NovelToon NovelToon
Mantan Jadi Mertua

Mantan Jadi Mertua

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Cintamanis / Patahhati / Nikahmuda / Balas Dendam / Mafia / Menantu Pria/matrilokal / Dosen
Popularitas:361.7k
Nilai: 5
Nama Author: IPAK MUNTHE

Terima kasih mantan sudah melahirkan jodoh ku.

Geli-geli sedap, rasa asam, asin, pahit jadi satu.

Apa jadinya jika kamu jatuh hati pada mantan kekasih Mama mu?

"Ingat Vano kau sudah pernah merebut miliki, dan kali ini aku bukan merebut milik mu. Tetapi aku meminta anak mu, wanita yang aku cintai sebagai pendamping hidup ku!" Papar Firman.

Zie terperangah ketika mendengar kenyataan besar.

"Firman mantan kekasih Bunda?"


Bertahan sulit, di tinggalkan pun sakit, kenapa harus mencintai mantan kekasih wanita yang melahirkan nya?

Dan bahkan hubungan nya sudah sampai di atas ranjang.

"Tinggalkan dia Zie!" Titah sang Ayah.

"Anak mu sedang mengandung anak ku!" Tandas Firman.

Degh!

Akankah Zie dan Firman bersatu dalam ikatan pernikahan dan mendapatkan restu dari kedua orang tuanya.

Lantas bagaimana dengan janji yang pernah Ziva ucapkan saat berpisah dari Firman beberapa tahun lalu?

Akankah Firman menangih janji itu.

Catatan : Yang anti 21+ tolong minggir!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IPAK MUNTHE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

"Maksud mu apa?!"

Tatapan mematikan di layangkan pada Zie, mahasiswa yang sangat suka sekali mempermalukan dirinya.

Zie memeluk perutnya, tertawa terbahak-bahak tanpa perduli pada Firman yang menatapnya begitu tajam.

"Zie!!!"

Tegur Firman dengan suara dinginnya.

Zie terdiam sejenak namun, setelah itu tawanya pecah kembali.

"Sial!"

"Bapak juga ngapain ngaku-ngaku pacar Zie!"

Zie sampai berulang kali mengetuk meja, menahan tawa yang tidak kunjung bisa reda dengan begitu saja.

Apa lagi saat melihat wajah Firman yang semakin menatapnya geram, seakan membuat Zie tertawa penuh melihat penderitaan dosennya.

"Makanya menikah Pak, biar Oma tidak mengatakan Bapak itu tidak normal, dan tidak dapat gelar bujang lapuk," Zie terus tertawa tanpa henti.

Tangannya bergerak merapikan kerah jas Firman, menepuk-nepuk beberapa bagian seakan ada noda padahal tidak.

Zie hanya mengejek Firman, dosen sialan yang sudah menjadikan dirinya alat untuk membuat dirinya sendiri aman dari perjodohan yang di persiapkan Aurora.

"Bapak Firman BL!"

"BL?" Tanya Firman bingung.

"Bujang Lapuk!"

Zie tertawa sekencangnya karena bahagia melihat wajah Firman yang menatapnya geram.

"Kalau begitu kita anak menikah!" Papar Firman.

Uhuk-uhuk.

Zie mendadak berhenti tertawa hingga membuatnya tersedak.

"Ogah!" Zie menatap Firman dengan jijik, "selera saya itu bukan Bapak, saya sudah mempunyai pacar!" Omel Zie.

"Kita akan menikah, lihat saja!"

"Siapa yang mau sama lelaki tidak normal, tidak ada! Sampai sekarang alasan bapak enggak laku karena tidak normal!" Seru Zie.

"Kau mengatakan aku tidak normal?" Firman mulai mengepalkan tangannya.

Mengapa ada wanita seperti Zie?

Sangat senang mengundang emosi nya memuncak tanpa ampun.

Bahkan detik inipun bocah ingusan ini sangat menjengkelkan.

"Ya! Ini Fakta!" Zie tersenyum penuh kemenangan seakan kekesalannya terhadap Firman terbalaskan.

Langkah kaki Firman semakin pasti, melangkah dengan tatapan tajam semakin mendekat pada Zie.

"Hey!" Zie mundur selangkah demi selangkah.

