NovelToon NovelToon
Chef And The Doctor

Chef And The Doctor

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Komedi / Enemy to Lovers
Popularitas:66.8k
Nilai: 5
Nama Author: Hana Reeves

Cerita Chef yang ogah nikah dan Dokter yang juga ogah menikah.

Arletta Peterson, cucu-cicit-buyut chef terkenal dari keluarga Reeves McCloud itu belum kepikiran menikah di usianya yang menginjak 26 tahun. Chef cantik itu sangat menikmati hidup lajangnya. Hingga di bulan Desember, dia melayani pesta natal di sebuah rumah sakit di London Inggris . Disana Arletta bertemu dengan Dokter Jeff Clarke yang 12 tahun lebih tua darinya. Gara-gara sebuah mistletoe dan kecerobohan Arletta, dokter Jeff mencuri dua kali ciuman dari chef cantik itu. Pertemuan kacau mereka, membuat dokter tampan itu jatuh cinta pada Arletta. Bagaimana cara Dokter Jeff bisa meyakinkan chef cantik itu kalau mereka memang berjodoh?

Generasi ke delapan klan Pratomo

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Standarku Tinggi!

Jeff melangkah keluar dari ruang istirahat para dokter dan bertekad akan membalas semua ucapan orang-orang disana. Dia akan memberikan pelajaran bagi orang-orang yang seenaknya saja memberikan label ke Arletta. Jeff sangat membenci rasialisme, labeling atau pun penghinaan fisik.

Jeff lebih selektif lagi untuk bergaul dengan sesama dokter meskipun dia termasuk senior di Royal Hospital. Dia mendapatkan banyak cerita dari Rasendriya bagaimana keluarganya sangat diversity. Jeff tahu dia salah karena mencium bibir Arletta yang membuat gadis itu menjadi bahan pembicaraan yang negatif di kalangan dokter tapi nasi sudah menjadi bubur ...

"Apa yang harus aku lakukan?" gumam Jeff. "Aku harus bertemu dengan Arletta. Aku minta maaf lagi padanya."

***

RR'S Meals London

Arletta duduk di depan tangga restaurannya usai semua anak buahnya pulang ke rumah masing-masing. Gadis itu masih dongkol dengan ucapan rekan Jeff. Dia tidak terima diberikan label bahkan Arletta sempat melihat di akun TikTok bahwa ada video dirinya dicium oleh Jeff dan diberi label mistletoe girl.

Arletta tahu si pemilik akun sudah tidak aktif karena ditangkap oleh Oomnya, Alex Darling, sebagai Chief Superintendent Scotland Yard. Alden Smith juga sibuk menghapus video yang sudah menyebar.

"Haaaiiissshhh ... Nyusahin saja! Itulah kenapa aku tidak suka media sosial! Tapi harus pakai untuk promo ...." Arletta berdiri untuk berjalan ke arah trotoar. Dirinya ingin jalan kaki ke gedung apartemennya apalagi ini baru jam sebelas malam dan masih banyak orang lalu lalang.

Gadis itu baru berjalan beberapa langkah ketika sebuah mobil Porsche mendekati dirinya. Arletta pun menoleh dan melihat kaca jendela pengemudi terbuka.

"Chef Arletta! Ayo, aku antar pulang," ajak Jeff lembut.

Arletta hanya melirik sebal.

"Come on. Kamu lebih aman dalam mobil," bujuk Jeff lagi. Arletta hendak melangkah cepat tapi dia melihat sekelompok orang yang agak mabuk. Arletta bukannya tidak berani tapi dia juga tidak mau kena kejadian konyol.

"Letta, please. Aku tidak mau kamu kena masalah dengan para pemabuk itu." Jeff juga melihat sekelompok orang itu dan dia juga tidak mau luka-luka oleh pemabuk.

Arletta pun memilih untuk masuk ke dalam mobil Porsche milik Jeff yang langsung melaju meninggalkan lokasi itu. Arlette hanya menatap lurus ke depan dan seolah tidak mau melihat Jeff.

