Seorang pria muda yang tegas dan berwibawa sedang duduk diruang kerjanya.
"Jika kau pergi selangkah saja maka hukumanmu akan semakin berat!"
"Aku tetap akan pergi!"
"Cih, gadis nakal dan sulit di atur! Coba saja kalau kau bisa pergi dari sisiku."
"Tentu aku bisa!"
"Pak Hen tolong ajari anakmu tata krama!"
"Baiklah Tuan."
"Jangan menyulitkan Ayah, diam dan patuhlah!"
"Ayah jangan berpihak kepadanya, dia pria jahat dan kejam!"
"Dia adalah Bos Ayah kau tahu apa tentangnya. Cepat patuh dan menurutlah kepadanya!"
"Ayah! Lepaskan!"
"Mulai sekarang kau harus ku didik dengan benar!"
Baca selengkapnya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Xiao, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Story 13
Malam itu Kirana melihat Emil sedang berada di ruang kerja nya sambil meminum segelas wiski. Karena sudah jadwal rutin nya untuk pulang, jadi Kirana tidak menghiraukan nya. Hingga langkah nya tiba-tiba berhenti saat Emil memanggilnya.
" Tunggu! ," ucap Emil
"Apa Tuan Muda memanggilku?" batin Kirana.
Kirana pun kembali untuk menghampiri Emil.
"Tuan memanggil saya?" tanya Kirana.
"Duduklah! Temani aku," ucap Emil sambil menunjuk ke sofa yang ada di ruang kerjanya.
"Tapi, saya tidak minum seperti itu Tuan!" ucap Kirana menjelaskan.
"Siapa yang menyuruhmu minum? Aku hanya memintamu untuk menemaniku," ungkap Emil.
"Baik, Tuan," jawab Kirana.
Kirana pun duduk di sofa sesuai dengan permintaan Emil karena Ayah nya sudah berpesan agar mentaati apapun yang dikatakan oleh majikan nya. Baik Tuan Wijaya, Nyonya Rosalina, Nona Eliana, apalagi Tuan Mudanya Emil.
Setelah melihat Kirana duduk didepan nya Emil pun segera menuangkan wiski kembali ke dalam gelas nya. Emil meminum wiski itu sambil memandang wajah Kirana. Dia terus memandang wajah yang membuat nya hampir gila belakangan ini. Hingga dia terus menunda rapat dikantornya dan kembali pulang, hanya untuk melihat Kirana yang dengan telaten mengurus orang tua nya.
Tanpa terasa dia sudah menghabiskan dua botol wiski. Kirana yang melihatnya langsung mencoba menghentikan perbuatan Emil. Kirana takut jika Emil minum terlalu banyak akan membuat pikiran nya kacau.
"Tuan, tolong berhentilah!" ujar Kirana sambil menggambil gelas yang dipegang oleh Emil.
"Siapa kau, hingga berani melarang ku?" tanya Emil sambil menatap mata Kirana.
"Saya memang bukan siapa-siapa Tuan, tapi saya hanya tidak ingin anda terlalu banyak minum. Karena ini tidak baik untuk tubuh anda," ucap Kirana.
"Kenapa kau memperdulikan ku? Apa yang kau incar dariku? Harta atau diriku?" tanya Emil yang kembali mengingat wanita-wanita yang pernah ada di kehidupan nya dan hanya mengincar ketampanan dan hartanya saja.
"Tidak! saya hanya ingin digaji sesuai dengan hak dan kerja keras saya sendiri Tuan. Untuk harta dan ketampanan maaf, bahkan teman saya lebih tampan dan kaya dari Tuan, jika saya ingin ketampanan dan harta mengapa saya tidak mengejarnya saja dari pada bekerja dengan Tuan disini," ujar Kirana tanpa berfikir akan menjatuhkan Emil, namun Emil berfikir lain.
"Jadi maksudmu gaji mu kecil disini? Dan sekarang kau ingin menjatuhkan ku?" ujar Emil.
"Tidak! Bukan seperti itu Tuan, saya hanya_," belum sempat Kirana menjelaskan dan meminta maaf Emil sudah mendekap dan menciumnya.
"Ciuman pertama"
Kirana pun terkejut dan mendorong tubuh Emil dengan sekuat tenaga hingga tubuh Emil membentur tembok.
"Maafkan saya Tuan, walau saya bekerja kepada anda tapi sebaiknya anda menghargai saya. Mari kita menjadi partner kerja yang baik. Anda menghargai saya dan saya menghormati anda," ujar Kirana yang merasa tersinggung atas perbuatan Emil.
"Kau tau bahkan diluar sana banyak wanita yang menunggu momen ini. Momen dimana mereka bisa menyentuh tubuhku dan mencium bibirku," ujar Emil yang menatap tajam kepada Kirana.
"Tapi mereka bukan saya dan saya bukan mereka. Setiap orang berbeda pemikiran Tuan, jangan samakan saya dengan mereka. Dan anda tau, anda sudah merenggut ciuman pertama saya, yang saya impikan untuk saya berikan kepada suami saya kelak," ucap Kirana sambil menangis dan pergi meninggalkan Emil.
Kirana pun pulang ke rumah nya tanpa berpamitan kepada majikan nya. Emil pun terdiam dan memikirkan kata-kata ciuman pertama milik Kirana. Dia kira Kirana sudah sering berganti pacar karena kecantikan wajahnya, ternyata itu adalah ciuman pertama yang ia ambil dari Kirana. Emil merasa menyesal dan ingin meminta maaf kepada Kirana.
Namun dalam hati kecilnya, Emil merasa senang karena ternyata dia tidak salah memilih seorang wanita yang menjadi idaman nya saat ini. Dia tersenyum dan membaringkan tubuhnya di sofa. Emil merasakan kehangatan sofa yang diduduki oleh Kirana tadi. Dia pun tertidur di sofa tersebut.
Bersambung...
###
.
.
.
Hai sahabat Putri Asisten Pribadiku...
Semoga ceritanya semakin menarik.
Lanjut ke episode berikutnya ya...
Jangan lupa like, komen yang banyak dan vote novel ini.
Mampir juga di karyaku yang lain :
My Heart Is Only For You
- Mengisahkan tentang seorang perempuan bernama Sarah yang mengejar cinta pertama nya yaitu pria bernama Luan yang sangat arogan dan cuek kepada nya. Begitu banyak rintangan yang Sarah hadapi demi mendapatkan cintanya itu. Bagaimana kisah nya? Simak di "My Heart Is Only For You".
Melawan Rasa takutku
- Kisah Fantasy Romance yang satu ini bikin kalian penasaran. Terdapat banyak mistery yang harus kalian tebak dan juga menguras air mata. Kalian juga bisa terbawa suasana keromantisan Laura dan Juan atau putri Layla dan pangeran Gara. Bagaimana kisahnya? Simak di "Melawan Rasa Takutku".
Terima kasih. 😊
🌹~I Miss You~🌹
mohon di aaminkan bunda 😄
uda pacaran yahhh😂😂