Meyra merasa sangat aneh karena kini dia berada di sebuah pulau yang dia tidak tahu entah di mana, sejauh mata memandang hanya ada lautan saja.
Setelah dia mencari tahu, ternyata Meyra terdampar di dunia lain. Demi bisa kembali ke bumi, dia rela menerima tawaran untuk menikah dengan siluman singa jantan yang dia temui di sana.
"Apakah aku bisa pulang ke bumi jika menikah denganmu?"
"Tentu saja, aku juga bisa membantumu untuk mengungkapkan kejahatan yang menimpa ayahmu."
Bagaimana kisah selanjutnya?
Langsung kita kepoin yuk.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cucu@suliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Lolita
"Sayang, ka-kamu? Ini kamu, kan, Meyra, Sayang?" tanya Lolita.
Lolita benar-benar tidak menyangka jika dia kini bisa bertemu kembali dengan Meyra, padahal dia sudah sangat putus asa karena lima bulan mencari tapi tetap saja tidak menemukan putri dari sahabatnya tersebut.
Baginya Meyra sudah seperti putrinya juga, walaupun terkadang Alexander selalu saja kurang setuju jika Lolita bersikap berlebihan kepada Meyra.
Hal itu Alexander lakukan karena dia tidak mau jika istrinya, Bianca akan berpikiran macam-macam tentang Lolita. Karena Lolita adalah mantan kekasih dari Alexander saat mereka masih duduk di bangku SMA.
Melihat Lolita yang memandang dirinya dengan raut wajah penuh rindu, Meyra langsung menubrukkan tubuhnya ke tubuh wanita yang selalu berbuat baik itu terhadap dirinya.
"Oh ya ampun, Tante. Iya, ini aku. Aku sudah pulang, maaf kalau membuat Tante khawatir. Kemarin aku putus asa dan berjalan tanpa arah tujuan. Beruntung aku bertemu dengan Lion," dusta Meyra.
Mendengar nama Lion disebutkan, Lolita terlihat kebingungan. Dia bahkan sampai melerai pelukannya, kemudian dia memandang Meyra dengan penuh tanya.
"Lion? Siapa Lion?" tanya Lolita dengan wajah heran dan penuh tanya.
Mendengar namanya dipertanyakan, Lion nampak mensejajarkan tubuhnya dengan Meyra. Kemudian, dia tersenyum ke arah Lolita.
"Eh? Lion, suamiku. Ini Lion," kata Meyra seraya menarik tangan Lion untuk diperkenalkan kepada Lolita.
Lolita langsung tertegun kala melihat pria bernama Lion yang diperkenalkan oleh Meyra, wajah Lion yang sangat tampan mampu membuat dirinya terpana.
Bukan hanya itu saja, dia seperti mengenal wajah itu. Wajah yang entah mirip siapa dia lupa, Meyra yang melihat akan hal itu langsung mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajah Lolita.
Lolita seakan tersadar dari lamunannya, kemudian dia tersenyum dan menatap wajah meyra beserta Lion secara bergantian.
Dia bahkan terlihat menatap wajah Lion kembali dengan tatapan menelisik, karena dia seperti mengenal wajah Lion. Namun, dia lupa pernah melihat wajah itu di mana.
"Tante, apa Tante tidak apa-apa?" tanya Meyra.
"Eh? Iya, tida apa-apa. Tante hanya kaget saja, kamu menghilang selama lima bulan. Namun, kini kamu datang dengan membawa suami yang tampan seperti--"
Dia tidak berani meneruskan ucapannya, lagi pula dia lupa siapa pria yang berwajah sangat mirip bersama dengan Lion itu.
"Seperti apa?" tanya Meyra.
Lolita terlihat kebingungan untuk menjawab pertanyaan dari Meyra, akhirnya dia pun menjawab dengan asal. Walaupun pada kenyataannya memang seperti itu.
"Seperti pangeran," jawab Lolita seraya terkekeh.
Meyra tersipu malu kala mendengarkan ucapan dari Lolita, dia membenarkan jika wajah suami itu benar-benar memang sangat tampan. Bahkan mirip pangeran.
Berbeda dengan wajah pria yang berasal dari bumi pada umumnya, Lion nampak berbeda. Ketampanannya seakan mampu menandingi sosok pangeran dalam dongeng.
"Oh, Tante bisa saja. Kenalkan suamiku, Tan," kata Meyra.
Lion langsung mengulurkan tangan kanannya, Lolita tersenyum lalu membalas uluran tangan Lion tanpa memutuskan pandangannya kepada Lion.
"Lolita!"
"Lion, Tante," jawab Lion.
"Kamu sangat tampan, oh iya, Sayang. Bagaimana ceritanya kamu bisa menikah?" tanya Lolita.
Dia benar-benar merasa penasaran, karna setahunya Meyra tidak pernah berdekatan dengan pria manapun.
