auto baca kuyy. 𝗔𝗭 !!!
Alayana yang hanya mendapatkan kasih sayang dari seorang ibu, hidup berkecukupan dan tidak mengalami kesusahan dalam kasih sayang orang tua, dan kehidupannya
gadis tidak tahu bersosialisasi dengan para teman-temannya karna suatu insiden yang kelam. gadis ini sangat pintar, itu membuatnya masuk ke sekolah ternama dan terkenal atas prestasi para murid-muridnya, Lewat jalur beasiswa
kenal dengan salah satu most wanted, ketua basket WIS, leader geng motor di macam-macam Negara, dan melakukan tantangan dari sahabatnya membuat aya masuk dikehidupan Zayn.
Zayn, cucu pemilik sekolah. keturunan keluarga Mafia, badboy, urakan, kejam, tapi sangat tampan dan sangat pintar membuat aya sedikit tidak suka padanya.
karna menurut Aya, zayn itu jarang belajar, banyak bolos tapi sering mendapat juara pertama di angkatan mereka.
Dari sebuah persahabatan yang hancur, Kisah remaja, problem kehidupan, Menjadi sebuah kecerahan, Kebahagiaan Bagi kehidupan Aya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon capr.gurlll, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Big boss
Tak terasa satu bulan kini berlalu, Aya dan sam disibukkan dengan persiapan perlombaan OSN yang semakin hari semakin dekat
karna hal ini pula sama dan aya sedikit lebih dekat, karna sering belajar bersama
aya sudah mulai bersosialisasi walaupun hanya sebatas sapaan saja, tapi dia sudah bisa mau lagi bersosialisasi dengan orang disekitarnya
dan disinilah dia sekarang, koridor menuju perpustakaan. dia dan Sam akan belajar bersama diperpus sampai jam pulang selesai, mereka berdua di berikan dispensasi tak mengikuti pelajaran dikelas karna minggu depan mereka sudah olimpiade
"pagi kak aya.. " ucap salah satu siswi adik kelas aya, aya membalasnya dan melontarkan senyumnya
karna mamanya selalu memberikan semangat padanya, Aya mau pelan-pelan keluar dari dunia nya yang lama itu
"morning.." ucap aya pada Sam yang kini dia sudah berada didalam perpus
"ya, good morning Aya. gue kemarin beli buku, sebahasan seputaran rumus-rumus kimia. nih deh lo lihat, " ucap Sam
Aya mengambil tempat duduk didepan Sam, dia meletakkan tas sekolahnya diatas meja. dia tak akan masuk kelas dulu, karna dia dan Sam akan fokus ke OSN minggu depan
"hm.. boleh juga buku nya. ada juga beberapa ngebahas pelajaran kimia kelas dua belas. cocok buat persiapan ulangan kelulusan Sam. " ucap Aya tersenyum manis, semanis dirinya di pagi hari ini.
Sam menganggukkan kepalanya tanda setuju, "lo beli dimana? gue mau beli juga. " tanya Aya melihat jelas ke wajah Sam
"ah, hem ambil aja kalo lo mau, gue biar nanti beli ay. " ucap Sam
"No, lo bilang aja beli dimana.. gue ngga bisa Terima gitu aja. lalu lau lo beliin gue makanan, skarang lo ngasih buku. gue ngga enak. bilang aja ini beli dimana? " ucap aya tak enak
"yaudah, gue belinya di Matahari Mall, tepatnya di lantai tiga. lo lihat aja kalo ada banyak buku-buku, masuk aja kesitu. " jelas Sam
aya menganggukkan kepala tanda mengerti. kini mereka mulai belajar bersama, mendiskusikan soal soal OSN kimia tahun lalu, yang mungkin saja akan keluar tahun ini
Disisi lain, dikantor ternama di Indonesia, tepatnya Di kota Jakarta
Seorang pria yang masih dengan seperti anak muda turun dari mobil sport nya menyatukan kancing baju di bagian bawah dadanya, melepaskan kecamata nya dan berjalan masuk kekantor tersebut
semua orang tunduk saat dia melewati mereka, tatapan tajam, aura dingin terlihat saat dia melangkah masuk kedalam kantor, Maybe dia seorang Bigboss atau tamu penting.
Dia masuk keruangannya, yang bertempat di lantai tiga puluh, meja besar ruangan tertulis CEO.
