Bima Saputra, seorang sarjana pariwisata yang hidupnya terjerat lilitan utang keluarga, kini terjebak menjadi juragan warung sayur di Kabupaten Jatiroso. Realita yang pahit, ibu sakit, dan pernikahan diam-diam dengan wanita impiannya, Dinda, membuatnya merasa terhimpit. Namun, nasibnya berubah drastis saat ponselnya kesetrum, membuka gerbang menuju ladang virtual game Harvest Moon! Kini, ia bisa menanam buah dan sayur berkualitas dewa yang tumbuh sekejap mata, memindahkannya ke dunia nyata, dan menjualnya untuk meraup omzet gila-gilaan. Dari semangka manis hingga stroberi spesial, Bima menemukan jalan ninjanya menuju kekayaan. Bisakah ia melunasi utang ratusan juta, membahagiakan ibunya, dan meresmikan pernikahannya dengan Dinda secara terang-terangan, tanpa ada yang mencurigai rahasia ladang gaibnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DipsJr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Fitur Baru! Ikan Liar Kualitas 2!
Begitu Bima tiba di depan warungnya dan menaikkan rolling door, si hitam langsung menggonggong antusias dan berlari menyambutnya di bawah kaki.
"Ayo, tak ajak pulang ke rumah." Bima menenteng dua karung dogfood sambil memegang tali tuntun, mengajak anjing itu keluar.
"Guk! Guk!" Si hitam sepertinya paham ucapan Bima, ekornya mengibas penuh semangat.
Saat tiba di depan motor listrik, Bima sempat bingung memikirkan bagaimana cara menyuruh anjing sebesar ini naik ke motor. Namun di luar dugaan, si hitam dengan lincah melompat ke bagian pijakan kaki motor. Ia berdiri dengan dua kaki belakangnya, sementara dua kaki depannya bertumpu santai di setir motor. Ia menoleh ke arah Bima dan menggonggong pelan, seolah menyuruh majikannya cepat jalan.
Dulu, Bima sering melihat video-video di TikTok tentang anjing yang kelakuannya over pinter sampai dibilang siluman. Awalnya dia mengira itu cuma editan atau setting-an manusia. Tapi sekarang, dia percaya seratus persen kalau memang ada anjing yang pinternya udah kayak siluman beneran!
Bima menyalakan motor listriknya dan melaju pulang membawa anggota keluarga barunya itu.
Setibanya di depan rumah, saat Bima baru saja mengeluarkan kunci pintu, si hitam sudah menggonggong riang.
"Lho, Bim, kok bawa anjing pulang?" tegur Bu Laras yang baru membukakan pintu, menatap heran anjing berbulu hitam legam itu.
"Iya Bu, ceritanya panjang..." Bima lalu menceritakan secara singkat kronologi drama Satpol PP tadi. "Jadi sekarang, Bima mutusin buat adopsi dia."
Mendengar cerita Bima, Bu Laras berjongkok dan mengelus kepala anjing itu dengan sayang. Si hitam membalas dengan manja, menyodorkan kepalanya di telapak tangan Bu Laras pelan.
"Wah, pinter banget kowe le!" puji Bu Laras sambil tersenyum. Ia menoleh ke arah Bima, "Ya wis, Bim, dirawat sing bener. Oh ya, udah dikasih nama belum?"
"Nama ya? Belum kepikiran sih, Bu!" jawab Bima sambil menggaruk kepala. Karena anjing ini dibilang bawa hoki, ya dikasih nama yang nyerempet dikit. "Ya udah, panggil aja dia Hoki!"
"Hoki? Boleh juga," Bu Laras tersenyum sambil memanggil anjing itu. "Hoki!"
Mendengar namanya disebut, si hitam sempat nge-blank sesaat. Tapi otaknya yang encer segera memproses kalau itu adalah panggilan barunya. Ia langsung menyahut kegirangan dan melompat-lompat kecil di dekat Bu Laras.
Usai makan malam, Bima menyiapkan sebaskom dogfood untuk Hoki. Bu Laras juga mengambil sebuah kardus besar kosong dan meratakannya di sudut ruangan sebagai alas tidur anjing tersebut. Maklumlah, rumah mereka sempit, jadi fasilitasnya seadanya dulu.
Bima kembali ke kamarnya, mengecek ladang gamenya, dan membersihkan rumput liar yang mulai tumbuh. Setelah itu, ia asyik ber-chatting ria di WhatsApp dengan Dinda, sekalian menceritakan soal kedatangan Hoki.
…
Keesokan paginya.
Begitu bangun, Bima langsung memantau interface gamenya. Ia memanen stroberi dan okra yang sudah matang, lalu menaburkan benih kembali.
Begitu ia membuka pintu kamarnya, ia mendapati Hoki sudah duduk manis berjaga di depan pintu. Melihat Bima keluar, anjing itu bangkit, mencicit pelan "kaing-kaing", lalu menggosok-gosokkan badannya ke kaki Bima.
"Anjing ini dari subuh udah nongkrong di depan kamarmu, Bim. Tapi pinternya, dia nggak berisik sama sekali," puji Bu Laras yang sedang menaruh mangkuk bubur ayam ke atas meja.
