"Percayalah tiada yang tidak mungkin, selagi engkau yakin pasti akan ada hal besar datang kepadamu". Novel ini menceritakan tentang seorang wanita yang memperjuangkan kesetiaannya. Namun begitu banyak hal-hal yang membuat dia terkadang putus harapan.
Akankah dia mencoba mengikhlaskan seseorang pujaan hatinya kepada orang lain atau dia akan terus mempertahakannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mrs. My, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 14 Setangkai Mawar
Setangkai Mawar
Faiq yang tidak ingin mendengarkan alasan akbar menyibukkan dirinya untuk membaca buku. Tidak terasa hari sudah mulai malam terlihat matahari yang sudah bersembunyi dihangatnya awan-awan dan digantikan oleh sinarnya bulan yang begitu indah.
Malam ini adalah malam pengumuman lomba pemenang classmeating. Terdengar seseorang mengumumkan dari pengeras suara.
"Diberitahukan kepada seluruh santri untuk berkumpul dilapangan sekarang karena malam ini akan diumumkan pemenang lomba. "
Semua santri berantusias untuk melihat siapa yang akan menjadi juara dalam lomba classmeating tersebut. Mereka pun berbondong-bondong untuk menuju ke lapangan. Termasuk putri yang sedang berada dikamar sedang membereskan tempat tidurnya ketika mendengar suara panggilan itu dia ingin melihat pemenang lomba tersebut.
"Din ayukk kita ikut kelapangan kita lihat siapa yang menang, " ajak putri kepada dinda.
"Gak la put, kamu aja ya, "jawab dinda.
"Dinda siapa tahu kamu yang akan menang nantinya, " ucap putri kembali.
"Putri gak mungkin aku yang menang yang lain kan pada bagus bagus, " ucap dinda sambil berdiri dari duduknya.
"Dinda yang cantik dan manis siapa tahu kamu nanti juaranya karena yang jadi jurinya kan bapak harimau itu, " sahut dinda sambil duduk disebelah putri dan tertawa.
"Putri gak ada hubungannya tau, " jawab dinda mengerutkan keningnya.
"Eehh tapi din kalau dilihat-lihat sepertinya dia itu suka de sama kamu, " sambil menyenggol bahu dinda.
"Siapa namanya itu din, aaaaaaaaaaaaaaaaaaa siapa ya lupa aku din."
"Maksud kamu Akbar. "
"Nah itu dia akbar, akbar si penakluk cinta seorang adinda hahaha. "
"Ah kamu put banyak mengkhayal dia itu sudah aku anggap seperti guru ku sendiri tau."
"Oiya din kamu tau kan laki laki yang sama si akbar waktu kemaren didepan ruangan itu. " Ucap putri yang penasaran.
"Emmm maksud kamu faiq. "
"Siapa-siapa namanya tadi din, " ucap putri semangkin penasaran.
"Faiq putri, Kenapa emangnya put. " tanya dinda kepada putri.
"Jadi nama dia faiq, nama yang bagus sesuai dengan orangnya yang sangat tampan. " Ucap putri sambil menangkupkan tangannya diatas dagu seraya membayangkan sesuatu.
"Maksud kamu put. " Dinda semakin penasaran dengan ucapan putri.
"Maksud aku dia itu yang waktu aku ceritakan sama kamu laki laki-laki yang aku suka itu put. "
Ketika mendengar itu dinda sangat terpaku dan kaget mendengar bahwa faiq adalah laki laki yang dinda kagumi selama ini. Dinda termenung sambil memejamkan matanya. Hatinya begitu hancur dan remuk ingin rasanya dia menangis namun semua itu iya tahan karena tidak mau mengecewakan sahabatnya itu.
"Dinda kamu kenapa, kamu dengarkan apa yang aku bilang. " Ucap putri menggoyang badan dinda.
"Dinda, dinda. "
"Eh iya put gak papa ko, aku dengar apa yang kamu bilang. " jawab dinda yang merasa hari itu badan dia seakan tidak sanggup berdiri lagu.
"Yaudah yuk kita kesana siapa tahu nanti ada pemandangan menyejukkan mata, " ucap putri sambil menarik tangan dinda.
"Eee iya put tapi jangan ditarik tanganku dong, " sahut dinda mengikuti tarikan itu.
🌻🌻🌻
Sesampai dilapangan semua santri telah berkumpul. Mereka mencari tempat duduk dibelakang karena didepan sudah terlihat penuh dan tidak ada tempat duduk lagi. Akbar yang sedang berdiri melihat mereka yang baru saja datang. Faiq yang berada disampingnya memperhatikan akbar yang sedang memandang dinda dari jauh dan menyenggol bahu akbar.
