NovelToon NovelToon
The Absolute Sovereign

The Absolute Sovereign

Status: sedang berlangsung
Genre:Budidaya dan Peningkatan / Fantasi / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:25.9k
Nilai: 5
Nama Author: arceusssxara

Karya asli!!!

on-Going

Salah satu Sovereign tertinggi di Alam Semesta yang Tak Terbatas ini, ia segera menjalani Jalan menuju Dao tertinggi di alamnya, mereka mengetahui dari catatan kuno, jika seseorang bisa melewati batas Penguasa Tertinggi, ia bisa menjadi God King.

Namun siapa sangka, Wanita yang ia anggap mencintainya, dikhianati olehnya. Saat itu ia hendak menerobos melewati batas itu, namun saat menerobos ia sempat terdampak oleh Tribulasi Hukum. Saat itulah kesempatan wanita itu menusuknya dengan Kabut beracun yang asalnya tidak diketahui, bahkan melukai Primordialnya.

Jadi, sisa jiwanya ia bereinkarnasi menjadi pangeran muda dengan nama yang sama "Huang Di", namun jalan takdir yang ia jalankan sangat bertengtangan dengan sifat Ke Angkuhannya sebagai Absolute. Bagaimana perjalanannya menjalankan takdir ini?

Di kebaradaan Dimensional yang lebih tinggi bahkan God King itu hanya seperti Dewa biasa!

"Jika Takdir mempermainkanku! aku akan memandang rendah Semuanya!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arceusssxara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 13 Akhir dari Kekaisaran & menerobos Core formation

Setelah semua formalitas selesai, saat semua mata masih terfokus pada panggung kehormatan…

Huang Di melangkah ke tengah arena. Ia mengangkat token emas tua tanda kehormatan pewaris kaisar ke atas langit, lalu dengan santai mengayunkannya ke udara hingga menancap tepat di hadapan Kaisar.

“Sebagai Pangeran ke-18, Huang Di…” suaranya bergema di seluruh arena, tajam dan dingin, “...aku menyatakan mundur dari posisi Tuan Muda Kaisar. Mulai hari ini, gelar pewaris tahta bukan lagi milikku.”

“Dan gelar itu… lebih layak diberikan kepada kakak keempat.”

Kejutan meledak. Seluruh arena terdiam. Para bangsawan saling pandang. Para tetua sekte terperangah. Bahkan Xu Mei'er menutup mulutnya dengan syok.

Kaisar Huang Yuan yang berdiri di atas podium terkejut, wajahnya membeku sejenak. Tangannya mengepal sebelum suaranya meledak bagaikan guntur:

“Kurang ajar!”

Mata kaisar menyala penuh amarah.

“Beraninya kau mempermainkan titah kekaisaran! Jika kau tak menginginkan gelar itu… maka mulai hari ini, aku Kaisar Huang Yuan mencabut seluruh hakmu sebagai anak kandungku!”

Tangan Kaisar menunjuk lurus ke arah Huang Di.

“Mulai hari ini, tidak ada lagi hubungan darah antara aku dan kau, Huang Di! Kau bukan anakku! Dan Kekaisaran tidak akan bertanggung jawab atas segala keputusan hidupmu!”

Suasana berubah tegang. Beberapa bangsawan langsung berlutut. Beberapa selir tampak tersenyum penuh kemenangan.

Namun Huang Di hanya menyeringai datar, lalu menunduk sejenak.

“Bagus… Lebih ringan jalanku. Pilihan anda bijak yang mulia kaisar” nada rendah

Ia berbalik perlahan, melangkah keluar dari arena tanpa menoleh ke belakang.

Langkah demi langkahnya terasa sunyi… tapi setiap suara tapaknya menggema ke dalam hati semua yang menyaksikan seperti ketukan takdir.

Xu Mei'er berdiri kaku. Pangeran ke-4 mengepalkan tinjunya, hatinya terasa berat. Ratu yang duduk di sisi kaisar tersenyum samar, seolah puas. Mantan tunangannya yang berada di tribun dengan muka jeleknya penuh dengan penyesalan.

Namun tak ada yang menyadari bahwa langit di atas arena mulai mendung perlahan seakan menyerap keputusan yang baru saja mengguncang nasib Kekaisaran.

