NovelToon NovelToon
Budak Nafsunya

Budak Nafsunya

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Mafia / Tamat
Popularitas:13.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: nadia

WARNING
Semua adegan dewasa di sensor.
My Instagram @Uzay1720 follow me😍
Sesion duanya berjudul Istri Tuan Smith.
Novel baru sang perebut kehormatan

Jangan ada yang plagiat, coba-coba gue santet lu. Tapi kalau terinspirasi bolehlah, bedain yah mana terinspirasi sama plagiat.

Jonathan Smith adalah seorang Mafia terkenal dari Amerika yang pindah ke jepang untuk mengurus beberapa pekerjaan kotornya itu, selama ia berada di Jepang ia menangkap seorang wanita bernama Haruka Kujo yang Jonathan jadikan budak nafsunya.


Haruka sudah berusaha kabur dari rumah Jonathan tapi ia selalu tak pernah berhasil, Haruka sangat membenci Jonathan. Karena Jonathan selalu memperlakukan Haruka dengan kasar, saat Haruka benar-benar sudah muak dan tak kuat dengan perlakuan kasar Jonathan, Jonathan malah jatuh cinta pada Haruka.

Akankah Haruka mencintai Jonathan, atau Jonathan akan terus memaksa Haruka tetap bersamanya walaupun Haruka tak mencintainya.

Yang abis baca sesion
ini lanjut ke sesion selanjutnya yuk.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter Empatbelas

Malam pun tiba, Nathan sudah dalam perjalanan pulang, sedangkan di rumah Haruka baru saja selesai mandi.

Beberapa saat kemudian Nathan sampai di rumahnya, sebelum menemui Haruka, Nathan pergi ke kamarnya untuk mandi dan berganti pakaian.

10 menit kemudian, Nathan keluar dari kamarnya dan berjalan menuju kamar Haruka yang ada di lantai satu, Nathan mengetuk pintu kamar Haruka dengan tak sabaran.

"Sebentar," teriak Haruka dari dalam kamar.

Haruka membukakan pintu, "Ada apa?" tanya Haruka menatap Nathan.

"Cepat ganti baju, kita pergi sekarang," balas Nathan datar.

"Aku harus pakai baju mana? Takutnya kalau aku pilih baju sendiri nanti kamu malah marah-marah karena salah," tanya Haruka tak mau memakai pakaian yang salah.

"Ya sudah ikut aku sekarang," balas Nathan berjalan menuju tempat pakaian Haruka.

Beberapa menit kemudian mereka berdua sampai di kamar pakaian, Nathan mengambil sebuah dress berwarna putih, hitam dan juga merah tua, tapi pakaian itu terlihat sangat seksi.

"Jangan bilang kamu minta aku pakai baju itu," ucap Haruka menatap Nathan sambil menunjuk pakaian yang Nathan bawa.

"Memangnya kenapa?" tanya Nathan tegas.

"Itu bajunya gak kependekan apa?" tanya balik Haruka.

"Pakai!" titah Nathan melemparkan ketiga pakaian itu ke tubuh Haruka.

"Tapi-" Tiba-tiba bantahan Haruka di potong oleh Nathan.

"Jangan buat aku kehilangan kendali karena kamu tidak mau menuruti permintaan ku, lagipula kita pergi ke restoran yang tertutup kok, jadi gak bakalan ada pria lain yang liatin kamu," potong Nathan emosi.

"Yah tapikan tetep saja, nanti di jalan bakalan ada orang yang liatin," ucap Haruka pelan sambil berjalan menuju ruangan ganti.

"Mau kemana?" tanya Nathan.

"Katanya suruh ganti baju, yah aku mau ke sana lah ganti baju," balas Haruka menunjuk ruangan ganti baju.

"Oke," ucap Nathan datar.

