NovelToon NovelToon
Bucinnya Si Pria Dingin

Bucinnya Si Pria Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Adrina

Rania seorang gadis manja berusia 18 tahun yang manis dan memiliki wajah cantik dengan rambut hitam panjangnya. Dia baru saja kehilangan cinta pertamanya karena kecelakaan. Semenjak kejadian itu, dirinya berusaha untuk berubah menjadi lebih kuat dan mandiri.

Hardin seorang pria dingin berusia 24 tahun yang sulit dijamah wanita. Pemilik hotel bintang 5 dan juga supermarket besar. Kecintaannya terhadap kue membawanya bertemu si gadis manja yang manis dan menjadikannya kekasih.
Akibat kesalah pahaman, Hardin harus berusaha mendapatkan kembali hati gadis nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adrina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cewek Manis

Hai semuanya. Semoga kalian suka ya sama novel pertama aku. Jangan lupa like dan komen yang positif ya biar aku makin semangat nulisnya.

Terima kasih.

Di awali dengan yang manis

Hardin langsung memasuki lift khusus untuk dirinya. Memencet tombol lantai paling atas.

Ting ( suara lift )

Begitu keluar dari lift, dia langsung berjalan menuju ke ruangannya. Saat dia sudah mendekati ruangannya, Hardin bingung kenapa bisa ada meja sekretaris di situ. Tapi itu hanya sementara. Karena memang Hardin orang yang cuek, jadi dia tidak terlalu peduli.

Ceklek

Hardin masuk ke dalam ruangannya. Ternyata Harry sudah menunggu kedatangan Hardin di dalam. Dengan cuek Hardin melewati Harry begitu saja. Jangankan menyapa, melirik ke arah sahabatnya pun dia enggan. Harry hanya bisa melengos melihat kelakuan bos nya itu.

"Enak banget ya jadi bos, bisa ke kantor kapan mau aja" sindir Harry sambil memainkan hp nya.

Hardin tidak peduli. Dia hanya mengangkat kedua bahunya dengan cuek.

"Oi pak bos, gue dah nungguin lu dari tadi. Lama amat lu keluarnya. Dari mana aja sih?" Harry protes karena merasa terlalu lama sahabatnya itu diluar. Ditambah lagi di cuekin gitu aja oleh nya.

"Kepo banget jadi orang. Emangnya lo pacar gue yang mesti tau gue kemana" dengan mengangkat mengangkat sebelah alisnya dan juga sambil tersenyum remeh. menambah rasa kesal sahabatnya itu.

Sial. Untung bos, kalo gak udah abis tu mulut gue remas" geram Harry dengan suara yang cukup pelan, tetapi masih bisa di dengar sedikit oleh Hardin.

"Apa lu bilang.? Cari mati lu ya?! Udah bosan lu kerja ma gue ha??!!" ancaman Hardin terdengar sangat mengerikan untuk Harry. Ditambah lagi dengan suara gebrakan meja.

"Weiiss santuy man. Gue becanda doang itu mah. Jangan pecat gue ya, gue masih butuh kerjaan ini. Kasihan kucing gue baru ngelahirin. Kalo lu pecat gue, trus gimana caranya gue beli makanan mereka." dengan wajah yang dibuat buat sangat memelas Harry berharap Hardin kasihan melihatnya.

"Bikin mood gue rusak aja lu. Akh."

"Eh tunggu, kok gue liat ada yang beda dari wajah lu? Agak agak berseri merona gimanaa gitu. Abis ketemuan sama cewek lu ya?" Harry ternyata juga sadar akan perubahan wajah Hardin saat itu.

"Tau aja lu. Cewek manis yang bisa bikin gue deg deg an tiap ketemu dia. Dan parahnya lagi, dengan cuma ingat senyumnya aja udah bikin gue deg deg an." Hardin menggeleng pelan seraya tersenyum tipis. Benar benar sangat tipis.

Harry terperangah. Dia melongo dengan mulut yang sedikit terbuka. Berjalan mendekati Hardin. Dia menempelkan telapak tangannya ke dahi Hardin.

"Gak panas. Suhunya normal" pikirnya.

"Bahahahahahaha." Hardin malah tertawa terbahak melihat Harry. Tanpa dia sadari, Harry merinding melihat kelakuan sahabat nya itu. Keningnya berkerut sangat dalam sambil berjalan perlahan menjauh dari Hardin.

"Fix lu gilak. Merinding gue ngeliat lu ketawa gitu. Lo beneran gak apa apa? ke dokter aja nyok". lengan Hardin langsung ditarik oleh sahabatnya itu.

"Hahaha. Gue juga ngerasa gue gilak man. Tapi gue gak tau kenapa gue bisa gila gini" Hardin menggeleng pelan.

"Udah berapa lama lu kenal tu cewek?" tanya Harry penasaran.

"Baru juga jumpa tadi sama dia," jelas Hardin sambil melirik berkas yang ada di atas meja nya. Dan seketika mood nya pun langsung berubah melihat banyaknya tumpukan berkas yang harus di periksanya.