Langkah Huang Di tetap tenang saat ia menuruni tangga arena yang tinggi. Suasana hening, hanya langkahnya yang terdengar, seolah dunia ikut menahan napas.

Sesampainya di anak tangga terakhir, ia berhenti sejenak. Dari dalam lengan jubahnya, ia melemparkan sebuah batu bulat berwarna ungu ke udara.

Batu Kenangan Jiwa – Teknik Penglihatan jiwa kehidupan.

Batu itu mengambang di langit arena, lalu memancarkan cahaya keunguan yang langsung memproyeksikan gambaran besar di udara—seperti layar raksasa yang bisa dilihat oleh seluruh penonton.

Kilasan pertama muncul.

Seorang anak kecil, berusia sekitar lima tahun, berlutut di tanah dengan tubuh penuh luka, memohon sambil menangis.

"Ayah… aku hanya ingin belajar pedang seperti yang lain…"

Namun, seorang pria berpakaian kekaisaran wajah muda Kaisar Huang Yuan hanya menatapnya dengan dingin.

"Anak seperti kau tidak layak. Kau hanyalah hasil dari kesalahan yang tak pernah kuinginkan."

Kilasan kedua.

Sang anak dibuang ke istana pinggiran, dijauhkan dari pengajaran, dari perhatian, dari keluarga. Para pelayan memukul, mengabaikan, dan menertawakan semua atas izin sang kaisar.

Kilasan ketiga.

Wajah Ratu muncul. Ia duduk di dalam ruangan gelap, menyerahkan cincin penyimpanan kepada seorang pria berjubah hitam.

"Pastikan anak itu tidak kembali hidup dari perjalanan pegunungan selanjutnya. Ini pembayaranmu."

Wajah pria berjubah hitam itu tak lain adalah ketua markas bandit gunung yang baru saja dibantai oleh Huang Di semalam.

Seluruh arena terdiam. Tidak ada yang berani bernapas keras.

Kaisar Huang Yuan berdiri dengan wajah pucat. Tangannya gemetar. Ratu menahan nafas, wajahnya berubah pucat pasi.

Huang Di melangkah keluar gerbang arena.

Senyum datar terukir di wajahnya, dingin dan tak berperasaan. Ia tidak menoleh sedikit pun ke arah podium kekaisaran.

"Inilah kebenaran kalian. Simpan baik-baik."

Langkahnya tak terburu, namun terasa berat bukan karena beban… tetapi karena semua yang dulu menyakitinya, kini tak berarti apa-apa.

Langit masih kelabu, seolah ikut bersedih… atau bersiap menyambut badai baru yang akan datang bersama pria bernama Huang Di.

Satu langkah.

Saat kaki kanan Huang Di menyentuh tanah setelah keluar dari arena, riak spiritual yang tak dapat dipahami menyelimuti tubuhnya. Udara di sekitarnya bergetar, seolah realitas sendiri tunduk pada keinginannya.

Dalam sekejap mata tubuhnya menghilang.

Bukan karena terbang, bukan karena teknik bayangan biasa. Tapi seperti lipatan ruang yang membawanya sejauh 5 kilometer dari gerbang utama Kekaisaran.

“Ruang… terlipat?” bisik salah satu tetua sekte dengan suara tercekat.

“Tapi… itu…” Tetua lain bahkan kehilangan kata.

Wajah Kaisar Huang Yuan membeku. Ia belum selesai menelan kenyataan bahwa anak yang ia buang mempermalukannya di depan seluruh kekaisaran. Sekarang, anak itu berjalan keluar seperti dewa, dan menghilang seperti mimpi yang tak bisa digapai.

Ratu terdiam, tak mampu berkata.

Para pangeran hanya menggenggam tangan mereka, berkeringat dingin.

Xu Mei’er menatap langit tempat Huang Di menghilang. Ia menggenggam erat jubahnya, bibirnya menggigil pelan.

“Itulah dia… lelaki yang tidak bisa dihancurkan.”

Di sisi lain, seorang gadis duduk dengan tangan mencengkeram gaun mewahnya. Rambutnya tersisir rapi, wajah cantiknya menunduk.

Itu adalah mantan tunangan Huang Di.

