NovelToon NovelToon
Susahnya Jadi Mantan Pacar

Susahnya Jadi Mantan Pacar

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / CEO
Popularitas:45.7k
Nilai: 5
Nama Author: Muhammad Robby Ido Wardanny

Menceritakan tentang Novita gadis berumur 27 tahun yang bekerja di sebuah perusahaan besar PT Kencana samudra jaya. perusahaan yang sangat bagus untuk memperbaiki kehidupannya. Namun semuanya tidak berjalan sesuai keinginannya saat mantannya dulu muncul sebagai direktur di perusahaan. Andra yang dulu dia kenal sebagai Arya muncul kembali. Dia berusaha keras menghindar dari masa lalunya namun masa lalunya justru datang kepadanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad Robby Ido Wardanny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 14

Sore hari di kantor itu biasanya mulai terasa lebih lengang. Suara ketikan keyboard yang sejak pagi bersahut-sahutan kini perlahan menghilang. Beberapa karyawan sudah mulai merapikan meja kerja mereka, sementara yang lain mematikan komputer dan bersiap pulang.

Novita berdiri dari kursinya setelah menyelesaikan pekerjaan terakhir hari itu. Ia menarik napas pelan, merasa sedikit lega karena semua tugasnya sudah selesai tanpa kesalahan. Beberapa hari bekerja di kantor itu membuatnya semakin memahami ritme pekerjaan administrasi yang cukup padat.

Namun seperti hari-hari sebelumnya, ada satu hal yang selalu membuatnya sedikit tegang menjelang pulang.

Panggilan dari Pak Andra.

Direktur administrasi itu hampir setiap sore memanggilnya ke ruang kerja dengan alasan meminta bantuan membawa barang-barangnya ke mobil atau mengambil sesuatu. Pekerjaan itu sebenarnya tidak termasuk dalam tugas administrasi, tetapi Novita tidak pernah berani menolak.

Hari ini pun sama.

Salah satu staf memberi tahu bahwa Pak Andra memanggilnya ke ruang direktur.

Dengan langkah hati-hati, Novita berjalan menuju ruangan besar di ujung lorong. Tangannya mengetuk pintu pelan.

Tok.

“Masuk,” terdengar suara dari dalam.

Novita membuka pintu perlahan.

Namun begitu ia masuk, langkahnya langsung terhenti.

Di dalam ruangan itu bukan hanya ada Andra.

Bu Rika juga ada di sana.

Wanita itu duduk di kursi tamu di depan meja kerja Andra. Posisi tubuhnya tegak, wajahnya tenang, tetapi udara di dalam ruangan terasa sedikit tegang, seolah percakapan yang baru saja terjadi bukan percakapan ringan.

Andra berdiri di dekat meja kerjanya dengan ekspresi wajah yang jelas tidak senang.

Begitu melihat Novita masuk, Bu Rika menoleh kepadanya.

Tatapannya lembut, berbeda dengan tatapan dingin Andra.

“Novita?” tanya Bu Rika.

Novita langsung menunduk sedikit. “Iya, Bu.”

“Kamu sudah selesai dengan pekerjaan hari ini?”

“Iya, Bu. Semua laporan sudah saya rapikan dan file-nya juga sudah saya kirim ke sistem.”

Bu Rika mengangguk pelan.

“Bagus.”

Ia lalu tersenyum tipis.

“Kalau begitu kamu boleh pulang.”

Novita sedikit terkejut dan tidak percaya.

“Pulang, Bu?”

“Iya,” jawab Bu Rika dengan nada tenang. “Tidak perlu melakukan hal yang bukan bagian dari pekerjaanmu.”

Kalimat itu sederhana, tetapi maknanya jelas.

Novita sempat melirik sekilas ke arah Andra yang berdiri dengan wajah semakin kaku.

Namun ia segera menundukkan kepala lagi.

“Iya, Bu. Terima kasih.”

Tanpa menambah kata apa pun, Novita membalikkan tubuhnya dan keluar dari ruangan itu.

Pintu tertutup pelan di belakangnya.

Begitu Novita pergi, suasana di ruangan itu langsung berubah.

Andra menatap Bu Rika dengan wajah kesal.

“Kenapa Anda menyuruhnya pulang?” katanya dengan nada dingin.

Bu Rika menyandarkan punggungnya ke kursi dengan santai.

“Memangnya salah?”

Andra menyilangkan tangan di dada.

“Dia dipanggil ke sini karena ada urusan.”

“Urusan apa?” tanya Bu Rika dengan alis sedikit terangkat.

Andra menghela napas pendek.

“Saya menyuruhnya membantu membawa barang-barang saya ke mobil.”

Bu Rika tersenyum kecil.

“Menarik.”

Nada suaranya terdengar santai, tetapi tatapannya tajam.

“Sejak kapan staf administrasi punya tugas menjadi pembawa barang direktur?”

Andra langsung menjawab tanpa ragu.

