Dalam kehidupan pernikahan nya, Kinan tidak pernah bahagia. Suami yang dulu begitu lembut dan perhatian kini berubah bagaikan monster yang selalu menyiksa nya. Tidak hanya fisik, tetapi mental dan batin nya pun terluka. Bahkan dia hanya mendapatkan nafkah receh dari sang suami di setiap hari nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana syaqila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep 15. Adam Berdarah.
''Dimana kamu menyembunyikan semua itu Kinan, cepat hapus.. !'' Bimo membentak.
''Sayang nya aku sudah tidak menyimpan nya lagi Bim, karena aku tahu jika kamu tahu pasti aka di hapus. Jadi aku menyerahkan semua nya pada orang lain. '' Kinan berkata dengan begitu santai.
''Suruh dia menghapus nya.. !'' Bimo panik.
''Oh tidak bisa, tidak mungking seorang prajurit membuang satu-satu nya senjata yang dia miliki di medan perang. '' Bimo sangat kesal mendengar nya
''Hapus atau aku akan... !''
''Akan apa, ingat Bimo kamu jangan coba macam-macam dengan ku. Bukan hanya kamu yang bisa mengancam ku tapi aku pun bisa mengancam mu. ''
Mela ikut kesal mendengar ny, dia berfikir jika Kinana hanya menakuti Bimo saja, mana mungkin wanita bodoh seperti Kianan nisa mengumpulkan buktibukti ny.
''Mas, kamu jangan mendengarkan ucapan nya, dia pasti hanya membuat mu takut saja dan tidak meyakiti dia lagi, selama dia tidak menunjukan bukti kita janga percaya Mas. '' Mela berusah membuat Bimo tidak takut.
''Itu terserah kalian, karena aku tidak akan mengingatkan nya lagi. ''
''Minggir..! Pekerjaan ku masih banyak. '' Kinan meninggalkan Bimo dan Mela untuk merapihkan pakaian.
Di kamar Bimo dan Mela masih membahas bukti yang di ucapkan oleh Kinan. Hidup nya tidak akan tenang sebelum mendapatkan semua bukti itu.
''Mas kok kamu percaya sih, kalau Kinan mempunyai bukti. Jika dia hanya membual bagaimana.. ?'' kata Mela.
''Tidak mungkin dia bohong Mel, sebab dia tidak tahu semua itu, Kinaan tidak tahu, jika itu mobil Mas dan dia tidak tahu jika gajiku ternyata sepuluh juta dan uang lain nya. Belum lagi vidio yang dia sampaikan, Kinan tidak pernah tahu jika kita suka merekam percintaan kita kan. ''
''Kita harus dapatkan ponsel Kinan Mas, dia harus menyuruh orang itu untuk menghapus nya juga. Jika perlu Kinan tidak usah mempunyai ponsel agar dia tidak bisa berhubungan dengan siapapun. '' Mela memberi saran.
''Kamu benar sayang, ayo kita cari ponsel Kinan. ''
Bimo dan Mela bergegas menuju gudang tempat Kinan beristirahat, mereka datang ketika Kinan sedang menyetrika pakaian di delang ruangan itu, dan Adam sedang tertidur.
''Minggir kamu.. '' Bimo menyingkirkan Kinan yang menghalangi jalan nya.
Lalu dia mengobrak abrik ruangan itu sampai benda keras mengenai kepala Adam.
Prang, prang prang...
Suara gaduh terdengar keras di gudang belum lagi suara tangisan Adam yang nyaring. Kinan hanya bisa berteriak mendengar anak nya menangis, sebab Bimo dan Mela mengunci pintu nya dari dalam.
''Bimo apa yang kamu lakukan pada Adam..? Buka pintinya Bim, bukak.'' Kinan terus menggedor pintu tapi Bimo seolah tuli, dan tidak menghiraukan nya.
Mendengar suara tangis Adam yang semakin kencang Kinan panik, dia sangat takut jika terjadi sesuatu pada Adam. Tidak punya pilihan lain, Kinan pun membangunkan mertua nya yang sedang tertidur pulas.
''Ma, Mama tok tok tok, Ma Ma tolong Kinan Ma. '' Kinan menggedor pintu lebih kencang kagi.
''Ada apa sih Kinan kamu mengganggu Mama saja. ?'' Mama mertua pun marah.
''Ma tolong Adam, dia nangis terus Ma. Bimo mengunci gudang aku tidak masuk untuk menolong. '' Kinan memohon.
''Apa yang Bimo lakukan .. ?''
''Kinan tidak tahu Ma. ''
Suara tangis Adam, dan jatuh nya barang di gudang masih terdengar oleh Kinan dan mertua nya. Mama mertua pun langsung menuju gudang untuk melihat apa yang di lakukan anak nya.