"Aku minta maaf Chef Arletta," ucap Jeff tiba-tiba membuat Arletta menoleh.

"Soal?"

"Rekanku tadi yang memberikan label gadis mistletoe ke kamu," jawab Jeff. "Aku sungguh tidak enak padamu. Mungkin aku terlalu ... Impulsif."

"Impulsif mencium aku?" balas Arletta sinis.

"Iya. Jujur ... Aku sudah lama tidak tertarik dengan wanita ... Jadi saat aku melihat kamu dan kita dipertemukan oleh semesta di bawah mistletoe, sepertinya itu pertanda bahwa aku harus maju ... Harus bisa menerima keadaan bahwa ... Aku bisa jatuh cinta. Sayangnya, aku salah langkah meskipun aku tidak menyesal sudah mencium kamu dua kali ... Di bawah mistletoe semua juga...." Jeff menoleh ke arah Arletta. "Apakah kamu percaya jatuh cinta dengan berciuman pertama kali?"

"Tidak. Aku tidak mau punya pacar, aku tidak mau menikah, dan aku ingin hidup single serta bahagia!" jawab Arletta judes.

"Apa kamu yakin?" tanya Jeff kalem.

"Yakin apanya?"

"Bahwa apa yang kamu inginkan itu akan diijinkan semesta?" jawab Jeff. "I don't think so. Kamu tidak akan hidup sendiri, Chef."

"Oh ya jelas aku tidak akan hidup sendiri. Ada banyak keluarga aku!" balas Arletta.

"Tanpa ada pasangan?"

"Seorang wanita itu bisa hidup sendiri tanpa pasangan selama dia memiliki karier dan uang! Kami bisa mencari uang sendiri tanpa harus tergantung kaum pria yang terkadang terpaksa menjadi provider! Asal anda tahu ya Dokter Clarke, aku tidak mau merendahkan standar hidup aku hanya demi seorang pria!" Arletta mengangkat tangannya hingga ke kepalanya. "Ini standard hidup aku! Apa aku akan mencari pria di bawah ini? Tidak! Aku sejak lahir, sudah mendapatkan standar hidup yang cukup tinggi dari kedua orang tuaku. Alhamdulillah, mereka berasal dari keluarga yang berkecukupan ... bahkan berlebih. Dan itu yang menjadi standard aku! Cinta boleh, goblok jangan!"

Jeff memarkirkan mobilnya di depan apartemen Arletta. "Bagaimana jika aku bisa mengimbangi standar hidup kamu?"

Arletta tertawa. "Dokter Jeff Clarke, meskipun aku punya standar hidup tinggi, tapi tidak sembarang aku terima orang yang merasa bisa mengimbangi aku."

"Apakah ada sesuatu atau seseorang yang membuat kamu trauma?" tanya Jeff.

"Tidak ... Hanya saja, pria jaman sekarang yang green flag serambut-rambutnya hanya Roronoa Zoro. Aku tidak tahu kamu, kamu tidak mengenal aku bagaimana ... Anggap saja soal ciuman di bawah mistletoe, itu hanya intermezzo saja." Arletta melihat Howard sudah berdiri di depan pintu masuk. "Aku harap kamu tidak terus mengejar aku. Karena aku tidak tertarik padamu."

Arletta keluar dari mobil Porsche Jeff. "Terima kasih sudah mengantarkan aku. Drive safe. Goodnight."

"Goodnight," balas Jeff sambil melihat Arletta berjalan dengan anggun ke dalam gedung apartemennya. Dia melihat penjaga gedung menyapa ramah dan Arletta tertawa ke pria paruh baya itu sebelum masuk.

Jeff tersenyum smirk. "Masih banyak jalan ke Roma, Chef Arletta ... Masih banyak jalan."

Pria itu menjalankan mobilnya keluar dari parkiran gedung apartemen Arletta.

