NovelToon NovelToon
Vengeance Of A Killer.

Vengeance Of A Killer.

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Anak Genius / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Ilmu Kanuragan
Popularitas:192
Nilai: 5
Nama Author: Khusus Game

Lucas, pembunuh bayaran paling mematikan dari Akademi Bayangan Utara, adalah master pisau dengan elemen air yang tak tertandingi. Obsesinya untuk menjadi yang terbaik dan persaingannya dengan Diana, senior ahli pedang es, membentuk dirinya. Namun, kedamaian hancur saat akademi diserang. Master Loe dan Niama gugur, memicu amarah Lucas yang melepaskan kekuatan airnya menjadi badai penghancur. Di tengah reruntuhan, Lucas bersumpah membalas dendam atas kematian mereka. Dengan sebuah lambang spiral gelap sebagai petunjuk satu-satunya, ia memulai misi pencarian dalang di balik kehancuran ini. Akankah balas dendam mengubahnya atau ia menemukan kebenaran yang lebih dalam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khusus Game, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KISAH DIBALIK KEHANCURAN

"Kita tidak bisa berlama-lama di sini, Diana," Lucas memulai, suaranya lebih serius, memecah keheningan yang nyaman. "Sekte itu pasti akan menyadari hilangnya dirimu. Master Brian tidak akan tinggal diam."

Diana mengangkat kepalanya, menyeka sisa air mata di pipinya. "Tapi... ke mana kita akan pergi?" tanyanya, matanya masih sedikit bengkak. "Kita tidak punya apa-apa."

"Kita akan mencari tempat yang aman dulu, jauh dari jangkauan Sekte Pedang Berbunga," jawab Lucas, menggenggam erat tangan Diana. "Aku tahu beberapa tempat persembunyian yang tidak akan mereka duga."

"Bagaimana dengan Ellyza dan murid-murid lain?" Diana bertanya lagi, nada suaranya dipenuhi kekhawatiran. "Mereka semua dalam bahaya jika Master Brian benar-benar... sejahat itu."

Lucas menghela napas. "Itu akan menjadi prioritas kita berikutnya, tapi kita harus aman dulu," jelasnya. "Aku melihat Ellyza di menara itu, tapi aku tidak yakin apakah dia dipaksa atau memang sudah menjadi bagian dari rencana Master Brian."

"Ellyza tidak mungkin jahat, Lucas," Diana langsung menyangkal. "Dia temanku. Mungkin dia hanya... ketakutan."

"Aku harap begitu," kata Lucas pelan. "Tapi kita tidak bisa mengambil risiko apa pun untuk saat ini. Aku akan memberitahumu semua yang aku tahu tentang Master Brian."

Diana mengangguk, sorot matanya kini penuh kewaspadaan. "Aku siap mendengarkan semuanya," ucapnya, "Berikan aku semua kebenarannya, Lucas."

Lucas mulai bercerita, mulai dari kehancuran Akademi Bayangan Utara, bagaimana Master Brian adalah dalang di baliknya, kekejaman Raven, hingga penyamarannya di Sekte Pedang Berbunga. Ia juga menjelaskan tentang pertemuan rahasia dan rencana Master Brian untuk membangkitkan kekuatan gelap menggunakan energi spiritual murid-murid.

Diana mendengarkan dengan saksama, sesekali matanya membelalak kaget atau dipenuhi kemarahan. Ketika Lucas menyebutkan tentang pengorbanan murid-murid, Diana mengepalkan tangannya erat-erat, wajahnya memerah.

"Dia... dia monster," bisik Diana, suaranya bergetar. "Aku tidak percaya aku pernah menghormati orang seperti itu. Dia mengkhianati kepercayaan semua orang."

"Aku tahu rasanya, Diana," kata Lucas, mengusap punggung gadis itu. "Tapi sekarang kau tahu kebenarannya. Kita harus menghentikannya."

"Bagaimana caranya?" Diana mendongak, menatap Lucas. "Dia sangat kuat, dan sektenya punya banyak pengikut. Kita hanya berdua."

