kisah persahabatan, cinta, keluarga dan masa lalu
Bagaimana akhir kisahsi kembar tiga?bisakah mereka bersatu lagi dalam satu keluarga?
Cerita ini kelanjutan dari novel sebelumnya yang berjudul l LOVE YOU PAK POLISI
jangan lupa beri dukungannya pada Author dengan like, komen, vote dan follow juga ya ditunggu banget dukungannya😍😊 tekan favorit juga untuk novel ini.terimakasih untuk semua yang udah setia dukung Authornya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nindira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rasa sakitmu rasa sakitku juga
"Maaf saya harus sampaikan ini, pasien menderita sakit leukemia stadium tiga, mulai sekarang pasien harus menjalani kemoterapi untuk bisa menyembuhkan penyakitnya"ujar dokter
Arsya dan Caca tercengang kaget dan terpukul hatinya mendengarkan berita itu. mereka lalu meminta ijin untuk membesuk Cahaya.Setelah dijinkan Arsya dan Caca yang sudah disterilkan dan memakai baju ala dokter yang mau operasi mereka lalu membesuk Cahaya yang terbaring lemah tak sadarkan diri dengan selang yang terpasang dihidungnya
Caca lalu menangis terisak-isak melihat keadaan sahabatnya itu sambil berkata"Aya kenapa kamu jadi begini? kenapa kamu harus sakit? cepat sembuh aya aku gak bisa lihat kamu kaya gini, aku ingin lihat senyum dan tawamu lagi aya, kamu harus bangun aya"
Arsya yang dari tadi hanya berdiri diam mematung ditempatnya menyaksikan semua ini mulai terenyuh hatinya. ntah kenapa dia merasa tak rela dan kasihan pada Cahaya.melihat Cahaya sakit Arsya juga seakan merasakan kesakitan yang diderita Cahaya dengan begitu nyata, dadanya terasa sesak dan setiap jengkal dari tubuhnya merasa seperti kesakitan. Arsya lalu menepuk-nepuk pundak Caca yang dari tadi Caca duduk disamping Cahaya sambil memegangi tangan Cahaya
"Kamu jangan sedih aku percaya Aya akan sembuh karena aku tahu dia orangnya kuat"hibur Arsya pada Caca meski hatinya merasa tidak yakin ketiak dia melihat wajah tirus Cahaya yang pucat pasi
Masih dalam keadaan terisak-isak Caca lalu menoleh ke Arsya dengan air mata yang membasahi kedua pipinya tanpa sepatah kata pun. Arsya dan Caca terus menemani Cahaya sampai keesokan harinya, mereka tak pulang kerumah dan baru mengabarkan keberadaan mereka pada kedua orang tua mereka keesokan paginya karena mereka lupa
Caca juga baru mengabari keadaan Cahaya pada kedua orang tua Cahaya keesokan harinya. Setelah dikabari kedua orang tua Cahaya lalu datang kerumah sakit.sesampainya dirumah sakit kedua orang tua Cahaya melihat Arsya dan Caca masih setia menunggui Cahaya masih dengan memakai seragam sekolahnya
Arsya yang waktu itu membelakangi kedua orang tua Cahaya lalu menoleh ke arah kedua orang tua Cahaya dan betapa terkejutnya kedua orang tua Cahaya ketika melihat wajah Arsya yang begitu mirip dengan Cahaya.Namun mereka tak berani banyak bertanya pada Arsya karena mereka takut akan ada banyak pertanyaan yang ditanyakan pada mereka.
