Sejatinya anak adalah Mutiara di dalam sebuah pernikahan. namun tidak demikian dengan Tiara yang justru dianggap pembawa sial oleh wanita yang sudah melahirkannya.
Ia disalahkan sebagai penyebab hancurnya impian sang ibu, yang jelas jelas bukan salahnya.
Bu Nani belum bisa berdamai dengan keadaan dan melampiaskan kekecewaannya kepada Tiara.
Yuk baca kisah Tiara selengkapnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dara Kirana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 13
Pagi yang cerah...
Tiara melangkah tergesa-tergesa menuju jalan raya dimana tempat ia biasa menunggu angkudes.
Hari ini ia bangun kesiangan.
Ia melambaikan tangannya pada satu angkudes yang lewat namun sudah penuh.
Ia kembali melambaikan tangannya pada angkudes selanjutnya namun juga sudah penuh.
Ia terus menunggu dengan cemas
Ia menatap ke ujung jalan berharap masih ada angkudes yang lewat lagi tentunya yang belum penuh.
Tak berselang lama satu angkudes muncul lagi, matanya berbinar ia kembali melambaikan tangannya namun lagi lagi angkudes nya penuh.
Ia semakin cemas mengingat bel masuk tinggal 5 menit lagi, ia berjalan mondar-mandir seraya meremas jari-jari tangannya yang sudah berkeringat.
"Bagaimana ini? " Gumamnya seorang diri
Ia semakin gelisah & terus berfikir.
"Ayo naik" Suara itu mengejutkan Tiara, ia menoleh ternyata itu Wahyu dengan sepeda motornya.
Tanpa pikir panjang Tiara langsung naik sepeda motor tersebut, merekapun melesat menuju sekolah.
Setibanya di sekolah, benar saja gerbang sekolah sudah tertutup & nampak sepi.
Mereka memohon pada security yang berjaga di gerbang namun si securiry tetap tidak mengizinkan mereka masuk.
"Maaf pak kami terlambat, bisa tolong bukakan gerbangnya" Ucap Wahyu.
"Biarkan kami masuk pak" Tambah Tiara.
"Tidak bisa , ini sudah lewat jam masuk & kalian sudah sangat terlambat" Security melirik jam tangannya.
"Motor saya tadi bannya pecah Pak jadi kami nambal ban dulu" Wahyu beralasan.
"Iya pak, kami mampir ke bengkel dulu tadi" tambah Tiara memperkuat.
"Tidak ada alasan apapun, kalian tetap terlambat & harus tanggung sendiri resikonya"
"Pak saya mohon" Tiara memelas
"Tidak bisa karena ini sudah jadi peraturan di sekolah ini"
Tiara berdiri mematung di depan gerbang.
Ia benar-benar bingung dengan matanya yang sudah berkaca kaca.
Ia tidak mungkin kembali ke rumah sekarang karena ibunya akan marah sama seperti pagi tadi.
"Apa mau pulang sekarang? "
Tanya wahyu membuyarkan lamunannya
"A.. Aku tidak tau"
Wahyu berfikir sejenak. ..
ia memutuskan mengajak Tiara ke suatu tempat.
"Ayo naik" Titah Wahyu.
"Mau kemana? "
"Ikut saja nanti kamu juga tau"
Tiara terlihat masih ragu-ragu.
"Jangan tegang gitu, aku gak akan menculik kamu"
Tiara hanya melemparkan senyum tipis.
Tiara pun menurut, Wahyu segera melajukan motornya ke suatu tempat.
"Jangan takut Tiara, aku ini orang baik aku gak akan macam-macam sama kamu"
"Gak, aku gak takut. Aku hanya..."
Tiara berfikir mencari alasan yang tepat namun dengan cepat Wahyu memotong ucapannya.
"Kau berbohong, nampak jelas di wajahmu" Wahyu terkekeh.
"Memangnya kakak bisa melihat wajahku? "
"Tentu, dari kaca spion " Jawabnya santai
Seketika Tiara melirik ke arah kaca spion yang dengan jelas menangkap wajahnya.
"Astagfirullah... Bisa-bisanya aku gak menyadarinya" Batin Tiara
20 menit menempuh perjalanan akhirnya mereka sampailah di sebuah danau.
kebetulan jaraknya tidak terlalu jauh dari sekolah.
Mereka berdua duduk di tepian danau.
Tiara terpana memandang keindahan danau tersebut di tambah angin sepoi-sepoi mengibaskan rambutnya.
ia sangat menikmati setiap hembusan angin yang menerpa tubuhnya, matanya terpejam seraya menghirup kesegaran yang alam sajikan.
"Kamu suka tempat ini? "
"Ya, aku suka sekali" Dengan raut wajah yang memancarkan aura kebahagiaan
"Aku baru tahu ada danau seindah ini di desa ini" Tambahnya.
"Jadi ini baru pertama kali kesini? "
Tiara mengangguk.
"Ini adalah tempat favoritku, kau tau kenapa? "
Tiara hanya menggelengkan kepalanya
" Seperti yang kamu lihat, tempat ini indah & begitu menenangkan bagiku"
"Aku selalu kesini kalo aku sedang tidak baik-baik saja"
"Maksud kakak sakit? " Tanya Tiara polos
"Ya sakit" Jawab wahyu sambil tersenyum karena kepolosan Tiara.
"Kalo begitu ayo pulang & istirahatlah, nanti kakak tambah sakit" Menarik lengan Wahyu
"Kamu polos banget tiara" Wahyu terkekeh.
"Tapi aku suka" Tambahnya sambil mengembangkan senyuman yan memabukkan.
Tiara mengernyitkan dahinya tidak mengerti.
✨💎💎✨💎💎✨
💎💎💎💎💎💎💎
💎💎💎💎💎💎💎
✨💎💎💎💎💎✨
✨✨💎💎💎✨✨
✨✨✨💎✨✨✨