NovelToon NovelToon
Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku

Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:7.4M
Nilai: 4.7
Nama Author: Chinta Maulana

REVISI

Cahaya adalah Seorang model terkenal yang berumur 30 tahun. dan dia sudah menikah dengan Aditya yang seorang pengusaha. Pernikahan mereka masuk 3 tahun namun sampai sekarang belum dikaruniai anak. Sehingga membuat Aditya berselingkuh dengan sahabat Cahaya yang bernama Keyla. hasil perselingkuhan itu membuat Keyla hamil anak Aditya.

Sampai akhirnya Cahaya pulang dari luar negeri tanpa memberitahu suaminya dia pulang untuk buat kejutan. Tapi bukan suaminya terkejut akan kedatangannya. tapi dirinya yang terkejut melihat suami dan sahabatnya berada didalam kamar sedang memaduh kasih.

"Apakah yang akan dilakukan oleh Cahaya?

Apakah Cahaya memaafkan suaminya atau lebih pilih berpisah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chinta Maulana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 015

"Ah, sakit sekali pantatku!" seru Clara sambil meringis kesakitan akibat dorongan keras Kevin tadi.

Melihat kejadian itu, Cahaya segera bangkit dari duduknya, berniat menolong dan membantu Clara berdiri. Namun, tangan Kevin dengan sigap menahan gerakan Cahaya.

"Mbak, orang seperti dia tak pantas dibantu. Dia sama sekali tak punya rasa malu," ucap Kevin dingin, menatap tajam ke arah Clara.

Saat itu pelayan datang membawa pesanan mereka dan menyusunnya di atas meja. Andre mengucapkan terima kasih dengan santai, seolah tak peduli pada pertengkaran yang sedang terjadi di hadapannya.

"Sini, aku bantu kamu berdiri," ucap Cahaya lembut, mencoba kembali merangkul bahu Clara.

"Tak usah! Aku bisa sendiri!" ketus Clara kasar. Ia mendorong tubuh Cahaya hingga hampir terjatuh, seandainya tangan kekar Kevin tak sigap menangkapnya tepat di pinggang.

"Kau tak apa-apa, Mbak?" tanya Kevin pelan, nadanya berubah lembut seketika.

"Iya, Vin. Aku baik-baik saja," jawab Cahaya sambil mengatur napas.

Clara yang melihat adegan itu justru bertepuk tangan sinis. "Wah, wah... Jangan-jangan perempuan jalanan inilah yang membuatmu berubah pikiran dan menolak perjodohan kita, ya?" ucapnya sambil melirik Cahaya dengan tatapan penuh kebencian.

"Jaga ucapanmu! Aku bukan seperti tuduhanmu, dan aku sama sekali tak ada hubungan apa-apa dengan Kevin!" bantah Cahaya tegas. Tanpa menyentuh makanan sedikit pun, ia berbalik badan dan pergi meninggalkan restoran.

"Cahaya, tunggu!" teriak Kevin. Ia segera meraih kunci mobil yang ada di meja. "Andre, kau naik taksi saja ya! Aku pinjam mobilmu dulu!" Tanpa menunggu jawaban, Kevin berlari keluar mengejar Cahaya. Ia berhasil menahan langkah wanita itu, menggenggam tangannya erat, dan membawanya masuk ke dalam mobil.

Di dalam restoran yang kini tinggal berdua, Clara masih duduk terpaku sambil menahan sakit. "Kau lihat saja, Vin! Akan kuadukan kelakuanmu pada Bunda!" gerutunya, namun terdengar jelas oleh Andre.

Andre tertawa kecil, terdengar mengejek. "Hahaha... Clara, Clara... Lo pikir Kevin peduli? Dia sudah sukses berdiri di atas kakinya sendiri. Sekalipun orang tuanya mencoret namanya dari daftar ahli waris, dia tak akan pernah jatuh miskin karena kekayaannya sendiri." Andre pun berjalan santai menuju kasir untuk membayar tagihan, meninggalkan Clara yang masih kesulitan berdiri.

"Sialan... Bagaimanapun caranya, aku harus mendapatkan apa yang kuinginkan. Termasuk dirimu, Kevin," umpat Clara. Ia akhirnya berdiri tertatih dan bergegas menuju mobilnya.

Malam semakin larut. Di apartemen Aditya dan Kayla, terdengar suara ketukan keras di pintu.

"Tok... Tok... Tok..."

"Siapa yang mengetuk pintu selarut ini? Tidak tahu waktu" gerutu Kayla dari dalam kamar, kesal.

"Sabar ya, Sayang. Biar Mas lihat dulu siapa tamunya," ucap Aditya lembut, lalu berjalan membuka pintu.

Pintu terbuka. "Mama? Kenapa Mama datang selarut ini?" tanya Aditya kaget melihat ibunya berdiri di ambang pintu dengan wajah masam.

"Memangnya Mama tak boleh datang ke rumah anak sendiri?" jawab ibunya ketus. Ia langsung melenggang masuk tanpa diundang dan duduk di sofa ruang tamu. Ia melempar sebuah amplop cokelat ke atas meja. "Itu ambil. Untukmu."

Aditya mengerutkan kening, mengambil amplop itu. "Ini apa, Bu?"

"Lihat saja sendiri! Jangan tanya terus!"

