NovelToon NovelToon
Secreet Mission With You

Secreet Mission With You

Status: tamat
Genre:Action / Mafia / Cinta Seiring Waktu / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Menyembunyikan Identitas / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / Misteri / Tamat
Popularitas:202k
Nilai: 5
Nama Author: moon

Pertemuan tanpa sengaja, membawa keduanya dalam sebuah misi rahasia.

Penyelidikan panjang, menyingkap tabir rahasia komplotan pengedar obat terlarang, bukan itu saja, karena mereka pun dijebak menggunakan barang haram tersebut.

Apa yang akan terjadi selanjutnya?

Akankah, Kapten Danesh benar-benar menyerah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#14. Perjalanan Mengesankan, Part 2•

#14

“Segera masuk atau kita kehilangan jejak!!” pekik bu Maria sambil memasang seat belt. 

Sebenarnya pikiran Danesh masih kalut, usai mengetahui fakta tentang Gyn, dan kini tiba-tiba ada yang mengambil alih mobilnya. Seperti kerbau dicocok hidungnya Danesh yang belum sepenuhnya fokus, hanya menurut saja ketika bu Maria menyuruhnya masuk ke mobil. 

“Aku bersumpah akan mendapatkanmu kali ini,” gumam bu Maria ketika mulai menaikkan kecepatan mobil yang ia kendarai. 

Sementara si pemilik mobil? Duduk pasrah dengan banyak pertanyaan benaknya. 

Pedal gas mulai diinjak, nyaris tak ada kesempatan untuk sejenak menarik nafas, karena sekali lagi Danesh terjebak dalam perjalanan yang mengesankan. Walau adrenalinnya berpacu kencang, dan kedua matanya mengarah ke jalanan, namun Danesh tak punya waktu lagi untuk bertanya.

Mobil di depannya terus melaju, namun bagi bu Maria alias jelmaan sang Peony Merah itu bukan masalah, karena kali ini ia tak akan kehilangan mangsanya. “Mr. B, kita akan segera bertemu,” gumam bu Maria.

“Apa?! Mr. B? Anda mengenal Mr. B?” 

“Belum, tapi ku pastikan sebentar lagi aku akan berkenalan dengannya,” jawab bu Maria tanpa mengalihkan pandangan, sepasang matanya seperti mata elang yang menandai buruannya.

Suasana jalan menjadi heboh karena kedua mobil ugal-ugalan di jalanan, tapi itu bukanlah masalah, karena Danesh membuat perjalanan mengesankan tersebut jadi semakin mudah. Ia membuka laci dashboard mobilnya, kemudian mengeluarkan lampu sirine portabel yang selalu berada di dalam mobilnya, karena Danesh kerap menggunakannya jika dalam kondisi darurat. 

Mendengar suara sirine, beberapa mobil yang berasa di sekitar perlahan menyingkir, hingga akhirnya jalan terbuka lebar, membuat bu Maria bebas menaikkan kecepatan mobilnya. 

Seperti sudah kehilangan rasa takut bu Maria memutar setir hingga mobil menikung tajam, jika beberapa hari yang lalu  mereka melaju dalam kondisi mundur, itu saja sudah sangat ekstrim. Jadi bisa dibayangkan bagaimana dan berapa kecepatan mobil mereka saat ini. 

“Good job, Kapt,” puji bu Maria.

“Aku tak butuh pujian Anda, Bu.” ujar Danesh tak acuh, karena merasa mobilnya berada di dalam kendali aman, pria itu kembali membuka sebuah laci rahasia di bawah karpet penutup dashboardnya, ia mengeluarkan sebuah senjata api. Sebelum menggunakan senjata mematikan tersebut, terlebih dahulu Danesh memeriksa peluru

Setelah mengambil ancang-ancang, Danesh mengangkat tangannya ke udara, dan …

DOR!!!

