Ini lanjutan Hello Mr Mafia.
Lucifer Xylander Zweihander, Tuan muda dari keluarga Zweihander yang sangat di takuti dan dihormati di negara tersebut.
Memiliki sifat dingin dan datar tidak membuatnya menyesal, justru dengan begitu membuat para wanita semakin berlomba-lomba untuk mendapatkannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pulang?
Lucifer menatap Emelyn datar, begitupun yang lainnya. Rosa bangkit dari duduknya dan menghadap ke arah Emelyn.
PLAKKKKK
"Lo pikir gue takut sama Lo hah!! Cihhh jala***ng rendahan Seperti Lo tidak pantas berkeliaran di sekolah ini!" Marah Rosa dengan menampar wajah Emelyn.
"Lo!!" Geram Emelyn namun ia tidak bisa membalas Rosa karena Rosa bukanlah orang sembarangan.
"Awas Lo sialan!" Marah Emelyn pada Yoora sebelum akhirnya ia pergi dari kantin dengan penuh rasa malu.
"Ekhemm..... Terimakasih" Ucap Yoora dan bangkit dari pangkuan Lucifer.
"Hmm" Balas Lucifer dengan berdehem, tapi siapa sangka. Wajah Lucifer memerah, begitupun dengan Yoora.
Mereka yang melihat itu hanya tersenyum tipis melihat tingkah keduanya yang sama-sama aneh.
"Oh ya Ra, pulang sekolah jadi kan?" Tanya Rosa.
"Tentu dong" Balas Yoora dengan tersenyum lebar.
"Kemana?" Tanya Gavin dengan penasaran.
"Rumah sakit" Balas Rosa dengan meminum jus nya.
"Siapa yang sakit?" Pekik Aldo.
"Itu, adiknya Lolita" Jelas Rosa.
"Ada apa dengan nya?" Penasaran Aldo.
"Hmm...Lo tahu sendiri kan bagaimana dia di sini? Dia hidup hanya berdua dengan adiknya yang masih berumur 10 tahun, setiap akhir Minggu bibi nya akan pulang dari pekerjaannya" Jelas Rosa.
"Lalu?" Tanya Lucifer penasaran.
"Yah kemaren saat Yoora membagikan coklat di dekat pemukiman Lolita..."
"Apa coklat? Jadi coklat yang Lo bawa itu?" Pekik Gavin.
Yoora hanya tersenyum tipis menanggapi nya dan Kembali melanjutkan makannya.
"Menurut Lo?" Tanya Rosa.
"Hehehe lanjut lanjut..." Ucap Gavin dengan cengengesan.
"Ternyata adiknya Lolita sedang sakit dan kami langsung membawanya ke rumah sakit, Adam... Itulah nama adik nya Loli yang ternyata terkena penyakit DBD. Dokter menyarankan Lolita untuk mencari tempat yang lebih bersih dan terawat agar kesehatan Adam segera membaik" Cerita Rosa.
"Yoora sudah membelikan tempat tinggal untuk Lolita yang tak jauh dari sekolah ini" Jelas Rosa dengan bangga menatap Yoora yang nampak biasa saja.
"Wahhh benarkah?" Kagum mereka.
"Hmm...." Angguk Rosa.
"Yoora, gue tahu Lo bukan gadis biasa. Sebenarnya Lo siapa?" Tanya Aldo dengan menatap Yoora.
"Gue sama seperti kalian, tidak ada yang berbeda" balas Yoora dengan santai.
"Tapi Lo terlihat berbeda, dari semua perlakuan Lo tidak menunjukkan gadis kaya melainkan Seperti seorang putri" Tebak Gavin.
"Hahahaha.... Putri? Apa gue Cocok jadi Putri? Setahu gue seorang putri itu baik, Lembut, murah senyum ahahahah" Tawa Yoora.
Mereka menggaruk tengkuknya karena apa yang Yoora bicarakan memang benar, sikap Yoora sangat berbanding terbalik dengan kenyataannya.
Drtttttt Drtttttt Drtttttt
"Halo?" Sapa Yoora dengan lembut.
"Halo sayang? Bagaimana kabarmu?"
"Aku baik dad, bagaimana kabar dad di sana?"
"Dady baik sayang"
"Jangan terlalu lelah bekerja dad, Ara tidak mau dad terluka"
"Tentu sayang, oh ya...2 Minggu lagi Dady akan menjemput mu"
"APAAAA? Benarkah? Dady tidak bercanda kan?" Pekik Yoora.
"Tidak sayang, Dady akan menjemput mu ke sana"
"Ahhh... Tengkyuuu dad, Aku mencintai mu"
Yoora mematikan sambungan teleponnya dan tersenyum lebar, ternyata Dady nya tidak membiarkan Yoora berada di sana terlalu lama.
