"Kamu Kriminal" Ucap gadis itu ketus dengan tangan diikat.
" Saya bukan kriminal." Ucap Pria itu tegas.
Mereka saling bertatapan dalam situasi hening dan penuh ketegangan. Alih - alih merasa takut, Gadis itu terus menatapnya tajam.
"Kau monster." Celetuknya.
Senyum menyeringai. " Aku bukan monster,... Aku Vampir." Ucap pria itu pelan berbisik ditelinga gadis yang ia sekap.
Bukannya jeritan rasa takut yang didengar, Pria itu merasa heran gadis dihadapannya malah tertawa puas.
Kesal tak kunjung percaya, Pria itu menunjukan taring dan mata merahnya.
Sontak gadis itu terdiam mematung.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon laliza_xiexie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Canggung
“ Aku mau beli baju untukmu, Kamu akan aman disini.” Ucap Edward cuek.
“ Baiklah, tapi…. Tolong jangan lupa pakaian dalamnya juga.” Ucap Kiara tersenyum malu.
Edward hanya diam lalu langsung pergi dan tampaknya Ia mengunci pintu dari luar. Entah kenapa Kiara merasa apa yang Edward katakan semua itu benar, Ia sebenarnya sedang melindungi Kiara bukan menyekapnya.
Edward sampai di toko baju khusus wanita, Ia berjalan kesana kemari melihat – lihat. Edward sampai ditempat khusus pakaian dalam, Ia hanya terdiam mematung dan kebingungan.
Edward jongkok dan mengambil satu pakaian dalam dan melihatnya, saat Ia mengamati pakaian dalam itu di samping ada seorang wanita yang lumayan tua melihatnya dan Ia segera meletakkan kembali pakaian dalam itu lalu berdiri seolah – olah sedang melihat – lihat sekitar.
Wanita itu hanya tersenyum dan pergi meninggalkannya, Edward sangat malu untuk membelinya.
“ Maaf tuan apa ada yang bisa saya bantu?” Tanya seorang wanita yang sepertinya seorang pelayan.
Edward merasa lega karna wanita itu adalah jalan keluarnya.
“ Mba pelayan disini?” Tanya Edward lembut.
Wanita itu mengangguk tanpa ekspresi.
“ Kalo begitu Aku ingin beli Baju santai, Pakaian dalam, Baju tidur, baju kerja dan gaun untuk istriku.” Ucap Edward tersenyum.
Entah kenapa wanita itu tiba – tiba tersenyum dan membungkuk padanya lalu pergi.
Edward menunggu dikasir dan tak lama pelayan tadi datang dengan memeluk banyak pakaian lalu menyimpannya diatas meja kasir.
Wanita itu hanya mengangguk dan Edward langsung mengerti bawa ini semua pesanannya.
Wanita itu langsung menghitung dan tidak lama Edward membayarnya serta mengambil semua pakaian.
“ Tuan sangat romantis, Istri tuan pasti sangat bahagia.” Ucap Wanita itu lembut.
Edward hanya tersenyum lalu sedikit membungkuk tanda terima kasih dan pergi.
Sesampainya Di Ruangan Edward tidak melihat keberadaan Kiara, Ia sangat khawatir dan menyimpan belanjaan diatas meja lalu segera mencarinya. Ternyata Kiara sedang di dapur memasak.
Secara perlahan Edward mendekati Kiara dan berdiri dibelakangnya. Saat itu rambut Kiara tampak diikat. Edward mulai meniup kuping Kiara dari belakang dan spontan Kiara langsung berbalik dan terkejut. Kiara hampir terjatuh kearah kompor namun untung saja Edward langsung menahan tubuh Kiara menggunakan lengannya dan mereka bertatapan dengan romantis.
“ Dia tampak cantik saat berkeringat dan rambutnya diikat.” Ucap Edward dalam hati.
“ Apa yang kamu lakukan?” Tanya Kiara marah dan melepas tangan Edward dari tubuhnya.
Mereka berdiri bertatapan serius.
“ Aku tidak melakukan apa pun, Aku hanya mengintip Apa yang sedang kamu lakukan.” Jawab Edward santai.
“ Kamu hampir mencelakakan Aku, Apa Kamu sadar?” Tanya Kiara kesal.
“ Itu salahmu jadi orang mudah terkejut.” Jawab Edward cuek.
Kiara hanya diam cuek sembari memegang spatula ditangannya.
Edward tampak berjalan mundur beberapa langkah dan melihat Kiara dari bawah hingga atas.
“ Kamu… lancang sekali mengenakan pakaianku?” Tanya Edward marah.
“ Aku pinjam nanti Aku cuci, habisnya Kamu lama.” Jawab Kiara kesal.
Edward hanya diam dan menghela nafas berusaha sabar menghadapi Kiara.
Edward menarik Kiara ke ruang tengah dan menunjukkan semua belanjaannya.
Kiara melotot tercengang karena Edward membelikan begitu banyak baju untuknya.
“ Apa Kamu tidak salah? Sebanyak ini?” Tanya Kiara sembari melihatnya.
“ Sengaja supaya tidak belanja lagi.” Jawab Edward cuek.
Kiara mengeluarkan baju satu per satu untuk melihatnya semua tampak bagus dan Kiara suka, namun saat Ia mengeluarkan baju tidur Ia sangat terkejut begitu juga dengan Edward.
“ Kenapa Kamu membeli baju tidur sexy? Bukankah ini baju tidur untuk honeymoon?” Tanya Kiara gugup.
Edward tampak bingung dan menelan ludahnya sendiri.
“ Bukan Aku yang memilihnya, wanita itu maksudku semua ini pilihan pelayan itu Aku hanya diam di kasir.” Jawab Edward cemas.
Kiara hanya terdiam dan membereskan semuanya lalu berganti pakaian.