***

Keesokan harinya

Ruang istirahat rumah sakit sudah hampir kosong ketika Jeff Clarke duduk sendirian di depan meja kecil. Jas dokternya masih rapi, tapi ekspresi wajahnya jelas tidak. Di kepalanya masih terngiang percakapan siang tadi.

“Gadis mistletoe itu benar-benar cepat mencari perhatian, ya.”

“Tentu saja. Dokter Clarke terlihat seperti orang yang mudah dimanfaatkan.”

Mereka tertawa. Seolah-olah Arletta bukan seseorang yang pantas dihormati. Mereka tidak menyadari jika Jeff mendengar semuanya.

Jeff mengetukkan jarinya ke meja. Sekali. Dua kali. Tiga kali. Dia tidak habis pikir kenapa mereka seperti tidak ada kapoknya. Mungkin secara verbal tidak mental.

“Baiklah,” gumamnya pelan. “Kalau mereka ingin bercanda …”

Ia membuka laci kecil di mejanya. Dari sana ia mengeluarkan beberapa sachet obat pencernaan yang biasanya diberikan kepada pasien dengan sembelit. Sangat aman. Sangat efektif. Dan … sangat cepat bekerja.

Sudut bibir Jeff terangkat keatas.

***

Keesokan paginya, di ruang staf, beberapa dokter yang kemarin mengolok-olok Arletta sedang menikmati kopi.

“Ah, Jeff!” salah satu dari mereka menyapa. “Kami baru saja membicarakanmu.”

“Benarkah?” Jeff tersenyum ramah. “Kebetulan sekali. Aku membawa sesuatu.”

Ia meletakkan sekotak kecil berisi kue dan minuman sachet. “Sebagai ucapan terima kasih karena kalian sudah membantu banyak hal di rumah sakit.”

Mereka langsung menyambutnya.

“Wah, dokter Clarke ternyata murah hati juga.”

“Tentu saja,” jawab Jeff santai.

Satu per satu mereka mencampur minuman sachet itu dengan air panas dan meminumnya tanpa curiga.

Jeff berdiri, mengambil jasnya.

“Ngomong-ngomong,” katanya ringan sebelum keluar ruangan, “jika hari ini kalian merasa … perlu sering ke kamar mandi, itu hanya efek pencernaan. Sangat normal.”

Para dokter saling memandang bingung.

Sepuluh menit kemudian ....

Koridor rumah sakit berubah menjadi kacau.

“Permisi!”

“Aduh, lewat dulu!”

“Kamar mandi mana yang kosong?”

Beberapa dokter berlari panik melewati Jeff yang berdiri tenang di ujung lorong dengan tangan di saku jasnya.

Salah satu dari mereka berhenti sebentar, wajahnya pucat.

“Jeff… apa yang kau lakukan pada minuman tadi?!”

Jeff mengangkat alisnya.

“Obat pencernaan,” jawabnya tenang. “Sangat bagus untuk membersihkan sesuatu yang … kotor.”

Ia mencondongkan sedikit kepalanya. “Termasuk mulut yang suka menghina Arletta.”

Dokter itu langsung berlari lagi menuju kamar mandi.

Jeff menghela napas panjang.

Ekspresinya kembali dingin seperti biasa.

“Lain kali,” gumamnya pelan, “pikirkan dulu sebelum membicarakan seseorang yang tidak bisa membela dirinya.”

Lalu ia berjalan pergi seolah tidak terjadi apa-apa.

