Gara-gara difitnah "impoten" oleh mantan istri, Kenzo sang CEO Mafia terpaksa menikahi Zia, dokter spesialis sekaligus pengacara yang mulutnya sepedas cabai.
Sialnya, Zia juga punya hobi latah yang bikin harga diri Kenzo jatuh di depan anak buahnya!
"EH COPOT-COPOT, MAFIA GANTENG PISTOLNYA KARATAN!"
Mantan istri? Kena mental lewat jalur medis dan hukum! Tapi bagi Kenzo, menghadapi musuh lebih mudah daripada menghadapi satu istri latah ini!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dhya_cha7, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13: Rahasia Kalung Tua
Marco melompat keluar dari jendela dengan tangkas layaknya Spiderman, namun sayang hatinya tidak setangkas geraknya.
Di dalam mobil jip hitam yang melaju kencang meninggalkan markas Kenzo, suasana mendadak hening.
Anak buah Marco yang berada di kursi depan sesekali melirik ke spion.
Mereka bingung melihat sang bos yang biasanya teriak-teriak seperti orang kesetanan, sekarang malah duduk bengong menatap keluar jendela.
"Bos... emm... itu lengan Bos berdarah. Mau saya carikan tukang jahit atau kita mampir ke rumah sakit?" tanya salah satu anak buahnya memberanikan diri.
Marco tidak menjawab. Ia justru merogoh saku celananya dan mengeluarkan dompet kulit tua yang sudah lecet-lecet, bahkan bolong di beberapa bagian.
"Loh, Bos kok nggak jawab sih? Malah lanjut bengong, awas nanti disamperin Mbak Kun!"
"Eh, tapi tadi kenapa nggak jadi nembak dokter cempreng itu? Padahal moncong pistol Bos sudah nempel di jidatnya loh," tanya anak buah yang lain penasaran.
"Diam kalian! Jangan banyak tanya atau mulut kalian saya sumpal pakai knalpot racing!" bentak Marco, tapi suaranya tidak segalak biasanya.
Marco kemudian membuka dompetnya. Di sana terselip foto usang seorang pria gagah yang tengah menggendong bayi perempuan.
Di telinga bayi itu, ada tanda lahir kecil berbentuk bintang sabit yang sangat jelas.
"Zia... kenapa wajahmu mirip sekali dengan Papa? Apa mungkin... Ah, tidak mungkin! Papa bilang dia sudah tiada saat kecelakaan itu," gumam Marco lirih.
"Bos, Bos kenapa? Kok malah ketularan gila dokter cerewet itu, mana curhat sama dompet lagi?"
"Jangan-jangan Bos kesambet penunggu markas Kenzo ya?" anak buahnya makin heran melihat Marco yang mendadak melankolis.
"Berisik! Putar balik sekarang ke markas! Aku mau mandi kembang biar bau cairan sterilisasi ini hilang dari hidungku!" teriak Marco menutupi kegalauannya.
Sementara itu, di dalam kamar Kenzo, suasananya jauh dari kata estetik.
Kenzo masih terkapar pingsan di kasur layaknya ikan yang terdampar dengan wajah yang berubah-ubah; kadang mengernyit, kadang merah padam.
"Haish, Mas Royco! Cepat sini, jangan cuma diam sambil pegang pistol saja! Pegangin kaki Mas Letoy ini!" perintah Zia sambil menyingsingkan lengan bajunya.
Zia sibuk mondar-mandir membawa baskom berisi air dan handuk kecil.
Ia juga sudah memakai masker medis double sekarang, seolah sedang menangani pasien wabah mematikan.
"Nona, ini Bos Kenzo kenapa? Kok wajahnya kayak kepiting rebus gitu?" tanya Rico (Mas Royco) sambil memegangi kaki Kenzo yang kaku.
"Ini namanya overdosis balsem setan, Mas Royco! Kalau nggak segera dilap pakai air es, pinggang Mas Letoy bisa matang luar dalam kayak sate madura!" sahut Zia ketus.
Tidak ingin meladeni pertanyaan Mas Royco lagi, Zia mulai menempelkan handuk es itu ke punggung Kenzo dengan gerakan bar-bar.
Cesssss!
"ARRRGGGHHH! ZIAAA! KAMU MAU MEMBUNUH SAYA?!" Kenzo langsung meloncat bangun sampai kepalanya hampir kepentok lampu plafon.
Matanya kini melotot seperti orang melihat uang jatuh dan napasnya memburu.