"Siapa dia kenapa wajahnya sangat mirip dengan Aya"batin ibu dan bapak Cahaya
"Caca gimana keadaan Aya?"tanya ibu Cahaya khawatir dan mengabaikan rasa penasarannya pada Arsya
Caca lalu beranjak dari duduknya kemudian dia memeluk ibunya Cahaya sambil menangis.ibu Cahaya membalas pelukan Caca sambil mengelus-elus rambut Caca
"Aya belum sadar dari kemarin tante, kata dokter dia sakit leukemia stadium tiga.selama ini Aya gak pernah bilang kalau dia sakit sekarang tiba-tiba dia sakit leukemia, aku sedih tante dengernya"kata Caca dengan terisak-isak
Ibu Aya kaget mendengar berita itu seketika air matanya menetes
"Apa aya sakit leukemia? ngga mungkin"kata ibu Aya sedih
Lalu dia memeluk anaknya yang masih terbaring lemah
"Dasar anak sialan, bisanya cuma ngerepotin orang tua aja, leukemia kan penyakit serius pasti butuh biaya banyak, biaya dari mana coba? udah hidup susah malah sakit lagi"gerutu bapak Cahaya
"Bapak! anak kita lagi sakit bapak malah marahin dia kalau bapak gak mau biayain dia ya udah saya bisa cari uang sendiri, bapak gak usah marah-marah didepan orang sakit"bentak ibu Cahaya
"Duit dari mana buat makan aja kita masih kekurangan"bapak balas membentak ibu
Cahaya yang mulai sadar tapi belum membuka matanya mendengar pertengkaran kedua orang tuanya. bukan keingian Cahaya untuk sakit tapi apalah daya ini sudah takdir aya jadi sedih mendengarnya berderailah air matanya. Arsya yang melihat Cahaya meneteskan air mata meski keadaannya dia belum sadarkan diri lalu berkata
"Aya nangis, apa dia dengar pertengkaran kedua orang tuanya? kasihan Aya aku harus bantu dia"batin Arsya
Lalu dia menarik tangan Caca untuk keluar dari ruangan. Caca hanya mengikuti Arsya tanpa berkomentar apa pun.setelah diluar kamar inap Cahaya Arsya melepaskan tangan Caca
"Ca aku ngerasa kasihan sama Aya, aku pernah lihat dia dipukuli oleh bapaknya sekarang Aya sakit dan bapaknya malah memarahi Aya, Aya pasti sangat sedih mendapat musibah ini bagaimana kalau kita bantuin Aya"ujar Arsya
"Caranya gimana?"tanya Caca sambil menatap wajah Arsya
"Kita bantuin meringankan biaya pengobatan Aya"jawab Arsya
"Sepertinya itu akan memerlukan biaya yang sangat banyak lalu dari mana kita bisa dapatkan uangnya?"tanya Caca lagi
"Aku akan memberikan semua uang tabunganku kamu juga bisa lakukan itu kalau uangnya masih tidak cukup aku akan minta bantuan momyku mudah-mudahan dia mau memberikan uangnya buat bantu pengobatan Aya"jawab Arsya
"Baiklah kalau begitu aku juga akan melakukan hal yang sama seperti kamu, jika uang tabungan kita masih tidak cukup akan akan minta bantuan mama sama papa untuk meminta bayarin biaya pengobatan Aya. kedua orang tuaku kan sudah kenal sama Aya dan mereka juga sayang sama Aya jadi pasti mereka mau bantuin Aya"
"Baguslah kalau begitu, sekarang kita pulang aja dulu kan aya sudah ada yang jagain, kita cari biaya untuk pengobatan aya"ucap Arsya
Setelah itu mereka pulang kerumah masing-masing.Dirumah Arsya
"Arsya, kamu kemarin kemana kenapa gak pulang kerumah?momy telepon gak aktif"
"Maafin aku mom kemarin batre aku lowbet jadi nomornya gak aktif. kemarin aku nginep dirumah sakit jagain teman aku yang sakit"
"Teman kamu yang mana? siapa dia? lain kali kalau ada masalah mendadak seperti ini bagaimana pun caranya kamu jangan lupa kabarin momy ya? momy kan jadi khawatir sama kamu"
"Iya mom maafin aku, lain kali aku gak akan kaya gini lagi. teman aku diluar sekolah, namanya Cahaya kasihan deh mom dia, udah sakit tapi malah dimarahin sama bapaknya gara-gara mereka keluarga yang kurang mampu"ujar Arsya
"Emang sakit apa?"tanya momy Ayu
"Leukemia stadium 3,padahal anaknya ceria, baik tak pernah mengeluh walau pun dia sakit dan dia seorang pekerja keras, dia rela putus sekolah demi membantu orang tuanya mencari rezeki"
"Ya ampun kasihan banget ya Aya"
Setelah itu momy Ayu mengajak Arsya untuk sarapan pagi. mereka lalu menuju tempat makan. Setelah duduk dikursi meja makan Arsya melanjutkan lagi obrolannya yang tadi
"Mom, boleh gak aku minta tolong sama momy?"
