NovelToon NovelToon
Psychopath & My Possessive Devil

Psychopath & My Possessive Devil

Status: tamat
Genre:Mafia / Action / Romantis / Cintapertama / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Irma Parawansa

RE-PUBLISH! So, ini sudah direvisi ya:) 🦋

Adult content!

Karena obsesi, seorang individu dapat melakukan apa pun yang dia inginkan, termasuk melukaimu. Earnest Ford adalah pria yang mengenalkan Katryn pada obsesi, pria itu datang membawa cinta berbalut obsesi dan... Dendam!


Allard Edbert Helbert menolong Katryna dari jeratan Earnest secara tidak langsung tentunya. Banyak yang Katryna lupakan tentang Allard, termasuk melupakan Allard adalah pria yang mewarnai kehidupan remajanya.


Kisah mereka begitu rumit.... Earnest menginginkan Katryna sekaligus ingin membalas dendamnya, Allard menginginkan gadisnya kembali ke dalam pelukannya dan Katryna menginginkan kehidupan normal pada umumnya.


Lantas, apa sebenarnya yang membuat Earnest memiliki dendam pada Katryn? Mengapa Katryna bisa melupakan Allard? Siapa yang akan bersatu bersama Katryna nantinya, Allard ataukah Earnest? Bagaimana kisah mereka? Yuk, langsung dibaca! ❤


*Seluruh cerita asli dari pemiki

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma Parawansa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 15. Confused

...Telah direvisi!...

...Happy reading!...

...***...

Di kolam belakang, Katryn tengah memikirkan sesuatu yang harus ia lakukan atau tidak. Sepertinya kali ini ia harus sedikit nekat, tidak ada salahnya mencoba. Maka, Katryn berjalan ke kamar yang ia tempati bersama Allard. Oh, ya... Katryn mengetahui kamar yang ia tempati selama ini adalah kamar pribadi Allard. Dia sempat meminta menepati kamar tamu, tetapi ditolak oleh Allard.

Sesampai di ruang walk in closet, Katryn terdiam sesaat. Jujur, dia sedikit takut melakukan ini. Baiklah... Katryn berjalan ke sebuah lemari yang menyimpan pakaian kerja Allard, di balik pakaian tersebut ada sebuah lemari kecil, Katryn membukanya dan tampaklah beberapa ponsel di sana.

Ia menemukan lemari kecil ini saat Allard memintanya memilih pakaian kerja yang akan ia gunakan. Tak sengaja ia melihat lemari kecil itu, ia kira itu adalah dasi, ternyata ponsel.

Katryn memberanikan diri mengambil salah satu ponsel dan menyalakannya. Berhasil, ponsel tersebut menyala dengan baik.

“Siapa yang aku hubungi?” tanyanya pelan.

“Aku tidak hafal nomor Alessa. Oke, Marchell saja!” monolognya.

Namun, saat akan mendial nomor Marchell tiba-tiba ponsel tersebut mati. Katryn tak percaya, bagaimana bisa mati, sedangkan baterainya jelas-jelas full. Ia menghidupkan satu per satu ponsel di dalam laci itu dan hasilnya sama.

Menelan kekecewaan, Katryn mengembalikan ponsel itu pada tempatnya. Lalu, ia langsung keluar dari walk in closet dan merebahkan dirinya di atas ranjang. Tanpa sadar, Katryn memejamkan mata dan tertidur pulas.

 Hingga malam hari Allard baru saja sampai dan memasuki kamar, ia melihat Katryn tidur miring ke kanan membelakanginya, salah satu kakinya menggantung dipinggir ranjang. Dengan insiatif, ia memperbaiki tidur sang gadis dan menyelimutinya. Setelah itu, dia membersihkan diri.

Tiga puluh menit berlalu, Allard keluar tanpa menggunakan handuk. Tak disangka, Katryn telah terbangun dan menyaksikan Allard. Mati-matian Katryn menahan malu, sedangkan tersangka bersikap santai berlalu ke walk in closet.

“Gila!”

“Kau mengatakan sesuatu, Amour?” Allard bertanya sebelum menginjak kakinya di ruangan tersebut.

“Tidak!”

Allard melanjutkan langkahnya, tak sampai lima menit pria itu sudah berada di atas ranjang bersama Katryn. Gugup melanda dirinya, Katryn berpura-pura menutup matanya.

