NovelToon NovelToon
SENI TRANSMUTASI TULANG PURBA

SENI TRANSMUTASI TULANG PURBA

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: 秋天(Qiūtiān)

Han jian merupakan seorang pemuda dari klan Han yang tidak dapat ber kultivasi sejak kecil sehingga menjadi bahan hinaan di klan Han, ia tidak dapat ber kultivasi dikarenakan ia tidak memiliki dantian seperti yang lain nya melain kan sebuah pusaran hitam yang di akibatkan karena dantian nya telah hancur, namun nasibnya berubah setelah menemukan sebuah fragmen tulang di makam ayahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 秋天(Qiūtiān), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14: PENYAMARAN DI BALIK DEBU

Aula Murid Luar Sekte Tulang Langit adalah tempat yang riuh, penuh dengan ribuan pemuda yang memperebutkan sumber daya yang terbatas. Di dunia atas, menjadi murid luar bukanlah sebuah kehormatan, melainkan perbudakan yang dilegalkan. Mereka harus bekerja di tambang energi, membersihkan kandang binatang buas, atau menjadi rekan tanding bagi murid inti yang haus darah.

Han Jian berjalan di antara kerumunan itu dengan jubah abu-abu kasar. Wajahnya yang tajam kini tampak kusam, hasil dari teknik manipulasi otot wajah yang ia pelajari dari Seni Transmutasi Tulang. Ia menekan pendar emas di tulang-tulangnya hingga ke titik terdalam, membuatnya terlihat seperti murid tingkat rendah dengan bakat pas-pasan.

"Nama?" tanya seorang juru tulis sekte yang tampak bosan.

"Han Jian. Pendaki dari dunia bawah," jawabnya datar.

Juru tulis itu mendongak, matanya memicing. "Oh, si bocah tanpa Dantian yang lolos dari Hutan Kerangka? Gosip tentangmu sudah menyebar. Banyak tetua yang menganggapmu hanya beruntung. Kau ditempatkan di Divisi Pembersihan Makam. Itu tugas paling rendah, tapi cocok untuk orang cacat sepertimu."

Han Jian menerima lencana kayunya tanpa protes. Divisi Pembersihan Makam. Justru itulah yang ia inginkan. Makam sekte terletak di area yang berbatasan langsung dengan sektor terlarang, tempat yang paling dekat dengan akses menuju Penjara Dasar Langit.

Hari-hari berikutnya, Han Jian menghabiskan waktunya menyapu debu dan membersihkan prasasti di area makam yang sunyi. Namun, setiap malam, ketika bulan ungu naik ke puncaknya, ia tidak beristirahat. Ia menggunakan Langkah Bayangan Tulang untuk menyelinap ke arah Paviliun Pustaka Tulang, sebuah menara tujuh lantai yang menyimpan catatan sejarah dan teknik sekte.

Ia tidak mencari teknik kultivasi. Baginya, teknik yang mengandalkan Dantian adalah sampah. Yang ia cari adalah peta formasi keamanan sekte.

Pada malam ketujuh, ia berhasil menyusup ke lantai tiga paviliun. Di sana, ia menemukan sebuah gulungan tua yang nyaris hancur berjudul “Arsitektur Pembangkit Energi Sekte”.

Saat Han Jian membuka gulungan itu, jantungnya berdenyut kencang. Peta itu menunjukkan bahwa seluruh energi spiritual yang menghidupi Sekte Tulang Langit tidak berasal dari alam, melainkan disedot dari sebuah titik pusat di bawah tanah. Titik itu ditandai dengan simbol tengkorak yang disalib—persis seperti yang ia lihat di visi Gunung Meru.

"Ayah... mereka menjadikanmu baterai bagi sekte ini," bisik Han Jian, amarahnya hampir saja memicu pendar emas di tangannya.

"Siapa di sana?!" sebuah suara tajam memecah kesunyian.

Han Jian segera menutup gulungan itu dan melebur ke dalam bayangan rak buku. Seorang wanita muda dengan jubah murid inti berwarna biru langit masuk ke ruangan. Ia adalah Lin Xia, jenius nomor satu di antara murid muda dan putri dari salah satu tetua agung.

Lin Xia memegang mutiara penerang, matanya yang jernih memindai setiap sudut. Ia merasa ada sesuatu yang tidak beres, sebuah getaran energi yang asing bagi para kultivator Qi.

