Audry Federica, Gadis berusia 16 tahun, ia harus pindah sekolah, mengikuti kemana kedua orang tuanya pergi, karna sang ayah yang di pindah tugaskan ke kantor pusat yang terletak di kota.
Daffa Wijaya, 16 tahun, seorang ketua Osis, tampan, tinggi dan cerdas.
Daffa seorang most wanted, playboy yang di juluki Casanova.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hartiena_19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Saudara?
Malam semakin larut, waktu sudah menunjukkan pukul 00:35 dini hari. Dan aku masih setia terjaga di dalam kamar sebuah hotel bintang lima ini. Sudah 2 jam berlalu, tapi mata ku tak juga mau terpejam, dan mata ku tak juga lepas dari jari manis ku yang sejak tadi sore tersemat sebuah cincin.
Aku mendesah pelan serah bangkit dari tempat tidur menuju balkon kamar.Mungkin dengan menatap tebaran bintang dilangit suasana hati ku akan sedikit membaik. Aku pun berdiri dibalkon seraya mengedarkan pandangan kebawah sana. Aku memicing tajam tatkala mata ku menangkap dua sosok yang ku kenal di taman samping hotel.
"Kak Bianca dan Daffa?"Gumam ku seraya memperhatikan mereka dibawah sana.
"Apa yang mereka lakukan di jam segini?"Tanyaku pada diri sendiri. Sepertinya kak Bianca sedang menangis karena ku lihat Daffa seperti menghapus air matanya.
"Sudahlah, Itu bukan urusan ku."Ucap ku pada diri sendiri dan kembali masuk ke dalam kamar.Aku pun membaringkan tubuh ku kembali ke tempat tidur.
☆☆
Pagi pun datang, mentari pun menyapa. Aku masih setia bergelut dibawah selimut, Rasanya enggan bagi ku beranjak barang sejenak dari tempat ternyaman ku saat ini. Tapi niat ku bermalas malasan hari ini harus sirna karena ketokan dipintu beberapa kali membuatku harus bangun.
tok tok tok.
"iya tunggu," Ucap ku malas.
tok tok tok
"siapa sih ngak sabaran bangat."gumamku seraya memutar kunci kamar. Dan aku pun membuka pintu, aku sedikit terkejut melihat siapa yang ada di depan pintu.
"Pagi"Sapa nya pada ku dengan suara lembut, dan seseorang disampingnya hanya diam saja.
"Pagi kak " Balas ku kikuk
"Kamu baru bangun ya?" Ucapnya membuat ku tersenyum kaku.
"Jadi kami mengganggu mu ya?" ucapnya lagi, Spontan aku menggeleng.
"Ti-tidak kak, ayo masuk." Ucap ku mempersilahkan kak Bianca dan Daffa masuk. Setelah mereka masuk, aku mempersilakan mereka duduk di sofa yang ada di pojok kamar.
"Sekali lagi maaf karena mengganggu istirahat mu." Ucap Kak Bianca.
"Tidak kok kak,"Ucap ku.
"Kak Bianca ada perlu apa pagi pagi begini mencari ku?"Tanya ku sesopan mungkin.
Ku lihat mereka saling menatap satu sama lain. Apa mereka akan mengatakan kalau mereka saling mencintai? dan ingin aku membatalkan perjodohan ini?.
"Selamat atas acara tunangan kalian kemaren" Ucapnya sambil meraih tangan ku. Aku menatap mereka bergantian dengan bingung.
"Maaf karena kakak tidak hadir di acara kalian." Ucapnya lagi. Tunggu mereka ini kenapa sih? dan apa tadi? kakak? siapa yang kakak?
" Kak?" Ucap ku bingung.
"iya, Perkenalkan Aku Bianca Sahnas Wijaya, Anak dari Arman Wijaya kepala sekolah kita yang merupakan adik dari Papa mertua mu." Jelasnya panjang lebar.
"A-apa?"Ucapku kaget.
"jadi kalian sepupuan?" tanya ku yang di angguki kak Bianca, dan liat si ketos Resse itu, dia tersenyum mengejek ke arah ku.
"emang kamu fikir kami pacaran? Tanyanya padaku dengan nada mengejek. ck, dasar nyebelin.
"Maaf kak, habis di sekolah ngak ada yang tau kalau kalian keluarga." Ucap ku seraya menggaruk tengkuk yang tak gatal.Mereka malah tertawa mendengar ucapanku barusan.
"Apa kamu cemburu?" ucap kak Bianca
"Hah?" aku bingung donk. Cemburu? itu tidak mungkin.
"tidak." ucapku lagi.
"Baiklah," Ucap Bianca seraya bangkit dari sofa.
" Mandilah, kami akan menunggu mu di caffe bawah." ucapnya lagi membuatku bingung.
"Kami akan sarapan bersama Hon" Lanjut si Ketos Resse itu. Aku hanya mencibir, dan mereka pun berlalu dari kamarku.
☆☆
Saya ucapkan Selamat Tahun Baru...🎉🎉
lemah
Daffa juga plin plan,gk punya pendirian
jadi kak berkesan