Setelah tujuh tahun lama nya ditinggal istri tercinta untuk selamanya,Aska belum membuka hati nya kembali untuk siapapun.Hati nya beku tak mampu tersentuh oleh siapapun,selama beberapa tahun Aska menyibukkan dirinya dengan pekerjaan yang begitu padat.
Dalam waktu tujuh tahun dia kembali dipertemukan oleh Diandra, wanita yang pernah menyimpan rasa padanya, namun dengan tegas Aska menyuruh wanita cantik itu pergi dan lenyap dari hidup nya.Setelah lama berpisah apakah Diandra mampu menyentuh hati Aska,tetapi sayang nya mereka bertemu di saat Diandra sudah memiliki calon suami.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana syaqila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EP 14. Perjodohan part 2.
Uhuk uhuk uhuk..........
''Mi Sudah lah jangan selalu membicarakan itu, apa Mami tidak bosan membicarakan perjodohan terus menerus. ''bantah Aska.
''No no, tidak akan bosan. Kamu tinggal diam duduk manis, Mami yang akan melakukan semua untuk kamu. Mami yang akan mencarikan cinta untuk mu Aska. ''Aska melihat malas Mami nya.
''Tidak perlu Mi, Aska akan mencari cinta untuk diri Aska sendiri. ''
''Oh begitu, baik Berapa lama waktu yang kamu butuhkan. ?Satu minggu atau satu bulan. ''ucap Mami meledek anak nya.
''Santai saja Mi jangan terburu-buru. ''pinta Aska.
''Mami akan memberi waktu satu minggu, atau satu bulan saja. ''jawab Mami.
''Yang benar saja Mi.. ''Gerutu Aska.
''Lalu kamu ingin berapa lama Aska, satu tahun. Ah Mami lupa mau satu atau sepuluh tahun kamu tidak akan mendapat kan istri. ''kata Mami dengan kesal.
''Please Mi berikan Aska kesempatan untuk kali ini. ''pinta Aska dengan wajah memohon.
''Baik Mami akan berikan waktu satu bulan, dan kamu tidak boleh lagi.
menawar. ''
Aska hanya bisa pasrah dia hanya manggut-manggut saja menyetujui nya, Mami adalah orang selalu ada dan mendukung nya dalam keputusan apapun. Mami nya lah orang pertama yang memberi restu saat dia menikahi Hanin, Mami juga yang tak pernah lelah mensupport dia ketika Hanin ada sampai kembali kepangkuan ilahi. Jadi Aska tak berani menentang Mami nya terlalu jauh, bagi nya hidup nya saat ini hanya untuk Papi dan Mami nya saja, karena tidak ada lagi orang spesial di mata nya.
''Apa Mami suah tidak waras memberiku waktu satu bulan, bukan kah Mami tau stau tahun saja belum tentu aku mendapatkan wanita yang ku cintai.''Aska ngedumel di dalam mobil nya.
Di kantor Aska langsung memanggil Zahra ke ruangan nya, dia pun segera menceritakan soal perjodohan yang kembali Mami nya utarakan.
''Apa tante tidak lelah menyuruh bapak menikah dengan Seorang sekertaris seperti saya. ''kata Zahra yang juga lelah dengan masalah ini.
''Kamu kan tau Ra, seperti apa Mami
itu. ''
''Ya sudah cepat lah bapak mencari pacar, atau ada gadis yang sedang ada taksir. Segeralah berjuang untuk mendapatkan nya. ''saran Zahra.
''Tidak ada Ra, apa kamu pernah melihat aku jatuh cinta lagi. ''
''Iya aku melihat nya. ''kata Zahra begitu yakin.
Aska melirik Zahra, apa yang diketahui sahabat nya itu. Bahkan Aska sendiri tidak pernah merasakan cinta apa pada siapapun, Aska yakin pasti Zahra hanya menggoda nya saja.
''Jangan melihat ku seperti itu. ''protes Zahra.
''Apa yang kamu pikirkan tentang ku. ?''Aska bertanya.
''Jangan membohongimu hatimu Pak aska. ''Pinta Zahra.
Aska berpikir apa maksud dari ucapkan aan Zahra, sekertaris nya itu membuat Aska berpikir keras sampai pusing sendiri karena tak menemukan jawaban nya.
''Lelucon, kamu hanya membuat ku pusing Ra. ''celetuk Aska.
Zahra kembali membulatkan mata nya, menurut nya Bos nya yang genius itu seketika menjadi bodoh permanen di hadapan nya.
''Saya tau bapak suka dengan Direktur Diandra kan. ?''Aska seperti tersendiri hati nya mendengar itu.
''Apa kata mu.. ?''Aska menjadi resah, apakah yang Zahra katakan itu benar. Secara dulu dia telah membuang Diandra begitu saja, tidak mungkin jika dia mencintai gadis itu saat ini. Aska kembali memikirkan sikap dan perasaan nya belakangan ini yang seakan tak sejalan dengan pikiran nya.