Bima tertawa kecil sambil mengelus kepala Hoki. Nih anjing bener-bener pinter cari muka.
Setelah menyikat habis dua mangkuk bubur, Bima pamit kepada ibunya untuk pergi ke gudang.
"Kaing! Kaing!"
Hoki merengek panik. Ia mengejar Bima sampai ke pintu, lalu menggigit tali tuntunnya sendiri dan menyodorkannya ke tangan Bima. Matanya melotot memelas seakan berteriak, 'Bos, jangan tinggalin gue!'
Melihat tingkahnya, Bima tak tega dan terpaksa membawa anjing itu bersamanya.
Ia memacu motor listriknya ke jalanan pasar, memarkirkannya di depan warung, lalu berganti naik Tossa roda tiga. Hoki dengan santai melompat ke bak belakang Tossa menemani Bima meluncur ke gudang sewaan.
Sesampainya di gudang, pintu dikunci rapat dari dalam. Bima fokus memikirkan gamenya, dan dalam sekejap, tubuhnya lenyap dari dunia nyata.
"Guk?! Guk?!"
Hoki yang melihat majikannya hilang ditelan bumi mendadak panik setengah mati. Telinganya tegak, ia berlari berputar-putar tak keruan, kakinya menggaruk-garuk panik di atas lantai semen tempat Bima terakhir kali berdiri.
Sesaat kemudian, sosok Bima tiba-tiba muncul lagi membawa sekeranjang stroberi raksasa. Hoki yang kaget refleks melompat mundur dua langkah. Baru saja ia mau meloncat menerjang kegirangan... wusss! Bima hilang lagi.
Kejadian aneh itu berulang sampai tiga kali. Si Hoki akhirnya menyerah, duduk diam di pojokan dengan wajah nge-blank meratapi realita majikannya yang hobi teleportasi.
Setelah selesai memindahkan seluruh stok stroberi dan okra ke bak Tossa, Bima beserta anjingnya pun berangkat ke Toserba Makmur Jaya.
Menyelesaikan urusan bongkar muat dan faktur butuh waktu lumayan lama, sekitar dua jam.
…
Siang harinya, setelah jam makan siang.
Dinda Saraswati datang berkunjung ke warung Bima. Malam sebelumnya Bima memang bercerita soal adopsi Hoki di WhatsApp, jadi Dinda sengaja datang di sela-sela jam istirahat kantor untuk menengok anjing tersebut.
Bima langsung menyambutnya dengan senyum lebar, memeluk pinggang Dinda dan mencuri satu kecupan ringan.
Melihat adegan mesra itu, Hoki seolah langsung paham posisinya. Ia sadar siapa nyonya besar di tempat ini. Dengan lincah, ia berlari ke arah Dinda dan menggosok-gosokkan badannya dengan manja ke kaki wanita itu.
"Ya ampun, Mas Bima! Ini yang namanya Hoki?" seru Dinda kegirangan. Ia berjongkok dan memeluk leher anjing berbulu hitam legam itu.
Hoki mendengus-dengus senang, memasang wajah puppy eyes andalannya untuk mengambil hati Dinda.
Saking gemasnya, Dinda mengeluarkan ponselnya, berniat untuk berswafoto dengan Hoki.
Ajaibnya, Hoki malah menyeringai seolah sedang tersenyum, lalu menyodorkan kepalanya mendekat ke arah layar kamera agar masuk ke dalam frame!
Yang lebih bikin Dinda syok, setiap kali ia berganti pose, anjing itu bisa menyesuaikan posisinya dengan sangat natural. "Mas Bima, Hoki ini pinter banget sih! Ya ampun, aku suka banget sama dia!" jerit Dinda sambil tertawa renyah.
Bahkan Bima sendiri ikutan melongo melihatnya.
Anjing normal mana ada yang ngerti konsep selfie? Pasti sebelum dibuang, anjing ini sering banget diajak foto bareng majikannya yang dulu.
Hoki ini kayaknya emang diberkahi EQ tingkat dewa. Ia tahu betul cara merebut hati orang-orang di sekitar Bima, mulai dari ibunya sampai istrinya.
Setelah puas bermain dan berfoto dengan Hoki, Dinda pamit kembali ke kantor pajak, tapi tak lupa mewanti-wanti Bima agar menjaga anjing itu baik-baik.
Terlihat jelas kalau Dinda juga sudah resmi masuk dalam barisan bucin Hoki.
Setelah istrinya pergi, Bima kembali merebahkan diri di kursi lipatnya. Ia mengontrol karakter gamenya berkeliling peta Kota Mineral, iseng-iseng mencari tahu apakah ada event atau misi tersembunyi yang bisa dipicu.
Lama berkeliling tak membuahkan hasil. Namun, tepat ketika karakternya kembali menginjakkan kaki di area peternakan, seorang NPC mendadak muncul mencegat di depan rumah. Kotak dialog pun otomatis terbuka.
Wah, ada cutscene!
Bima mengklik kotak dialog tersebut, dan mengetahui kalau NPC itu bernama Zack, pengepul hasil bumi di game Harvest Moon.