Haruka melanjutkan langkahnya menuju ruangan itu untuk berganti baju, setelah itu Haruka memakai dress yang berwarna putih terlebih dahulu. Haruka keluar untuk memperlihatkannya pada Nathan, baru saja Haruka keluar dari ruangan itu satu langkah Nathan malah memintanya berganti pakaian.

"Ganti, gak cocok, pakai yang hitam," ucap Nathan meminta Haruka mengganti pakaiannya.

Haruka kembali masuk ke ruangan itu dengan kesal, "Kenapa gak langsung kasih saja yang hitam kalau memang maunya yang hitam?" kesal Haruka pelan.

"Sumpah tuh laki maunya apa sih? Pusing deh," tambah Haruka.

"Selain pintar, aku juga tau kalau ada orang yang sedang membicarakan ku," ucap Nathan yang tau kalau Haruka sedang ngedumel.

"Ini bajunya apa gak kependekan yah?" tanya Haruka karena Haruka tak biasa pakai baju seksi, yah walaupun tubuhnya Haruka itu sangat bagus, Haruka memiliki tinggi 172 sedangkan Nathan memiliki tinggi 190 mereka memang akan terlihat cocok ketika berdampingan.

Setelah memakai dress hitam itu Haruka keluar sambil terus menarik bagian bawah dress nya agar sedikit turun, "Angkat tangannya," ucap Nathan.

Haruka langsung mengangkat tangannya, "Sudah kayak mau di tangkap polisi saja angkat tangan," balas Haruka sambil berjalan mendekati Nathan.

"Oke bajunya yang itu saja, nih tasnya," Nathan memberikan tas selempang kecil pada Haruka.

"Kenapa harus bawa tas sih? Lagian aku gak bawa apa-apa juga kan," tanya Haruka, tapi walaupun begitu Haruka tetap memakai tas itu.

"Jangan banyak protes, tugasmu hanya menuruti semua perintahku," tegas Nathan.

"Iya," balas Haruka pelan sambil menundukkan pandangannya.

Nathan berjalan menuju jajaran lemari sepatu dan high heels milik Haruka, semua itu belum pernah Haruka pakai, Nathan mengambil high heels berwarna hitam dengan tali di pergelangan kakinya.

"Nih pakai ini," Nathan kembali melemparkan itu ke hadapan Haruka.

Haruka duduk di sofa lalu memakai high heels yang tadi Nathan berikan padanya, setelah selesai Haruka kembali bangun.

"Sudah begini saja kan?" tanya Haruka.

Nathan memperhatikan tubuh Haruka, "Kayaknya kurang sesuatu deh," ucap Nathan, Nathan berjalan menuju laci yang ada di samping lemari sepatu.

Nathan mengambil kalung dan juga gelang dari dalam laci itu, "Nih pakai ini juga," Nathan memberikan semua yang ia ambil pada Haruka.

Haruka memakainya, "Sudah begini?" tanya Haruka setelah memakai kalung dan Gelang yang Nathan berikan.

"Oke sudah, sekarang kita pergi," Nathan berjalan meninggalkan Haruka.

Haruka menatap kepergian Nathan, "Gandeng tangan ku kek, katanya mau ngajak makan malam, tapi malah di tinggalin," gumam Haruka pelan, setelah bicara seperti itu Haruka pun pergi mengikuti Nathan.

Nathan dan Haruka sampai di dalam mobil, mereka duduk di kursi belakang sedangkan yang menyetir adalah Herry.

"Kamu tidak pamitan pada Tasya?" tanya Haruka.

"Tidak usah, nanti juga Fiona bilang pada Tasya kalau aku pergi," balas Nathan datar tanpa menatap Haruka.

"Baik," balas Haruka, Haruka menatap ke arah jendela kaca lalu tersenyum. Ia senang akhirnya bisa kembali melihat suasana di luar, rasanya ia sudah lama sekali tidak berjalan-jalan keluar.

Haruka melirik Nathan, "Kapan kau akan membebaskan ku? Aku sudah lelah berada di sampingmu, aku ingin pergi mengunjungi orang tuaku," ucap Haruka dalam hati.

