NovelToon NovelToon
Kekasihku Nona Muda

Kekasihku Nona Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Action / Romantis
Popularitas:9k
Nilai: 5
Nama Author: Cherryblossom97

Setelah dicampakan oleh kekasih yang amat dicintainya, Alvin justru bertemu dengan seorang gadis sempurna dan kaya raya bernama Evelyn.

Evelyn yang sejak awal sudah tertarik pada Alvin tak terima melihat Alvin mendapat perlakuan tak pantas dan menawarkan diri untuk membantu membalas perbuatan sang mantan. Tapi tak ada yang gratis di dunia ini. Evelyn ternyata menginginkan sesuatu dari Alvin sebagai imbalan atas bantuannya.

Bagaimana rasanya membalas perbuatan jahat yang mantanmu lakukan? Dan hal apa yang sebenarnya Evelyn inginkan dari Alvin yang merupakan pemuda biasa dan tak punya apa-apa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherryblossom97, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14. Ruang VIP

Alvin mengetuk pintu ruangan private di depannya untuk yang kesekian kalinya namun tak ada jawaban apapun. Ia sudah berdiri lama sekali di depan pintu ini, mengetuknya beberapa kali, tapi tak ada jawaban apapun. Membukakan pintu untuknya saja tidak.

"Apa musiknya terlalu nyaring sehingga tak ada yang mendengarku?" gumam Alvin bingung.

Dari tempatnya berdiri saat ini, Alvin memang bisa mendengar suara musik yang nyaring dan juga suara orang yang sedang bercakap-cakap.

"Aku langsung masuk saja tidak, ya?" Alvin tampak celingukan, menoleh kanan dan kiri entah mencari siapa.

Sejujurnya ia tak tahu harus bagaimana. Ia kan belum pernah bekerja di klub malam. Saat ini ia sendirian, menunggu agar di bukakan pintu. Rekan kerja yang tadi datang bersamanya sudah pergi lebih dahulu.

Tadi begitu sampai di lantai yang mereka tuju, rekan kerjanya itu malah meninggalkan Alvin sendirian. Pasalnya dia harus turun lebih dahulu karena tiba-tiba saja di hubungi oleh Mr. Robert dan diminta untuk segera pergi keruangannya.

"Permisi! Pesanannya datang." ujar Alvin dengan suara yang lebih nyaring dari sebelumnya. Namun tak ada tanggapan apapun dari dalam. Hal ini cukup membuat Alvin merasa gelisah sendiri.

Haruskah ia masuk saja?

Alvin menghela napas panjang. Sepertinya ia akan masuk saja meski tanpa izin siapapun dari dalam. Alvin sudah mengangkat tangannya untuk meraih gagang pintu itu sebelum mendengar suara berseru.

"Kau sedang apa di situ?"

Seruan itu membuat Alvin berjingkat kaget.

"Ya ampun." Alvin memegangi dadanya.

Alvin langsung menoleh dan terkejut saat mendapati seorang gadis berpakaian seksi tampak berdiri di dekatnya saat ini.

"Cari siapa?" seru gadis seksi itu lagi. Ia menatap Alvin dengan pandangan heran, tangannya tampak terlipat di depan dada.

Alvin tersadar dari keterkejutannya, "Hah?"

"Aku tanya, kau mencari siapa? Dan apa yang sedang kau lakukan di depan pintu ini?" tanya gadis seksi itu lagi kemudian mulai melangkahkan kakinya perlahan mendekat pada Alvin.

"Ini nona... sa-saya... saya kemari karena ingin mengantar pesanan minuman ini." ujar Alvin gagap sambil menunjukkan kedua troli yang berada di dekatnya.

Gadis itu melirik troli yang sejak awal memang tertutup oleh badan Alvin.

"Oh begitukah. Kau ini pelayan rupanya."

"Iya, nona."

"Aku pikir kau pengunjung yang ingin menguntit." ujar gadis itu tertawa, "Sebenarnya aku tak terlalu memperhatikan tadi. Hanya terlalu fokus pada wajahmu dan sehingga tak menyadari seragam pelayan yang kau kenakan."

