NovelToon NovelToon
Pura-Pura Jadi Cewek

Pura-Pura Jadi Cewek

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Asmara / Orisinil / Komedi / Slice of Life
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Rain (angg_rainy)

Willy Tjokro anak dari owner TV swasta nekad berubah wujud jadi perempuan. Targetnya mendekati Summer Lidya, gadis incaran sejak masa SMA yang menolaknya mentah-mentah karena phobia laki-laki.

Definisi jodoh nggak kemana, mereka ditakdirkan berkuliah di satu kampus dan jurusan yang sama. Hal yang menjadi celah bagi Willy mendekati Summer lagi.

Namun, kali ini berbeda, bukan sebagai pria, tapi bestie cewek jadi-jadian yang mengerti isi hati Summer.

Akankah penyamaran Willy berhasil?

Story by Instragram & Tiktok @penulis_rain

Cover Ilustrasi by ig @iyaa_laa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rain (angg_rainy), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13

Kelas sudah berjalan hampir lima belas menit saat Summer akhirnya benar-benar duduk dengan tenang di kursinya. Buku catatan sudah terbuka. Pulpen sudah di tangan. Dosen di depan sudah mulai menjelaskan materi sejak beberapa menit lalu.

Ruangan terasa cukup hening. Hanya suara dosen yang terdengar jelas, sesekali diselingi suara kertas dibalik atau ketukan pelan dari ujung pulpen mahasiswa lain.

“Pagi semua. Hari ini kita masuk ke pengantar manajemen keuangan dasar,” ucap dosen itu sambil menuliskan beberapa poin di papan.

Summer menatap ke depan. Berusaha fokus.

“Kalau kemarin kita bahas konsep umum, hari ini kita mulai masuk ke hal yang lebih teknis. Kita bahas soal arus kas, atau cash flow.”

Tulisan di papan mulai bertambah.

Cash flow.

Masuk.

Keluar.

Selisih.

“Gampangnya begini,” lanjut dosen itu. “Setiap bisnis pasti punya uang masuk dan uang keluar. Uang masuk itu dari penjualan, dari investasi, dari pinjaman. Uang keluar itu untuk biaya operasional, gaji, bahan baku, dan lain-lain.”

Summer mulai menulis. Tangannya bergerak pelan mengikuti penjelasan.

“Tugas kita di manajemen keuangan itu bukan cuma mencatatnya dalam buku. Tapi kita harus mengerti pola. Kalau uang keluar lebih besar dari uang masuk, itu masalah. Kalau seimbang, aman. Kalau lebih banyak masuk, itu bagus.”

Summer mengangguk kecil.

“Contoh simpel,” lanjut dosen itu lagi. “Misalnya kalian jualan minuman. Dalam sehari, kalian dapet pemasukan satu juta. Tapi biaya bahan, sewa, listrik, totalnya delapan ratus ribu. Berarti ada sisa dua ratus ribu. Itu yang disebut cash flow positif.”

Beberapa mahasiswa terlihat mengangguk.

“Kalau sebaliknya?”

“Ada yang tahu?” tanya dosen itu.

Seseorang di barisan depan menjawab.

“Rugi, Pak?”

“Bukan rugi langsung,” jawab dosen sambil tersenyum. “Tapi cash flow negatif. Rugi itu kalau dalam jangka panjang terus-terusan begitu.”

Summer kembali menulis, apa yang ia rasa cukup penting kedepannya.

Cash flow negatif.

Harus dikontrol.

Ia mencoba benar-benar fokus. Menangkap setiap poin yang dijelaskan.

“Selain itu, ada juga yang namanya laporan arus kas. Biasanya dibagi jadi tiga bagian. Operasional, investasi, dan pendanaan.”

Pulpen Summer bergerak lagi.

Operasional.

Investasi.

Pendanaan.

“Operasional itu kegiatan utama bisnis. Jual beli, produksi, layanan. Investasi itu pembelian aset. Misalnya beli mesin, beli tanah. Pendanaan itu dari luar. Bisa dari pinjaman atau tambahan modal.”

