NovelToon NovelToon
Ku Rebut Kembali Semua Milikku

Ku Rebut Kembali Semua Milikku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Alisha Chanel

Tamara, seorang gadis muda berusia 19 tahun rela menjadi pelayan demi membalas dendam pada orang-orang yang telah menyakiti keluarganya.

Namun saat sedang menjalankan misi, hal yang tak terduga terjadi. Tamara terlibat cinta segitiga dengan suami majikannya.

Akankah misi Tamara untuk balas dendam berhasil? ikutin terus kisahnya ya🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alisha Chanel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana yang gagal

"Naya, apa Tamara sudah datang?"

Suara Giyandra terdengar dingin dan tajam, membelah keheningan kamar rawat yang luas dan mewah itu. Wajah Giyandra tak menunjukkan sedikit pun keramahan, seolah kehadiran siapa pun di sekelilingnya hanyalah gangguan.

"Belum, Nyonya..." jawab Naya lirih, tubuhnya sedikit gemetar. Sudah berhari-hari ia menjadi sasaran kemarahan dan pelampiasan amarah sang nyonya yang bosan dan mudah tersinggung.

Sebenarnya, Giyandra tidak benar-benar membutuhkan kue atau bantuan siapa pun, ia memanggil Tamara hanya karena ia bosan setengah mati terbaring di sini, dan menyiksa pelayan-pelayannya adalah satu-satunya hiburan yang tersisa.

"Sudah dua jam sejak aku menyuruhmu menghubungi Tamara agar dia datang membawa kue keju yang aku minta!" Giyandra mengerucutkan bibirnya, matanya menyala kesal.

Giyandra meraih ponselnya yang tergeletak di nakas, berniat menelepon Tamara sendiri dan memaki wanita itu habis-habisan. Namun, baru saja jari-jari Giyandra menyentuh benda itu, ponselnya tiba-tiba bergetar kencang seolah ada pesan atau panggilan masuk yang mendesak. Kaget dan tidak siap, tangan Giyandra terlepas.

BRUK!

Ponsel itu terjatuh keras ke lantai keramik yang dingin. Terdengar suara pecahan yang menyakitkan telinga. Saat diambil kembali, layarnya sudah retak parah dan layar itu segera menjadi gelap gulita, mati seketika sebelum Giyandra sempat melihat apa pun yang masuk.

"Sialan!" umpat Giyandra keras, menendang nakas di sampingnya karena kesal. "Baru saja dibeli! Semuanya selalu saja buruk di tempat ini!"

"Naya!" teriaknya kembali. "Segera hubungi Tamara sekarang juga! Katakan padanya kalau dia tidak sampai di sini dalam tiga puluh menit, dia bisa kemas barang-barangnya dan pergi selamanya! Aku tidak butuh pelayan yang lambat!"

"Baik, Nyonya... saya akan segera melakukannya," jawab Naya cepat, hampir berlari keluar ruangan untuk menghindari kemarahan yang lebih besar.

 ***

Di koridor rumah sakit yang panjang dan sunyi, langkah kaki Tamara terdengar beradu cepat dengan lantai. Ia berjalan tergesa-gesa, namun di dalam dadanya bukan rasa takut yang bergejolak, melainkan rasa antusias yang membara. Ia tidak sabar, sangat tidak sabar membayangkan wajah Giyandra yang memerah marah, histeris, dan hancur saat melihat foto-foto mesra dirinya dan Dion yang dikirimkan lewat akun anonim tadi pagi. Itu akan menjadi awal kehancuran wanita itu.

"Nyonya, saya datang!"

Pintu kamar rawat terbuka lebar. Tamara masuk dengan napas sedikit memburu, matanya langsung mencari wajah Giyandra, bersiap menyaksikan bencana yang ia ciptakan.

Namun, apa yang Tamara lihat membuat langkah kakinya terhenti mendadak.

Di dalam ruangan, Giyandra sedang duduk di tepi ranjang, sedang diperiksa oleh dokter kandungan. Dan yang paling membuat Tamara terkejut adalah wajah Giyandra yang terlihat berseri-seri. Ada senyum bahagia yang terukir jelas di bibirnya, matanya berbinar penuh harapan. Sama sekali tidak terlihat seperti wanita yang baru saja mengetahui suaminya berselingkuh. Bahkan, ia terlihat jauh lebih bahagia daripada hari-hari sebelumnya.

