BIANCA DEALOVA, gadis tengil yang suka sekali dengan tantangan,ia menjadi pusat perhatian di SMA Karya Bakti semua murid cowok pasti mengenalinya.Hingga pada akhirnya, dia ditantang oleh teman-temannya untuk menaklukkan hati seorang siswa baru, EDGAR GRISSHAM pemuda berwajah dingin dan misterius.
"apakah Allexa berhasil menaklukkan hati seorang pemuda dingin itu atau tidak.yuk, Kepoin kisah mereka selanjutnya!!"👋🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon crowell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31 Days Of Chasing Love
Skip pulang sekolah
Bianca gadis itu memasuki mansion mewah Milik kedua orangtuanya awalnya gadis itu terlihat sedih tapi ngapain sedih toh dia sudah terbiasa di buat begini sama orang tuanya.
my crush 🥶
P,SV Bianca calon istri Lo
Nah kira kira begitu lah isi chat Bianca, gadis itu mendapatkan nomor Edgar dari hasil curian di dalam loker Edgar
flashback on
"Shh, lo bertiga jaga pintu," bisik Bianca sambil melirik kanan kiri sebelum masuk ke ruang ganti pria.
"Ca, gak usah nekat deh, nanti kalau ketahuan gimana?" tanya Victoria dengan suara lirih.
"Makanya lo diam-diam aja," ujar Bianca dengan senyum nakal.
"Iya, ca, nanti gue minta nomor Edgar untuk lo deh, gak usah nekat," kata Varsya sambil mengangguk.
"Hmm, nanti kalau handphone Edgar ada polanya gimana?" tanya Almira dengan sedikit kekhawatiran.
"Lo diam aja, nanti kita ketahuan lagi," ujar Bianca sambil membuka pintu ruang ganti pria dengan hati-hati. "Cepat, gue masuk ya, lo,lo dan lo tetap di sini sampai gue keluar," perintah Bianca kepada teman-temannya.
Bianca melangkah masuk ke ruang ganti pria dengan hati-hati, sambil mencari tas atau dompet Edgar yang mungkin berisi handphone atau buku catatan dengan nomornya. Sementara itu, Victoria, Varsya, dan Almira berjaga di luar pintu, siap memberikan tanda jika ada yang mendekat.
Bianca mencari dengan cepat dan teliti, tidak ingin ketahuan oleh Edgar atau orang lain. Setelah beberapa saat, dia menemukan dompet Edgar yang tergantung di gantungan baju. Dengan hati-hati, Bianca membuka dompet dan mencari nomor handphone Edgar. Setelah menemukan nomornya, Bianca segera mencatatnya di secarik kertas yang dia bawa.
Dengan rasa puas, Bianca keluar dari ruang ganti pria dan bergabung kembali dengan teman-temannya.
"Gue berhasil!" bisik Bianca dengan senyum lebar.
flashback off
Bianca memasuki pintu utama mansion dengan tersenyum lebar sambil melompat lompat mengapa bodyguard dan pelayanan yang sedang berkerja,tapi senyumnya pudar wajahnya berubah menjadi begitu datar kalah mendengar suara seseorang yang memanggil nya
"Sayang," panggil Becca, ibu dari Bianca. Wanita itu terlihat mendekat dan memeluk Bianca
tapi Bianca tidak membalas pelukan itu. Gadis itu menatap datar ke arah gadis yang seumuran dengannya, yang terlihat tersenyum manis duduk di sofa.
"Kemari lah, mami mau kenalin kamu sama seseorang," ujar Becca dengan antusias, menarik tangan Bianca.
Namun, Bianca menarik kasar tangannya dan menjawab dengan ketus, "Maaf, saya tidak menyukai orang yang sedang bersama Anda."
Becca menatap wajah Bianca dengan tak percaya, "Sayang, kenapa kamu seperti ini?" tanya Becca, berusaha memahami sikap anaknya yang dingin.
"Saya seperti ini karena Anda, jadi jangan Anda bersikap selayaknya ibu yang melahirkan saya," ujar Bianca dengan senyum sinis.
