Aditya saputra dan Bella lestari, mereka berteman karena satu sekolah dan satu komplek. karena kesalahan satu malamnya mereka harus menikah muda di usia remajanya
Mampukah mereka menjalani rumah tangganya di usia mereka dan mampukah mereka menyelesaikan setiap permasalahan yang mereka hadapi...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon roliyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penyatuan bangsa
Untuk saat ini Risa lebih baik diam dulu,menunggu momen yang pas saat berbicara dengan Bella nanti.Risa tidak ingin membuat Bella tertekan dengan pertanyaan yang nanti dia lontarkan kepada Bella.
"Gimana sudah enakkan? " tanya Risa yang terus memperhatikan raut wajah Bella.
"Lumayan lah.. walau masih pusing." membuang nafasnya pelan.
"Aku ingin istirahat tapi nggak mau di sini, aku pusing terus terusan mencium pengharum ruangan ini " merengek seperti anak TK
" Tidur di kamar tamu aja ya,mau?"
" Iya mau "mengangkat kedua tangannya ke atas meminta Risa menariknya
" Manja "Tapi tetap menarik tangan Bella.
Bella beristirahat di kamar tamu dan niat awal mau maraton nonton drakor ambyar sudah gara gara Bella yang tiba tiba sakit.
Risa memilih menemui mamanya yang sedang ngeteh di belakang rumahnya sambil membaca berita online di smartphone nya.
"Ma,,,lagi ngapain?" Risa berdiri di samping mamanya yang sedang duduk.
"Ada apa?mana Bella?" membawa cangkirnya ke bibir mamanya Risa.
"Lagi istirahat di kamar tamu.. " mendudukkan bokongnya di samping mamanya
Risa bingung apa perlu bicara sama mamanya tentang Bella.Tidak di ungkapin tapi rasanya mengganjal di hatinya.
"Ma.. mau tanya boleh?" ucapnya ragu ragu seraya menggigit bibit bawahnya
"Mau tanya apa?" Memandang wajah putrinya serius
"Jika ada orang yang tiba-tiba suka makan rujak terus pusing dengan bau pengharum ruang itu pertanda apa?"
"Yang ngalamin itu semua laki-laki atau perempuan"
"Perempuan ma.. " harap harap cemas menanti jawaban mamanya,semoga saja apa yang di pikiran nya salah dan nggak mungkin kalau Bella sedang hamil.
"Bisa jadi efek hamil " tiba-tiba pandangan mamanya Risa tajam menatap Risa," Apa jangan jangan kamu yang sedang... "
"Bukan aku ma.. " potong nya cepat sambil mengibaskan tangannya ke kanan dan ke kiri dengan gerakan cepat.
"Lalu siapa?" mengernyitkan dahinya
"Ada teman sekolahku yang ngalamin itu semua,tapi yang jelas bukan aku mah" memandang bunga yang di tanam di pot bunga yang mulai mekar.
"Oh.. tapi kalau itu kamu mama akan coret nama kamu dari kartu keluarga " ancam nya dan mengalihkan pandangannya ke smartphone yang sejak tadi di genggamnya.
"Nggak mungkin lah ma.. " mencebikkan bibirnya dan bangkit dari duduknya
"Mau kemana? "
"Mau bangunin Bella, Ma,tadi dia bilang minta di bangunin kalau sudah sore " melengos pergi ke dalam rumah
"Bella bangun.. " menepuk-nepuk lengan Bella pelan. " Bell, bangun udah sore nih.. "
"Hmm.... " Membuka matanya dan duduk menyender di kepala ranjang untuk mengumpulkan nyawanya yang masih terbang.
" Udah pagi ya.. "tanya Bella yang masih mengantuk
" Ngaco "Risa terkekeh kekeh. " Ini masih sore belum pagi,kayaknya nyawa kamu masih di alam mimpi. " menggelengkan kepalanya dan tersenyum
"Hpku mana?"
"Tuh di samping bantal " tunjuk Risa.Bella langsung menyambar Handphonenya mencari kontak panggilan teratas.
"Mau telpon siapa? "
"Adit lah,siapa lagi.. " Menekan tombol panggilan
" Halo " Seru Aditya
"Jemput sekarang " langsung to the poin
"Iya.. aku jemput sekarang. "
" Aku tutup telponnya ya " terdengar jawaban Ya dari Aditya dan klik,sambungan telepon terputus
" Gimana,sekarang sudah enakkan "tutur Risa memandang lekat wajah Bella
" Udah,tapi aku laper "Ungkap Bella memamerkan deretan giginya.