"Selamat pagi. Big bos, ini data statistik bulan ini," ucap salah satu maneger bagian statistik sambil sedikit membungkuk
"Pergilah.. " orang itu membungkuk lagi, lalu melepaskan map dimeja itu dan keluar dari sana
Zayn mengambil map itu dan membaca dengan detail data kenaikan dan keturunan bulan itu
dia menaikkan sebelah alisnya saat ada yang tak masuk akal dari data tersebut
dia menekan salah satu tombol, yang langsung terhubung ke panggilan Sekertaris nya lewat panggilan telepon kantor di ruangannya
"Selamat pagi Tuan William, apa perlu bantuan? " ucap sekertarisnya lembut disebrang sana
"kumpulkan seluruh manager-manager di perusahan ini, dalam waktu sepuluh menit semuanya sudah ada di ruang rapat. sekarang. " ucap Zayn tegas
"Baik tuan, dalam waktu sepuluh menit semuanya sudah ada " ucap sekertaris itu dengan ramah dan segera menelfon seluruh maneger - manager di W GROUP ini
W GROUP ini salah satu bisnis keluarga William yang terletak di banyak banyak negara didunia, Pusat W Group terletak Di Australia Utara. yang dijakarta ini hanya cabang dari perusahan itu. tapi zayn juga mengontrol perusahan disana lewat beberapa orang terdekat yang sudah di percaya keluarga besar William.
Yang membangun perusahan itu daddy Zayn. ia membangun
W Group ini tanpa campur tangan ayah-nya,kakek zayn. dan pertama kali perusahan itu di resmikan disana tepat sebulan setelah Zavrius dan Intan menikah.
"apa ada penghianat diperusahan ini? " zayn tanpa basa basi duduk di kursi kebesaran nya diujung meja rapat
semua yang mengikuti rapat langsung saling bertatapan, apa yang bos mereka maksud
zayn menghela nafasnya pelan, "jangan pernah berpikir saya masih anak sekolah dan masih anak kemarin yang tidak tahu apa-apa tentang bisnis. " ucap nya sangat terdengar jelas di telinga karyawan-karyawannya
"hari ini saya mau data - data tiga bulan terakhir di divisi kalian masing-masing. ” ucap zayn lagi
para manager-manager menganggukkan kepalanya mengiyakan permintaan boss mereka
"kalian tahu saya! saya tetap mengontrol setiap perusahan yang saya pegang walau saya tak masuk kantor. kalian juga tahu saya, apa yang akan saya lakukan jika ada penghianat yang sudah sangat saya percaya menghianati pekerjaan yang di percayakan kepada mereka. " ucap Zayn tegas, mata tajam tertuju pada setiap makhluk di dalam ruangan itu. ia berdiri di ikuti para karyawan yang juga berdiri dari kursi mereka.
"kalian semua yang di pilih bekerja di kantor ini, itu artinya sudah mendapat kepercayaan dari saya lewat kinerja-kinerja yang sudah kalian lakukan, disiplin kalian, dan pribadi kalian." Mereka semua yang berada di situ hanya meng-bungkuk dan mendengar perkataan bigboss
"Tapi jika ada yang bermiring otak apalagi bermiring hati, Datang keruangan saya segera. Dan katakan apa sudah kalian perbuat sebelum saya mengetahui nya sendiri. " ucap lagi zayn kini diakhiri senyuman tipis ke para karyawan-nya.
"Terima kasih waktunya, kalian boleh kembali. " ucap zayn lalu keluar dari ruangan tersebut di ikuti Sekertaris nya.
Bagi para karyawan-karyawan yang sudah bekerja dengan zayn, zayn itu orang yang sangat tegas dan teliti saat bekerja.
jika ada yang tak beres atau ketahuan ada berhianat dalam perusahaannya, jangan katakan apapun sudah pasti akan mendapat hukuman setimpal dengan apa yang mereka perbuat nantinya.
"hallo my zayn, kau tak sekolah sayang? " tanya intan disebrang sana yang sudah tahan dengan sifat putra nya itu
"yes, mom. why? " tanya zayn meng-loudspeaker handphonenya dengan mata sangat fokus ke arah laptop di depannya itu.
"Why katamu honey? kau tak sekolah Zayn. kau sudah kelas 12 sebentar lagi lulus, dan kau tak sekolah?! omaigat. " ucap intan yang sudah sedikit emosi dengan pikiran anaknya itu
"mom please, aku sedang bekerja sekarang. kita bicarakan dirumah saja sebentar, oke?! " ucap zayn masih fokus ke laptopnya
"oh my ... kau sudah seperti daddy mu Zayn," ucap intan dengan bibir di manyunkan di sebrang sana. tak tahu apa yang harus dia katakan lagi
"yes, of course. aku anak nya mom. " ucap zayn terkekeh
"whatever, mommy tutup telfonnya. jangan pulang malam skali, boy. kau harus makan malam bersama mommy, oke?! "
"oke. " ucap Zayn setuju, lalu ia langsung mematikan ponsel nya dan kembali fokus ke pekerjaanya.
mommy nya memang seperti itu, dia tak tahu harus melakukan apa-apa karna suami dan anak nya tak ada di rumah setiap hari kecuali hari weekend.
Setelah melahirkan Zayn, rahim nya harus diangkat. Jadi Intan tak bisa hamil lagi. dia sering ke panti asuhan melihat anak-anak dan membantu kebutuhan anak-anak di panti asuhan. bahkan dia menjadi salah satu donatur di berbagai panti asuhan. membuat ia perlahan-perlahan lupa akan insiden berapa puluh tahun kelam itu.