Sun Chen merupakan Raja Para Dewa berhasil menciptakan sebuah jurus yang dapat mengendalikan tata surya.
Namun hal yang tidak diinginkan terjadi, semua tata surya menjadi kacau baik di dunia rendah, dunia atas, dunia dewa semuanya tidak beraturan.
Semua dunia dan planet yang ada di tata surya bertabrakan dan hancur berkeping keping akibat ulah Sun Chen.
Dibalik kejadian yang memusnahkan seluruh makhluk hidup di tata surya itu, untung saja Sun Chen diberikan kesempatan untuk terlahir kembali.
Namun Sun Chen merasa aneh karena dia terlahir kembali di dunia yang bernama Bumi yang belum pernah dia lihat sebelumnya.
Bagaimana kisah petualangan Sun Chen di tata surya baru itu? akankah Sun Chen dapat kembali mengibarkan sayapnya di puncak dunia?
Jangan lupa staytoon yah!
(Update 2 bab per hari)
ig @geelang11
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon GEELANG, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 14 : Kematian Zhou Jinfei
Di luar kediaman Qin...
"Ayah, aku tidak menerima penghinaan ini! Ayah aku akan menghubungi kakak seperguruanku untuk memberi pelajaran kepada bocah itu!" ucap Zhen Dan begitu kesal dengan Sun Chen.
"Benar! Kita harus memberi pelajaran dengan bocah bau itu! Berani sekali dia kepada keluarga Zhen!" ucap Zhen Fu begitu kesal.
"Halo, kakak seperguruan Zen tolong bantu aku membalaskan dendamku kepada bocah yang bernama Sun Chen, bahkan dia mempermalukan nama perguruan Melati serta menghina guru Feng Tuo!" ucap Zhen Dan memprovokasi kakak seperguruannya.
"Apa?! Siapa yang berani beraninya menghina tetua Feng Tuo?! Bahkan menghina perguruan Melati! Cepat katakan kepada kakak seperguruanmu!" ucap Zen dengan nada marah.
"Itu.. Namanya Sun Chen, sekarang dia berada di kediaman Qin, aku akan mengirimkan fotonya kepada kakak seperguruan, tolong bantu balaskan dendamku dan perguruan kita kakak Zen," ucapnya menambahlan provokasi untuk Zen.
"Tenang saja adik seperguruan, aku tidam akan tinggal diam! Karena sekarang aku berada di tingkat master! Bahkan keluarga Qin saja aku tidak takut! Berani beraninya seseorang menghina perguruan bela diri Melati," memang perguruan bela diri Melati merupakan perguruan terkuat di kota Yunan.
"Haha terima kasih kakak Zen, aku tidak tau harus meminta bantuan kepada siapa lagi, hanya kakak Zen yang aku harapkan," ucap Zhen Dan memuji kakak seperguruannya.
Zhen Dan menutup teleponnya dan akan rasa penasarannya ayahnya pun bertanya.
"Apa yang dikatakannya?" tanya Zhen Fu kepada anaknya dengan rasa penasaran.
"Haha tenang saja ayah, kakak seperguruanku akan membalaskan dendam ini, kita akan menghancurkan bocah itu, dengan kemampuan kakak seperguruanku di tingkat master, pastinya dengan mudah membunuh bocah itu!" ucap Zhen Dan dengan nada merasa sombong.
"Hahaha bagus bagus! Tidak sia sia ayah masukkan kamu ke perguruan itu!"
"Hahaha," mereka berdua tertawa seperti berada di atas awan karena merasa akan dengan mudah menghancurkan Sun Chen.
Disisi lain di kediaman Zhou..
"Apa?! Perusahaan kita bangkrut dan hancur?!" ucap Zhou Jinfei marah karena perusahaannya seketika bangkrut.
"Benar! Dasar anak bodoh! Siapa yang kamu singgung?! Ayah sudah berusaha mendirikan perusahaan, dan mempercayakan kepadamu, namun kamu menghancurkannya!" ucap ayah Zhou Jinfei bernama Zhou Jiang.
"Itu.. Aku tidak tahu, padahal aku sudah berhati hati agar tidak membuat kesalahan, aarr......" Zhou Jinfei begitu kesal karena tidak tau siapa yang dia singgung.
"Dasar anak tidak berguna! Ayah sudah mati matian bekerja hanya untuk meneruskan perusahaan itu kepadamu, namun kamu seenaknya itu berbuat sesuka hatimu!" ucap Zhou Jiang marah kepada Zhou Jinfei.
"Ayah.. Aku tidak tau masalahnya, dan aku juga tidak tau siapa yang aku singgung baru baru ini," ucap Zhou Jinfei berkeringat dingin dan berusaha mengingat, tetapi dia tidak tau siapa yang dia singgung.
Di luar kediaman keluarga Zhou..
"Zhou Jinfei keluar kau!" teriak Liu Linfeng begitu marah bahkan membawa beberapa petarung tingkat 1 - 5 hanya untuk menghancurkan keluarga Zhou.
"Keluar kau!"
"Iya keluar kau!"
Di dalam rumah..
"Tu..tuan di luar ada tuan muda Liu Linfeng dan beberapa petarung mencari tuan muda Zhou Jinfei.. Me.. Mereka akan menghancurkan keluarga Zhou jika Zhou Jinfei tidak keluar.." ucap pelayan melaporkan situasinya.
"Apa?! Liu Linfeng?! Astaga.. Dasar anak bajingan! Apa yang telah kamu lakukan sehingga menyinggung orang yang tidak seharusnya kau singgung!" ucap Zhou Jiang begitu kesal.
"Ayah.. Tolong aku..."
