Raya Adha gadis manis berambut panjang dan hidup sebatang kara karena orang tua dan adiknya meninggal karena kecelakaan. Raya kemudian terusir dari rumahnya sendiri oleh adik tiri ayahnya.
Tak ingin terpuruk raya memilih pergi ke Jakarta menyusul temannya untuk melanjutkan hidup dan bekerja.Namun karena sebuah kejadian raya harus terikat sebuah pernikahan dengan laki-laki yang tidak ia cintai bahkan tidak di kenalnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ni R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14.ketemu
Hari ini rencana keberangkatan Rendy ke kalimantan di tunda karena ada urusan mendesak di kantor, dengan terburu-buru Rendy dan Bayu meninggalkan bandara tapi baru saja mereka sampai di depan kantor tiba-tiba langkah mereka terhenti setelah seseorang memanggil nama Rendy dengan reflek Rendy langsung menoleh ke arah sumber suara.
"Rendy......"sapa perempuan itu.
"Bella mau apa kau?"Dengan tatapan tidak sinis Rendy menatap Bella.
"Aku sangat rindu kamu Rend aku baru saja kembali ke jakarta setelah bercerai dengan Agra."
Tanpa rasa malu sedikit pun Bella langsung memeluk Rendy tapi dengan tegas Rendy langsung mendorong tubuh Bella.
"Berhenti berperilaku menjijikan seperti ini Bell.." Ucap Rendy.
"Aku minta maaf Rend aku tau aku salah tapi aku sudah sadar sekarang'."
"Hahaha...Maaf kata mu, aku bahkan muak melihat wajah mu mulai sekarang jangan kau tampakan wajah kotor mu itu." dengan marah Rendy berlalu pergi meninggalkan Bella.
"Awas kamu Rend...aku akan membalas semuanya"Teriak Bella.
Cuaca hari ini begitu cerah Raya, masih di sibukan dengan beberapa tamu yang makan di restoran hotel kesibukannya membuat Raya lupa akan masalah untuk sementara namun saat Raya sedang asik bekerja tiba-tiba tangannya di tarik oleh seseorang ya dia adalah Wika Ariska Manajer di restoran hotel tersebut.
"Heh ...Raya perempuan gak tau diri.."ucapnya.
"Maaf..maksud bu Wika apa?"tanya Raya tidak mengerti.
"Maksud saya jauhi Tian jangan sok ganjen kamu."
"Maaf..bu kalau bu Wika menyuruh saya untuk menjauh dari Tian saya gak bisa, Tian sudah saya anggap seperti kakak sendiri."Jelas Raya.
"Kamu pikir saya percaya hah...saya ngincar Tian udah lama kamu kalau masih dekat-dekat dengan Tian saya gak segan-segan untuk pecat kamu"
"Kamu gak berhak memecat Raya hanya dengan masalah seperti ini." Ujar Tian yang tiba-tiba datang.
"A..a...pak Ti...an tapi..." ujar Wika gugup.
"Asal kamu tau saya dan Raya tumbuh bersama sejak kecil, siapa kamu yang berani mengancam Raya bahkan kamu memanfaatkan jabatan kamu untuk mengancam Raya apakah kamu tidak bisa membedakan urusan pribadi dan pekerjaan?"
Saat ini Wika hanya diam dan menundukkan kepala, rasa malu sudah menjalar ke seluruh wajah bahkan tubuhnya tanpa menghiraukan Wika, Tian mengajak Raya pergi lagi-lagi kegalaun menghampiri Raya semangatnya hari ini seakan memudar.
"Udah....gak usah di pikir.."
"Baru kali ini aku di labrak cewek yang suka sama kamu."
"haha...biarin aja Wika emang gitu suka cari perhatian tapi ah...gak suka aku cewek seperti dia."
"Jadi suka nya cewek seperti apa dong?"
"Kaya kamu..."
"Masih aja...udah ah..males aku kalau udah kek gini"Jawab Raya cemberut.
