Ardian Herlambang duda tampan yang tak memiliki keinginan untuk menikah lagi setelah sang istri meninggal harus berurusan dengan gadis yang selama ini selalu dihindarinya.
Kinanti Maheswari, dokter cantik yang selama ini selalu menatap satu pria di dalam hidupnya. Rasa cintanya yang besar membuatnya tak bisa berpaling dari Ardi, walaupun berkali-kali lelaki itu mematahkan hatinya.
Hingga akhirnya sebuah kesalahpahaman membuat Ardi terang-terangan membenci Kinanti dan mengucapkan kata-kata yang sangat menyakiti hati gadis itu. Hingga akhirnya Kinan memutuskan untuk benar-benar pergi.
"Jangan pernah menghubungiku hanya karena merasa bersalah, semua yang kamu ucapkan benar. Aku bukan siapa-siapa, hanya parasit yang menumpang hidup di tengah-tengah keluarga kalian." ucap Kinan pada Ardi sebelum berlalu menuju calon suami yang sudah menunggunya.
Akankah Ardi menyadari perasaannya setelah kehilangan Kinanti? Bagaimana kehidupan Kinanti bersama lelaki yang tak pernah bisa dicintainya itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naira_W, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jangan Terlalu Dekat Dengannya
"Apa yang mau diomongin ke aku, mas?" tanya Kinan pada Ardi.
"Mama papa kamu minggu depan mau datang ke sini." kata Ardi.
"Oh itu, iya sekalian papa ada seminar di kota ini." kata Kinan yang sama sekali tak terkejut dengan apa yang disampaikan Ardi.
"Kamu udah tau?"
Kinan mengangguk sebagai jawaban.
"Tapi kamu nggak ngasih tau aku?" tanya Ardi terlihat jika dia tak terima karena Kinan tak memberi tahu tentang kedatangan sepupu dan suaminya.
"Keterlaluan kamu, Kinan." katanya lagi.
Kinan mengernyit bingung, tangannya menggaruk kepalanya tak gatal.
'Salahnya dimana, kan dia yang nyuruh aku jangan mencari atau menghubunginya lagi.' batin Kinan.
"Laki-laki tadi pacar kamu? Kenal dimana?" tanya Ardi terlihat tak suka.
"Dia sepupunya mas Rafa, suami Leni." jawab Kinan yang tak mau menjelaskan hubungannya dengan Bian.
"Kamu baru kenal sama dia kan?"
Kinan tak menjawabnya, dia hanya menunduk menatap ke arah rumput yang berada di bawah flatshoes nya.
"Apa sebegitu putus asanya kamu sampai pacaran sama orang yang baru saja kamu kenal? Kukira kamu bisa berpikir dewasa setelah peringatanku saat itu. Apa reaksi mama papa kamu kalau tau kamu sudah mau-maunya dicium sama laki-laki di tempat umum?"
"Mama sudah tau tentang Bian." kata Kinan.
"Apa?? Mbak Putri tau?"
Kinan mengangguk dengan semangat dan justru membuat Ardi merasa kesal.
"Mas Bian sempat ketemu mama waktu dia ngurusin proyek di Semarang." kata Kinan.
Ardi menatap Kinan tak percaya, baru sebulan dia tak berkomunikasi dengan gadis itu. Ternyata langkah gadis yang katanya mencintainya itu sudah sangat jauh.
"Mas Ardi nggak usah khawatir, Bian laki-laki baik dan sangat dewasa. Dia bisa mengimbangi sikap kekanakan ku. Bahkan menurut mas Bian itu adalah daya tarik ku yang membuatnya selalu merindukanku." kata Kinan jujur.
Bian memang mengatakan hal itu saat Kinan menceritakan tentang kepedihan kisah asmaranya.
Ardi terduduk lemas di kursi depan Kinan, matanya menatap lampu taman yang berada di belakang Kinan.
"Aku mau pulang. Hari ini aku sangat lelah soalnya pasienku hari ini cukup banyak." kata Kinan yang sepertinya ingin segera pergi dari Ardi.
Jleb!!!
Ardi merasa nyeri di hatinya, biasanya Kinan tak pernah mau pulang jika menghabiskan waktu bersama Ardi. Bahkan Ardi sering mengusir atau memaksa perempuan itu untuk pergi.
"Baiklah, ayo." kata Ardi kemudian bangkit dari kursi yang tadi didudukinya.
Ardi pun mengantar Kinan pulang dengan hati gundah gulana. Dia merasa aneh dengan perasaannya. Seharusnya dia senang karena Kinan sudah tak mengganggunya lagi.
Tapi entah kenapa dirinya malah merasa tak ikhlas jika Kinan bersama laki-laki itu.
"Besok pagi aku jemput kamu." kata Ardi sebelum Kinan masuk ke gedung apartemennya.
"A... apa?? Nggak usah, mas Bian janji mau jemput aku besok pagi." kata Kinan.
"Aku nggak ijinkan kamu dan si Bian itu terlalu sering ketemu. Jangan terlalu dekat dengannya, tunggu sampai papamu datang ke sini dan mengenalnya. Paham!!" kata Ardi dengan jengkel.
Kinan hanya diam saja dan malas meladeni Ardi jadi dia pun mengangguk kepalanya saja.
"Ya sudah, sana masuk dan istirahat. Jangan begadang buat nonton lagi." kata Ardi menyuruh Kinan masuk dengan menggerakkan tangannya seperti mengusir kucing liar.
Sementara Kinan yang masih kaget dan bingung pun membalikkan badannya dan segera masuk ke dalam gedung apartemennya.
Dia merasa ketakutan, karena sepertinya Ardi benar-benar kerasukan.
"Kayaknya malam ini aku harus nonton caranya ngatasi orang yang kerasukan." kata Kinan yang merasa merinding saat melihat sempat Ardi tersenyum tipis padanya saat dia membalikkan badannya untuk melihat apakah Ardi sudah pergi atau belum.
😀😀😚😍😙😗
alfian bawa kabur aja Era..
biar Rukmini keoanasan..
❤❤❤😘😍😙😙
❤❤❤😘😍😙😙😙
kasihan pak prabu...
❤❤❤😘😍😙😙
❤❤❤❤❤
gmna kabar Rukmini yaa..
apakah masih kenceng mukanya..
decara si tuan golek kan dibuang gak dikasih makan lagi..
❤❤❤❤😀😀😘😍😍😙
❤❤❤❤😀😀😀😘😙😙
❤❤❤❤❤
❤❤❤❤
nana syok tuhhh..
😀😀❤❤❤❤
laki2 tau dori dan baik hati..
❤❤❤❤❤