NovelToon NovelToon
Terikat Dengan Cinta Atau Takdir

Terikat Dengan Cinta Atau Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta
Popularitas:884
Nilai: 5
Nama Author: Ulfa Zahra

Ardian dan kebahagiaan nya.
Kembali berkumpul dengan putrinya serta menikah dengan wanita yang merubah dirinya menjadi pria dengan pribadi yang baik, membuatnya sangat bahagia walaupun cerita masalalu yang sedikit demi sedikit terbuka.
Jidan dan kisah cintanya.
Tidak sama seperti tuannya yang memilih berlabuh ke hati lain dan berdamai dengan masalalu nya. Jidan malah terjebak dengan perasaan nya yang belum benar-benar mencintai wanita lain. Seakan takdir berputar-putar ditempat nya, membuat Jidan selalu terjebak dengan perasaan sendiri, walaupun ada hati lain yang menariknya untuk beralih.
Bagaimana kisah selanjutnya? Simak yuk, biar nggak penasaran bagaimana kisah mereka selanjutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ulfa Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Di kota lain.

Jidan yang saat ini berada di terminal bis sedang menatap satu-persatu bus yang lewat

"Dimana dia? Katanya dia akan segera sampai." Gumam Jidan celingak-celinguk melihat ke sekitarnya tapi orang yang dia tunggu tidak kunjung datang.

Sampai beberapa saat kemudian.

Langkah kaki yang terdengar berat memenuhi setiap lantai terminal. Orang-orang melangkah dengan tas di tangan serta punggung mereka. Melihat itu jidan menelusuri setiap wajah dari orang-orang di sana, tapi tidak ada wajah yang dia cari.

"Dor!" Jidan tersentak kaget saat ada yang mengagetkan nya dari belakang. Pria itu berbalik dan melihat siapa pelakunya.

"Nada!" Kesal nya tidak membuat gadis itu merasa bersalah sama sekali melainkan malah tertawa.

"Sorry kak." Ucap nya Nada tersenyum jahil.

"Astaghfirullah Nada, kamu benar-benar membuatku jantungan." Omel jidan mengusap-usap dada nya."Lain kali tidak seperti tadi Nada."

"Iya kak Jabir. Maaf." ucap nya kini tampak raut bersalah di wajah nya."Maaf sudah lama menunggu, soalnya tadi bus nya sempat singgah di rest area sebentar."

"Tidak apa-apa, yang penting kamu selamat." jawab jidan berhasil menimbulkan debaran di jantung Nada."Sudah makan malam?"

"Belum, rencananya sampai di sini baru makan malam." Jawab nya seraya mengikuti langkah Jidan yang menjauh dari terminal bus itu ke arah mobilnya.

"Kita singgah ke warteg, mau nggak atau kita ke restoran?" Tawar nya memasukan barang-barang Nada kedalam bagasi mobil.

"Warteg dong kak. Aku nggak sekaya itu kalau mau makan di restoran."

"Okey warteg pinggir jalan, setuju' nggak?"

"Setuju!" Jawab Nada dengan semangatnya. Maklum perutnya sudah lapar saat ini.

Mobil yang jidan naiki melaju meninggalkan terminal bus.

"Kenapa kita nggak singgah ke sini saja, bukanya disini banyak warteg ya?"

"Aku punya langganan warung makan, Dijamin kamu akan menyukainya."

"Benarkah? Aku jadi penasaran warung makan apakah itu." ucap Nada penasaran.

Tidak berselang lama mereka telah sampai di warung makan yang Jidan sebutkan tadi.

"Ada den Jidan. Datang sendiri den?"

"Iya pak, sama teman." Pria paruh baya itu melihat ke arah Nada yang kebetulan berdiri di samping Jidan.

"Pacar nya den?"

"Bukan tapi teman pak."

"Siapa tau jodoh toh den, jangan lupa undangan nya ya." Nada lagi-lagi dibuat malu oleh perkataan bapak itu."Mbak nya juga cantik, pas dengan den Jidan."

"Bapak bisa saja." Jawab Jidan. Jidan melirik kearah Nada."Kamu mau pesan apa?"

"Sama kan saja kak."

"Samakan saja? Kamu tidak ingin memesan yang lain? Ada banyak menu loh?" Tanya jidan bingung dengan jawaban gadis itu.

"Apapun pilihan mu, aku tetap menyukainya kak." Jawab Nada entah kenapa menarik perhatian Jidan. Keningnya mengerut tidak mengerti tapi dalam ucapannya ada tersirat maksud tertentu."Ah maksudku, apa saja makanan yang kak Jabir beli aku akan tetap memakan nya. Karena aku menyukai apapun itu." jelas Nada memperbaiki perkataan nya saat menyadari kalau apa yang dia katakan itu salah.

"Oh." 

Setelah makan malam bersama di warteg pinggir jalan, Jidan langsung mengantarkan nada ke kos-kosan yang kemarin dia Carikan. Kos-kosan itu sangat dekat dengan perusahaan tempat dia bekerja. Yaitu Naltan grup. 

"Disini insya allah aman karena kos-kosan khusus putri dan jarak dari perusahaan juga tidak terlalu jauh. Kalau kamu membutuhkan sesuatu kamu bisa menelponku, aku bisa membantumu." ucap Jidan setelah pria itu menurunkan tas nya Nada.

"Terimakasih kak Jabir atas bantuannya. Kak Jabir sudah banyak membantu ku hari ini. Maaf jadi merepotkan."

"Tidak masalah, kita kan teman." Jawab jidan tersenyum. tapi tidak dengan Nada yang tidak menyukai kata teman itu."Beristirahat lah, besok aku akan menjemputmu."

"Ah iya kak,  thanks ya." Ucap nya tersenyum tapi tidak dengan hati nya yang berbisik."Andaikan saja kata teman itu bisa berubah kak. Apakah boleh? Ah apa yang kamu pikirkan Nada, dia tidak akan mungkin menyukai gadis seperti ku." Batin nya menepis keinginan itu jauh-jauh. Bagaimana pun dia tidak tau apakah Jidan sudah memiliki kekasih atau belum.

"Hay, kenapa malah melamun?" tanya jidan dengan tangan melambai-lambai di depan wajah Nada."Awas kerasukan loh nanti." Peringkat jidan bercanda.

"Tidak. Siapa juga yang melamun." Elak Nada, membuat tangan jidan terangkat dan dengan jahil mengacak kepala Nada yang tertutup oleh hijab.

"Ckckck, sudah ketahuan masih saja mengelak." Gemas nya.

"Ihhh kak Jabir!" Rengek nya kesal malah mendapatkan tawa dari pria itu. Tangan nya kembali turun 

"Selamat malam."

"Malam kak. Assalamualaikum." Jawab Nada.

"Malam juga. Waalaikumsalam." Jidan melangkah kembali ke dalam mobil nya. Sebelum mobil itu pergi dia melambaikan tangan nya sebagai tanda perpisahan.

Nada menatap mobil itu yang sudah pergi menjauh. Ada rasa sedih' jika mengingat jidan hanya menganggapnya sebagai teman saja. Padahal yang dia harapkan bisa lebih dari itu.

"Kamu bisa mencoba menarik perhatian nya Nada." ucap nya menyemangati dirinya sendiri. Karena dia juga bisa menarik hati pria itu dengan caranya.  Nada belum tau apakah Jidan sudah memiliki kekasih atau belum, tapi yang Nada tau sekarang dia masih sendirian.

Bersambung…..

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!