Setelah mendapat telpon dari Bella, Aditya langsung bergegas menjemput Bella di rumah Risa.
Drrtt... Drrtt..
Handphone Aditya berdering dan melihat siapa yang menelponnya.
" Bang Fahri "gumamnya dan menekan warna hijau.
" Halo Bang.. " sembari memakai headset ke telinganya.
" Iya..halo " sahut fahri di sebrang telpon
"Ada apa Bang.. " seraya menggeser persneling mobilnya dan tetap fokus ke depan.
" Abang mau telpon mama tapi dari tadi handphone mama nggak bisa di hubungin?kamu lagi di rumah kan? "tanya Fahri
" Aku lagi di jalan Bang,coba Abang telpon ke nomor rumah "
" Ya deh Abang coba "
"Aku tutup telponnya ya bang " terdengar jawaban iya dan klik,mati sambungan telponnya.
Tidak lama Aditya sudah memasuki komplek perumahan Risa dan berhenti tepat di depan rumah Risa.Aditya menjejakkan kakinya masuk ke rumah Risa setelah di persilahkan masuk sama bibi yang bekerja di rumah Risa.
" Bellanya mana bi? "
" Non Bella lagi berada di sana. "tunjuk nya menggunakan ibu jari " Mari bibi antar den "
Aditya mengikuti bibi di belakangnya dan melihat Bella tengah mengobrol sama mamanya Risa dan Risa di meja makan.
"Maaf Bu,ada tamu " ucap bibi sopan.
Mereka bertiga serentak menoleh ke arah bibi dan Aditya.Bella tersenyum saat tau Aditya datang menjemputnya.
" Sore tante.. "sapa Aditya
" Sore.. "Mengenyritkan dahinya.
" Hai.. Dit, mau minum apa? "tawar Risa
" Nggak usah,gue nggak akan lama kok."
Bella langsung berdiri dan pamit sama Risa dan Mamanya Risa. " Aku pamit pulang dulu ya,tante Bella pulang dulu dan Terima kasih udah izinin Bella main ke sini "pamitnya seraya mencium tangan Mamanya Risa dan berjalan mendekati Aditya.Risa mengantarkan Bella dan Aditya sampai teras rumahnya.
***
Kini keduanya sudah sampai di rumah,Aditya membangunkan Bella karena selama perjalanan pulang Bella memilih tidur.
" Bell, bangun sudah sampai rumah "menepuk-nepuk pipi Bella pelan.
" Sudah sampai ternyata " seraya mengedarkan pandangannya.
Saat tiba di kamar mereka, Bella memilih segera membersihkan badannya.Berendam di bathtub dengan air hangat sepertinya solusi yang tepat.
Saat Bella tengah mengambil handuk di dalam lemarinya tiba-tiba ada tangan kekar melingkar di perutnya dan mengelus perut Bella.
" Aku sayang banget sama kamu Bell dan anak kita"
Bella tersenyum saat Aditya berbicara seperti itu,Bella memiringkan kepalanya agar dapat menatap wajah Aditya begitupun Aditya memandang wajah cantik sang istri.Aditya mencium kening Bella penuh dengan kasih sayang, Bella hanya bisa memejamkan matanya meresapi ciuman Aditya.
Ciuman Aditya turun ke kelopak mata Bella lalu turun ke hidung dan berlabuh di bibir Bella.Menurut Bella ciuman Aditya selalu memabukkan dan mampu membuatnya melambung tinggi.
Di putarnya tubuh Bella agar menghadapnya tanpa melepaskan tautan bibirnya.Aditya melangkah menggiring Bella ke arah kamar mandi sambil terus memagut bibir Bella.Tiba di dalam kamar mandi Aditya menghentikan ciuman panjangnya.
"Tunggu di sini,aku akan mengisi bathtub dengan air hangat " Memutarkan badannya dan menyalakan kran untuk mengisi bathtub sampai terisi penuh lalu menuangkan sabun ke dalam bathtub.
Aditya membuka kancing baju Bella satu persatu dan juga meloloskan bra yang mengukung benda kenyal yang sekarang menjadi tempat wisata Aditya serta membuka rok dan ********** Bella.Sekarang bergantian Aditya juga membuka semua yang di kenakannya,kini keduanya sudah polos.Aditya mencium Bibir Bella dan siap melakukan penyatuan bangsa.