Summer menarik napas pelan, meski berkali-kali ia berusaha fokus pada pelajaran dari dosen, pikirannya terus melayang pada yang terjadi di taman tadi.

Suara tawa Willy dan Willa yang sangat mirip, membuat pikiran Summer bergerak dengan liar.

Matanya tiba-tiba bergerak pelan ke arah kanan depan, refleks dan tanpa sadar menatap kearah tempat seseorang yang mengganggu pikirannya sejak tadi.

Willy.

Summer melihat ia duduk di kursi dekat pintu, di sisi kanan. Posisinya sedikit condong ke depan. Tangannya memegang pulpen, tapi tidak bergerak.

Seperti sedang berpikir.

Summer menatap beberapa detik. Lalu cepat-cepat mengalihkan pandangan.

“Ngapain sih gue liatin dia,” batinnya cepat.

Ia kembali menatap papan. “Fokus,” gumamnya pelan.

Dosen masih menjelaskan.

“Sekarang kita masuk ke contoh laporan sederhana.”

Summer kembali menulis. Tapi beberapa detik kemudian… tawa Willy kembali mengganggu pikirannya. Summer menghela napas pelan.

“Ya ampun…” batinnya. Tangannya berhenti menulis sebentar. Kepalanya mulai berisik lagi, tapi tidak segila sebelumnya.

Ia kembali melirik ke arah kanan depan.

Willy masih di posisi yang sama. Kali ini terlihat sedang mencatat sesuatu.

Semuanya terlihat Normal, Willy duduk dengan normal tanpa keanehan sama sekali, ataupun bertingkah seperti duduknya Willa yang seorang perempuan.

Summer mengertitkan keningnya sedikit. “Mirip doang kali,” gumamnya dalam hati.

Ia kembali menunduk. Menatap catatannya.

“Ketawa itu gak ada hak ciptanya,” lanjutnya dalam hati. “Semua orang bisa punya suara yang mirip.” Ia mengangguk kecil pada pikirannya sendiri.

"Lagian kan, Willa itu cewek bukan cowok. Kalau cuma suara ketawa." Summer masih terus bergelut dengan pikirannya sendiri, hingga kalimat terakhir menegaskan dan membuat pikirannya sedikit lebih tenang.

"Iya, dia paling cuma mirip. Willy itu bukan Willa, toh aku juga gak ada takut sama sekali sama Willa. Dia bisa buat aku nyaman," lagi, Summer hanya bicara dalam hati tanpa terungkap sedikitpun.

Summer kembali menulis. Kali ini lebih fokus.

Dosen mulai menjelaskan contoh kasus yang sedikit lebih kompleks. “Sekarang kita coba analisis. Misalnya ada usaha kecil. Dalam satu bulan, pemasukan sepuluh juta. Pengeluaran operasional tujuh juta. Tapi dia juga beli mesin baru tiga juta.”

“Menurut kalian, ini sehat atau enggak?”

Beberapa mahasiswa mulai berdiskusi kecil.

Summer ikut berpikir.

Sepuluh juta masuk.

Tujuh juta keluar operasional.

Tiga juta investasi.

“Berarti… nol?” gumamnya pelan.

“Secara kas, iya nol,” lanjut dosen. “Tapi itu bukan berarti jelek. Karena investasi itu bisa dipakai jangka panjang.”

Summer mengangguk lagi.

“Jadi jangan langsung panik kalau cash flow kalian nol atau negatif di satu periode. Lihat konteksnya.”

Penjelasan itu masuk dengan jelas.

Summer kembali fokus penuh.

Ia mulai mencatat lebih rapi. Bahkan sesekali memberi tanda di poin yang menurutnya penting. Beberapa menit berlalu. Kelas tetap berjalan normal. Pikiran Summer juga mulai stabil. Tidak lagi lompat ke arah yang aneh.

Dosen mulai menutup penjelasan. “Intinya, kalian harus ngerti alur uang. Jangan cuma lihat angka. Tapi lihat arah dan tujuannya.”