“Kenapa aku dulu menolak dia…”

“Kenapa aku… begitu bodoh…”

Penyesalan menggulung dalam dadanya seperti badai. Ketika orang yang dulu dianggap tak berguna bangkit melampaui batas-batas dunia, hanya sisa kehampaan yang bisa ia rasakan.

Perjalanan baru Huang Di dimulai.

Jauh dari istana, dari kekuasaan kosong, dari orang-orang munafik.

Menuju dunia luar yang lebih luas dimana langit tak punya batas dan kekuatan sejati bukan lagi sekedar kultivasi, tapi kehendak absolute.

Setelah Huang Di meninggalkan arena kekaisaran dan menyaksikan semua reaksi dari para bangsawan, selir, dan sang kaisar yang memutuskan hubungan ayah dan anak, ia berjalan pelan namun penuh wibawa. Saat ia sampai di ambang pintu keluar dari benteng kekaisaran, dengan satu langkah kaki kanannya, tubuhnya menghilang bagai teleportasi, melesat sejauh lima kilometer dalam sekejap mata.

Langkah awal menuju dunia yang lebih luas pun dimulai.

Sistem: "Selamat, tuan. Karena telah meninggalkan kekaisaran sengan membalaskan dendam pemikik tubuh ini dan memalukan lawan-lawanmu, hadiah istimewa telah diberikan."

[Hadiah Diperoleh:

Teknik Rahasia: "Void Step (Langkah Kekosongan)"

Pil Pemurnian Darah Primordial x1

Manual Terlarang: "Metode Tubuh Asal Surgawi"

Map Lokasi Khusus: Lembah Hanyut]

Tanpa menanggapi panjang sistem, Huang Di hanya menyipitkan mata melihat map holografik di depannya. Pandangannya langsung menuju ke arah barat daya, ke dalam pegunungan berkabut yang disebut Lembah Hanyut, sebuah lokasi terpencil yang hampir tak dikenal di peta umum. Tempat itu tampak liar, lembab, dan sangat terisolasi dari pemukiman mana pun—tempat ideal untuk berkultivasi dan menapaki ranah baru.

Di tengah kabut pagi yang tipis, Huang Di tiba di sebuah gua kecil tersembunyi di sisi tebing batu berlumut. Gua ini tak besar, namun dalam dan memiliki aliran spiritual qi alami yang deras mengalir dari dalam tanah. Di sinilah ia memutuskan untuk melakukan terobosan.

Ia duduk bersila, meletakkan semua bahan di sekelilingnya dalam formasi pentagram kuno yang dibentuk dengan darahnya sendiri. Suasana menjadi senyap. Suara burung dan binatang lenyap seolah alam pun tahu, seseorang sedang mendobrak dinding alam semesta.

Sistem: "Proses kultivasi untuk masuk ke Core Formation akan dimulai dalam 3... 2... 1..."

BOOM!

Aura dari tubuh Huang Di meledak keluar, menyelimuti seluruh gua. Pil Pemurnian Darah Primordial langsung dicerna, dan tubuhnya memanas luar biasa. Setiap urat dan nadi dalam tubuhnya bersinar keemasan, seolah aliran darahnya berubah menjadi sungai cahaya. Rohnya mulai beresonansi dengan langit.

Suara dentuman terus bergema dalam gua itu, tidak seperti ledakan fisik, melainkan seperti lonceng dari langit yang mengetuk gerbang dimensi baru dalam kultivasi.

“Haah… ternyata ini... ranah Core Formation...” gumamnya pelan, napasnya bergetar.

Formasi di bawah tubuhnya menyala ungu pekat, lalu berubah menjadi biru langit, kemudian menjadi emas menyilaukan. Qi dalam tubuhnya melonjak tak terkendali, dan tubuhnya mulai bergetar hebat. Tulangnya berderak, kulitnya merekah lalu menyatu kembali.

Di tengah proses ini, Huang Di tiba-tiba membuka matanya. Matanya bersinar ungu pupil berubah menjadi bentuk bintang delapan.

“Teknik Tubuh Asal Surgawi… aktifkan.”

Tiba-tiba dari tubuhnya muncul siluet naga, phoenix, dan kura-kura hitam, berputar-putar mengelilinginya. Mereka meraung ke langit dalam bentuk energi spiritual yang menembus gua dan menembus awan. Alam merespon.