Lalu, bagaimana bisa tiba-tiba saja Meyra datang bersama dengan seorang pria yang begitu tampan dan dia berkata jika itu adalah suaminya.
"Ceritanya panjang, nanti aku ceritakan." Meyra tersenyum hangat kepada Lolita.
Dia akan berpikir terlebih dahulu bagaimana cara merangkai kata yang masuk akal kepada Lolita, karena tidak mungkin dia berkata jika Lion adalah pangeran Singa dari negeri siluman.
Itu bisa berbahaya, bahkan bisa saja nyawa Lion juga akan sangat berbahaya jika ada orang lain yang tahu tentang jati diri Lion.
"Baiklah, kalau bagitu datanglah nanti malam ke rumah. Tante mengundang kalian untuk makan malam, ada Tante Liliana juga. Dia baru datang dari negara S, kita palakin," kata Lolita seraya terkekeh.
Mendengar nama Liliana disebutkan, dia merasa senang karena itu artinya dia akan bertemu kembali dengan salah satu sahabat dari ibunya.
Dalam hati dia merasa sangat bersedih, karena mengingat akan keberadaan ibunya. Jika saja ibunya ada, dia pasti akan sangat heboh jika tahu Liliana sudah kembali ke negaranya.
"Oh ya ampun, sudah sangat lama aku tidak bertemu dengan tante Liliana. Aku rin--"
Meyra tidak melanjutkan ucapannya, dia langsung menatap ke arah Lion. Satu hal yang dia sadari, wajah Lion sangat mirip dengan Liliana.
Hanya saja, hidung Lion terlihat begitu bangir seperti milik Lucas. Namun, mata, bibir dan bentuk wajahnya sangat mirip dengan Liliana.
"Kenapa, Sayang. Kenapa tidak diteruskan?" tanya Lolita
Dia merasa bingung karena tiba-tiba saja Meyra terdiam, dia malah memandang Lion dengan tatapan menyelidik.
"Ti--tidak apa-apa, Tante. Aku pasti datang," kata Meyra seraya menatap wajah Lion yang terlihat menatap Lolita dengan tatapan yang begitu sulit untuk diartikan.
"Baguslah, Tante tunggu. Tante sudah tidak sabar ingin tahu ceritanya bagaimana kalian bisa menikah, Tante juga penasaran bagaimana kalian bisa bertemu," kata Lolita antusias.
"Kami pasti datang, iya, kan, Sayang?" tanya Meyra.
"Pasti, kami pasti akan datang," kata Lion dengan sudut matanya yang mulai basah. Namun, dengan cepat dia mengusapnya.
Meyra yang melihat akan hal itu terlihat kebingungan, tapi tidak mungkin dia menanyakan hal itu sekarang. Mungkin setelah pulang dari pusat perbelanjaan nanti dia akan mengajak Lion untuk berbicara, pikirnya.
"Syukurlah, oiya. Kalian bersenang-senanglah, Tante mau nemuin Roy. Dia lagi di sebelah," kata Lolita seraya menujuk toko sepatu.
Meyra sempat melihat ke arah toko sepatu yang ditunjukkan oleh Lolita, dia bisa melihat jika di sana ada Roy yang sedang memilih sepatu.
Dia nampak kaget saat beradu pandang ddengan Meyra, tapi tidak lama kemudian Roy terlihat berusaha untuk menetralkan wajahnya.
Dia tersenyum dan menganggukan kepalanya, Meyra bernapas dengan lega karena dia sempat berpikiran yang tidak-tidak saat melihat raut wajah dari Roy.
"Kami akan bersenang-senang," kata Meyra.
Lolita tersenyum, kemudian dia terlihat pergi dari butik tersebut dengan membawa kantong kertas di tangan kanannya.
Dia terlihat menghampiri Roy yang berada di toko sepatu tersebut, Meyra sebenarnya masih bertanya-tanya di dalam hatinya. Kenapa Roy menatap dirinya dengan tatapan yang berbeda?
Mamun, dia tidak mau ambil pusing. Dia langsung meneruskan memilih baju yang pantas untuk Lion, setelah itu dia pun segera mengajak Lion untuk pergi dari sana.
"Mau ke mana lagi?" tanya Meyra.
"Mau pulang, mau istirahat saja," jawab Lion.
Tadinya Meyra ingin sekali mengajak Lion untuk jalan-jalan ke tempat favoritnya. Namun, saat melihat perubahan raut wajah Lion, akhirnya Meyra pun memutuskan untuk mengajak Lion pulang saja.
Tiba di rumah nanti, dia akan bertanya kepada suaminya itu. Sebenarnya ada apa? Kenapa wajahnya berubah murung?
"Baiklah, kita pulang," putus Meyra.
***
Selamat sore kesayangan, selamat menikmati sore yang menyenangkan. Mau malam minggu loh, yuk ah jalan-jalan. Buat yang di rumah aja, boleh ya, baca-baca karya Othor, hatur nuhun.