Kayla yang mendengar suara ibunya Aditya pun keluar kamar dan menghampiri untuk mencium tangan, namun disambut dingin.

"Sayang, itu surat apa?" tanya Kayla penasaran.

"Baru mau kubuka," jawab Aditya pelan.

Jantung Aditya seakan berhenti berdetak saat ia membuka isi amplop itu. Wajahnya seketika pucat pasi. "Ma... Mama... Ini... ini surat panggilan dari pengadilan, Bu... Dan jadwal sidangnya besok..." ucapnya terbata-bata dengan tangan gemetar.

"Apa?!" seru ibunya, kaget setengah mati. Wajahnya berubah panik. "Ini tak boleh dibiarkan! Aku tak mau miskin gara-gara urusan ini!"

Aditya berusaha menenangkan ibunya, padahal dirinya sendiri sedang ketakutan. "Mama tenang saja. Kita tak akan miskin. Bukankah aku pernah bilang? Aku masih punya tabungan."

"Ah, iya juga ya... Kamu benar," jawab ibunya sedikit tenang, namun sorot matanya berubah licik.

Kayla hanya diam memperhatikan, berdiri agak jauh mendengarkan pembicaraan keduanya yang penuh rahasia itu.

"Dit, dengar Mama. Minta saja separuh atau bahkan lebih dari harta Cahaya. Kau berhak mendapatkannya sebagai seorang suami yang membantu cahaya mengelola perusahaannya," bisik ibunya dengan nada jahat.

"Ibu benar. Aku tak akan melepaskan dia tanpa membawa keuntungan besar. Percuma aku menikahinya kalau tak dapat apa-apa," sahut Aditya sambil tersenyum penuh rencana buruk.

Melihat Kayla berbalik pergi ke kamar, Aditya langsung berteriak, "Kayla! Mau ke mana kau?!"

"Mau tidur. Selamat berdiskusi," jawab Kayla singkat dan dingin, lalu menutup pintu kamar.

"Lihat saja sikap wanita yang kau banggakan itu! Tak ada sopan santunnya sama sekali pada orang tua!" celetuk ibunya sinis.

"Bu, jangan bicara begitu. Bukankah Mama sendiri yang ingin aku cepat punya anak darinya?" bantah Aditya pelan.

"Itu urusan lain! Tapi kau bodoh, Dit! Seharusnya kau cari wanita yang jauh lebih kaya dari Cahaya. Ini malah dapat perempuan miskin tak punya apa-apa," omel ibunya lagi.

"Sudah terlanjur, Bu. Nasi sudah jadi bubur," jawab Aditya lesu, menatap surat pengadilan itu dengan tatapan tajam.

"Dengar, Mama tak mau tahu. Kau harus dapatkan sebagian besar harta Cahaya, bagaimanapun caranya!" tegas ibunya, lalu beranjak berdiri menuju pintu.

"Mau ke mana, Bu? Menginaplah, sudah larut malam," pinta Aditya.

"Tak usah! Mama pulang saja!" jawabnya ketus lalu pergi begitu saja meninggalkan Aditya yang masih termenung di ruang tengah.

...*** BERSAMBUNG***...

Jangan lupa Comen, like dan vote

1
lily marlinah
awal yg bagus
Siti Nur Janah
apa itu perbuatan Andi teman Daniel?
Siti Nur Janah
apa cahaya hilang ingatan dan di temukan daren?
Siti Nur Janah
bukannya itu mafia yg di sewa Keyla y
Siti Nur Janah
enak aja udah khianati istri masih mau untuk biayai hidup orang pengkhianat. dasar tdk tau malu.budah kere belagu selingkuh segala tambah jd blangsak
Rinafm Utomo
"menyalahkan" laptopnya.. (menyalakan)
"dibawah" ke rumah sakit.. (dibawa)
Selamat datang nona "mudah".. (muda)
"nika" ( inin yg harusnya pakai huruf "h")
aaaaaah.. gemes aku bacanya dgn banyak kosa kata yg kacauuuu...
Rinafm Utomo
terlati = terlatih
Rinafm Utomo
sibu = sibuk
berali = beralih
Rinafm Utomo
selingku... ? iiih aku pengen protes mulu baca ini novel. Sebenarnya seru, hanya saja pemakaian kosa kata seribg ngawur, ga baku...
Rinafm Utomo
Aditya kacau juga memanggil ibunya.. kadang mama kadang ibu... gimana ini thor..
Rinafm Utomo
pakai bahasa yang baku dong thor.. "boca" tu apa ? Harusnya bocah... chapter sblmnya jg banyak yg kacau "adu" harusnya "aduh". Bikin merusak mood membacanya...
Rinafm Utomo
masa resepsionis bicara ke boss/ owner perusahaan ...ruanganMU, mertuaMU.. 🙂🙄
Defri Susfitria nadapdap
sidang nya lebay udah tau selingkuh pake di undur segala
Rini Hastuti
h nya ke buang ke bawahhh kebukahh
Madun Haikal
Luar biasa
Ds Phone
balik asal balik
Ds Phone
ikut ibu dan ayah nya lah nanti
Ds Phone
kena ingat diri
Ds Phone
nasib ada orang tolong tak sedar lagi tak tahu lah
Ds Phone
cemburu tak habis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!