“Gugup, hm?” Entah sejak kapan Allard berada tepat di depan wajahnya, Katryn semakin gugup. Wangi pria ini menguar di indra penciumannya, Katryn sampai menahan nafas.

“Bernafas, Amour.”

Seketika, Katryn menghela nafas lega dan Allard terkekeh. Tanpa aba-aba, Allard menjilat pipinya. Katryn tentu terkejut, dia berniat turun dari ranjang, tetapi Allard lebih dulu menahannya.

“Ingin kabur?”

“Tidak, aku ingin ke kamar mandi!”

“Kemari,” ucap Allard menarik Katryn mendekat ke arahnya.

“Allard, tidak!” tolaknya ketika Allard ingin mencium bibirnya.

“Aku ingin membicarakan hal kemarin,” sambungnya.

“Oke. Apa jawabanmu?”

“Aku setuju, tapi aku ingin mengajukan penawaran!”

“Penawaran apa?” tanya Allard yang sepertinya penasaran.

“Apa pun yang terjadi nantinya, kau harus melindungi keluargaku dan aku ingin melakukan itu di saat aku siap!”

“Sex?” Katryn mengangguk ragu, malu membicarakan hal ini.

“Tidak masalah,” ucap Allard mudah, kepalanya sudah memikirkan banyak cara untuk segera melakukannya.

“Besok tanda tangani perjanjian itu!” Katryn kembali mengangguk.

Katryn tak punya pilihan, bukan? Perjanjian yang ditawarkan Allard menguntungkan baginya. Dia lelah berada di sisi Earnest dan menjadi tempat pelampiasannya. Yang jelas, Katryn membentang diri untuk tidak jatuh ke dalam pesona pria ini.

“Kau mencoba menghubungi keluargamu?” tanya Allard pelan dan Katryn menggeleng.

“Dirimu tidak akan bisa lepas dariku,” ucap Allard tegas.

“Allard, apa itu hanya obsesi?” Katryn bertanya tanpa sadar. Allard tidak suka ketika Katryn menganggapnya hanya sebuah obsesi.

Katryn tidak ingin lagi ditempatkan dalam keobsesian seorang pria, itu mengerikan. Yang Katryn pelajari, obsesi dapat melakukan apa pun, termasuk menyakiti secara batin dan fisik.

Katryn sadar Allard marah, ia merasa bertanggung jawab untuk meredakan kemarahan pria itu. Dia memeluk Allard dan menenggelamkan wajahnya pada dada sang pria. Allard membalas pelukan tersebut, kemarahan meredam akibat pelukan yang Katryn berikan.

Namun, dalam posisi seperti ini, Allard merasakan gairahnya naik ke permukaan. Apalagi terpaan nafas Katryn mengenai dada bidangnya yang tidak mengenakan sehelai benang pun.

“Amour,” panggilnya serak. Katryn hanya berdehem, ia merasakan kehangatan di dalam pelukan Allard.

“Kau ingat jika kau pernah bertemu dengan seorang remaja di umurmu ke 13 tahun?” Allard bertanya random.

Katryn melepaskan pelukannya, menatap langit kamar. Pikirannya melayang pada saat umur 13 tahun, tetapi tak ada ingatan yang jelas di dalam benaknya.

“Aku tidak ingat,” jawabnya.

...***...

“Tanda tangani,” perintah Allard dan Katryn hanya diam tak menuruti perintahnya.

“Katryna,” peringat Allard tajam.

“Apa dengan cara menikah, kau akan melindungi keluargaku?” Terdengar keraguan dalam suaranya.

“Kau ingin berdebat?” sengit Allard.

“Kau dan keras kepalamu tak pernah hilang!” komentarnya.

Setelahnya, Allard mengambil ponselnya yang tergelatak dia atas meja dan menghubungi seseorang. Katryn masih terdiam menunggu apa yang akan dilakukan oleh pria itu.

[“Alex, usir mereka dan beritahu psikopat itu sekarang!”] perintah Allard pada lawan bicaranya di seberang sana meloudspeaker ponselnya.

^^^[“Baik, Tuan!”]^^^

“Allard, apa yang kau lakukan?” Katryn panik.

