NovelToon NovelToon
DUDA GILA Vs PERAWAN TUA

DUDA GILA Vs PERAWAN TUA

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Cinta Lansia / Duda / Cintamanis / Menikah Karena Anak / CEO
Popularitas:26.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Amanda, wanita tangguh yang "terjebak" oleh bakti. Di usianya yang sudah sangat matang, ia menutup rapat pintu hatinya. Takut suaminya nanti tidak sanggup menerima paket lengkap kehidupannya yang rumit. Ayahnya yang renta dan adiknya yang istimewa.

Dirga Wijaya, seorang pria kaya merupakan ayah dari mantan muridnya. Berlidah tajam, seringkali melontarkan kritik yang menyinggung perasaan, membuat keduanya kerap terlibat perdebatan.

​Saat kehidupan tenang Amanda terusik oleh kemunculan kembali mantan kekasihnya yang obsesif dan mulai melakukan tindakan kriminal, Dirga Wijaya menawarkan pernikahan kontrak.

Dirga mendapatkan status "menikah" demi putrinya, sementara Amanda mendapatkan perlindungan bagi ayah serta adiknya.

​Di bawah atap yang sama, Akankah pernikahan itu terus berlanjut, atau terputus ketika masa kontrak berakhir?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13

.

“Dasar duda gila!” Amanda memekik kesal. Ia bahkan lupa ada Ardi yang b tertidur pulas di ranjang pasien. Apa katanya tadi? Dia jatuh cinta pada si pahit lidah? Oh no! Seperti tidak ada laki-laki lain di dunia saja.

“Aku tidak mau!” tolak Amanda tegas.

“Berarti kamu memilih mengorbankan keluargamu?” Dirga yang sudah memilih duduk di sofa yang tak jauh dari ranjang pasien hanya menatap Amanda dengan wajah datar dan dua tangan yang bersilang di depan dada.

“Tapi… “

BRAAK!

Belum sempat Amanda kembali membantah ucapan Dirga, tiba-tiba pintu ruang rawat terbuka dengan kasar.

“Ayah!”

Suara Putri menggema di dalam ruang rawat, membuat Amanda dan Dirga sama-sama menoleh cepat ke arah pintu.

Gadis itu berdiri di ambang pintu dengan napas memburu, rambut sedikit berantakan, dan wajah panik yang belum hilang. Rupanya ia datang tergesa-gesa begitu mendengar kabar tentang Ardi.

Di belakangnya, Doni terlihat ikut masuk sambil mengatur napas, jelas kewalahan mengejar langkah cepat nona muda Wijaya itu.

“Sayang?” Dirga mengernyit. “Kenapa kamu ke sini?”

Putri tak langsung menjawab. Matanya lebih dulu mencari sosok Amanda, lalu tertuju pada Ardi yang tertidur dengan selang infus di tangan. Wajahnya langsung berubah cemas.

“Bu Manda…” suara Putri bergetar. Ia segera berlari mendekat ke sisi ranjang pasien. “Ardi benar-benar nggak apa-apa, kan?”

Dirga mendengus kesal. Dirinya diabaikan. Putri lebih perhatian pada Amanda dan anak asuhnya.

Amanda yang masih terkejut dengan kedatangan Putri buru-buru mengangguk.

“Iya, Putri. Ardi sudah sadar. Kata dokter besok sudah boleh pulang.”

Putri menghembuskan napas panjang sambil mengusap dada. “Syukurlah… aku takut sekali waktu baru dengar tadi.”

Dirga yang memperhatikan keakraban keduanya, sorot matanya perlahan berubah. Kekesalan yang tadi hilang berganti sebuah ide baru. Pria itu berdiri lalu melangkah mendekat.

“Putri,” panggilnya tenang.

Putri yang semula memeluk Amanda melepaskannya dan menoleh pada ayahnya. “Iya, Yah?”

Dirga merangkul pundak Putri dengan mata menatap ke arah ardi yang berada di atas ranjang pasien. “Bagaimana kalau kita membawa Bu Manda dan seluruh keluarganya tinggal di paviliun?”

Tubuh Amanda membeku mendengar usulan dari Dirga. Begitu juga Putri. Gadis itu mengerutkan kening dengan tatapan menyelidik ke arah ayahnya. “Paviliun?” ulangnya pelan.

Melihat ayahnya mengangguk membuat Putri semakin heran. Selama ini ayahnya selalu terlihat kesal setiap berurusan dengan Amanda. Bahkan mulut pria itu tak pernah jauh dari komentar pedas.

Lalu kenapa sekarang tiba-tiba mengusulkan hal sebesar ini?

Dirga mendesah pelan, lalu menatap Putri dengan sorot mata serius. Putri benar-benar orang yang sangat peka. Ia tak boleh membuat putrinya curiga.

“Ini demi keamanan,” ucapnya tenang. “Orang-orang yang menculik Ardi memang sudah diamankan, tapi kita tidak tahu siapa saja yang ada di belakang mereka. Sangat berisiko kalau Bu Manda tetap tinggal disana.”

Dirga melirik sekilas ke arah Amanda sebelum kembali menatap Putri.

“Selain itu, tempat itu terlalu sempit, tidak layak untuk menampung anak sebanyak itu,” lanjutnya.

Amanda menggigit bibir bawahnya, dia tahu persis alasan Dirga bukan hanya itu, tetapi juga kontrak pernikahan yang baru saja ditawarkan. Namun, dia juga mengakui apa yang dikatakan Dirga adalah benar. Bayangan Ardi kembali diculik, atau anak-anak asuh lainnya berada dalam bahaya, membuat napasnya terasa sesak.

