NovelToon NovelToon
Akhirnya Aku Memilih Pergi

Akhirnya Aku Memilih Pergi

Status: tamat
Genre:Obsesi / Wanita Karir / Dijodohkan Orang Tua / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Hafsa Juliya

Aku tak mampu lagi bertahan dalam kepalsuan pernikahan ini, sekeras apapun aku mencoba, ia tetap tidak bisa mencintaiku.

Kavita dengan senang hati menerima saat ia dijodohkan dengan lelaki yang ternyata adalah lelaki impiannya.

Berbanding terbalik dengan Adrian yang menerima pernikahan itu atas kemauan dan paksaan dari seseorang yang ia cintai.

"Aku menikahinya karena permintaanmu, Vara, " ucapan itu membuat Kavita yang tak sengaja mendengarnya seperti disambar petir di tengah panas yang terik.

"Jadi semua ini rencana kalian berdua? " teriak Kavita penuh ketawa dan luka.

"Bagus kalau akhirnya kamu tau, " balas Adrian acuh.

Akankah Kavita mampu bertahan dalam kepalsuan rumah tangganya?

Apakah Adrian bisa berubah tuk mencintai Kavita?

Apa memang pada akhirnya Kavita benar-benar memilih untuk pergi?

Simak kisah mereka dalam novel berjudul Akhirnya Aku Memilih Pergi ini.

Hafsa Juliya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hafsa Juliya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kado Abstrak Pengalih Perhatian

Hari ini Kavita banyak menghabiskan waktunya dengan Nadiva dan para karyawannya, hingga membuat nya sedikit melupakan masalah yang ada. Setidaknya untuk sekejab saja biarkan dia berhenti menangis.

Hatinya sudah terlalu sakit dan rapuh, jika dia kembali bertemu dengan Adrian dan Vara lagi pasti hanya akan ada air mata lagi darinya, bukan senyum, tawa dan canda seperti saat ini.

"Happy wedding, Bu Kavita... " seru Nadiva beserta enam karyawannya.

Kavita yang sedang termenung di hadapan komputer pun menjadi terkejut dan cepat-cepat mengusap air mata yang ternyata sudh mulai menggenang di pelupuk matanya.

"Kalian bikin aku kaget aja deh, " Vita tersenyum.

"Waah... apa nih? Kalian bikin surprise buat aku? " senyum Kavita merekah dengan binar di matanya melihat sebuah kotak besar yang dibawa oleh ke-enam karyawannya itu.

"Iya, ini yang aku bilang kemarin itu. Sory ya telat," Diva berbicara mewakili teman-temannya yang lain.

"Nggak papa, aku malah makasih banget sama kalian. Sampe kalian harus repot-repot kayak gini segala, "

"Ini kado spesial buat Bu Kavita.. " seru ke-enam karyawan itu bersamaan.

"Iya, Bu. Ini spesial banget dari kita bertujuh buat Bu Vita. Kita mau ngasihnya secara langsung buat Bu Vita, biar makin spesial, " ucap Diva yang di angguki ke-enam orang lainnya.

"Ini lagi jam istirahat, Diva. Panggilnya biasa aja, " ujar Vita mengingatkan sahabatnya.

"Oke, bestie kuuh.. " Diva merangkul pundak Kavita.

Tapi Kavita malah memeluknya, dan tanpa diminta, ke-enam karyawannya ikut menghambur memeluknya erat.

"Selamat menjadi penganten baru, Bu Vita, " ucap salah satu karyawan perempuannya.

"Selamat menempuh hidup baru, Bu.. "

"Selamat menjadi istri.. "

"Selamat melepas segel, "

Semuanya tertawa mendengar ucapan selamat itu, tak terkecuali Kavita. Namun ada sedikit nyeri di hatinya ketika teringat kenangan malam pertama nya bersama Adrian.

"Udah, udah.. engap nih gue nggak bisa napas, woi..!" teriak Diva yang berada di pelukan paling dalam.

Satu persatu orang-orang itu melepaskan diri, tapi disertai dengan teriakan dan sorakan.

"Eh, lu mah modus, Ben! " Seru Lela, salah satu karyawan wanita Kavita.

"Mana ada gue modus, " sangkal Beno, orang yang tertuduh tadi, yang namanya disebutkan oleh Lela.

"Lo juga, Kal. Yang lainnya berpelukan sodara bareng-barengan, lo peluk-peluk Nina aja, " Fafa, karyawan wanita yang lainnya berseru pada Haikal.