"Ya?" Alvin tersenyum bingung.

Alvin tak mengerti sama sekali apa maksud ucapan dari gadis seksi di hadapannya ini. Ia lantas memegangi wajahnya untuk mencari tau apa ada yang salah dari wajahnya?

"Apa ada yang salah dengan wajah saja?"

"Wajahmu!" ulang gadis itu menunjuk wajah Alvin kemudian mengibaskan tangannya perlahan. "Tidak. Lupakan saja."

"Eh?" Alvin semakin bingung saja. 'Apa maksudnya?' batin Alvin kemudian.

"Apa kau belum pernah mengantar pesanan di ruangan ini sebelumnya?" tanya gadis seksi itu sambil tertawa, mencoba mengalihkan topik pembicaraan.

Alvin diam selama beberapa detik sebelum kemudian menganggukkan kepalanya pelan. "Belum, nona. Ini pertama kalinya."

"Pertama kali?" tanya gadis itu heran. "Apa kau pelayan baru di sini?"

"Iya nona, benar. Saya pelayan baru di klub ini."

"Sudah berapa hari bekerja di sini?"

"Saya baru masuk bekerja siang tadi, nona" Alvin menggaruk tengkuknya malu-malu.

"Begitu rupanya. Pantas saja kau tidak mengenal aku." ujar gadis itu manggut-manggut.

Dalam beberapa detik muncullah pertanyaan di kepalanya. Apakah gadis ini tamu penting di klub ini?

Kalau benar, artinya ia pasti menyinggung gadis ini, bukan? Ucapan gadis itu berhasil membuat Alvin jadi merasa tak enak hati.

"Maafkan saya karena saya tidak mengenali siapa anda, nona. Tapi saya-"

"Ngomong-ngomong, artinya ini adalah kali pertama bagimu melayani ruangan vip seperti ini, ya?"

"Benar, nona."

"Hm, harusnya kau langsung masuk saja tadi. Di dalam sangat ramai orang. Musiknya juga nyaring. Mereka tidak akan mendengar apalagi menggubrismu jika kau hanya mengetuk pintu seperti itu." ujar gadis itu menjelaskan.

"Maaf, nona. Saya tidak tahu."

"Tak masalah. Kau akan terbiasa nanti. Sebenarnya, kau hanya perlu masuk dan susun minumannya lalu pergi. Itu saja."

"Begitu rupanya. Baik, terima kasih nona."

"Kemari! Biar aku beritahu sesuatu padamu." ujar gadis itu mendekatkan wajahnya pada Alvin.

"Ya, nona?"

"Semua pelayan senior di sini sudah mengenal kami dengan sangat baik, jadi mereka sudah sering melakukannya. Sekali lagi aku ajarkan. Kau masuk saja dan siapkan minumannya. Jika ada yang ingin, berilah layanan tambahan. Layani kami."

"Oh, begitu rupanya." Alvin yang mengerti dengan jelas penjelasan dari gadis itu tampak manggut-manggut.

Gadis itu bergerak mundur. Sedikit kecewa dengan tanggapan polos pemuda itu. Ia sepertinya tak begitu paham dengan kata 'melayani' yang dimaksud di sini.

Gadis itu terkekeh sendiri kemudian menggelengkan kepalanya tak percaya baru saja bicara dengan pemuda polos. Ia jadi bertanya-tanya, apa sebenarnya yang menjadi alasan kenapa pemuda ini bisa di terima di sini.

"Ya, begitu. Oh ya, namaku Ziva. Jadi lain kali kalau ada pesanan atas namaku kau bisa langsung masuk saja." ujar gadis seksi itu menjelaskan segalanya secara rinci.

"Nama saya, Alvin. Nona."

Alvin sebenarnya ingin mengatakan kalau tadi ia bahkan tak tahu siapa nama pemesan minuman ini. Tadi rekan kerjanya tiba-tiba saja meminta bantuannya tanpa memberitahu semua informasi itu padanya.