Tembakann peringatan pun Danesh lakukan, namun hal itu tak membuat mobil yang mereka kejar menghentikan pelarian, justru mobil tersebut semakin menaikkan kecepatan. Danesh melepaskan tembakann bukan untuk pamer, namun ia sepenuhnya sadar, bahwa yang mereka lakukan saat ini membahayakan pengguna jalan yang lain, walau alasannya untuk mengejar terduga pelaku kejahatan.  

“Hei kenapa lewat sini?” Tanya Danesh, ketika melihat mobil hitam melaju kearah kanan, sementara bu Maria melajukan mobilnya ke arah kiri.

“Aku bisa membaca arah mereka.”

“Tapi jalan di sini belum bisa digunakan!!”

Namun bu Maria tak peduli dengan pernyataan Danesh, ia terus melaju, walau jalannya cukup sempit, karena kebetulan jalur tersebut hanya bisa dilalui satu mobil saja. “Percayakan padaku, dan aku harap mobilmu sudah diasuransikan.”

“Anda pikir aku orang susah?” 

Bu Maria tersenyum miring mendengar pertanyaan Danesh, “Sombong juga ternyata, baiklah … aku suka kesombonganmu,” cetus bu Maria dengan wajah berbinar, serta kedua mata berbinar di balik kacamata yang membingkai wajahnya. 

Dan detik berikutnya, bu Maria tak lagi memperdulikan kanan dan kirinya. Beberapa kali mobil milik Danesh menyerempet balok kayu, serta beberapa kardus bekas yang berada di sepanjang jalur yang mereka lalui.

Dan Danesh hanya mampu menghela nafas, tanpa bisa berbuat apa-apa, karena wanita disampingnya ini benar-benar mampu memanfaatkan situasi dan kesempatan dengan sangat baik. Bahkan Danesh harus kembali menghela nafas ketika bemper depan mobilnya menyerempet dinding bangunan ketika kembali melewati tikungan sempit.

Dan akhirnya, bu Maria membuktikan kata-katanya, karena mereka kembali bertemu dengan jalan besar, bahkan mobil Danesh dengan sengaja ia buat melintang di tengah jalan.

“Kenapa berhenti?” Tanya Danesh heran, ia sudah merelakan mobil mahalnya, jika gagal maka ia rugi berlipat-lipat.

“Sebentar lagi mereka tiba.” Bu Maria membuka seat belt kemudian turun dari mobil, ia bahkan sempat melemaskan otot-otot tubuhnya. 

Danesh pun mengikuti langkah bu Maria, ia turun dari mobil dan benar saja perkataan bu Maria, karena sesaat kemudian mobil hitam tersebut datang mereka terjebak tak bisa melarikan diri bahkan putar balik pun tak memungkinkan karena jalanan yang hanya bisa dilalui satu mobil saja.

Danesh sudah mengarahkan senjata apinya ke roda mobil, dan 

Dor!!

Dor!!

Sepasang roda depan kempes seketika, setelah timah panas menembusnya keduanya, dan praktis mobil tersebut tak dapat lagi melarikan diri.

Tak hanya Danesh, ternyata bu Maria pun membawa senjata api, wanita itu pun mengarahkan senjata apinya ke mobil yang baru saja berhasil mereka hadang.

Keduanya berjalan mendekat dengan langkah pelan, berjaga-jaga jika para penumpang mobil misterius tersebut melarikan diri.

“Buka!” perintah Danesh pada si pengemudi, agaknya mereka benar-benar terjebak situasi, mereka tidak menyangka jika hari ini akan ada orang yang memergoki aksi mereka, bahkan berhasil mengejar.

Pintu terbuka perlahan, ada tiga orang pria di dalam mobil, ketiganya keluar dengan kedua tangan terangkat di atas kepala.  

Danesh sedang mengeluarkan borgol dari saku celana jeansnya, namun pria berkaos putih tiba-tiba bergerak melakukan perlawanan. Ia menendang lengan kanan Danesh, hingga senjata api di tangannya terpental ke kolong mobil. Namun ketika hendak melarikan diri, bu Maria menghadiahinya dengan sebuah tendangan di punggung, hingga pria itu tersungkur ke jalanan.