Tatapan mata Firman membuatnya bergidik, pilihan yang tepat saat ini adalah melarikan diri. Lebih baik terlambat daripada pada tidak.

Tetapi saat Zie berlari tiba-tiba ada tangan yang mencengkram erat tangannya hingga terpaksa Zie harus berada dalam ruangan tanpa bisa pergi.

"Mau kemana?" Firman menarik Zie dan menyandarkan nya pada dinding.

Firman segera menghimpit dan mengunci pergerakan Zie dengan menggabungkan kedua tangannya nya Zie di belakang tubuh kecil Zie.

Zie memang tinggi, putih, dengan hidung mancung dan kaki yang jenjang.

Tetapi di bandingkan Firman Zie masih terlalu kecil sehingga tidak mungkin bisa menang.

"Bapak mau apa!!!"

"Apa saja yang kau mau!" Tantang Firman.

Zie menggerakkan tangannya berusaha melepaskan diri dari Firman tetapi nihil, sulit dan tidak berhasil.

"Pak, lepaskan! Ini sakit!" Pekik Zie.

Firman tidak perduli, ia semakin mendekat dan tanpa jarak.

"Bapak mau apa?"

Wajah Zie mulai panik saat Firman tanpa ijin menyingkirkan jarak di antara keduanya, merasakan tubuh kekar itu tanpa ada jarak.

"Hanya ingin membuktikan bahwa kau salah menilai ku!" Bisik Firman.

Zie membuang pandangannya ke arah lain, peluh semakin bercucuran karena takut Firman malah melakukan hal buruk pada nya.

"Pak! Jangan kurang ajar!"

Firman tersenyum miring.

"Mulut mu yang kurang ajar ini harus di bungkam!"

"Enak aja mulut Zie kurang ajar!" Cerca Zie, "Bapak yang kurang ajar!"

Firman semakin mendekatkan wajahnya memanggut bibir lembut Zie, tanpa perduli dengan penolakan.

Sekedar untuk membuktikan bahwa apa yang di pikirkan oleh mahasiswa sialan di hadapannya tidaklah benar.

Seringkali sudah bibir itu berucap seenak nya, mengatakan tidak normal dengan lantangnya.

"Mmmmfffffpp!!!"

Zie berusaha melepaskan diri tetapi, sulit sekali

Sial!

Kenapa bibir wanita ini begitu manis!

Firman seakan terjebak dalam permainan nya sendiri, lupa bagaimana melepaskan wanita yang kini tengah dikungkung nya.

"Pak!!"

Zie terus berusaha lepas.

Tetapi gilanya Firman semakin menjadi-jadi dengan tangan yang berkeliaran tidak terkendali.

Melesat masuk tanpa perduli, mencari benda kecil yang kini membuatnya penasaran.

"Pak lepas!"

Zie seakan menahan amarah saat tangan Firman dengan sengaja memainkan sebuah benda miliknya.

"Ini hanya pembuktian, kau diam saja! Agar mulut mu itu bungkam!" Bisik Firman.

Sial!

Firman benar-benar terjebak dalam diri Zie, awalnya hanya ingin menggertak tetapi mengapa malah sulit untuk melepas diri.

"Pak Firman jangan kurang ajar!" Pekik Zie.

Firman tidak perduli, semakin lama terasa semakin menuntut. Bibir Zie masih dalam kendalinya hingga bahkan sulit untuk di lepas.

Tok tok tok.

Suara ketukan pintu membuat Firman tersadar, seketika itu juga segera menjauh walaupun dengan perasaan kecewa.

Plak!

Tangan Zie langsung melayang di wajah Firman.

"Ini sudah pelecehan, Bapak sudah melakukan tindakan kriminal!" Sergah Zie dengan jari telunjuk yang mengarah pada wajah Firman.

Sial!

Firman ingin sekali melanjutkan nya kembali tetapi, suara ketukan pintu lagi-lagi menjadi penghalang.

Tidak seberapa tamparan Zie, yang lebih menarik saat ini aroma tubuh mahasiswa yang sangat di bencinya terasa begitu menggoda.

"Saya bisa melaporkan Bapak ke penegak hukum!" Ancam Zie.

