“Kupikir kau akan memperjuangkanku.”
menikah dengan orang yang amat vivi benci , karna perjodohan yang sudah dilakukan sebelum dia lahir akankah keduanya akur , ikuti ceritanya ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Viviana Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 14
Jam 12 malam
Vivi melihat suaminya sudah tidur pulas di atas sofa yang berada di ruangannya itu , vivi menarik nafas panjang karena saat ini dia kekenyangan “ bisa bisanya aku makan begitu banyaknya , agar terlihat baik baik saja di depan orang tak ber perasaan itu” gumamnya lirih , dia mengingat perdebatan antara dia dan suaminya beberapa jam yang lalu , Cukup lama mata vivi terjaga , sampai jam menunjukkan jam 1.30 dini hari ,
Vivi beranjak dari ranjangnya karna dia saat ini ingin ke kamar mandi , membawa tongkat penyangga infus itu ke dalam kamar mandi, dia melangkah dengan hati hati , agar tak mengganggu tidur suaminya .
Beberapa saat kemudian vivi baru saja keluar dari kamar mandi “ kenapa tidak membangunkan aku” ucap dicky menatap lekat wajah istrinya yang berdiri diambang pintu ,
“astaga kau membuatku kaget ”ucapnya , sambil memanggang dada dan tangan satunya lagi memegang penyangga infus, dengan raut wajah yang benar terkejut , “ aku takut mengganggu tidurmu” ucapnya kemudian melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti.
Dicky mengambil penyangga infus yang ada ditangan istrinya tanpa izin , sampai istrinya hampir terjatuh karna ulahnya, niatnya ingin membantu malah mencelakai , dengan sepat dia meraih tubuh istrinya dalam pelukannya “maaf aku tidak sengaja , aku hanya ingin membantumu ”ucap dicky khawatir , yang hanya dapat pelototan dari sang istrinya
“ lepas aku mau jalan” perintah vivi kesal, sambil melihat tangan suaminya yang melingkar di pinggangnya “ sial baru satu hari aku sudah hampir mati tiga kali” umpat vivi dalam hati , apa yang akan terjadi ke depannya mungkin akan lebih sulit.
Dicky melepas dekapan tangannya pada pinggang istrinya , dia melihat istrinya kesal karna tingkahnya
※ pagi
Setelah dokter memeriksa ke adannya vivi sudah diperbolehkan pulang , kini dia sudah mengganti pakaiannya yang dibawakan suaminya tadi malam ,
Saat ini vivi berada di ruangannya sendirian karena suaminya sedang mengurus administrasi “ tinggal 4 hari lagi cuti ku habis” ucap vivi sedih , mengingat dia harus menjadi bawahan suaminya “ gak dikantor gak di rumah sama saja , sama sama ketemu sama dia” gerutunya
“kalau kamu mau , kamu bisa menginap di sini sesuka kamu , jika kamu tidak mau ikut pulang dengan ku” ucap dicky yang baru saja masuk ke ruang inap istrinya , dan tidak sengaja mendengar celotehan istrinya
Vivi mengerucutkan bibirnya setelah mendengar ucapan suaminya “ dari pada buat bayar rumah sakit , bukannya lebih bagus uangnya buat beli apartemen baru dengan dua kamar ” sarannya
“ apa aku tidak pernah dengar , kalau pasangan suami istri dilarang tidur berpisah , di mana pun istriku tidur aku akan menemaninya” ucap dicky , dia sengaja menggoda istrinya ,Vivi mendengus kesal mendengar ucapan suaminya yang mesum itu
※ apartemen
Kini vivi berniat memesan makanan dari aplikasi online , karena dari pagi dia belum sarapan selama di rumah sakit “kamu mau makan apa? Aku mau pesan delivery!” tanya vivi pada suaminya , yang kini sedang asik main PS di depan tv berukuran 30 in.
“ apa aja sama in sama punya kamu”ucap dicky , yang lagi serius sama game nya
“ kamu ada alergi makanan apa gitu?”tanya vivi pada suaminya yang kini sedang main game kayak bocah SD menurutnya
“enggak aku gak ada alergi makanan” sahutnya
“ Ok”
Setelah memesan makanan vivi berniat untuk membersihkan tubuhnya karna sudah terasa lengket ,
Beberapa saat kemudian vivi sudah keluar dari kamar mandi , dengan keadaan rambut yang masih basah, dia hanya menggunakan kaos oblong berukuran XL , orang yang memandangnya sekilas akan berpikir jika dia tidak mengenakan celana karna celananya tertutup oleh kaos yang dia kenakan ,
“ apa pesanannya sudah datang ”tanyanya pada suaminya yang masih bermain game
“belum mungkin bentar lagi” jawabnya tanpa melihat istrinya ,
"Oh"
Ting tong
“ kamu yang ambil aku masih sibuk” ucapnya sambil mengeringkan rambutnya
“ kenapa kau menyuruhku , aku juga sedang sibuk” balas dicky ,
“dasar” decak vivi kesal , sambil melempar handuk yang dia pengang pada suaminya , kemudian beranjak untuk membuka pintu” wanita ini” Desis dicky kesal karna matanya tertutup handuk, sontak dia menoleh ke arah istrinya yang tengah berjalan ke arah pintu , dia terpaku saat melihat penampilan istrinya yang hanya menggunakan kaos oblong tanpa bawahan “sial aku bahkan belum melihatnya” umpatnya , kemudian dengan cepat berlari mengejar istrinya “ biar aku yang buka” ucapnya sambil mendahului langkah istrinya.
“ benar benar gak bisa ditebak” gerutu vivi melihat tingkah suaminya ,
bersambung
terima kasih sudah mau membaca karya saya