"Kita akan mencari bantuan," jawab Lucas, matanya memancarkan tekad. "Ada beberapa kenalanku yang mungkin bisa kita percayai. Tapi pertama, kita harus keluar dari sini tanpa terlacak."

Mereka berdua bangkit berdiri. Lucas menoleh ke pintu gua. "Aku akan memeriksa sekitar. Kau siapkan dirimu. Kita akan bergerak saat malam tiba."

Diana mengangguk. "Aku mengerti. Aku akan selalu bersamamu, Lucas," katanya, sebuah senyum tipis terukir di bibirnya. Lucas membalas senyum itu, kehangatan kembali menyelimuti mereka berdua, meskipun hanya sesaat.

Saat malam tiba, Lucas dan Diana menyelinap keluar dari gua. Hutan terasa sunyi, hanya ada suara binatang malam. Lucas berjalan di depan, mengandalkan insting dan pengalamannya sebagai pembunuh bayaran untuk mendeteksi setiap bahaya. Diana mengikutinya dari belakang, pedang kembarnya sudah tergenggam erat.

"Kita harus tetap berada di bawah kanopi pohon sejauh mungkin," bisik Lucas, tanpa menoleh ke belakang. "Cahaya bulan bisa membuat kita terlihat."

Diana mengangguk. "Aku mengerti. Aku akan waspada," jawabnya, matanya terus bergerak, mengamati sekeliling. Ia sudah terbiasa dengan kegelapan, tetapi hutan di luar sekte ini terasa berbeda, lebih liar dan tidak familiar.

Tiba-tiba, Lucas berhenti. Ia mengangkat tangan, memberi isyarat agar Diana juga berhenti. "Ada sesuatu," bisiknya, suaranya sangat pelan. "Aku merasakan ada energi di depan."

Diana langsung memasang kuda-kuda bertarung, elemen esnya mulai bergolak di sekitar pedangnya. "Energi apa? Penjaga sekte?" tanyanya tegang.

"Bukan. Lebih seperti... kehadiran yang akrab," jawab Lucas, alisnya berkerut. "Tetap di belakangku, Diana."

Mereka bergerak maju dengan sangat hati-hati. Tidak lama kemudian, mereka melihat siluet seorang pria di bawah pohon besar, tampak seperti sedang menunggu seseorang. Pria itu memakai jubah hitam, dan aura gelap yang samar-samar menyelimutinya.

"Raven," bisik Lucas, rahangnya mengeras. Diana tersentak. Ia tidak menyangka Raven akan muncul secepat ini. Lucas tahu, pelarian mereka tidak akan mudah.

"Kau berani sekali menunjukkan dirimu, Lucas," Raven berkata, suaranya berat dan dingin, matanya yang tajam menatap langsung ke arah mereka berdua. "Dan kau membawa pengkhianat ini bersamamu."

"Dia bukan pengkhianat, Raven," Lucas membalas, melangkah maju sedikit, melindungi Diana di belakangnya. "Dia adalah korban dari kebohongan Master Brian."

Raven mendengus, tawa sinis keluar dari bibirnya. "Omong kosong! Master Brian tidak pernah berbohong. Kalian berdua akan dibawa kembali ke sekte, hidup atau mati."

"Itu tidak akan terjadi," kata Lucas tegas, elemen air mulai berputar di sekelilingnya, membentuk perisai transparan. Diana di belakangnya juga sudah siap dengan pedang esnya.

"Kita lihat saja," Raven menyeringai, cakar bayangannya mulai terbentuk di ujung jarinya, memancarkan aura gelap yang menakutkan. Pertarungan tak terhindarkan.

"Kau terlalu percaya diri, Raven," Lucas menukas, "Kau tidak akan bisa membawa kami berdua."

Raven hanya tertawa, tawa yang menusuk telinga. "Jangan remehkan kekuatan Master Brian, Lucas. Atau... kekuatan barunya."

Sebuah sensasi aneh menjalar di udara, membuat daun-daun bergemerisik panik. Lucas dan Diana merasakan gelombang energi yang berbeda, lebih intens dan mencekam dari sebelumnya.

"Ada apa ini?" Diana bertanya, matanya menyapu sekeliling, merasakan ketidaknyamanan yang mendalam.