''Bimo, Bimi kamu sedang apa nak, ? Bimo buma pintu nya. ! Bimo.....!!!! ''
Karena tidak mendengar perkataan Mama nya, sang Mama pun akhir nya mengencang kan suara nya .
Di dalam kamar Bimo dan Mela masih terus mencari apa yang mereka incar, Mela terus menerus memarahi Adam yang terus menangis tanpa menghiraukan luka di dahi nya.
Mendengar Mama nya terus berteriak memanggil nya, Bimo pun menyerah dan membuka pintu itu.
''Ya Ma.. ''
'' Apa yang kamu lakukan pada Adam. ?''
Kinan langsung masuk ketika pintu terbuka dia langsung menyingkirkan Mela dan mengangkat Adam yang meringkuk ketakutan.
''Ya tuhan nak, '' Kinan langsung menangis, dia terkejut ada darah yang mengalir dari dahi Adam. Kinan tak lagi menghiraukan orang di sekitar nya, dia langsung membawa Adam keluar dan memberi nya obat. Tangis Adam yang semakin pilu membuat hati Kinan begitu teriris.
''Sayang, maafkan Ibu nak maafkan Ibu. '' Kinan begitu menyesal, harus nya dia menidurkan Adam di dekat nya, bukan nya meninggal nya di dalam.
Bimo, apa yang kamu lakukan pada Adam. ? ''Mengapa dia berdarah.. ? '' Mama bertanya.
''Bimo tidak melakukan apapun Ma, mungkin dia terkena benda yang jatuh dan Bimo tidak melihat nya. ''
''Kamu itu liha-lihat Bimo, jangan sampai melukai cucu Mama, Kasian Adam kesakitan. '' sejahat-jahat nya mertua, dia tetap lah seorang Nenek, walau dia jahat sama Kinan dia tetap tidak akan tega pada cucu nya sendiri yang merupakan darah daging nya juga.
Sudah lah, ''tidak perlu di pikirkan biarkan saja dia. ''
''Bodoh kamu, dia itu cucu Mama. Walaupun kamu tidak menyukai Adam, dia itu tetap cucu Mama. Jadi jangan coba-coba menyakiti dia. '' wajah Adam sangat mirip dengan Bimo kecil, itu yang membuat Nenek nya mengakui dia.
Kinan yang mendegar nya tentu tersentuh, lagi lagi mertua yang kejam itu masih memiliki hati untuk melindungi cucu nya. Tapi hati Kinan mendidih mendegar yang di ucapkan oleh Bimo yang tidak peduli apa yang di cari oleh anak nya.
''Apa yang kamu cari Bimo, ? sampai kamu buta tidak melihat Adam di dalam. '' kata Kinan yag sudah emosi.
''Jangan banyak bicara Kinannn.... !! Dimana kamu menyembunyikan ponsel mu. ? Cepat katakan.! '' Bimo yang kelah tidak menemukan apapun akhir nya meminta sendiri pada Kinan.
Kinan hanya tersenyum meremehkan, sudah dia duga bahwa Bimo akan melakun ini. Untung Kinan sigap, menyembunyikan ponsel nya di tempat yang paling aman.
''Ponsel, ponsel siapa yang kamu cari Bim. Ponsel lama ku sudahku jual untuk biaya hidup ku dan Adam. Apa kamu atau Mama pernah melihat aku bermain ponsel, apa saat kamu menyeret ku kemari aku membawa ponsel. Ngaco ya kamu... !''
Bimo kehabisan akal, dia memang tidak pernah melihat ponsel Kinan seperti apa. Membelikan saja tidak pernah, lalu dari mana Kinan bisa punya ponsel.
''Awas saja jika, aku sampai menemukan nya tamat lah riwayat mu. !!!'' ancaman dan ancaman lagi yang Bimo lontarkan.
Kinan tak peduli dia lebih memilih mengurus Adam yang terlelap karena kelelahan menangis. Sampai ke ujung dunia lun, Bimo tidak alan pernah menemukan ponsel itu. Hanya Kinan yang tahu setiap sudut di rumah itu, karena dia yang selalu di rumah. Bimo mana tahu kerjaan nya mencari kesenangan di luar rumah.
Mana nih suara nya para pembaca.. ?
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiah nya ya bestie. Apalagi saran, boleh sekali tinggal tulis di komen.
Segala support kalian merupakan suatu kehormatan, dan membuat Author lebih semangat dalam berkaya. Terimakasih banyak 🤗🤗😘😘😘
☺💪
hempaskan kebathilan!!!
salken Sam....
semangat.....
buat naik darah nih....
waduhhhhhh
awal yg sulittttt.....