"Diam! Ayo cepat keluar dan temui tuan Liu Linfeng!"
"Ta.. tapi ayah?"
"Cukup! Aku bilang ayo keluar!"
Mereka pun keluar dan menemui Liu Linfeng di luar.
"Dalam hitungan ke tiga, jika kau tidak keluar, aku akan menghancurkan rumah ini!" ucap Liu Linfeng mengancam.
Beberapa detik kemudian, belum ada seseorang yang datang..
"Tigaa.."
Masih belum ada..
"Duaa..."
Masih belum muncul.
"Sat...."
Untung saja, waktu yang pas Zhou Jiang dan Zhou Jinfei keluar, serta beberapa bawahan petarung tingkat 1-3 bersamanya.
"Hehe tuan muda Liu Linfeng, aku tidak tau apa maksud tujuan anda kemari, apakah itu?" ucap Zhou Jiang hormat kepada Liu Linfeng.
"Hahaha apakah kau tau? Bahwa anakmu sudah menghamili wanita idamanku! Dan tentu saja aku marah!" ucap Liu Linfeng yang begitu marah.
Kini Zhou Jinfei berkeringat dingin, tentu saja dia mengerti maksud perkataan dari Liu Linfeng, yaitu menghamili Yun Qinxi.
"Apa maksudnya tuan muda Liu? Aku tidak mengerti?," ucap Zhou Jiang tidak mengerti perkataan Liu Linfeng.
"Tentu saja kau tidak mengerti! Cukup bawakan aku Zhou Jinfei kesini! Berani sekali dia menghamili gadis yang paling aku cintai!" ucap Liu Linfeng begitu kesal.
"Apa?! Dasar anak tidak tahu malu! Siapa gadis yang kau hamili?!" ucap Zhou Jiang sambil menampar wajah Zhou Jinfei.
"Itu.. Yun Qinxi, tapi dia istri orang, dan dan bu bukan istri tuan Liu Linfeng," ucap Zhou Jinfei tambah membuat Liu Linfeng marah.
"Hahahaha, memang kenapa?! Bahkan suaminya saja tidak pernah menyentuhnya dan kau! Kau berani sekali menyentuhnya bahkan menghamilinya!" ucap Liu Linfeng begitu kesal.
"Cepat minta maaf kepada tuan muda Liu!" ucap Zhou Jiang mendorong tubuh anaknya ke hadapan Liu Linfeng.
"Ta..tapi kan ayah.."
"Tidak ada tapi tapian! Perusahaan sudah hancur! Apalagi yang kau tunggu?! Kau ingin menghancurkan keluarga Zhou?!" ucap Zhou Jiang tidak mau keluarganya hancur dalam sehari.
Kini Zhou Jinfei berlutut di depan Liu Linfeng.
"Tuan muda Liu, maafkan aku, aku tidak tau bahwa anda sangat menyukai Yun Qinxi, jika aku tau, pasti aku tidak berani mendekati Yun Qinxi," ucap Zhou Jinfei bergetar meminta maaf karena begitu ketakutan dengan kekuatan keluarga Liu.
"Cuih maafkan?! Sejak kapan kamu tau aku akan memaafkanmu walau kamu bersujud seperti itu?! Ha?!" ucap Liu Linfeng tersenyum sinis melihat sosok semut bersujud di depannya.
"Tuan muda Liu, tolong maafkan anakku tuan," Zhou Jiang juga ikut bersujud di depan Liu Linfeng bahkan semua petarung keluarga Zhou ikut bersujud untuk memohon maaf.
"Hahahaha sangat lucu, tuan Wang Baisheng tolong habisi sampah Zhou Jinfei ini! Aku tidak ingin melihatnya di dunia ini!" ucap Liu Linfeng memberi perintah kepada pria paruh baya di sampingnya yang berada di tingkat petarung tingkat master.
"Siap tuan muda," ucap Wang Baisheng tersenyum tenang menuju ke arah Zhou Jinfei.
"Tu..tuan tolong.. Tolong ampuni nyawa anakku, kumohon berikan dia kesempatan satu kali lagi, aku siap memberikan kompensasi.." ucap Zhou Jiang tidak ingin jika anaknya dibunuh.
"Aku hanya diberikn perintah, salah siapa anakmu begitu kurang ajar bahkan membuat hati tuan muda Liu Linfeng sakit," ucap Wang Baisheng memegang sebuah pedang di sarung pedangnya.
Swosh...
Dengan cepat, kepala Zhou Jinfei terputus dari tubuhnya dengan sangat tragis, bahkan darah berceceran dimana mana.
"Anakku!...." Zhou Jiang sedih dan terpuruk karena kehilangan anaknya, dia tidak tau harus bagaimana lagi, semua hartanya lenyap, bahkan anaknya merupakan keluarga satu satunya juga lenyap begitu saja.
"Cih! Aku ampuni nyawamu! Zhou Jiang, ingat sekali lagi kamu bermacam macam denganku, nyawamu juga akan ikut bersama anakmu!" ucap Liu Linfeng mengancam Zhou Jiang.
"Hiss.. Baik tuan muda Liu.. Hiss.. " Zhou Jiang menangis karena kematian anaknya.
"Tuan, apa rencana anda selanjutnya?" tanya Wang Baisheng.
"Kita kembali dulu ke kediaman, dan menunggu informasi dari mata mata tentang keberadaan bocah bau itu!" ucap Liu Linfeng.
"Baik tuan muda, aku juga tidak sabar melihat kekuatan dari bocah itu," ucap Wang Baisheng menjilat bibirnya seperti ingin merasakan kenikmatan membunuh.