Kehidupan Naura Anandita ternyata tidak seberuntung anak-anak pada umumnya. Hinaan dan cacian adalah makanan Naura sehari-hari, bahkan penderitaan demi penderitaan tidak pernah absen menghampiri kehidupan Naura. Acara camping sekolah yang seharusnya menjadi momen bahagia, justru menjadi awal penderitaan yang panjang untuk Naura. Naura diperkosa oleh seseorang pria yang mabuk, kehidupan Naura semakin hancur saat Naura diketahui hamil dan diusir oleh orangtuanya sendiri. Ditengah keputusasaannya, tidak disangka Naura dipertemukan dengan orang yang sudah memperkosanya itu. Siapakah dia? Apakah Naura akan meminta pertanggung jawaban orang itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14 Kemarahan Chris
Chris mengantarkan Naura pulang ke kosannya, selama dalam perjalanan Naura hanya diam bahkan airmatanya terus saja mengalir membuat Chris merasa bersalah kepada Naura karena tidak bisa membantu Naura.
Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya motor Chris sampai di depan kosan Naura. Mereka berdua pun masuk, Naura membuatkan minuman untuk Chris.
"Ra, maafkan aku karena aku tidak bisa membantumu."
"Tidak Kak, selama ini justru Kakak sudah terlalu banyak membantu aku, sudah cukup Kakak berkorban demi aku," sahut Naura dengan deraian airmata.
Chris menyeka airmata Naura dan membawa Naura ke dalam pelukannya.
"Jangan menangis lagi, aku tidak sanggup kalau harus melihat kamu menangis seperti ini."
"Bagaimana kehidupan aku ke depannya, Kak? Aku harus bekerja untuk menghidupi aku dan anakku."
"Kamu jangan mikirin ke depannya, masalah biaya kehidupan kalian biar aku yang urus kamu tidak perlu memikirkannya," seru Chris.
"Bagus, jadi begini kelakuanmu Chris!" bentak Mami Veronika.
Chris langsung melepaskan pelukannya, betapa terkejutnya Chris saat melihat Mami dan Tristan sudah berdiri diambang pintu.
"Mami."
Chris dan Naura berdiri, Mami Veronika melangkahkan kakinya dan plaaaakkkk....
Mami Veronika menampar Chris dengan sangat keras membuat Naura terkejut tapi berbeda dengan Tristan yang tampak menyunggingkan senyumannya.
"Tante, aku mohon jangan pukul Kak Chris, dia tidak salah yang salah itu aku," seru Naura.
"Diam kamu ******, bisa-bisanya kamu menggoda anakku. Sungguh sangat menjijikan, masih sekolah sudah hamil seperti ini dan kamu berusaha menggoda anakku untuk menjadi Ayah bayi dalam kandunganmu, jangan mimpi!" bentak Mami Veronika.
"Mami, Naura tidak pernah menggodaku dan Naura tidak salah apa-apa," bela Chris.
"Astaga Chris, bisa-bisanya kamu membela wanita murahan itu, apa jangan-jangan kamu juga sudah merasakan tubuh dia," ledek Tristan.
"Kurang ajar, jangan sembarangan kalau ngomong!" bentak Chris.
Chris hendak menghampiri Tristan dan ingin memukul Tristan tapi Naura dengan cepat menahannya.
"Jangan Kak, Kakak harus tenang," seru Naura dengan deraian airmata.
"Kamu puas, sudah membuat anak-anak saya seperti ini? Kamu memang perempuan murahan, bahkan kamu meminta Chris untuk menyewakan kontrakan untuk dirimu tinggal!" bentak Mami Veronika.
"Mami, Naura tidak pernah meminta Chris untuk mengontrakan tempat tinggal, semuanya keinginan Chris sendiri!" bentak Chris.
"Sudah berani kamu membentak Mami, Chris! Apa yang kamu harapakan dari perempuan murahan ini? Lihatlah Kakakmu ini, dia mencari calon istri yang setara dengan keluarga kita bahkan Dinda anak dari keluarga terhormat. Sedangkan dia, dia anak siapa? Dia hanya akan membuat keluarga kita malu saja," geram Mami Veronika.
Tristan tersenyum penuh kemenangan, dia memang ingin menyingkirkan Naura karena Naura akan membahayakan dirinya, apalagi kalau Mami dan Adiknya tahu kalau dialah yang sudah memperkosa Naura.
"Chris tidak peduli Mi, pokoknya Chris akan tetap bersama Naura apa pun yang terjadi," sahut Chris mantap.
"Bagaimana kalau Papi mu sampai tahu, dia bakalan marah besar, Chris!" bentak Mami Veronika.
"Sudahlah kamu nurut saja Chris, jangan sampai kedua orangtua kita murka karena kamu lebih memilih ****** ini," tunjuk Tristan dengan emosinya.