Haruka memalingkan pandangannya ke arah jendela mobil lagi, "Aku ingin bebas dari pria kejam ini Tuhan," tambah Haruka tanpa sadar menjatuhkan air matanya, tapi Haruka langsung menghapusnya dengan cepat.

Nathan memang memesan sebuah tempat di restoran yang setiap ruangannya tertutup untuk menjaga setiap privasi pengunjungnya, Herry turun duluan dari mobilnya untuk membukakan pintu Nathan, sedangkan Haruka membuka pintu sendiri.

Haruka berjalan ke samping Nathan, Nathan meminta Haruka untuk menggandeng tangannya. Haruka dan Nathan berjalan bersama menuju restoran itu, sedangkan Herry mengikuti mereka dari belakang.

Mereka sampai di tempat yang sudah Nathan pesan, yaitu di lantai paling atas ruangan nomor 154 dari sana mereka bisa melihat pemandangan yang sangat indah. Melihat keramaian kota Tokyo dari atas gedung.

Seorang pelayan menghampiri mereka sambil membawa buku menu, restoran ini adalah restoran makanan prancis.

"Silahkan mau pesan apa?" pelayan itu menyimpan buku menu di meja Nathan dan Haruka, karena Herry berada di meja lain.

Haruka membuka menu yang pelayan itu berikan, "Aku mau Bouillabaisse satu terus Dessert nya mau Creme Brule satu, minumnya Citron Prasse," ucap Haruka.

Haruka kemudian memberikan buku menu pada Nathan, "Saya mau pesan Foie Gras satu Dessert nya samain aja, minumnya juga tapi minumannya tambah satu sama Vodka" jelas Nathan.

"Sudah itu saja?" tanya pelayan.

"Es mau Eskrim rasa Valina satu," tambah Haruka.

"Baik, kalau begitu saya permisi," pelayan itu berjalan pergi untuk memberikan pesanan mereka ke chef yang ada di dapur.

Di ruangan itu juga terdapat musik bernuansa romantis, Haruka terus menatap ke arah pemain musik tersebut. Dulu Haruka pernah punya cita-cita jadi seorang penyanyi, tapi ia malah di kurung oleh Nathan.

1
sakura
..
Andy Mauliana
lucu jugak hihi penasaran ma story othor laennya
Bastard_🗡️
Jepang? mau ke sana
Uink
Luar biasa
Deistya Nur
keren
Karmila
pelayannya baik banget
Karmila
sangat menyentuh
Karmila
sayang nasib haruka
Ira ita
jadi ini tentang Fiona.😧 AQ mencurigai dia yg Dalangin ini
Ira ita
nama namanya agak kurang srek
susi
wow
Hadirah Tungkal
mampir
Deyooooo
ditunggu kelanjutannya Thor yangcseruuu
Deyooooo
sosweet banget Harry sama tasya
Deyooooo
pasti Haruka lagi ngidam
Deyooooo
kenapa Nathan tak membawa piona sebagai Sandra setelah mengetahui bahwa piona anak dari musuh mereka 5 thn yang lalu orang tuanya dibunuh sama Nathan
Deyooooo
benarkan kan tebakan ku piona dan pelicia adalah dalang dibalik semua ini ajang balas dendam pun ahirnya sebentar lagi akan terungkap orang yang dipercaya sama Nathan adalah musuhnya sendiri
Deyooooo
siapa dalang dibalik semua rencana ini kenapa mereka tahu jangan " piona dan pelicia sang ketua mereka musuh dibalik selimut ini
Deyooooo
ada apa dibalik senyuman piona jangan sampai punya maksud lain kakanya Pricilia pegang adik Nathan ,Haruka dipegang pacar Nathan dipegang piona orang penting dalam hidup Nathan ada dalam genggamanya
Deyooooo
benih benih cinta mulai tumbuh di hati Nathan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!