"Aku tahu kau di sana," ucap Lin Xia sambil menghunus pedang tipisnya. "Energi ini... tidak berasal dari Dantian. Sangat padat, sangat murni. Siapa kau?"

Han Jian menyadari bahwa ia tidak bisa melarikan diri tanpa terdeteksi. Ia keluar dari bayang-bayang, namun tetap menjaga wajahnya dalam kegelapan.

"Hanya seorang pembersih makam yang tersesat," jawab Han Jian dengan suara yang disamarkan.

Lin Xia tertegun melihat lencana kayu di pinggang Han Jian. "Murid luar? Tidak mungkin. Tekanan fisik yang kau pancarkan secara alami... kau setara dengan ahli tahap Transformasi Jiwa. Dan tunggu... kau tidak punya aura Qi?"

Lin Xia menyerang tanpa peringatan. Pedangnya melesat seperti kilat perak. Han Jian tidak ingin memicu keributan besar, jadi ia hanya menggunakan dua jarinya untuk menjepit bilah pedang tersebut.

TING!

Mata Lin Xia membelalak. Pedangnya, yang terbuat dari esensi perak, tertahan mati oleh kekuatan fisik murni. Ia mencoba menarik pedangnya, namun rasanya seperti ditarik oleh gunung.

"Jangan berteriak, Nona Lin," ucap Han Jian tenang. "Aku tidak punya niat buruk pada sekte ini. Aku hanya mencari sesuatu yang menjadi milikku."

"Kau... kau Han Jian, bukan?" Lin Xia menurunkan pedangnya setelah Han Jian melepaskannya. "Ayahku bicara tentangmu. Dia bilang kau adalah anomali yang harus dimusnahkan oleh Tetua Ghou. Tapi aku tidak menyangka kau sekuat ini."

Han Jian menatap wanita itu dengan selidik. "Kenapa kau tidak memanggil penjaga?"

Lin Xia terdiam sejenak. "Sekte ini... tidak sehebat kelihatannya dari luar. Ayahku, Tetua Lin, adalah salah satu dari sedikit orang yang menentang penggunaan 'Pembangkit Energi' di bawah tanah itu. Dia tahu bahwa sekte ini sedang mengisap nyawa seseorang secara tidak sah. Jika kau adalah putra dari orang itu... maka kita memiliki tujuan yang sama."

Han Jian sedikit melonggarkan waspadanya. "Kau tahu di mana Penjara Dasar Langit?"

"Itu bukan penjara biasa, Han Jian. Itu adalah dimensi saku yang terkunci oleh Formasi Sembilan Segel Tulang. Bahkan jika kau bisa masuk, kau harus menghadapi Penjaga Penjara, monster tahap Penyatuan Roh yang tidak memiliki perasaan," Lin Xia menatapnya dengan serius. "Tapi, besok adalah Festival Persembahan Tulang. Perhatian semua tetua akan tertuju pada altar utama. Itu satu-satunya kesempatanmu untuk menyelinap ke pintu masuk di bawah Perpustakaan Terlarang."

Han Jian mengangguk. "Kenapa kau membantuku?"

"Karena aku ingin sekte ini kembali ke jalannya yang benar, bukan menjadi parasit bagi orang lain," jawab Lin Xia. "Dan juga... aku ingin melihat sejauh mana kekuatan 'Manusia Tanpa Dantian' ini bisa mengubah dunia."

Han Jian meninggalkan paviliun tanpa sepatah kata lagi. Di dalam kepalanya, rencana besar mulai terbentuk. Festival Persembahan Tulang akan menjadi panggung bagi kepulangannya yang sesungguhnya.

Besok, Sekte Tulang Langit akan menyadari bahwa mereka tidak sedang memberi makan energi dari seorang tahanan, melainkan sedang memberi makan amarah seorang putra yang siap meruntuhkan langit demi ayahnya.

1
Malik Junjung
critanya trlalu ringkas...
Malik Junjung
yach... mnurut sy sich drpd ikut ujian kdewasaan mnding klwr dri klan... drod pmer kekuatn....
angin kelana
bab selanjutnya semoga lebih seru lg..
秋天(Qiūtiān): di tunggu ya teman teman
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!