Summer menulis kalimat itu di bagian bawah catatannya. Alur uang penting. Jangan cuma angka. Ia berhenti sejenak menatap tulisannya sendiri, lalu tersenyum tipis saat ia bisa menyerap semua materi yang masuk dengan jelas. Ia sadar kalau materi kali ini, lebih mudah dipahami daripada pikirannya sendiri tadi.

“Jauh banget bedanya,” gumamnya pelan.

Jam pelajaran selesai beberapa menit kemudian. Jarum besar dan kecil menuju angka tepat dua belas, tanda kelas selesai. Suasana langsung berubah. Kursi bergeser. Suara obrolan mulai muncul. Summer menutup bukunya pelan. Tangannya merapikan pulpen, lalu ia berdiri.Sebelum benar-benar melangkah keluar dari kelasnya.

Langkah Summer baru saja keluar dari barisan kursi, saat suara riuh mulai memenuhi ruangan. Beberapa mahasiswa langsung beranjak, sebagian lagi masih sibuk membereskan barang.

Summer berjalan santai ke arah pintu. Tas sudah tersampir rapi di bahunya. Wajahnya kembali seperti biasa, terlihat tenang, santai dan cenderung datar tanpa ekspresi.

Namun belum sempat ia benar-benar keluar, terdengar suara memanggil dari belakang.

“Summer, tunggu!”

Langkahnya terhenti. Ia menoleh pelan. Giana terlihat berjalan cepat ke arahnya. Hampir setengah berlari, sambil sedikit terengah.

Summer mengernyit ringan. “Kenapa?” tanyanya singkat saat Giana sudah sampai di depannya.

Giana menarik napas sebentar, lalu langsung bicara. “Eh, gue nyusul lo. Takut lo keburu pulang,” ujarnya cepat.

Summer mengangguk kecil. “Belum. Gue juga baru mau keluar.”

“Bagus deh,” sahut Giana sambil merapikan rambutnya yang sedikit berantakan karena berjalan cepat. “Gue mau ikut sama lo buat cek lagi soal kost itu.”

“Oke, lo ikut gue aja ya. Kita ke kosan gue sekarang.”

Gimana mengangguk, lalu melangkah mengikuti Summer menuju gerbang kampus.

1
SANG
Lucu, lucu habis💪👍
hyungnimsoo
udahh Mer jgn jutek2 lg🤭
Fitri Pujianti
Ini mba Summer ga ada kpikiran balas dendam sma bapak kah tor
Yerim Naira
Duh mana bapaknya! udah bkin anak gadisnya trauma😒
Nurani Putri
😒 Untung ngga tinggal lg sma bapaknya
Sandriyanah
😒😒 bokapnya ngeselin bgt
SuryaNingsih
Hmm sedih bgt pasti jd summer, wajar aja dy jd tkt sma laki
Rosalina Ayyaee
Kayanya sumber ketakutan Summer dy anak broken home ya
Rain: Iyapp
total 1 replies
Wulandarry
alasan dia trauma krn bokapnya toh yg kdrt😒
ainnuriyati
Ya ampun galak bgt bapaknya Summer😒 ngeselin pantes aj mbak summernya trauma ama laki
Hardy Greez
Dia itu ada trauma krn ortunya
Hardy Greez
bisa ktawa lepas cuma dgn si willy eh willa
hyungnimsoo
iya Summer trbukq nya sma Willa ya🤣
Fitri Pujianti
hmm berkaitan sma,apa ya😒 kluarga?
Yerim Naira
Haduhh smg cpt ilang traumanya summer ya
Nurani Putri
Kasian ya hidupnya mba summer ini prnuh cobaan bgt udh ma tmen nya jadi2an
SuryaNingsih
Ini pasti si Summer tu ada trauma gitu brkaitan dgn masalalu
Rosalina Ayyaee
setakut kah itu, ksian jdnya liat summer ini
Wulandarry
Ini Summer tu cuma pendiem tp krn muka nya jutek jd pada salah arti ya?🤣
ainnuriyati
knapa ya😒 apa dy prnah di pukul wktu petir?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!