"Dan kamu akan malu, karena orang-orang tahu kalau saya sudah menyentuh mu. Bahkan saya akan mengatakan kalau sudah sering berbuat itu, kamu tidak lagi suci! Apa kamu pikir masih ada lelaki yang mau menikahi mu? Tidak ada, yang ada kau semakin malu!" Papar Firman.

Glek!

Zie terdiam dan menimbang kata-kata Firman.

Tidak mau di anggap tidak lagi suci.

Tidak rela jika orang menilainya sudah kotor.

Zie malah terlihat bingung.

"Kenapa diam?!" Tanya Firman penuh kemenangan.

"Ish!" Zie meremas kedua tangannya dan menghentakkan kedua kakinya, Firman sangat membuatnya geram.

"Itu hanya membuktikan bahwa saya normal!" Tegas Firman.

Kakinya lagi-lagi semakin melangkah maju.

"Bapak mau apa lagi?" Zie mundur selangkah demi selangkah berusaha menjaga dirinya.

"Apa kau masih berani mengatakan aku tidak normal?!"

"Enggak Pak," Zie menyilangkan tangannya di dada, "ampun Pak!" Lirih Zie.

Firman mengangkat dagu Zie dan menatap bibir nya dengan pandangan yang bergairah.

"Pak!!!"

Firman menjauh dan kembali duduk di kursi kebesaran nya, menunjukan raut wajah datar seiringan dengan pintu yang terbuka.

Zie berusaha tenang dan merapikan pakaiannya yang berantakan karena Firman sialan.

"Bos maaf, tapi anda ada rapat 5 menit lagi!" Kata Rian.

Firman tidak perduli pada rapat penting sekalipun, otaknya kini sedang berputar berpikir untuk mendapatkan gadis yang ada di hadapannya.

"Kau!" Firman menunjuk Zie.

Zie tersentak dan takut jika Firman mengatakan pada Rian bahwa barusan ia sudah di pegang-pegang oleh Firman.

Firman tersenyum penuh misteri saat mengetahui ternyata mahasiswa nya sangat polos.

"Keluar!"

Zie segera pergi dengan secepat mungkin.

"Cari tahu siapa Ziezie Z! Aku mau dalam waktu dekat ini hasilnya!" Titah Firman, "dan aku ingin memilikinya!"

Rian shock mendengar nya.

1
gerakan tambahan🤸🍋🌶️🥒🥕
hellooooo
Triya Abdullah
sudah baca 2x..masih belum up thor. niat bikin cerita gk sie thor
ririnyulistiana
waahhh.... bener2 digantung nih,, sama kak author. kpan nih dilanjutnya 🤔🤔🤔
Fitriyanti Siregar
Luar biasa
Yantisejati
paling belum di apa2in,itu modusnya pak firman
Yantisejati
aduh zie,pak firman panas dingin lho
Yantisejati
zie2 bar2 🤣🤣🤣
Ntwr Tania
kok ndak ada lanjutannya y thor crita ini
Wati Frindiyadi
ngegantungggg.....semoga author di kasih sehat dan inspirasi buat lanjutin novel ini
Wati Frindiyadi
ceritanya tamat apa belom ya ini ??
Yani
Ngak ada kelanjutannya
Lavender twins
ya ampun thor
cerita nya seru banget
tp koq gag ada kelanjutannnya ya???
tolong la thor lanjut lagi cerita nya
pleeaseee 🙏🙏🙏
aq memohon ya thor....
penasaran banget soalnya
gmn zie selanjutnya dan gmn alma juga 😭😭😭😭
Lavender twins
mana oma" gesreknya
dan mana aran dan arman
Alya Yuni
Ak bls bca suka membuli orng aku pling bnci cukp ya tdi ingat gk pembulian e taunya ada
Liana Hermawan
ini blm di update lagi ya,kapan di update nya
Tiar 185
ini ko ga ad lnjutan nya sih udh lama bgt ak tunggu tunggu dlnjut nya
ig : linakrl2802
iniii kelanjutan nya dimana ya Thor
violet
menurutku lebih kasian zie, dia nggak tau apa-apa, Krn cinta sepihak dr firman jadi terjebak, membuat kecewa keluarga bahkan hrs menikah dgn orang yg tdk dicintainya.
Tha Ardiansyah
hello thorr.... kemana kah dirimu
Titik Subekti
lama banget up nya thor
kangen lanjutanya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!