"Bianca, sayang, kenapa mami salah apa sama kamu sampai kamu kayak gini sama mami?" tanya Becca, berusaha mencari tahu apa yang salah.
"Bianca, apakah Anda lupa nama yang sering Anda gunakan jika memanggil nama saya?" tanya Bianca, mengacu pada nama panggilan yang biasanya digunakan Bianca menatap ibunya dengan mata dingin.
"Kak, plis kak, jangan seperti ini, kasihan mami," ujar Ambar , gadis yang ingin diperkenalkan kepada Bianca, dengan nada memohon.
Namun, Bianca langsung memotong dengan teriakan, "Diam! Gue bukan kakak manusia ini, jadi jangan panggil gue kakak Lo!!" Bianca merasa iri karena ibunya lebih memedulikan orang lain selain dirinya. Rasa sakit hati dan kekecewaan terlihat jelas di wajahnya.
Bianca langsung berlari ke arah lift, menekan tombol yang menuju ke kamarnya. Dia tidak ingin lagi melihat ibunya dan gadis yang baru diperkenalkan itu. Saat lift terbuka, Bianca segera masuk dan menekan tombol lantai atas.
Sementara itu, tanpa Bianca sadari, Ambar tampak tersenyum sinis sambil memeluk Becca. "Mami, jangan khawatir mami, aku akan membuat kakak menerima aku sebagai bagian dari keluarga ini," kata Ambar dengan nada manis, tapi dengan niat yang tidak tulus.
Becca membalas pelukan Ambar "mami percaya sama kamu, sayang , kamu pasti bisa membuat kakak mu,menerima kamu," kata Becca dengan harapan. Namun, dia tidak menyadari bahwa Ambar memiliki agenda tersendiri dalam hatinya.
...----------------...
"hiks hiks, kenapa ni air mata pake keluar segala udah udah gak usah keluar percuma nangis Sampai keluar darah mereka gak akan sayang lagi sama Lo"ujar Bianca menatap dirinya di pantulan cermin
"tapi gue sedih, lihat ini wajah anak yang haus perhatian orang tua, tapi gak caper"ujar Bianca berbicara pada dirinya sendiri
Trio Ganas
Victoria: keluar ngak ?
Varsya: kemana tumben?
Almira membalas varsya: ke hati mu
Anda: ayok pengap gue di rumah
Victoria: ayokk, gue juga bosen di rumah
Varsya:dihh, jorokkk banget
Varsya: ayok,ke mana mana yang penting helieng
Almira:ke bar keluarga gue aja,bar baru di resmikan pagi tadi
Anda: okey OTW
...****************...
Baju yang Bianca pake
...****************...
Bianca keluar dari lift dan langsung disuguhkan dengan pemandangan yang menurutnya menyiksa diri. Becca tengah menyuapi Ambar sambil bercanda, membuat Bianca merasa sakit hati.
"Kak," tegur Ambar dengan sksd (sok kenal sok dekat), mencoba menunjukkan kedekatan dengan Bianca. Namun, Bianca tidak menghiraukannya.
"Eca, sayang, kamu kemana?" tanya Becca dengan nada lembut, mencoba menarik perhatian Bianca. Tapi Bianca tidak peduli.
"Urus saja anak baru mu yang kau pilih dari emperan mana itu, jangan mengurus urusan ku," ujar Bianca dengan nada kasar, sambil berjalan melewati mereka.
"Bianca jika kamu melangkahkan kaki mu ma_
"maka apa,maka kau akan menyita fasilitas ku silahkan"ujar Bianca berbalik kemudian berjalan keluar dari mansion
"anak itu mengapa kurang aja sekali"ujar Becca Liora yang melihat kesempatan itu langsung tersenyum sinis
"mami suap aku lagi"rengek Ambar
"ah, maaf sayang"
...----------------...
"apa kau lihat dia CK memalukan "
"anak itu harus kita berikan pelajaran"
"kasihan sekali nona kita"
"jangan harap kami memperlakukan mu sama seperti nona Bianca"
"muka nya tebal sekali "