Rasa dingin yang tiba-tiba menabrak rasa panas balsem membuatnya seolah disiram air keras di tengah padang pasir.
"Halah, mulai... mulai! Tadi aja pingsan kayak kerupuk udang kena kuah soto, sekarang bangun-bangun langsung mau makan orang! Situ kanibal?"
"Udah diem dulu Mas, ini biar pori-pori Mas nggak demo karena kepanasan!" omel Zia sambil menekan punggung Kenzo lagi.
Kenzo yang tadinya mau marah, mendadak diam melihat wajah Zia yang beneran belepotan keringat. Dokter cerewet ini ternyata beneran panik mengurusnya.
"Zia... kamu..." Kenzo terdiam, menatap Zia yang sibuk memeras handuk.
"Apa? Mau bilang makasih? Nanti aja kalau pinggang Mas udah nggak bau warung pijat urut!" potong Zia cepat.
Kenzo menghela napas pelan, lalu ia teringat kejadian tadi.
"Zia, kamu beneran tidak kenal Marco? Dia melihatmu seolah-olah kamu itu... seseorang yang sangat berharga buat dia."
"Kamu nanya? Kamu bertanya-tanya? Hei Mas Letoy, mana saya tahu!"
"Mungkin dia terpesona sama kecantikan Zia Xaviera yang tiada tara ini. Lagian, si Masako itu aneh, ngapain juga dia nanyain nama bapak saya segala. Kayak mau daftar bansos aja!" jawab Zia sambil membereskan botol-botol obatnya.
Tiba-tiba, saat Zia hendak memasukkan alat medis ke dalam tasnya, sebuah kalung perak tua terjatuh dari saku bajunya.
Kalung itu memiliki liontin berbentuk ukiran kuno yang sangat unik.
Ting!
Kenzo refleks memungut kalung itu. Matanya seketika melotot tajam.
Ia sangat mengenali simbol di liontin itu. Simbol yang sama persis dengan tato yang ada di lengan bawah Marco.
"Zia... kamu dapat kalung ini dari mana?" tanya Kenzo dengan nada suara yang mendadak serius.
"Oh, itu? Itu peninggalan satu-satunya dari almarhum Ayah saya tahu. Kenapa emangnya, masalah buat Mas? Atau jangan-jangan Mas Letoy mau minta? Enggak boleh! Ini aset berharga saya!" jawab Zia sambil merebut kalung itu kembali.
Kenzo langsung terdiam seribu bahasa. Pikirannya melayang jauh. Ia mulai menyambungkan titik-titik rahasia yang mengerikan.
Kalau kalung ini milik Zia, dan simbolnya sama dengan Marco... berarti Dokter gila ini adalah...
"Heh, Mas Letoy? Kok malah bengong sih? Wah, bahaya nih, jangan-jangan saraf otak Mas ikut kejepit ya?!" teriak Zia sambil melambaikan tangan di depan wajah Kenzo.
Kenzo hanya menatap Zia dengan pandangan protektif yang sulit dijelaskan.
"Zia, dengarkan saya baik-baik. Mulai sekarang, jangan pernah jauh dari saya atau Rico. Mengerti?"
"Dih, posesif amat! Masih encok aja sok-sokan mau jadi bodyguard!" cibir Zia, tidak tahu kalau nyawanya kini tengah menjadi incaran takdir yang besar.
saat ni perjalanan menuju konflik sebenarny udh di mulai ,,
tentu saja di bumbui dg sifat dokter reog yg takk terduga ,,
knp ad barang2 Dari mafia Marco Dan kenzoo ,, siapa sebenarny ayah angkat Zia ini ,,
ayooo dtggu kelanjutan ny ,,
lanjuuut kak ,,
penasaran banget
tp yaaaa gx tau klo pas sarapan nnti ,, wibawa mafia ny msh ad gx🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣
sx pun mereka mafia,, tp sikap solidaritas , sikap kerja sama Dan sikap persaudaraan mereka patut di acungi jempol ,,
krn bagaimana pun mereka ttap manusia yg memiliki hatii ,,
meski di beberapa waktu mereka bisa menghabisi musuh tanpa belas kasihan ,,
si kenzzo Dan jajaran ny udh kehilangan wibawa mafiany gara2 masakan dokter reog ,, 🤭🤭🤭😂😂😂😂
dmna mafia gx da harga diri ny di depan zia klo udh ngereog 🤭🤭🤭🤭🤭
cosplay jd mafia ,, 🤭🤭🤭😂😂😂😂
makhluk bodoh katanya ,,
makiin seruuuu cerita ny ,,