Perkenalkan namaku Michael Morrone. Aku adalah seorang mafia Italia yang sangat berbahaya dan disegani lawan. Diriku tidak pernah merasakan apa artinya jatuh cinta apalagi cinta pertama. Hidupku di penuhi kesunyian dan betapa kerasnya hidup ini. Suatu hari aku datang ke Indonesia untuk liburan. Namun disaat diriku sedang berjalan aku tak sengaja menabrak seorang gadis. Gadis itu pun terjatuh. Melihat dirinya terjatuh aku berjongkok dan mengulurkan tanganku kepadanya.
Gadis itu nampak ragu. Ia hanya diam tanpa membalas uluranku bahkan wajahnya pun menunduk. Ku tatap wajahnya yang menunduk tak lama kemudian wajah itu mendongak. Mataku lansung terkunci oleh tatapan polos dari gadis itu.
Penasaran dengan ceritanya? Ayo jangan lupa baca ceritaku.
Salam hangat dari Author
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon romanziere, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Capitolo 15: Pagamento Costoso
•Buona Lettura•
"Kemari! Biar ku bersihkan" Michael menepuk pahanya agar gadis itu mau duduk di pahanya.
Cilla hanya diam tanpa merespon ucapan Michael.
Michael berdecak, akhirnya ia menarik tubuh gadis itu dan mendudukkannya di atas pahanya.
"Kau membuatku menunggu baby girl" Michael mulai mengusap wajah Cilla yang berkeringat dengan tisu. Cilla hanya diam dan gugup saat merasakan tisu lembut itu bergerak menyapu keringatnya di area sekitar wajahnya.
"Kau mau makan baby girl** ?" tanya Michael saat sudah membersihkan wajah Cilla. Lihat gadis itu kembali cantik meskipun dia lebih cantik dan menggoda saat berkeringat.
Cilla menggeleng.
Michael beranjak dari ranjang dan membuang tisu itu ditempat sampah, kemudian ia mengambil satu mangkok yang mana asapnya masih saja mengepul.
Michael duduk disamping ranjang dengan tangan kirinya memegang satu mangkok dan satu tangan kanannya memegang sendok.
"Buka mulutmu!" titah Michael seraya menyuapkan satu sendok kearah mulut Cilla.
Cilla bingung dengan tingkah laku pria ini, namun karena Michael menatap dirinya dengan tatapan tajam membuat nyalinya ciut seketika. Akhirnya Cilla membuka mulutnya dan menerima suapan dari Michael.
"Bagaimana enak?" tanya Michael kemudian menyuapkan makanan itu kedalam mulutnya.
Cilla merasakan makanan itu, dari segi rasanya memang enak, tapi kenapa bumbu sup kaldu dicampur dengan mie? Bahkan mie itu berukuran kecil tapi isinya banyak.
"Apa ini?" tanya Cilla.
"Ini makanan Polandia, namanya Polish Broth" jawab Michael seraya menyuapkan satu sendok kearah Cilla.
Dengan senang hati Cilla menerima suapan itu. Meskipun dirinya menolak, namun perutnya berkata lain.
Dan terjadi kegiatan suap-suapan di pagi hari dengan posisi yang begitu intim, bagaimana tidak seorang gadis duduk di pangkuan seorang pria.
_________________________
Cilla baru saja keluar dari kamar mandi dengan menggunakan kimono yang telah disediakan oleh para pelayan. Cilla menatap barang-barang yang tergeletak begitu saja di atas ranjang. Saat Cilla berhenti melangkah, dia melihat secarik kertas yang terselip di antara barang-barang. Cilla yang merasa penasaran ia mengambil kertas itu dan membacanya dalam hati.
Baby girl, aku sudah membeli pakaian yang cantik untukmu, kau bebas pilih yang mana karena semua itu gratis. Dan nanti tunggu aku jam 15.00, aku akan membawamu ke suatu tempat. Jangan lupa pakai, aku yakin kau pasti akan cantik meskipun tak secantik ketika kau sedang mendesah.
Cilla menekan kertas itu cukup kuat saat membaca kalimat terakhir.
Dasar pria tua, masih saja suka yang muda.
Cilla mendengus sebal. Akhirnya Cilla meremuk kertas itu sampai tak berbentuk kemudian membuangnya ke tempat sampah. Cilla mulai mengambil satu per satu barang-barang yang mungkin ini sangat mahal, dilihat dari segi plastiknya saja berbeda dengan plastik yang suka ia bawa sehabis belanja dari pasar.
Cilla mulai duduk dan membuka satu-satu isi plastik tersebut, ia merasa penasaran dengan isi di dalam plastik itu.
Saat Cilla membukanya, mulutnya menganga tak percaya, gaun dengan dilapisi hiasan mutiara lengkap dengan sepatu tinggi yang mengkilat dan berkaca.
Cilla membuka satu per satu papper bag, apakah ini benar untuk dirinya? Lihat bahkan semua gaun ini dia tak pernah memakai pakaian yang menurutnya terlalu indah dan mewah.
Akhirnya Cilla memilih satu gaun yang berwarna biru samudra, lengkap dengan sepatu tinggi berwarna biru samudra.
15.00
Michael tiba di mansion, ia turun dari mobil dan melangkah masuk kedalam pintu yang sudah dibukakan oleh para pelayan.
"Silahkan signore" ucap kepala pelayan itu bernama Harrison Tyson.
Michael mengangguk dan melewati para pelayan tanpa menyapa.
Di dalam kamar Cilla terus mencoba sepatu tinggi itu dengan perlahan-lahan dan menjaga keseimbangan. Cilla terus berjalan dengan kedua tangan yang merentang.
Saat Cilla sedang berjalan. Michael membuka pintu.
"Cil" ucapan Michael terpotong saat melihat gadis itu sedang belajar berjalan menggunakan sepatu tinggi.
Cilla mendengar suara itu ia membalikkan tubuhnya menghadap kearah Michael yang tengah berdiri di ambang pintu.
Michael melangkah mendekat dan mengitari tubuh Cilla yang sedang terdiam.
"Kau sangat cantik dan indah seperti mutiara bersinar baby girl" Michael memberhentikan langkahnya kemudian berbalik dan mendekat.
"Sepertinya tanpa polesan pun kau sudah cantik, aku suka alami" puji Michael seraya memegang pipi halus Cilla.
"Dan kau lebih cantik ketika tubuhmu polos dan terlentang tak berdaya di atas ranjang" bisik Michael yang berhasil membuat pipi Cilla bersemu merah.
"Tapi aku akan sedikit memperias dirimu sebelum membawa ke suatu tempat."
Michael memanggil para perias yang berada di mansion ini. Perias yang Michael kerjakan bukan perias sembarangan melainkan perias yang sangat terkenal di Polandia.
"Jej makijaż robi się ładny (rias dia menjadi cantik)!" titah Michael dengan bahasa Polandia.
"G**otowy panie, czy jest jakaś zapłata za nas (Siap tuan,apakah ada bayaran untuk kami)?" goda salah satu pelayan.
"Zapłacę wam wszystkim 30 miliardów dolarów na osobe (Akan kubayar kalian semua sebanyak 30 miliar setiap orang)."
Michael kemudian pergi keluar. Sontak membuat para perias salon itu teriak senang sekaligus loncat-loncat mendapat 30 miliar dalam sekejap mata.
•Continua•
Bagaimana setelah membaca capitolo ini? maaf bila pendek soalnya Author lagi sibuk bersama keluarga.
qpl