Lela, Beno, Fafa, Haikal, Nina dan Abi adalah karyawan dan karyawati Kavita sejak butik milik Kavita itu didirikan. Mereka ber-enam dulunya juga merupakan teman-teman Kavita semasa sekolah. Jadi mereka bisa sedikit akrab saat bukan jam kerja.

"Iri bilang, Bos! Si Nina aja enjoy-enjoy aje gue peluk, malah lo yang protes, " Haikal masih saja curi-curi pandang dengan Nina.

Nina gadis yang pendiam hanya sesekali tersenyum saat teman-temannya membuat guyonan meski itu menyinggung dirinya juga.

"Udah deh, kalian tuh jadian aja. Udah cocok, Sama-sama cantik dan ganteng, " kata Diva.

'Huaa... "Haikal pura-pura menangis.

" Dia udah punya cowok, Bu Div, " ucap lelaki itu.

Semua mata kini tertuju pada Nina yang tertunduk.

"Beneran, Nin? Tapi kok lo mau di peluk-peluk sama Haikal? " tanya Lela.

Nina menggeleng, "sebenernya enggak, "

"Kok sebenernya?"

"Palsunya? "

"Aku di jodohin sama cowok itu, " jawab Nina dengan suara mencicit.

"Berat kalau udah jodoh-jodohan mah, " sahut Beno.

"Eh, jangan salah.. biarpun dijodohin ada juga loh, yang jadi saling lope-lope en menjadi keluarga yang happy, " Nadiva menaik turunkan alisnya, pandangannya menyapu semua mata yang menatap penuh tanya padanya.

"Siapa? "

"Sapa, Buk Div? "

Nadiva melirik-lirik Vita yang merasa bingung.

"Bu Vita? "

"Bu Vita itu di jodohin? "

"Beneran, Buk? " Lela memperjelas pertanyaannya langsung pada Kavita.

Kavita memaksakan senyum dan mengangguk mengiyakan.

"Ya.. gitu deh, "

"Ya kan.. makanya jangan asal menjudge kalau dijodohin itu gak bahagia, okey guys? "

"Udah.. udah! Sekarang mari kita minta Bu Vita buat buka kado dari kita bestie.. " seru Diva yang langsung menunjuk kotak berukuran lumayan besar yang tadi mereka bawa.

"Buka.. "

"Buka.. "

"Buka.. "

"Iya-iya bentar. Apaan sih isinya sampe segede ini kotaknya? "

"Buka aja, Buk.. "

"Ntar juga tau, "

Ketujuh karyawan Vita terkikik membuat wanita itu curiga.

"Kalian mencurigakan, Jangan-jangan isinya kodok lagi. Nggak mau buka ah, " Vita yang sudah membuka sebagian kotak itu menghentikan gerakannya.

"Bukan.. kalau kodok udah metong dong, kan bungkusnya udah dari kemaren, Buk, "

Vita melanjutkan membuka kotak besar itu, dahinya berkerut melihat kotak-kotak lebih kecil di dalamnya.

"Buka yang merah dulu, Buk, "

"Pokoknya sesuai warnanya ya, biar kek pelangi gitu urutannya, " Lela menjelaskan.

"Iya, "

Vita membuka kotak merah, isinya membuat kedua matanya mendelik sempurna. Sebuah lingerie berwarna merah menyala dengan desain super sexy ia bentangkan ke atas sebelum ia menyadari benda apa itu sebelumnya. Ia segera menyembunyikan ke dalam kotaknya lagi setelah faham apa benda tersebut.

"Ulah siapa ini? hayo ngaku! "

Diva dan teman-temannya tertawa terbahak.

"Rahasia dong.. ayo lanjut buka yang lainnya lagi,"

"Nggak mau. Kalian ini masih pada single tapi udah ngeres aja pikirannya, "

"Kita semua 'kan udah 21+, Buk. Udah sah-sah aja kalau mau berhalu, " ucap Haikal.

"Huuu... " sorak yang lainnya.

"Ini ntar lagi aja aku buka-nya, " Vita menutup kembali kotak kado besar itu.

"Yaah... gagal kita liat ekspresi Bu Vita nya, "

"Enak aja kalian mau ngerjain aku, "

"Yaahhh... " kembali mereka bersorak kecewa.