''Apa aku mencintai nya, apa perasaan ku belakangan ini karena jatuh cinta dengan nya. Tapi saat ini Diandra telah memiliki sandaran hati, tak mungkin jika kau mendekati nya. Akhhh aku benar-benar tak percaya jika mencintai nya. ''titah Aska dalam hati nya.
''Ngaco kamu Ra. ''Aska berusaha membantah ucapan Zahra.
''Tak usah di sembunyikan dari saya, bapak cemburu kan melihat Di dengan kekasih nya malam itu, apalagi ketika mereka tampak mesra. Sangat terlihat jelas kemarahan di mata mu. ''ucapan itu menjadi tamparan keras bagi Aska, pasal nya semua itu benar.
''Apa menurut mu aku menyukainya Ra.. ?''Aska mulai terbuka.
''Sangat yakin.. ''ucap Zahra.
''Tapi itu tidak mungkin, mas ade cepat itu aku menyukai nya. ?''Aska terus meminta pendapat Zahra.
''Memang butuh waktu berapa lama untuk hati bisa mencintai, bukankah waktu bapak menyukai Hanin tak membutuhkan waktu yang lama. Hanya saja kalian menyembunyikan semua itu dari kami. ''Aska kembali termenung, memang benar tak butuh waktu lama dia mencintai istrinya. Hati nya yang saat itu kacau karena perselingkuhan Gisel, terobati dengan hadir nya gadis cantik nan lembut, yang mampu menenangkan perasaan nya yaitu Hanin.
''Tapi.. ''
''Tidak ada kata Tapi, buang gengsi anda pak. !Akui saja jika sedang jatuh cinta, ingat pak sebelum janur kuning melengkung Diandra masih enak untuk dimiliki. ''Zahra menautkan kedua alis nya.
''Tetap saja namanya merebut kekasih orang. ''
''Tidak lah, mereka pasih pacaran dan masa pacaran itu dimana seseorang sedang mencari cinta yang cocok untuk dirinya, dan memastikan pantas atau tidak untuk menemani nya sampai seumur hidup. ''kata Zahra meyakinkan Aska.
''Sudah lah Ra, bahas ini lain kali saja aku merasa pusing. ''Aska masih tak percaya jika dirinya mencintai Di.
Saat ini ada pertemuan Antara Doanya dan Aska mengenai proyek apartemen milik nya. Saat ini hasilnya sudah 70 persen, dan mereka pasti akan datang untuk mengontrol pekerjaan.
Aska lebih dulu sampai, dia sudah menunggu Diandra di sebuah restauran yang menjadi fasilitas apartemen mewah itu.
''Lihat lah pak, pujaan hatimu sudah datang. ''ucap Zahra apaan melihat Diandra datang bersama sekertaris nya.
Aska melirik Zahra dan mendengus kesal, sahabat nya itu tengah menggoda nya.
''Selamat siang Tuan Askara.. ''Diandra menyapa dengan sopan.
''Selamat siang.. ''jawab Zahra.
Aska tentu saja diam, seperti anak kecil yang berlindung di punggung ibu nya yaitu sekertaris nya Zahra. Sekertaris seru sahabat itu yang lebih dominan berbicara banyak dengan Diandra. Aska hanya mengucapkan satu atau dua kata saja jika di perlukan.
Mereka saat ini tengah mengecek ke dalam apartemen, Aska ingin hasil yang detail dan memuaskan. Dia memang sangat teliti jadi tidak boleh ada kesalahan sedikit pun dalam bekerja. Apalagi apartemen ini adalah Hunian pribadi nya, tak boleh ada sedikitpun kekurangan yang membuat nya tidak nyaman.
Pasti nya pekerjaan itu membuat Aska selalu berada di samping Diandra. Di setiap kesempatan Aska sellau mencuri pandang u tuk menatap Diandra dari sudut hati nya, ada rasa mengagumi, ada rasa selalu ingin selalu di samping gadis itu karena Aska merasa nyaman.
''Zahra ajak sekertaris Diandra untuk makan, saya ad a keperluan dengan Direktur nya. ''Aska berbisik di telinga Zahra.
Aska mengajak mengajak Diandra makan siang, Diandra tentu saja menerima. Setiap bertemu dalam urusan pekerjaan memang Aska sellau menjamu dirinya, tetapi kali ini ada yang lain. Diandra masuk kedalam mobil Aska, tetapi sekertaris nya dan Zahra atau ikut serta.
''Apakah sekertaris ku dan Zahra menggunakan mobil lain... ?''Diandra bertanya pada Aska.
''Mereka akan makan di tempat yang berbeda. ''jawab Aska dengan enteng nya.
''Apa.... ?''di terkejut.