia tumbuh menjadi pribadi yang pendiam dan tak suka bergaul, Hidupnya terlalu disiplin karena didikan Calvin yang terlalu tegas menurut Varo.
Dari pada bermain, Anak itu lebih suka menyendiri dan belajar, Saat belajar ia paling tak suka diganggu. jadi tidak ada yang berani mendekati Alfian saat dia sedang serius dengan buku-bukunya.
" Kau benar, Tapi kita tidak usah ikut campur karena dia yang lebih tahu apa yang terbaik untuk anak-anak nya" Jawab Keanu dengan bijak, Alfi sudah seperti anaknya sendiri, Melihat Alfi yang seperti itu bukan Keanu tidak merasa sedih, namun dia tidak bisa berbuat apapun, tumbuh kembang anak memang tergantung pada didikan orang tua mereka.
Hari itu mereka berkumpul dan bersenang-senang, Dengan Tingkah Absurd Jihan yang selalu menempel pada Keanu, Membuat Mayra tak terima karena ia merasa Jihan menguasai Papa nya.
Tentu saja, Jihan tak bisa lepas dari Keanu, Karena sejak kecil dia selalu menempel pada Pria itu, Usia Keanu yang menginjak 33 tahun dia tentu masih terlihat tampan dengan kedewasaan nya.
Fira yang melihat Jihan dan Mayra berebut Keanu hanya cuek saja, Hal itu sudah biasa untuk nya bahkan Jihan yang sudah beranjak dewasa ia tak pernah punya pikiran untuk seluruh akan kedekatan keanu dan Jihan. Karena memang di antara mereka murni kasih sayang antara kakak dan adik.
Namun Mayra lah yang cemburu karena dia bahasa bahwa kasih Sayang papanya terbagi untuk Aunty nakal nya itu.
" Aunty Minggir " Seru Mayra saat melihat Jihan menempel pada papanya,ia baru saja datang setelah bermain bersama Vano di ruang bermain tadi.
" No " Ucap Jihan malah semakin menempel pada Keanu.
" Siap-siap, Satu, Dua, Ti......" gumam Jihan menutup kedua telinganya.
" Huaaaaaaa Mama !! Mama !! Aunty Ji Nakal Mama ! Huaaa " Dan benar saja Gadis kecil itu menangis kencang dengan suaranya yang melengking, hingga semua orang yang duduk Disana menutup telinga mereka dan menatap tajam pada Jihan.
Jihan melihat sekeliling, Ada Varrel Vania, Keanu Fira serta Varo yang sudah menatapnya dengan tajam seakan siap menerkam gadis itu.
Saat Jihan bersiap-siap akan kabur, Varo lebih dulu menarik telinga Jihan hingga membuat gadis itu mengaduh kesakitan.
" Aww, Abang ampun Abang !!" Seru Jihan sambil memegang tangan Varo yang sedang menarik telinganya.
" Apa kau lupa dengan janjimu kemarin ? Hm ?"
" Iya, iya , Lepasin dulu ih , Sakit tau " Gerutu Jihan
" Minta maaf pada Mayra " tegas Varo.
" Iya, Abang ! Lepasin dulu ini" Varo melepaskan tangannya dari telinga Jihan, Jihan mengusap telinga nya yang memerah akibat jeweran Varo.
Jihan merutuki Varo dalam hatinya dia berjanji akan membalas perbuatan Abangnya itu nanti.
" Mayra Sayang, Maafin aunty oke!! Aunty janji, Bakal ulangi lagi " mendengar janji Jihan semua orang di sana menatap Jihan tak percaya.
Bukannya berhenti menangis, Tangis Mayra semakin kencang saja.
Jihan yang merasa dirinya dalam bahaya segera kabur dari sana sambil tertawa tanpa dosa.
" JIHAN "
Varo menepuk jidatnya melihat tingkah adiknya itu, Ia terkadang bingung ntah menurun dari siapa sikap Jihan yang seperti itu, Apa dari dirinya ? sepertinya iya ! pikir Varo . Tapi kan sekarang dia sudah tobat, Jika dari Bundanya, Tidak lah mungkin ! Bunda Jen sangat lah anggun dan Elegan. Jika dari Ayah bisa saja, Karena Saat Muda ayah Derren Juga sangat Nakal, namun tak jahil seperti Jihan.
Maka Fix seperti Dirinya.
.
.
.
.
Bersambung
Vano
Mayra
Jangan lupa untuk like komen n Vote nya ya
Happy Reading
up dong kak,sayang ngak d lanjutin kak
ku menunggu...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
ayo up dong Thor.......