Raven tersenyum lebar, menunjukkan gigi-gigi tajamnya. "Master Brian telah mencapai tingkat yang baru. Dia telah menyerap kekuatan dari salah satu murid paling berbakat di sekte."

Jantung Diana serasa berhenti berdetak. "Siapa?" bisiknya, suaranya nyaris tak terdengar.

Raven menatapnya dengan tatapan mengejek. "Sahabatmu, Diana. Ellyza. Dia telah memenuhi tujuannya untuk Master Brian."

"Tidak!" Diana berteriak, tidak percaya. "Kau berbohong, Raven! Ellyza tidak mungkin!"

"Oh, dia sangat mungkin," Raven menikmati penderitaan Diana. "Kekuatan petir Ellyza kini menjadi milik Master Brian. Ditambah dengan elemen kegelapan miliknya, ia telah melahirkan kekuatan baru: Petir Gelap."

Saat Raven mengatakan itu, langit malam yang tadinya cerah kini diselimuti awan gelap pekat. Kilatan petir ungu kehitaman menyambar jauh di atas, membuat hutan bergemuruh.

Lucas merasakan lonjakan energi yang mengerikan dari arah sekte. Kekuatan yang disebutkan Raven itu nyata, dan jauh melampaui apa yang ia perkirakan.

"Sekarang, Master Brian memiliki kekuatan ganda yang sempurna," Raven melanjutkan, bangga. "Elemen kegelapan miliknya kini menyatu dengan petir, menjadikannya tak terkalahkan."

"Ini tidak masuk akal," gumam Diana, kakinya lemas. Air matanya kembali mengalir, bercampur dengan rasa marah dan keputusasaan. "Ellyza... tidak..."

"Ellyza adalah tumbal yang sempurna," kata Raven dingin, cakar bayangannya semakin panjang dan tajam. "Dan sebentar lagi, kalian berdua akan menyusulnya."

Lucas mengatupkan giginya. Kehilangan Ellyza adalah pukulan telak bagi Diana, dan berita ini membuat situasi mereka semakin berbahaya.

"Kita tidak akan menyerah, Raven," Lucas berkata tegas, mencoba menarik fokus Diana. "Kami akan menghentikan Master Brian, apa pun yang terjadi."

"Kata-kata kosong!" Raven menerkam, cakar bayangannya melesat ke arah Lucas.

Lucas dengan cepat membentuk perisai air yang lebih padat, menahan serangan Raven. "Fokus, Diana! Jangan biarkan emosimu menguasai!"

Diana tersentak, tatapan sedihnya berubah menjadi kemarahan yang membara. Elemen esnya bergolak lebih kuat, siap meledak. "Aku akan membalaskan Ellyza!"

"Itu semangat yang bagus," Raven menyeringai, "tapi tidak cukup untuk mengalahkan kami."

Lucas tahu mereka harus melarikan diri. Pertarungan ini tidak seimbang. Dengan Master Brian yang kini lebih kuat dan Raven yang sudah di depan mata, mereka harus kabur.

"Kita harus memancingnya menjauh," bisik Lucas pada Diana. "Buat celah, aku akan membuka jalan."

Diana mengangguk, matanya fokus pada Raven. "Aku mengerti."

Diana menyerang dengan marah, pedang esnya melesat bagaikan badai salju. Raven sedikit terkejut dengan intensitas serangan Diana, memaksanya untuk menghindar.

Celah itu tercipta. "Sekarang!" teriak Lucas. Ia meledakkan perisai airnya, menciptakan semburan air yang kuat ke arah Raven, mengaburkan pandangan pria berjubah hitam itu.

Lucas segera menarik tangan Diana, dan mereka berdua berubah menjadi gumpalan air, mengalir cepat ke dalam semak-semak, menghilang dalam kegelapan hutan.

"Mereka kabur!" Raven berteriak marah, mencoba melacak jejak mereka. Namun, Lucas terlalu pandai dalam penyamaran airnya.

Mereka terus bergerak tanpa henti, menjauh dari sekte dan Master Brian yang kini memiliki kekuatan baru yang mengerikan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!