Namun Alvin lebih memilih mengurungkan niatnya untuk mengatakan apapun karena merasa itu hanya seperti dia sedang mencoba membuat alasan. Lagipula hal itu juga tidak terlalu penting, kan.

"Kau bilang ini pertama kalinya kau bekerja di sini, kan?" Ziva tersenyum nakal.

"Iya benar."

"Kalau begitu kau harus masuk ke dalam dan merasakan pertama kalinya melayani kami." Gadis itu lalu tersenyum nakal pada Alvin. "Ayo, cepat kau bawa minumannya masuk!"

"I-iya, nona" Alvin mengangguk.

Gadis seksi bernama Ziva itu menekan handle pintu dan membukanya lebar.

Begitu pintu itu terbuka, langkah Alvin sontak terhenti tepat di ambang pintu. Ia tercengang saat melihat pemandangan yang ada di depannya. Bagaimana tidak, ruangan itu tampak penuh sesak dengan berbagai macam orang dan juga sangat berisik.

'Pantas saja tidak ada yang mendengarku sejak tadi.' batin Alvin. Ia mentertawai dirinya sendiri yang tampak seperti orang bodoh saat berdiri di depan pintu beberapa saat lalu.

Tapi toh tidak masalah juga kalau ia mengetuk pintu terlebih dahulu, bukan? Itu bukan hal aneh. Alvin kan masih memiliki norma kesopanan yang tinggi. Ucapkanlah terima kasih pada mendiang orang tuanya yang sudah mengajarinya hal-hal baik sewaktu ia masih kecil.

Alvin mengerjapkan matanya dan kembali tersadar dari lamunan kecilnya barusan. Ia mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru ruangan itu. Namun Alvin langsung buru-buru menundukkan kepalanya. Ia tampak malu setelah tanpa sengaja melihat beberapa orang di ruangan itu tampak sedang bermesraan dengan pasangannya. Hal itu membuat Alvin jadi merasa canggung sendiri berada di tempat ini.

"Lama sekali kau ke toilet, Ziva?" tanya seorang gadis berwajah cantik pada Ziva. Gadis itu bicara dengan nyaring karena suaranya sedikit tertutup suara musik.

Alvin melirik pada gadis yang baru saja bicara dan langsung membulat saat menyadari siapa gadis itu.

Dia. Bukankah dia gadis yang sempat Alvin tabrak di lantai bawah tadi? Dia di sini? Di ruangan ini.

***

1
korban perasan Csr
Biasa
Miss Halu
Gregetan banget sama Alvin, begonya pake banget. Ini udah bab 71 ceritanya masih aja muter disitu situ aja, jenuh juga lama2 bacanya ngambang terus.
Cherry Blossom97: Maaf ya, di akhir bab 1 sudah ada peringatan keras. mohon di baca ulang kalau lupa.
total 1 replies
Miss Halu
Up 2 Bab isinya jessica sama Nathan, lha itu siapa coba Thor ?. Cobalah min fokus ke Eve dan Alvin, kan pemeran utamanya harus mendominasi cerita karna yang di nanti itu.
Cherry Blossom97: Saya salah masukan bab.
Itu bab untuk cerita di buku yang satu lagi. Maaf kalau bingung.
total 1 replies
Miss Halu
Fokus alvin dan eve dong thor, udh bab 61 isinya masih seputar alvin karina mulu.
Miss Halu
Jangan terlalu berbelit belit Min, ini ceritanya udah bagus lho.
Miss Halu
semangat thor 👍🏻👍🏻
Miss Halu
Nunggu eve dan alvin pokoknya
Miss Halu
Masih menunggu kelanjutan cerita ini, tapi kalau bisa Alvin jangan di buat terlalu polos dong thor. Lembek banget kayanya si Alvin ini
Cherry Blossom97: dia bukan polos, tapi bodoh. Btw, terima kasih sarannya ya!
total 1 replies
Miss Halu
Nunggu episode selanjutnya, semangattt outhor
Miss Halu
Nunggu kelanjutan kisah Alvin dan Ave, semangat outhorr
dila
untuk karya perdana penulisan sdh bagus alurnya jg OK ❤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!