"Minta tolong apa?"tanya momy Ayu sambil menuangkan nasi kepiring Arsya
"Aya kan orang yang kurang mampu aku mau dia sembuh lagi dari sakitnya. jadi momy mau kan bantuin membiayai pengobatan Aya?"
Momy Ayu sejenak menatap wajah putranya dengan perasaan bangga karena Arsya sudah peduli dengan penderitaan orang lain tapi disisi lain momy Ayu agak ragu untuk membantu Aya karena biaya pengobatan sakit leukemia bukanlah biaya yang sedikit
"Momy bukannya gak mau bantu, bukan juga karena gak ada uang tapi momy bingung momy kerja itu buat keperluan kamu buat sekolah kamu, momy emang punya tabungan tapi rencananya uang itu buat biaya kuliah kamu"
"Mom, kuliah aku kan masih lama kita masih bisa nabung buat itu kalau perlu nanti aku kuliahnya sambil kerja aja, aku juga punya uang tabungan tapi uang tabunganku pasti tidak cukup untuk biaya berobatnya Aya jadi aku minta momy menambah kekeurangannya,teman aku yang waktu momy sakit dia datang jengukin momy dia juga mau bantu menyumbangkan biaya untuk pengobatan Aya jadi momy mau kan bantuin meringankan biaya pengobatan Aya?"
Momy Ayu lalu tersenyum"baiklah momy akan bantuin bayarin biaya pengobatan teman kamu itu"
"Makasih momy,momy emang yang terbaik"ucap terimakasih Arsya pada momynya sambil tersenyum gembira
"Kapan kamu mau kerumah sakit lagi buat jengukin teman kamu itu?"
"Nanti pulang sekolah"jawab Arsya sambil sarapan pagi
"Nanti kalau kamu pulang sekolah telepon momy ya, momy mau jengukin teman kamu itu"
"Iya mom"
...****************...
Sore hari kemudian,ketika pulang sekolah Arsya dan Caca pulang bersama karena mereka akan langsung pergi kerumah sakit untuk menjenguk Cahaya. setelah menelpon momynya Arsya dan Caca menunggu didepan gerbang sekolah untuk dijemput momy Arsya rencananya mereka bertiga akan pergi kerumah sakit bersama
Arsel yang waktu itu melihat Caca dan Arsya sedang menunggu didepan gerbang lalu berkata dalam hatinya "Arsya mgapain sih bareng sama Caca? apa dia lagi nemenin Caca nungguin jemputan Caca? aku gak boleh kalah aku juga harus nemenin Caca, aku samperin mereka ah!"
Ketika Arsel hendak mendekati mereka tiba-tiba berhentilah sebuah mobil dihadapan Arsya dan Caca, pengendara mobil itu lalu keluar dari mobilnya lalu menghampiri Arsya dan Caca. Arsel menghentikan langkahnya dan berkata dalam hati
"Loh itu siapa? itukan bukan yang biasa jemput Caca,ko Caca malah masuk kemobil itu sih? Arsya juga masuk, Apa mereka mau pulang bersama? apa mungkin dia itu ibunya Arsya?eh! mereka pergi"
Arsel lalu berlari mendekati mereka karena dia tak rela Arsya dan Caca pulang bersama,tadinya Arsel mau pulang bersama mereka tapi mereka keburu jauh
"Sialan! aku telat lagi mereka keburu jauh"gerutu Arsel kesal
like n favorit buat karyamu thor
mampir ya "Tambatan Hati Ceo Tampan "
atau "Akibat Nikah Muda. "
like♥️
like...♥️♥️☺️
salam dari
Gadis tiga karakter
salam dari
Gadis Tiga Karakter
semangaat...
Salam dari
GADIS TIGA KARAKTER