"Maaf...maaf...becanda Ray biasa aja kali"Sambil mencubit lengan Raya.
"Sakit tau...."
"Maaf lagi....oh ya Ray..besok pemilik hotel ini akan datang berkunjung sebenarnya sih hari ini tapi gak jadi."
"Kenapa ...?"
"Gak tau lah...mungkin ada kerjaan yang lain..kita balik kerja lagi yuk soal Wika gak usah di tanggepin"
"iya...cerewet."
Pagi ini semua petinggi dan karyawan hotel sedang sibuk mempersiapkan sambutan untuk kedatangan pemilik hotel. Siapa lagi kalau bukan Rendy, jam menunjukan pukul 11 siang semua karyawan termasuk Raya sudah berjejer rapi di loby hotel untuk menyambut kedatangan bos mereka.
Sebuah mobil mewah berwana putih sudah berada di depan loby semua mata tertuju ke pintu mobil tersebut seorang laki-laki tampan berwibawa dan nampak angkuh keluar dari mobil, tapi tunggu lihatlah Raya yang sudah diam membisu dengan apa yang ia lihat hari ini tubuhnya kaku matanya berkaca-kaca melihat laki-laki yang masih berstatus suaminya ternyata adalah pemilik hotel tempat ia bekerja. Jelas nampak kerinduan dan juga kebencian terlihat dari sotot mata Raya, tanpa permisi Raya meninggalkan acara penyambutan itu air matanya sudah tak terbendung lagi dan tanpa sengaja Rendy melihat seseorang yang tiba-tiba pergi secara tidak sopan mencoba menegurnya.
"Heii...kamu..berhenti..."teriak Rendy dan semua mata tertuju kepada Raya tapi ia tidak menghentikan langkahnya dan entah kenapa tiba-tiba Rendy mengejar Raya kemudian menarik tangannya
"Kamu ...berhenti dasar karyawan gak sopan." Bentak Rendy namun tiba-tiba suasana menjadi hening ia tidak percaya dengan apa yang ia lihat
"Lepaskan." ujar Raya.
"Tidak..."Jawab Rendy.
Dengan sekuat tenaga Raya mencoba melepaskan tangannya.
"Raya...."Ujar Rendy namun Raya tidak menggubris Rendy dan langsung berlari meninggalkan Rendy yang berdiri mematung.
"Raya...tunggu...Ray...."Teriak Rendy sambil berlari mengejar Raya
Semua orang termasuk Tian yang melihat kejadian ini merasa terkejut dan bertanya-tanya apa hubungan Raya dan Rendy, tapi tidak dengan Bayu karna ia mengetahui semuanya hanya saja ia kaget dengan apa yang terjadi hari ini membayangkannya saja tidak pernah Merasa penasaran Tian mencoba mendekati Bayu.
"Maaf...pak saya Tian manajer di hotel ini"Ujar Tian mengulurkan tangan
"Saya Bayu asisten Pak Rendy"menyambut tangan Tian.
"Maaf sebelumnya pak Bayu, kalau saya lancang ada hubungan apa pak Rendy dengan Raya karyawan di sini?"Tanya Tian penasaran.
"Ooo...biasa urusan rumah tangga"Jawab Bayu santai.
"Maksud pak Bayu??"
"Mereka suami istri."Jawab Bayu.
Seketika Wajah Tian berubah dan orang-orang yang mendengar percakapan antara Bayu dan Bian berbisik tidak percaya bahkan Wika yang mendengarnya pun seakan tersengat aliran listrik.
"Astaga...mati aku..."Ucap Wika dalam hati
"Maaf pak Tian bisa tunjukan di mana kamar saya?" Ujar Bayu memecah keributan kecil diantara bisik-bisik yang mengganggu pendengaran.
"Mari saya antar....dan semuanya kembali bekerja."
Tian pun mengantarkan Bayu menuju kamarnya untuk beristirahat sedangkan, Rendy entah kemana larinya mengejar Raya urusan rumah tangganya ah...biarlah di selesaikan Rendy sendiri ujar Bayu.