Giyandra melirik sekilas ke arah jarum jam yang tergantung di dinding. Tamara datang tepat di detik terakhir batas waktu tiga puluh menit yang diberikan.

"Kau beruntung sekali datang tepat waktu," ucap Giyandra, wajahnya kembali berubah datar dan dingin saat berbicara pada Tamara, seolah kebahagiaan tadi hanya ilusi. "Letakkan kue itu di sana. Jangan berisik, dokter sedang memeriksaku."

"Baik, Nyonya," jawab Tamara patuh, namun pikirannya kacau.

Tamara meletakkan kotak kue di atas meja, lalu diam-diam memperhatikan wajah Giyandra dari jarak dekat. Benar-benar cerah, seolah tidak ada beban di pundaknya.

"Kenapa dia tidak marah? Kenapa dia terlihat begitu bahagia? Apa dia belum membuka pesannya? Atau... apa dia tidak peduli?" Rasa kecewa mulai menjalar di dada Tamara. Ia tidak bisa menahan rasa penasaran yang memburu.

"Nyonya, bagaimana kabar Anda hari ini? Wajah Anda terlihat sangat cerah. Apakah ada kabar baik yang terjadi?" tanya Tamara, suaranya dibuat sehalus mungkin, namun menyelidik.

Giyandra menoleh, menatap sang pelayan dengan tatapan jijik dan tidak suka. "Apa maksudmu, Tamara? Sejak kapan kau berani menanyakan urusanku dan menilai wajahku? Jangan sok akrab."

"Ah... tidak, Nyonya. Saya hanya bertanya saja," Tamara segera menunduk, mundur selangkah. Ia tak ingin membuat Giyandra marah dan mengusirnya keluar sebelum ia tahu kebenarannya.

Mata Tamara menyapu seluruh ruangan, mencari tanda-tanda, hingga pandangannya tertuju pada nakas. Di sana, ia melihat ponsel Giyandra tergeletak tak berdaya dengan layar yang pecah berantakan dan mati total.

"Ponsel Anda... kenapa bisa rusak begitu, Nyonya?" tanya Tamara, jantungnya mulai berdegup kencang dengan dugaan yang mengerikan.

"Terjatuh dari tanganku tadi," jawab Giyandra enteng, seolah itu bukan hal penting. "Buang saja ke tempat sampah, nanti aku akan beli yang terbaru dan lebih mahal."

Setelah mengucapkan itu, Giyandra kembali memalingkan wajah, berbicara pada dokter dengan nada ceria dan lembut. Sikap yang sama sekali berbeda saat ia berbicara pada Tamara atau pelayan lainnya.

Tamara berdiri kaku di sudut ruangan, napasnya tertahan. Ia menelan ludah, menyadari kenyataan yang pahit.

"Jangan-jangan... ponsel itu jatuh dan rusak sebelum Giyandra sempat melihat pesan dan foto-foto yang aku kirimkan?" batin Tamara.

Pikiran itu membuat Tamara menghela napas panjang, rasa kecewa yang begitu berat menekan dadanya.

Bersambung...

1
Dewi
jangn menyerah tmara, kamu harus membals org-org yang jahat pada keluargamu
Dewi
jijik sama orangnya tapi minta dibikinin jus sama orang itu
Dewi
katanya orang kaya, tapi gak bisa bedain barang asli sama palsu
Dewi
ah, Pasti tamara pura-pura jatuh supaya bisa dekat dengan Dion
Dew666
👄👄👄
Dew666
🩵🩵🩵
Dew666
💄💄
Dew666
🔥🔥🔥
Dewi
fokus saja dengan misimu tamara, jangan terkecoh sama Dion
Dewi
Dion udh suka sama tamara, makanya nolak giandra
Dewi
Dion suka sekali bermain api
Dew666
💃💃
Jengendah Aja Dech
❤️
Dew666
🥰🥰
Dew666
🥰🥰
Dewi
kayaknya tamara mau balas dendam karena dion atau istrinya sudah menghancurkan keluarganya
Dewi
misi apa tuh?
Dew666
👑👑
Dew666
💜💜
Dew666
🌹🌹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!