Zack: "Kerja bagus! Berkat sayur dan buah yang rajin kamu jual belakangan ini, perekonomian di Kota Mineral jadi makin maju pesat. Terus semangat ya bertaninya!"
Setelah mengoceh panjang lebar, Zack menghadiahkan sebatang Pancingan dan Sebungkus Umpan. Ia memberitahu Bima bahwa memancing di sungai area peternakan adalah ide yang bagus, karena ada banyak jenis ikan liar di sana yang laku keras di pasaran.
Zack kemudian berjalan pergi. Bima membuka Ransel karakternya, dan benar saja, di sana sudah ada item Pancingan dan Umpan.
Wah, fitur baru udah unlocked!
Bima hapal betul letak sungai di peternakannya. Ia segera mengarahkan karakternya ke tepian sungai tersebut.
Pasang umpan, lempar kail... dan tunggu.
Tidak butuh waktu lama, sebuah tanda seru ('!') muncul di atas kepala karakternya. Ikan strike! Bima buru-buru menekan tombol aksi untuk menarik pancingan, dan seekor ikan pun berhasil ditangkap.
Ia memasukkan ikan itu ke Ransel, lalu memindahkannya ke gudang penyimpanan. Sebuah notifikasi sistem muncul.
【Anda berhasil menangkap seekor Ikan Mas Liar (Kualitas 2)!】
Bima tahu betul khasiat ikan mas liar ini. Ikan ini sangat terkenal dalam dunia pengobatan herbal dan kuliner sehat. Cocok banget buat nutrisi Bu Laras yang tubuhnya gampang drop. Ikan ini kaya akan protein, ampuh menguatkan limpa, membuang kelembapan tubuh berlebih, dan melancarkan peredaran darah.
Ia juga sering membeli ikan mas liar di pasar untuk dibuat sup oleh ibunya. Harga pasarannya lumayan mahal, tembus Rp 60.000 per kilogram.
Tapi yang bikin Bima syok adalah... cuma mancing iseng begini langsung dapet Kualitas 2?!
Selama ini Bima paham betul pola gamenya: komoditas biasa di dunia nyata itu statusnya 'tanpa kualitas', sementara hasil panen dari gamenya minimal start dari Kualitas 1 (yang artinya udah lebih superior). Nah, Kualitas 2 ini tingkat dewa yang atributnya +2 semua!
Bima langsung bergegas masuk ke dalam bilik toilet kecil di warungnya, mengunci pintu, dan berteleportasi masuk ke dalam game.
Di dalam gudang penyimpanan game, selain rak buah dan sayur, ternyata ada beberapa kolam penampungan air khusus untuk hasil perikanan. Salah satu kolam tersebut tampak penuh dengan air jernih, dan seekor ikan terlihat berenang tenang di dalamnya.
Bima mengambil jaring ikan yang tergeletak di dekat kolam, menyendok ikan mas itu, dan membaca pop-up informasinya:
【Ikan Mas Liar: Kualitas 2 (Bobot: 5 Kilogram)】
【Catatan: Ikan mas yang tumbuh murni di alam liar, tanpa sentuhan buatan. Tangkapan monster! Produk murni dari dalam game tanpa pencemaran sama sekali.
Kandungan Protein +2, Mudah Dicerna & Diserap Tubuh +2, Penguat Limpa & Pembuang Lembap +2, Pelancar Darah +2, Penggugah Selera Makan +2, Lezat +2, Kualitas Daging +2, Tekstur +2.】
Rentetan atribut sakti +2 itu bikin Bima kegirangan bukan kepalang. Daging ikan ini jelas harta karun buat memanjakan lidah sekaligus menyehatkan fisik ibunya!
Dan yang paling gila... ikan ini beratnya sampai 5 kilogram!
Di dunia nyata, ikan mas hasil ternak aja butuh waktu minimal 3 tahun buat bisa mencapai bobot 2,5 kilogram. Kalau ikan mas liar yang cari makan sendiri? Waktunya jauh lebih lama lagi! Apalagi dengan kondisi sungai di dunia nyata yang makin tercemar dan perburuan gila-gilaan, nyari ikan mas liar ukuran 1-1,5 kilo aja susahnya setengah mati, apalagi yang beratnya mentok 5 kilo?!
Bima pernah baca artikel soal lomba mancing liar tingkat nasional, di mana pemenangnya berhasil menaikkan ikan mas liar seberat nyaris 6 kilogram, dan ikan itu langsung ditawar seharga Rp 400.000 per kilo oleh penonton saking langkanya!
Dan sekarang dia baru aja narik ikan mas liar seberat 5 kilogram... Kualitas 2 pula! Ikan mutan langka yang mustahil dibeli pakai uang di pasar manapun!
Game ini memang sumpah di luar nalar!
Keberuntungan di tarikan pertama ini sukses memompa semangat Bima.
Ia buru-buru keluar dari game, duduk manis, dan kembali mengontrol karakternya memancing di sungai. Tak lama kemudian, cipratan air kembali terjadi. Kailnya ditarik!
【Anda berhasil menangkap seekor Ikan Mas Liar (Kualitas 1)!】