Bu Maria meletakkan salah satu lututnya di punggung pria berkaos putih, “Katakan siapa yang memerintahkanmu.”

“Aku tidak tahu.” Ditengah keadaan terjepit, pria itu tetap enggan membuka mulutnya. Hingga bu Maria kembali menambah tekanan di punggung pria tersebut, hingga ia berteriak keras. “Aaaaaaarg … “ sementara berteriak, kedua tangannya memukul lantai tempatnya tengkurap saat ini.

Di tempat yang sama pula, kedua teman pria itupun nekat melakukan hal yang sama, namun Danesh tak tinggal diam, hingga perkelahian singkat pun berlangsung. Bagi Danesh yang kemampuan berkelahinya setara dengan 6 orang pria, melawan dua pria tak berarti apa-apa, karena dalam waktu singkat ia mampu mampu membuat kedua lawannya babak belur.

Dan akhirnya dari mulut salah satu pria itu pun keluar salah satu nama, “Madame Vivi.”

Danesh dan bu Maria saling pandang, “Madame Vivi …” gumam Danesh. 

“Pemilik toko barang antik?” Bu Maria bertanya.

“I … Iya. Wajahnya memang manis dan lembut, tapi di balik senyumnya, dia adalah seorang wanita berhati dingin dan kejam.”

Setelah mendapatkan satu nama penting, Danesh segera menghubungi Letnan Hadi agar menjemput para tersangka, yang diduga menghilangkan nyawa Gyngyn.

1
kehaluan
danesh udah punya anak?
kehaluan
aku reader baruu.. dan suka banget ceritanya😍
kayaknya cerita ini sambungan dari judul lain ya?
moon: betul kak.

kisah remaja danesh ada di judul because we are young.
total 1 replies
Hariyanti
ceritanya bikin tegang tapi menarik dan penuh misteri 😘😘
Hariyanti
masih penuh misteri 😲
Visencia Alingga
mantap. semangat berkarya ❤❤❤❤❤
Visencia Alingga
keenakan ya nesh, ampe dol rem nya 🤣🤣🤣🤣
Dian
seruu ceritanya
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
menurut aku malah sebenernya renata udah cinta sama gerald tp dia ngerasa perasaan cinta nya masih ke danesh, dengan renata memilih berada di sisi gerald di akhir hidup gerald sebenernya nunjukin kalo dia punya rasa sayang walaupun mungkin belum sebesar ke danesh ya 🙂 cuma tragis banget mereka bersatu nya di alam baka 🥲
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
Dhera kayaknya nyamar jd bu maria deh wkwk
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kalo di bilang ga becus malah lebih ga becus ibu nya, anak pertama nya pun kan seorang anak dia juga belum di usia yg remaja atau dewasa jd masih butuh juga di dampingi tp dia diminta bantu untuk jaga adek nya ya gapapa tp sebaiknya tetep ada pendampingan orang dewasa, ini nih yg bikin anak pertama seolah berasa mutan ga boleh salah ga boleh sakit karena berasa di lahirin buat jagain adek2 nya 😅
Hilmiya Kasinji
Luar biasa
Hilmiya Kasinji
ijin baca kak
Annie Soe..
Karya yg bener2 keren, bikin maraton bacanya..
Terus & tetaplah berkarya, hasilkan karya2 keren lainnya..
Lap yu thor..
Annie Soe..
Kang king kung kah ???😄😄
Sunny Kwok
Luar biasa
SLina
thor aqu pun Brokenheart. 😭😭😭
untung ku skip langsung part akhir. entah knp aqu di tim gerald. krn gerald sad end, g jadi read lagi
Mama david
novelnya sungguh luar biasa keren kak👍👍🥰🥰
moon: terima kasih atas apresiasinya, Kak 🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
karin
Bu maria nama sarmaran. Nama asli nya adera. betulkan thorr
Ari Carla
sudah ku duga
dewi oktaviah
aaaaaaa kak author
aku suka karya mu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!