“Saya sedang melatih mentalnya.”

Bu Rika mengerutkan kening.

“Melatih mental?”

“Iya,” kata Andra. “Dia pegawai baru. Kalau mentalnya lemah, dia tidak akan tahan di dunia kerja. Kantor bukan tempat untuk orang yang terlalu sensitif.”

Ia berjalan sedikit mendekati meja.

“Jadi saya hanya ingin membiasakannya menghadapi tekanan.”

Bu Rika memandangnya beberapa detik.

Lalu tiba-tiba ia tersenyum.

Senyum yang tenang, tetapi terasa seperti menyimpan sesuatu.

“Oh begitu.”

Andra mengangkat dagu sedikit.

“Ya.”

Bu Rika melipat tangannya di atas pangkuan.

“Kalau begitu tidak perlu repot.”

“Maksud Anda?”

“Saya akan mendidik Novita sendiri.”

Andra mengerutkan kening.

“Dengan cara yang benar,” lanjut Bu Rika.

Kalimat itu langsung membuat wajah Andra berubah.

“Cara yang benar?” ulangnya dengan nada tidak suka.

Bu Rika menatapnya lurus.

“Iya.”

Andra tertawa kecil, tetapi tawanya terdengar sinis.

“Sejak kapan Anda ikut campur urusan divisi saya?”

Bu Rika tidak langsung menjawab.

Ia hanya memandang Andra dengan tenang.

“Andra,” katanya pelan, “kamu tahu kenapa saya bisa duduk di posisi HRD di perusahaan ini?”

Andra mengangkat bahu.

“Karena Anda sahabat ibu saya.”

Bu Rika tersenyum tipis.

“Sebagian benar.”

Ia sedikit mencondongkan tubuh ke depan.

“Tapi juga karena saya tahu bagaimana menjaga perusahaan ini tetap sehat.”

Andra mendecakkan lidah.

“Jangan berlebihan.”

“Saya tidak berlebihan.”

Suara Bu Rika tetap lembut, tetapi kali ini ada ketegasan yang jelas.

“Andra, kamu adalah direktur administrasi.”

Ia berhenti sejenak sebelum melanjutkan.

“Dan kamu juga putra presiden direktur.”

Tatapan matanya semakin tajam.

“Artinya, semua orang di kantor ini melihatmu sebagai contoh.”

Andra tertawa pendek.

“Contoh?”

“Iya.”

Bu Rika menatapnya tanpa berkedip.

“Contoh bagaimana seorang pemimpin seharusnya bersikap.”

Ruangan itu menjadi hening beberapa detik.

Namun Andra akhirnya menggeleng pelan.

“Menurut saya Anda terlalu serius.”

“Dan menurut saya kamu terlalu main-main dengan posisi kamu.”

Kalimat itu keluar cepat dan tepat.

Andra langsung menatap Bu Rika dengan tajam.

“Main-main?”

“Iya.”

Bu Rika berdiri dari kursinya.

Gerakannya tenang, tetapi wibawanya terasa jelas.

“Mempermalukan staf baru, menyuruhnya melakukan pekerjaan yang bukan tugasnya, dan membuat suasana kantor tidak nyaman.”

Ia menatap Andra dengan ekspresi datar.

“Kalau itu bukan main-main dengan jabatan, lalu apa?”

Wajah Andra jelas menunjukkan kekesalan.

Namun ia tidak menjawab.

Ia hanya mengambil kunci mobilnya dari meja dengan gerakan cepat.

“Sudahlah,” katanya dingin. “Saya tidak punya waktu untuk perdebatan seperti ini.”

Ia berjalan menuju pintu.

Namun sebelum keluar, suara Bu Rika terdengar lagi.

“Andra.”

Langkahnya berhenti.

Ia menoleh sedikit.

“Apa lagi?”

Bu Rika berdiri dengan tangan terlipat.

Tatapannya serius.

“Berhenti mengganggu Novita.”

Andra menatapnya tajam.

“Kalau tidak?”

Bu Rika tidak mengubah ekspresinya.

“Kalau tidak,” katanya tenang, “saya yang akan melaporkan semuanya kepada ibu kamu.”

Ruangan itu langsung terasa lebih sunyi.

Andra menghela napas panjang.

Ekspresi wajahnya jelas tidak senang.

Namun kali ini ia tidak membalas.

Ia hanya membuka pintu dengan sedikit keras.

“Lakukan saja kalau anda mau,” katanya singkat.

Lalu ia keluar dari ruangan itu.

Pintu tertutup dengan suara yang cukup keras.

Bu Rika tetap berdiri di tempatnya beberapa detik.

Ia menghela napas pelan.

Tatapannya kemudian beralih ke pintu yang baru saja ditutup Andra.

“Anak keras kepala,” gumamnya pelan.

Namun di balik kekesalan itu, ada kekhawatiran yang tidak bisa ia sembunyikan.

