Himawari adalah gadis imut yang berusia 17 tahun, dia mempunyai sahabat bernama Shakira yang sama usianya dengan gadis tersebut mereka pun saling bersahabat.
Suatu hari Himawari bertemu dengan teman sekolahnya seorang pria bernama Bryan dan juga bernama Langit merekapun terjebak di antara cinta segitiga , bagaimanakah kisah kelanjutannya mari kita baca novelku yang ke dua Terimakasih 🙏
Karya ini fiktif dan juga hanya imajiner dari author jika ada kesamaan nama tokoh dan juga setting author minta maaf karena ini hanyalah karya yang benar-benar fiksi dan juga imajinasi saja. 🤗🤗🙏😍😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pungkies, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 15 "Bertemu Teman Lama"
Siang pun sudah pergi dia tergantikan oleh sang sore, menemani perjalanan dari seorang pria yang tentunya bernama Abang Gamma, sudah tampan cool, atletis, smart, juga rajin sekali pria ini khusus untuk hari ini saja dia sedang menggantikan temannya yang tidak masuk.
Untuk mengirim sebuah paket, ke sebuah Rumah yang sangat mewah dan besar sekali. Kebetulan searah dan dekat dari sekolahan Himawari.
"Hah, aku lihat dulu pasti benar alamatnya." Ucap dari Abang Gamma sambil melihat layar ponsel miliknya, karena dia takut alamat yang ia tuju salah.
"Iya benar ini, aku tidak salah pasti ini Rumah dari Alamat yang di tuju." Bang Gamma pun bergumam sendirian di depan gerbang rumah yang mewah dan sangat besar itu.
"Ting...tong!" Bunyi Bel, namun masih tidak nampak orang yang muncul walau sudah di tekan belnya beberapa kali.
"Kemana orang-orangnya?, Rumah sebesar ini ternyata tak ada penghuninya." Gumam dari Abang Gamma sambil memperhatikan area sekeliling rumah itu.
🍁🍁🍁🍁🍁
Dibelakang rumah ini ternyata terhampar luas taman bunga Sun Flower atau bisa di sebut bunga Matahari yang sangat indah, bewarna kuning dan jika terkena sinar matahari maka bunga itu pun bermekaran. Nampak cantik dan juga sangat segar. Mereka bermekaran layaknya kecantikan pemiliknya yang sedang berdiri saat ini mengamati tumbuh kembang dari tanaman bunganya tersebut.
"Betapa senangnya semua bungaku mekar, aku akan mengambil foto dulu ahhh." Ujar dari pemilik taman bunga sun flower tersebut.
Setelah ia mengambil beberapa foto ia pun masuk kedalam rumahnya, dan ternyata dia mendengar beberapa kali bel rumahnya itu berbunyi dengan kencang.
"Siapa sich yang sedang bermain, kenapa bel rumah terus berbunyi?" Gumam gadis cantik dan juga berbadan sexy itu .
Dengan raut wajah yang sebal ia pun berjalan ke depan, dan melihat ternyata ada seorang pria yang tak asing baginya.
"Wah... Gamma kenapa dia kesini? , aneh ya apakah ia sedang ada urusan dengan diriku?" Tanya gadis ini, dan ia pun menggelengkan kepalanya beberapa kali. Tanda dia belum paham akan kedatangan Abang Gamma ini.
Ini adalah visual Abang Gamma hari ini, untuk mempermudah para semua para reader bisa membayangkan, dan memvisualisasikannya.
Dan dia pun membuka gerbang rumahnya itu.
"Gredek...gredek.."
"Hem, Gamma apa yang kau lakukan di rumah ini?" Tanyanya dengan tiba-tiba ia pun melihat wajah Abang Gamma itu terpesona seketika, betapa tidak secara kan bang Gamma dengan wajah tampan nan rupawan dan juga seperti aktor terkenal.
"Kamu, ini rumahmu, aku tidak tahu."Jawab dari Abang Gamma dengan wajah datar.
"Benarkah?,apakah kau sudah lama?,aku dari belakang kebunku jadi tidak tahu kalau ada kau di depan gerbangku." Ujar dari gadis yang cantik ini ,dia pun hanya bisa tertegun melihat wajah Abang Gamma di depanya.
"Tidak juga, aku hanya mengantar paket, ada temanku sakit jadi aku menggantikannya." Jawab dari Abang Gamma sambil mengantar paketnya, dan dia pun memutar haluan dan pergi meninggalkan gadis itu.
"Hei, ayolah mampir lagipula kau tak pernah ke rumahku kan." Ujar dari gadis tersebut sambil tersenyum .
"Heiiii, Gammaaaa!"Teriak dari gadis cantik itu.
"Lain kali saja ya, aku masih ada urusan hari ini," ujar dari Abang Gamma melambaikan tanganya dan pergi meninggalkan rumah itu.
"Oh... dasar pria itu, aku hanya akan memberi minuman agar tak haus,ya sudahlah." Gumam dari gadis ini masuk ke dalam rumahnya dia membawa paket di tangan kirinya, dan juga memegang ponsel di tangan kananya.
Bersambung...
Karya ini hanyalah fiksi dan imaginer author saja harap bijaksana dalam membaca serta menyerap sisi positif dari bacaan Trimakasih
coba di persingkat dan perjelas lagi biar bacanya enak