"Sebagai ganti kekecewaan kalian, dan sebagai ucapan terimakasih aku. Gimana kalau kalian semua aku traktir? "

Jari jemari Kavita mengetuk-ngetuk kotak kado di depannya, berharap para karyawannya itu mau menerima penawaran darinya. Dia sangat malu kalau harus membuka semua kado dari karyawan-karyawan nya yang berupa barang bersifat pribadi itu.

"Serius, Buk? " Kavita mengangguk.

"Mau dong.. "

"Mau, "

"Mau banget, " Fafa berkedip-kedip genit.

"Oke, ntar malem abis butik tutup ya.. sekarang silahkan semuanya kembali ke pekerjaan masing-masing, " Vita mengibas-ngibaskan tangannya menyuruh para karyawannya bubar.

"Gue harus selalu cari cara biar bisa pulang larut atau kalau perlu nggak usah balik ke rumah itu lagi. Aku nggak akan sanggup kalau harus ketemu sama dua orang itu lagi, "

Kavita kembali menghela nafas berulang kali, setiap kali ia sendiri, bayangan-bayangan Adrian dan Vara selalu hadir di otaknya. Hal itu membuatnya secara otomatis mengeluarkan air mata, lagi dan lagi.

"Mungkinkah takdir kehidupan rumah tangga ku memang harus seperti ini, meski aku tak pernah merasa mempunyai salah sama mereka, " gumam Kavita yang sudah kembali menyeka air matanya.

Bersambung...

1
Royhan
Luar biasa
Khairul Azam
untung aku cuman baca beberapa bab aja dan langsung loncat di bab ini jadi gak buang buang waktu untuk baca
Khairul Azam
fix ini bodoh ini vita ckckckkck
Khairul Azam
kenapa banyak banget penulis bikin peran wanita bodoh
Bayangan Ilusi: maaf ya kak, jika ceritanya tak sesuai dengan keinginan kakak. Karena memang tema ANGST seperti itu. Pemeran wanitanya harus dibuat semenderita mungkin dulu baru mendapatkan kebahagiaan setelahnya. Terimasih banyak sudah berkenan untuk mampir di novel receh saya. jika sudi untuk mampir di novel saya yang baru berjudul AKU BUKAN PENGEMIS. DIsana menceritakan wanita kuat, jadi tidak seperti disini.
total 1 replies
Katherina Ajawaila
Adrian, biar aja tau rasanya kalau nyusahin. banyak org. biar punya niat utk berubah😔
Katherina Ajawaila
plases thour, jgn kelamaan sadarnya Valdi. biar Vita merasakan bahagia 🥰
Katherina Ajawaila
semoga ada mujizat thour plases, daya tahan tubuh Valdi kuat, jadi ngk perlu pencakkkan jantung. kadihan amat thour ceritanya. baru marreid😭
Katherina Ajawaila
itu sebab akibat hidup dlm keegoisan dan ditaktor, makanya skrng Terima bagiannya. bikin banyak org menderita, mkn tuh sumpahan org banyak 😲
Katherina Ajawaila
mantap biar rasa Adrian, terlalu bijak msk aja kamu prodeo. lucik
Katherina Ajawaila
masukin aja Adrian k prodeo, sok ditraktir tapi cemen, modal lendir doank bisanya
Katherina Ajawaila
lucu juga bocil, liat mm sm ppnya
Katherina Ajawaila
udh thou4, di sah in aja lah kasihan juga valdi., setahun. lebih mendem terus lama2 jelly nya kaku🤩
Katherina Ajawaila
sakit jiwa Adrian, laporin aja tapi ada vara buang kerok, nanti du lapor balik selingkuh. racun dasar
Katherina Ajawaila
vara udh sakit nya kata nya bahaya tinggal tunggu waktunya tp msh suka jadi teh celup, ampun lah sm2 edan. keren sih. jalang teriak jalang, wedo dan lanang 🤫
Katherina Ajawaila
Cara lebih ngk jelas, tipu udh mati ternyata happy sm Valdo, edan. 😲
Katherina Ajawaila
jadihan. juga Adit kena imbas nya, gara2 kakak bego
Katherina Ajawaila
org Edan asal nyablak aja, di kira vira msh di puncak tuh 🤦‍♀️
Katherina Ajawaila
jgn halu Adrian, mkn aja terong mu sediri, spt apa yg mantan mertua blng 🤭
Katherina Ajawaila
kel Edan, yg belgi, nuntut gak anak, jadihan amat, bangunin mantu mu yg pertama dr kubur🤫
Katherina Ajawaila
makanya jgn suka manfaatin kebaikkan org, 😜
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!