***

Yuhuuu up Siang yaaaa

Thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu

1
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Aku itu macam Letta, egois.. Karena dari usia 2 tahun, aku sudah di pesantren sampai masuk SD. Jadi sekarang setelah menikah aku gak mau jauh² dari suami, karena sudah sering merasa kesepian dari kecil🤧
Septi Lahat
nah jeff tinggal dirimu yg berpikir n mengambil keputusan yg sesuai dg pemikiran mu,, Letta egois krn ada sebabnya,, mnurut aq ya wajar Letta minta dinomor satukan,, semua wanita juga demikian kan😁😁😁
shinta
aku paham dengan perasaan mereka...
awesome moment
jeff mungkin akan menjauh dr letta. umroh. menenangkan hati. menyerahkan keputusan kepada pemilih hidup. jg utk menguji hatinya dalam memilih, memantabkan hati, menyiapkan hati utk keputusan terburuk dan memberi ruang utk letta memutuskan.
awesome moment
nha kn...bnr. letta memilih tdk married krm dia liat mamanya. sepanjang p pun jeff ngomong, g mempan. cm elfesya ato daisy yg bisa. letta lupa bhw jeff bisa tersiksa klo spt tu. egois boleh. btooll malah. tp...jk passionnya adalah negara ato masy...mjd yg kedua adalah kebijakan yg tulus. letta punya contoh yg buanyak. elfesya jg sdh beri clue. nilai dan tgg jwb yg akhirnya utk kelg jg. smg letta ingat bgmn dok luck meninggalkan ken dan dash utk tandem dgn jeff menyelamatkan ibu dan anak. smg pengertian sgra menyusup ke hati letta. krn cinta bukan menyakiti, mengekang, tp memahami. kt...org pintar lho😄😄😄
Meeta Baggio
Mungkin apa yg Letta utarakan tentang keluarga adalah Egois,tp apa yg Letta katakan aq sangT setujuu, keluarga yg paling urama, Letta ga mau klo apa yv d alami orang tua nya terulang di kembali di kehudupan nya, mungkin ini semacam trauma buat Letta
Sayem Sayem
yupiii setuju sama letta KLO udh nikah prioritas utama adalah keluarga g peduli serempong apa seribet apa keluarga - istri itu no 1..tp jarang ada org yg bisa melakukan itu ..
~AruN~
ternyata ada semacam..entah trauma ato apalah namanya yaa 🤔 jd ada ketakutan tersendiri yg melatarbelakangi alasan g pengen punya pasangan apalg nikah
Sayem Sayem
yakin lh klo udh jodoh pasti akan bersama & cinta akan pulang kerumahnya 🖤🖤
awesome moment
letta mmg butuh memantapkan hati utk menerima jeff. mungkin salah 1 penyebab letta milih tdk menikah dlu krn liat org2 terdekatnya LDM. restu ibu mmg tiada 2nya. tpt slese bicara, jeff dtf👍😄👍
shinta
bakal dipeluk apa dicemberutin tuh jefnya 🤭🤭🤭
amilia amel
semoga Letta bisa memahami profesi Jeff yang memang mengutamakan kemanusiaan
Meeta Baggio
Semoga Letta mau mengerti dan menerima Jeff dengan segala resiko nyaa, meski pun rasa tertarik ke Jeff masih sedikit lahh
Elsa Fanie
wah arletta benar an udah tertarik m Jeff ini,dan benar kata mommy mu letta 🤗,,
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Setidaknya, momen bersejarah itu kelak akan menjadi cerita yg seru untuk anak cucu kalian, nantinya😉
awesome moment
jgn smp luka jeff membuat dia hrs 'libur' dlu jd dokter. q wor2 n..tp...alhmdulillah. letta mulai goyah. bnr2 ditelateni. modelan steven dlu sm shea. telaten. sabar. jd jodoh bnr.an. mmg tdk d yg mengalahkan do'a ibu, letta. restu ibi manjur utk smuanya. terutama...melembutkan hati. dan...jeff. sdh mengantongi tu.
Lusy Aristiani
Mulai goyah kaaaannn 🤭🤭🤭🤭🤭❤️❤️❤️❤️❤️
Septi Lahat
kayaknya nggk ada tempat yg beneran aman buat kencan selama insting jeff sbgai dokter tetap berjalan😅😅😅
shinta
sederhana banget romantisnya mereka, aku suka... aku suka ...
Elsa Fanie
wow Jeff cara mu mendekati arletta sungguh sangat luar biasa 🤗,, langsung k pusat dan ketempat sang pemilik hidup y,,, berantakan tapi JD lebih dekat y Jeff gpp,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!