"Orang tua mu?" Tanya Rosa.
"Ya, Dady gue yang menelpon tadi" Jelas Yoora dengan tersenyum lebar.
"Benarkah?" Kaget Rosa.
"Ya" Angguk Yoora.
"Sepertinya Lo bahagia" Celetuk Elang.
"Benar, 2 Minggu lagi Dady akan menjemput gue disini" Girang Yoora.
"Apaa? Jadi Lo.. tidak menetap di sini sampai lulus?" Kaget Aldo.
"Gue pikir seperti itu tapi tadi Dady sendiri yang mengatakan nya" Balas Yoora.
"Pasti ada alasan kenapa Lo di bawa kesini" Ucap Lucifer dengan datar.
"Memang" Balas Yoora santai.
"Apa?" Heran mereka.
"Rahasia....." Ucap Yoora membuat mereka kesal.
Terdengar bunyi bel yang menandakan bahwa waktu istirahat sudah habis, tanpa mengatakan apapun Lucifer pergi begitu saja.
"Ada apa dengan nya?" Heran Yoora.
"Entahlah" Balas mereka dengan menggelengkan kepalanya.
"Hmm"
•••••••
Yoora duduk di samping Lucifer yang sibuk dengan handphone nya, Yoora menaruh wajahnya di atas meja yang di sangga oleh kedua tangannya.
"Lucii" Panggil Yoora.
"Hmmm" Balas Lucifer tanpa menatap Yoora.
"Lucii" Panggil Yoora lagi.
"Apa si?" Kesal Lucifer dengan menatap Yoora, Yoora tersenyum melihat raut kesal Lucifer.
"Tidak apa-apa" Balas Yoora singkat dan terus menatap Lucifer dengan senyuman nya.
BRUGH
"Jangan menatap gue Seperti itu!" Kesal Lucifer dengan menutup wajah Yoora menggunakan buku nya.
"Haishhh kau ini kasar sekali!" Marah Yoora dengan Cemberut.
"Hmmm" Dehem Lucifer dengan menahan senyum nya.
•••••••
1 Minggu sudah berlalu, Lolita juga sudah menempati rumah pemberian Yoora namun Lolita menganggap semuanya itu pinjaman dari Yoora karena Lolita tidak ingin merepotkan mereka.
Mau tidak mau akhirnya Yoora pun mengiyakan nya meskipun Yoora sudah ikhlas membelikan nya, tidak hanya itu... Rosa juga menyekolahkan Kembali Adam di sekolah ternama yang ada di sana.
"Yeeee.... Akhirnya besok acara itu akan di mulai" Girang Lolita.
"Hahah semangat Yoora...." Ucap Rosa pada Yoora yang nampak biasa saja.
Kini mereka berada di apartemen Yoora karena Rosa sedang tidak ingin di rumah karena ada sedikit masalah dengan kakak laki-lakinya itu.
"Oh ya Ra, mereka semua itu bodyguard Lo?" Tanya Lolita penasaran.
"Hmm" Angguk Yoora.
"Gila! Serem banget sumpah" Heboh nya, Rosa hanya terkekeh begitupun dengan Yoora yang hanya tersenyum menanggapi ucapan Lolita.
"Jadi bener, Lo akan kembali lagi ke Inggris?" Tanya Rosa membuat Yoora terdiam.
"Lo akan pergi Ra?" Tanya Lolita dengan lesu.
"Hmm..." Angguk Yoora.
"Akhhhhhhh...Yoora, Lo udah gue anggap sebagai saudara gue sendiri" Haru Rosa dan Lolita dengan memeluk tubuh Yoora.
"Maaf... Gue juga udah nyaman dengan kalian tapi, Lo tahu kan kalau Dady gue sendirian di sana" Ucap Yoora dengan tersenyum tipis.
"Hmm...Gue akan sering-sering berkunjung kesana, gue akan berlibur dengan Loli setiap akhir pekan!" Ucap Rosa dengan yakin.
"Hahah baiklah" Tawa Yoora.
"Ra, apa Lo ga mau jujur juga siapa Lo sebenarnya?" Tanya Rosa dengan penasaran.
"Sebentar lagi, sebentar lagi kalian akan tahu" Jawab Yoora.
"Hhh... Baiklah" Pasrah nya dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang Yoora yang besar itu.
Bagi Rosa semua fasilitas Yoora memang sudah biasa dan tidak asing baginya tapi tidak dengan Lolita yang terus menatap takjub apartemen tersebut.
Jangan lupa like dan komen yahh ❤️❤️❤️
ceritamu the best thor... aq dh ksih bunga ya thor