"Tau aja ada orangnya baru datang, " ucap faiq kepada akbar.
"Ah kamu iq sok tau" jawab akbar membuang wajahnya kearah lain.
Faiq duduk disebelah akbar sambil hendak menyampaikan pengumuman perlombaan itu.
"Kepada Ust akbar dimohon untuk menyampaikan pemenang lomba classmeating cabang pidato bahasa arab"
Akbar pun maju kedepan untuk menyampaikan pemenang lomba.
"Bismillah mas" ucap faiq menyagil akbar.
"Kamu iq" akbar tersenyum kepada faiq.
Dinda yang melihat akbar maju kedepan langsung menundukkan pandangan nya. Putri yang melihat itu langsung saja dia menggoda dinda.
"Dinda itu tu siapa ya yang maju kedepan" ucap putri.
"Putri jangan gitu de" jawab dinda
"hehehe" putri hanya tertawa.
"Baikklah sebelum itu saya ucapkan selamat kepada para pemenang lomba. Nama yang saya sebutkan diharapkan langsung maju kedepan ya. Langsung saja saya akan membacakan pemenang lomba pidato bahasa arab juara ke 3 yaitu atas nama................... Gita"
Semua pada bertepuk tangan, yang bernama Gita langsung maju kedepan dan dilanjutkan kembali.
"Selanjutnya juara ke dua jatuh kepada........................salsa"
"Dan yang kita tunggu tunggu untuk juara pertama adalah seorang wanita pintar bernama.........
Dinda dan putri saling menggenggam tangan satu sama lain. Bertanda semoga Dinda yang akan menjadi juara.
"Sekali lagi kepada yang dipanggil harap maju kedepan atas nama................ Dinda Salsabila"
"Alhamdulillah" gumam dinda dalam hatiny. Dinda langung melangkahkan kaki nya maju kedepan.
"Selamat ya dinda, akhirnya kamu yang menang", ucap putri sambil berpelukan satu sama lain. kemudian dinda langsung maju kedepan untuk menerima hadiah tersebut.
Berdiri la para juara didepan, akbar yang bangga dengan dinda karena menjadi juara ingin mengungkapkan selamat kepadanya. Dinda berdiri didepan dan Akbar yang menyerahkan hadia tersebut.
"Selamat ya din, kamu menjadi juara" Akbar memberikan senyuman kepada dinda dan sebuah kado yang cukup besar, Dinda hanya tersipu malu.
Dinda kembali ketempat duduknya didekat putri dengan membawa bingkisan Kado cukup besar. Dinda tidak mengetahui bahwa akbar telah menyelipkan setangkai bunga didalam bingkisan tersebut. Akbar sudah mengetahui bahwa dinda yang akan menjadi juara nya dari itu iya ingin mengucapkan selamat dengan memberi setangkai bunga mawar didalam bingkisan tersebut.
"Kira-kira apa ya kadonya din" tanya putri kepada dinda.
"Emmm gak tau juga si put, nanti kita buka diasrama ya. " ucap dinda mengelus punggung putri
Sesampai diasrama putri dan dinda langsung membuka bingkisan hadiah itu karena sudah sangat tidak sabar. Setelah dibuka mereka sangat terkejut ada setangkai bunga mawar ucapan selamat ditujukan pada putri.
"Ee ada bunga mawar din, sini sini aku baca siapa tahu ada pengirimnya", putri membaca lembar kertas yang ada diujung bunga tersebut.
selamat ya dinda kamu menjadi juaranya semoga bisa lebih baik lagi, dari:A
Putri membacakan isi surat tersebut.
"Ada inisial nya din" ucap putri sembari memberi secarik kertas itu.
"A inisialnya hanya huruf A gumam dinda dalam hatinya.
.
.
BERSAMBUNG
Terimakasih telah membaca
Tunggu episode selanjutnya ya🌻🌻🌻
dah lama ga up jadi udah agak lupa 😅
salam dari -ZEVANAYA-
semangat up nya kak✊✊
ayo selalu saling dukung👍👍
ditunggu ya kelanjutannya slalu hadir JODOH TERPAKSAKU
Ditunggu Next capt terbarunya😁
Udah ku bom like dan kasih rate Lima
Yuk saling suport🤗❤
Terimakasih🙏
Lanjut Thor.
Semangat terus ya..