"Wah bener sarap lu man. Mantap betul tu cewek pasti sampai bisa bikin lu gilak. Baru jumpa udah bikin lu kayak gini. Gimana kalo udah ke tahap selanjutnya." Harry berdecak sambil menggeleng heran dengan sahabatnya itu.

"Udahlah gak usah dibahas lagi. Lama lama lu bisa ngerusak mood gue." jawab Hardin.

"Tapi gue penasaran. Gimana sih wajah tu cewek sampe dia bisa bikin lu gilak kayak gini.? tanya Harry dengan wajah yang penasaran.

"Shut up.!! time to work man. Okay." tegas Hardin disertai dengan tatapan tajamnya.

"Btw, lu ngapain nunggu gue disini.?" sambungnya.

"Oh hampir aja gue lupa. Si Andra katanya udah balik lagi ke Indonesia. Dia ngajakin kita ngumpul. Lo bisa kan.?" Harry mengatakan hal yang hampir dilupakan nya.

"Oya.? Bukannya dia mau kerja di luar.? Kenapa tiba tiba balik kesini.?"

"Mana gue tempe. Katanya dia mau jadi dokter obgyn di Indonesia aja." jelas Harry dengan nada yang sedikit ngegas.

Hardin manggut manggut. Harry semakin kesal ngeliat sikap cuek Hardin.

"Lu kok cuma angguk angguk aja sih. Komen donk. Jangan cuma dengerin doang trus ngangguk ngangguk gak jelas. Lu bisa gak ngumpul bareng kita?" Harry berbicara dengan nada yang sedikit keras karena rasa kesalnya sudah sampai ke ubun ubun.

"Kapan?"

"Apanya.?" Harry kembali ke stupid mode nya.

"Acara ngumpulnya Harry. Ya Looord, kok bisa gue temenan sama makhluk kayak gini" geram dengan Harry yang terkadang muncul lemotnya, Hardin melempar kertas yang sudah di remasnya menjadi seperti bola.

"Ooo..Malam minggu besok. Rencananya kita ngumpul di night club langganan dia dulu" dengan menaik turunkan kedua alis matanya, Harry berharap sahabatnya itu setuju. Sudah lama juga mereka gak datang lagi ke tempat itu.

"Big No!!! Gue gak mau lagi masuk ke dunia yang kayak gitu. Gue gak mau mama tau terus dia sedih dan kecewa sama gue. Sorry gue gak bisa gabung." Hardin menolak dengan tegas ajakan temannya untuk kumpul di night club. Karena mama nya sudah melarang Hardin untuk masuk ke dalam tempat seperti itu.

"Oke.. Kalau alasan lu karena gak mau nyakitin mama, gue setuju. Nanti kita atur lagi tempatnya. Entar gue kabarin." Harry mengalah, karena dia juga sangat menyayangi mama Hardin yang sudah seperti mama nya sendiri.

Hardin melepas kemejanya sehingga dia hanya mengenakan kaos dalaman berwarna putih.

Terima kasih sudah mampir ke novel ku. Semoga gak ngebosenin ya. Jangan lupa pencet ❤, like dan favorite kan novel aku ya.

Terima kasih.

1
Bintang Timur
secara suaminya itu bnyk duit ceo,istrinya ko ngadon kue Mulu asa ga seimbang kasih bnyk krywan dong..Rani tinggal mantau
Blemood Jobol
ga ad lnjutnnya lagi niih
Blemood Jobol
kasih visualnya dunk
Ranny
yg benar yg mana ya...papanya meninggal di usianya yg ke 17 atau 18 soalnya kecelakaan saat ultah ke 17 dan langsung meninggal di tempat tapi kok kehilangan nya baru 1 thn kemudian saat usianya 18 thn 🙄
Teresya Bundax RachelElin
kehilangan papanya di umur 18 tahun, papanya mengalami kecelakaan saat akan memberikan kejutan ulang tahun nya yg ke 17 tahun,,,, sempat saya berpikir mungkin papanya bertahan 1 tahun baru meninggal, tapi ternyata masih ada lanjutannya "papanya meninggal di tempat",...
Eka
ayooo lanjut thor makin seru thorr
Putri Bungsu
lanjut kk
Meywar
Hadir Thor, tetap semangat ✊️
Feeza_MCI
jodoh Miskah Asisten Harry, sama-sama somplak tuh mereka berdua 🤣🤣
Feeza_MCI
makanya Hardin jangan mengedepankan emosi,
Feeza_MCI
jangan-jangan Hardin yang nabrak papanya Rania??
ANtHo BAna
hahahaha
ANtHo BAna
hhhhhh mati u andin
ANtHo BAna
semangat kk
ANtHo BAna
lnjut..
ANtHo BAna
suka ceritanya
ANtHo BAna
yg semangat ka hardi
Cawica
mampir nih Thor...jika berkenan mampir juga ya ke novelku..."kisah rumit Tamara sang wanita malam..."..
Manggu Manggu
👍👍👍
Manggu Manggu
👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!