Karena ia tahu satu hal dengan pasti.

Jika Andra tidak menghentikan sikapnya, masalah di kantor itu tidak akan berhenti sampai di situ.

1
gaby
Nah gitu dong. Beruntung bisa jd cinderella di dunia november, coba kalo di dunia nyata, sampe lebaran monyet cm jadi babu
Black Rascall: abis ini aku mau jadi presiden di dunia mereka 🤫🤫🤫
total 1 replies
Lempongsari Samsung
makasih crazy upnya.... ❤❤❤
Black Rascall: siap kak
total 1 replies
gaby
Novita lebay, sok pahlawan merangkul Rio dlm pertemanan. Dia lupa kalo ga ada pertemanan murni antara lawan jenis. Sok jual mahal sm Andra, tp sm Rio malah dia obral. Novita merasa dah diatas langit karena dah bisa membuat Andra mengemas cintanya. Dia lupa, ga selamanya Langit itu cerah, adakalanya langit mendung ketika mau hujan & gelap menjelang malam atau Gerhans. Novita wkt itu cemburu sm Tasya, padahal Andra menjaga Jarak sm Tasya. Tp skrg malah Novita yg merangkul Rio. Kalo Novita peduli sm Rio, dikatakan Rio dgn teman kantor yg sesama jenis. Lagian kalo Rio tiap hr gaulnya sm Novita & the genk, ntar di kira Banci kantoran.
Black Rascall: maaf ni kak sebenarnya Novita ini inspirasi dari salah satu teman yang kisahnya mirip. dia ngerasa gak begitu di anggap semenjak keluarganya hancur dan orang tuanya nikah dan memiliki keluarga masing-masing. jadi dia yang di abaikan dan dirawat oleh neneknya akhirnya ngerasa cinta atau kasih sayang itu abu-abu. dan saat percaya Ama seseorang dia di tinggalkan dan mulai gak percaya sama cinta. ibarat dia mikir di cintai itu hal yang mustahil mengingat orang tua dan cinta pertamanya ninggalin dia dan jadi agak trauma buat memulai hal baru. mungkin improvisasi dari saya bikin lebih rumit jadi maaf kak kalau kurang ngena🙏🙏🙏
total 3 replies
deeRa
Gemash 😍
Black Rascall: dukungan likenya kak biar makin semangat 👍👍👍
total 1 replies
Sri Hafizah
ceritanya bagus saya suka
Black Rascall: makasih kak dukungan likenya kak 👍👍👍👍
total 1 replies
Rahayu Tina
jangan lama2 up nya thorrrr⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️
Black Rascall: tiap hari up kok tiap jam 9 pagi udah aku kasih bab terjadwal sampai bab 108 kok👍👍👍
total 1 replies
deeRa
Menarik, marathon banget ga tuh aku baca 😄
Black Rascall: bercanda kak🤣🤣🤣 lagian masih ada 40 bab terjadwal kok
total 3 replies
Ais Islamiyah
😄😄😄semangat Novita tak bantu dengan doa/Grin/
Black Rascall: beliin seblak aja 😁😁😁
total 1 replies
gaby
Nyentuh apaan tuh Novita yg bukan kunci mobil?? Mungkin kunci utk mencegah populasi bumi musnah🤣🤣
Black Rascall: laki-laki adalah kunci👍👍👍
total 1 replies
Rahayu Tina
up mu ugal²an thorrr kasih⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️
Black Rascall: siap besok kalau veiw 15k update lagi 10
total 1 replies
Lempongsari Samsung
makasih crazy up nya..... ❤❤❤❤❤
Black Rascall: sama-sama
total 1 replies
Ais Islamiyah
waaa jangan² sengaja dikempesin Andra nih🤭🤭🤭
Black Rascall: tolong jangan curiga pak Heru beliau cuma satpam 🤫🤫🤫
total 1 replies
gaby
Puas bgt tiba2 dpt jackpot crazy up👍👍
Black Rascall: hanya ingin ngerayain pencapaian baru 👍👍👍
total 1 replies
gaby
Tumben thor upnya Gila2an. Biasanya sehari cm 1×, smangat thor👍👍👍💪
Black Rascall: soalnya dapat view banyak jadi pengen ngerayain aja dengan ngasih bonus ke para pembaca🤫🤫🤫
total 1 replies
gaby
Kasih upah atau bonus dong Pak Andra buat Yanti & Risa, biar smangat jd mak comblangnya🤣🤣
Black Rascall: nanti di belikan cilok
total 1 replies
Black Rascall
update tor nanti aku gift
Black Rascall
terlalu datar
Salfarina Hasimu
lanjut Thor,,,
Black Rascall: siap kak besok update kok nanti kalau udah 5000 view di kasih bonus 10 bab
total 1 replies
Sri Hafizah
lnjut
Black Rascall: tunggu besok kak
total 1 replies
Black Rascall
baik kak terimakasih dukungannya👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!