“Kau meminta itu, bukan?”

“Allard, aku mohon, jangan!” Ia menjerit, takut Earnest kembali menemukan

mereka.

“Masih ingin bertahan dengan perkataanmu itu?” Katryn menggeleng, air matanya perlahan turun.

“Aku setuju, aku setuju!” lirihnya.

[“Alex, batalkan!”] perintahnya pada Alex yang masih tersambung dan mematikan secara sepihak.

“Tanda tangani!” Katryn menuruti perintah Allard.

“Good,” ucap Allard begitu datar.

“Kau mau kemana?” tanya Katryn ketika melihat Allard ingin keluar.

“Bekerja.”

Katryn tak lagi bertanya, ia bingung pada dirinya. Ada banyak sekali pertanyaan di benaknya yang tak dapat ia jawab. Di satu sisi dia menginginkan pria itu dan untuk melindungi keluarganya, sisi lainnya dia tidak mengenal pria itu dan seharusnya ia tidak menerima pernikahan itu.

Katryn meraup wajahnya, ingin marah. Beranjak dari duduknya, Katryn berjalan ke arah rak yang berisi buku-buku milik Allard. Secara acak ia mengambil salah satu buku dan memilih membaca buku tersebut di balkon.

Bukannya fokus membaca, pikirannya melalang buana pada masa kecilnya. Ah... dia merindukan masa itu, tidak ada beban, ada hanya kebahagiaan bersama keluarga dan teman.

Tak ada gunanya mengingat masa lalu, Katryn memfokuskan diri membaca buku di tangannya. Thingking, Fast and Slow, dari judulnya menarik. Namun, Katryn bertahan beberapa menit untuk membaca, selebihnya dia menyerah, mood-nya sangat buruk untuk saat ini.

Maka, Katryn keluar dari ruang kerja Allard. Di dapur, ia melihat Mila tengah mengaduk adonan kue, dan pada akhirnya ia membantu Mila walau kepala pelayan tersebut melarangnya.

1
sukahati
Thor buat cerita tntg keynand & lyla dong
sukahati
Cerita bngus bnget thor🫶🏻
MapansaID
cerita Alessa (The Second Story of Our Married) sudah tersedia ya temen-temen✨🕊 boleh kunjungi profil aku buat mampir☺🙏🏻
bubur diaduk 🍛: follow back kak
total 1 replies
Ayunda Fadillah
kayaknya alland better deh daripada earnest, but tetep team earnest sih, entahlah
MapansaID: team Earnest banget nih? 🤭😭
total 1 replies
Ayunda Fadillah
posesif bangett wkwk
Juna Dong
luar biasa
gita lailasari
kereeennn
pkkY yg berbau² mafia gni ku slalu syukaaa
ai yua
sedikit laginlah..biar tak gantung
Ester Joy Ruth Situmorang
cerita nya bagus
penggunaan kalimat utk dialog tdk bertele".
episode tdk berlebihan.
semua porsi dalam cerita ini pas dan tepat
Ester Joy Ruth Situmorang
cerita nya bagus, tdk. bertele", penggunaan kalimat dalam cerita, dalam hal dialog orang per orang tdk bertele",.lgsg pada inti pembicaraan shg tdk lelah membaca nya, sangat suka, ceritanya bagus, sangat suka 👍👍👍👍
Ani Suriani
lanjuttt
Ani Suriani
nicknya kmbliin donk thor,, kshan alissa nya...
Fenty arifian
eeehh ada lagi...
Retno
seneng banget dapat 2 bab... moga2 Othornya rajin Up tiap hari...
Retno
lama banget baru muncul lagi, Lanjut lagi ya Thor....
Rini Haryati
ceritanya bagus
sukses
semangat
MapansaID: Hey, thank you ya! 🙏
total 1 replies
RhositaSimpel Simpel
aduh dag Dig dug takut ketangkep Ama tuh sikopat
RhositaSimpel Simpel
duh kasian amat amat cewenya di sukai Ama laki"sikpat
Turnip Cristian
wah......kerennn bener ada tegangnya ada serunya.ceritanya bagus dan gak monoton.krn dr sekian novel yang Kubaca terlalu banyak kesamaan dengan novel yg lainnya.saya sangat suka
uli
baca kayak nonton film kolosal
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!