Begitupun Putri yang terdiam, mencerna ucapan ayahnya. Semua memang masuk akal. Paviliun keluarga Wijaya cukup besar, terpisah dari bangunan utama, dan penjagaannya sangat ketat. Akan jauh lebih aman bagi Bu Manda dan anak-anak untuk tinggal di sana sementara waktu.

Putri menoleh pada Amanda dengan wajah lembut. “Bu Manda…” ucapnya hati-hati. “Putri rasa Ayah benar.”

Dirga tersenyum tipis, sangat tipis hingga tak satupun menyadarinya. Amanda belum memberikan jawaban, tapi dia sudah tahu hasil akhirnya. Amanda tidak akan menolak Jika putri yang bicara.

Dan itu sudah cukup.

Karena Dirga tahu, sekali Amanda dan keluarganya masuk ke paviliun itu, maka…

*

Sementara itu…

Malam semakin larut. Lampu-lampu putih di ruang pemeriksaan kantor polisi memantulkan suasana dingin yang menyesakkan. Di dalam tiga ruang interogasi berbeda, Arman, Bos Diaz, dan Rusli duduk dengan kondisi mengenaskan. Wajah mereka lebam, bibir pecah, dan pakaian mahal yang tadi mereka kenakan kini kusut penuh noda.

BRAK!

Seorang penyidik membanting map tebal ke atas meja tepat di depan Arman. “Masih mau menyangkal?” bentaknya dengan suara tajam.

Arman yang sejak tadi menunduk langsung tersentak. Keringat dingin mengalir dari pelipisnya.

Di dalam map itu terdapat foto-foto rekaman CCTV dari sekitar sekolah Ardi, tangkapan layar percakapan Arman dengan Bos Diaz, rekaman suara panggilan ancaman kepada Amanda, hingga bukti transfer uang dari Bos Diaz ke rekening Arman.

Semua bukti begitu lengkap. Sama sekali tak memberi celah untuk mengelak.

“Ini tidak benar, Saya dijebak.”

“Dijebak?” Penyidik mendengus kasar. “Kalian menculik anak di bawah umur, melakukan ancaman, dan merencanakan tindak pelecehan. Bukti sudah cukup untuk membuat kalian membusuk di penjara.”

Di ruang sebelah, Bos Diaz yang tadi masih merasa dirinya orang kuat kini terlihat pucat pasi. Pria tambun itu berkali-kali mencoba menyebut nama beberapa pejabat yang ia kenal.

“Saya kenal Kapolres kalian! Saya bisa telepon... ”

Belum sempat kalimatnya selesai, pintu ruang interogasi terbuka. Seorang pria berseragam datang membawa map baru.

“Tidak perlu repot-repot menghubungi siapa pun,” katanya dingin. “Semua jalur Anda sudah tertutup.”

Bos Diaz membelalak. “Ap- ap-pa maksudmu?” tanyanya. Bibirnya bergetar.

Petugas itu meletakkan map yang ia bawa di meja. “Semua rekening Anda dibekukan malam ini. Beberapa bisnis ilegal Anda juga sudah kami segel berdasarkan laporan tambahan yang baru masuk.”

Tubuh Bos Diaz terkulai lemas. Rencananya untuk bersenang-senang sirna, bahkan Kini harus mendekam di penjara. Dan hanya ada satu nama yang terlintas di kepalanya.

Dirga Wijaya.

Nama yang sempat dia dengar sebelum dirinya diseret ke dalam ruangan gelap ini. Kenapa? Bukankah dia hanya ingin bersenang-senang? Dia juga membayar bukan gratis. Kenapa bisa Dirga Wijaya ikut turun tangan

“Ini semua gara-gara wanita itu! Ya, pasti dia! Awas saja dia! Kalau aku sudah keluar nanti, aku akan membuat dia membayar mahal!”

1
Ummee
kartini... kartini... namamu spt nama pahlawan wanita Indonesia, tapi sifatmu sangat jauh dari kata pahlawan
Aditya hp/ bunda Lia
Kartini bin Kartono pede kamu tingkat khatulistiwa yah .... gak mungkinlah tuan Dirga mau Sama kamu
Dwi Anto
sebenarnya..othor sk gantung2 cerita
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: memang saran dari editor seperti itu kak. haru ada cliffhanger🤭🤭
total 1 replies
dewi rofiqoh
Apa ya jawaban bu manda?
Ummee
sebenarnya... kak author mau istirahat dulu, jadi sabar dulu ya Ayah 😅
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: aseek aseek.. ..
yuk nyakain kipasnya Umi, 🤗🤗
total 1 replies
Soraya
lanjut thor
Aditya hp/ bunda Lia
sebenarnya .... nanti ajah yah pak dikasih tau pas mama up lagi 🤭
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: wk wk wk🤣🤣🤣
total 1 replies
Ummee
dasar stres, kamu memang cinta atau mah memanfaatkan?
tapi kalo cinta kok memaksa
Ummee
baru bisa mampir kak🙏
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: gpp, Umi. semoga betah ya
total 1 replies
Ummee
🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
tanpa filter sekali pak
vania larasati
lanjut
Nar Sih
bnr bangett apa kata mu kevin ,pasti nanti kwalat
〈⎳ FT. Zira
lagi kesambet/Facepalm/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
co cwiiiittt
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
harusnya td pasang kamera tersembunyi
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
karena*
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
memilih*
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
mungkin
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
untuk* dibuang aja, nyempil. 😂
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
Dahi Amanda sedikit berkerut, lalu ia segera menggeser tombol hijau untuk mengangkatnya,

menurutku lebih pas.
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sama lah
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!