Hati Naura sangat sakit mendengar sebutan ****** yang diucapkan oleh Tristan karena memang sesungguhnya ini adalah perbuatan Tristan sehingga Naura harus menanggung semuanya.
Chris menarik kerah baju Tristan. "Kamu tidak berhak mengatur-ngatur hidupku, sejak dulu aku tidak pernah ikut campur urusanmu jadi sekarang juga kamu jangan pernah mencampuri urusanku!" bentak Chris.
"Sadar Chris, perempuan itu hanya akan membuatmu sengsara. Memangnya kamu mau menikah dengan wanita yang sedang hamil seperti itu? Kamu mau bertanggung jawab atas apa yang tidak pernah kamu lakukan, masih mending anak itu lahir dengan normal dan menyayangimu, tapi bagaimana kalau anak itu lahir dengan fisik yang cacat, bisa-bisa hanya akan menyusahkan dan membuatmu malu!" bentak Tristan.
Plaaaakkkk..
Naura menghampiri Tristan dan langsung menampar Tristan membuat semua orang membelalakkan matanya.
"Kamu sudah keterlaluan, kamu boleh saja menghinaku tapi jangan pernah kamu menghina anak ini. Memangnya kamu pikir siapa yang sudah membuat aku seperti ini? Kamu sudah merusak masa depanku, kamu sudah menghancurkan semua cita-citaku, kenapa sekarang kamu datang dan menghinaku padahal aku sama sekali tidak pernah mengusik kehidupanmu!" teriak Naura dengan deraian airmata.
Plaaakkk....
Mami Veronika menampar balik Naura...
"Berani sekali kamu menampar anakku, memangnya kamu pikir, kamu siapa?"
Chris tampak terdiam, dia hanya memikirkan apa yang barusan yang dikatakan Naura kepada Tristan, Kakaknya.
"Ra, maksud dari perkataanmu apa? Kenapa kamu menyebut Kak Tristan yang sudah merusak masa depanmu?" tanya Chris.
"Kak, orang yang sudah memperkosaku adalah dia, dia yang sudah menghancurkan hidupku, dan ini adalah anak dia!" bentak Naura dengan menunjuk ke arah Tristan.
"Apa?"
Semuanya membelalakkan matanya, terutama Chris yang merasa tidak percaya dengan apa yang sudah Naura katakan.
"Tristan, kamu?"
Tristan sangat panik, wajahnya memerah menahan amarahnya.
"Jangan percaya Mami, dia itu pembohong. Enak saja kamu, sungguh perempuan tidak tahu diri!" teriak Tristan gugup.
Bughh..bughh..bughh...
Tanpa aba-aba Chris memukul Tristan, matanya memerah menyiratkan kalau saat ini Chris sangat marah.
"Brengsek kamu, kelakuanmu sungguh sangat menjijikan," geram Chris.
"Jangan percaya, si ****** itu sudah berbohong, mana mungkin aku melakukan hal serendah itu," sahut Tristan panik.
"Benar Kak, aku tidak bohong waktu itu dia mabuk," sahut Naura.
"Dasar manusia sampah."
Chris terus saja memukul Tristan, hingga Mami Veronika pun berteriak meminta tolong dan beberapa orang langsung datang dan memisahkan keduanya.
Tristan tampak babak belur, bahkan hidung dan bibirnya berdarah. Mami Veronika panik dan membawa Tristan pergi tanpa sepatah kata pun.
Chris terduduk lemas, dia tidak menyangka kalau yang sudah menghamili Naura adalah Kakaknya sendiri.
"Kak, maafkan aku, aku tidak bermaksud membuat hubungan keluarga kalian seperti ini," seru Naura dengan deraian airmata.
"Kenapa kamu tidak bilang, kalau yang sudah memperkosamu adalah Kak Tristan."
"Aku juga tidak tahu Kak, kalau pria itu saudara Kakak."
Perlahan Chris bangkit dan berdiri membuat Naura merasa bersalah.
"Kamu istirahat saja, jangan banyak pikiran biarkan semua ini aku yang urus," seru Chris.
Chris mengambil tasnya dan meninggalkan kosan itu, Naura hanya bisa melihat kepergian Chris dengan perasaan bersalah.
Chris melajukan motornya dengan kecepatan tinggi, sungguh Chris merasa sangat marah kenapa harus Kakaknya yang menjadi Ayah dari anak yang sedang dikandung gadis yang sangat dia cintai itu.
"Aaaaarrrrggghhh....."
Chris berteriak sekuat tenaga, membuat semua orang melihat ke arah Chris. Tanpa terasa sudut mata Chris basah, hatinya benar-benar sakit harus mengetahui kenyataan ini. Chris tidak tahu apa yang harus dia lakukan ke depannya.
kenapa Andre nggak dikasih jodoh jg..
tapi nanti jadi panjang episode atau babnya..
terima kasih author keren...