Awan gelap bergulung di atas gua. Petir menyambar! Angin mengamuk. Guntur menggema.

“Ujian Langit…” desisnya.

Sistem: "Ujian Langit terpicu karena tubuhmu telah dianggap sebagai calon tubuh ilahi dan melawan hukum langit dan bumi. Bertahanlah."

TSSHHHH!!!

Petir pertama menyambar! Huang Di berdiri, tubuhnya penuh luka namun matanya bersinar lebih tajam dari sebelumnya. Ia mengepalkan tangan dan meninju ke langit!

DUARRR!!

Petir kedua menyambar! Tapi kali ini ia menyilangkan tangan membentuk formasi pelindung. Petir itu pecah membentur pelindungnya.

Tretretretret! Petir ketiga sampai kedelapan jatuh bertubi-tubi.

Tubuhnya berdarah, namun tidak berlutut. Sebaliknya, dia malah berdiri tegap dan tertawa kecil, "Apa ini saja yang kalian punya?"

Lalu petir kesembilan, yang paling besar, berwarna keunguan bercampur emas, jatuh dari langit seperti tombak surga!

BOOOOM!!!

Gua hancur separuh. Tanah bergetar. Langit berwarna merah membelah.

Namun... dari reruntuhan dan debu... seorang pemuda berdiri dengan tubuh menyala emas, rambut panjang terurai, dan mata bintang delapan menyala seperti dua cahaya surgawi.

Ranah Core Formation—telah dicapai.

Sistem: "Selamat Host. Anda kini telah melampaui Core Formation tahap 1. Potensi tubuhmu dikategorikan: Tubuh Ilahi Primordial."

Huang Di duduk perlahan, napasnya teratur.

“Dunia... saatnya mengenalku kembali.”

Angin di Lembah Hanyut menderu pelan, seolah menjadi saksi atas kelahiran seorang eksistensi yang melampaui akal dan ranah biasa. Di tengah pusaran energi spiritual yang masih berputar hebat, tubuh Huang Di berdiri tegak, perlahan menyatu dengan kehampaan dan kekekalan.

Rambut panjangnya yang sebelumnya hitam legam kini perlahan berubah. Helaian demi helaian memutih bukan karena usia, melainkan oleh penyucian kekuatan memantulkan cahaya lembut seperti salju abadi di puncak langit. Matanya memancarkan kilatan bijaksana, mengandung pemahaman tak terbatas yang hanya dimiliki mereka yang menembus batas fana.

Otot-ototnya mengeras secara proporsional, namun tetap ramping dan elegan. Kulitnya bercahaya, sebening giok surgawi, seolah tak tersentuh oleh debu duniawi.Dalam sekejap, pakaian lusuhnya hancur lebur, digantikan jubah keagungan yang terbentuk dari hukum langit dan energi yang condong pada supremasi absolut. Jubah itu menjuntai, berlapis ungu tua dan keperakan, dihiasi pola tak dikenal yang berdenyut layaknya hidup.

Saat hendak menstabilkan energi barunya, dia mengangkat tangan kanannya. Telapak tangannya mengeluarkan sinar redup namun saat dipandangi lebih dalam, sebuah pemandangan surgawi tersaji di sana. Empat entitas legendaris muncul dalam proyeksi kecil: seekor naga yang berputar melingkar, seekor phoenix dengan sayap api yang menjilat, seekor kura-kura hitam yang kokoh dan diam, dan akhirnya...

Sebuah nyala api. Tidak seperti api biasa.

Api itu tak memiliki warna, tak punya bentuk yang tetap—melainkan kekacauan mutlak. Api yang seakan membakar hukum, menelan realitas, dan menyisakan ketertundukan mutlak pada pusat kekuatan: Huang Di.

"Apakah ini... esensi kekuatan dari tubuh ini?" gumamnya lirih.

Empat entitas itu tidak menyerang, tidak juga tunduk. Mereka mengelilingi api kekacauan itu dalam harmoni yang mencengangkan. Keseimbangan antara hukum, legenda, dan kehancuran. Dan semuanya berada... dalam genggamannya.

Langit Lembah Hanyut perlahan berubah warna. Awan berputar di atas, menciptakan pusaran mendalam berwarna ungu kehitaman yang seolah mengintip dunia melalui celah ruang dimensi. Udara berhenti mengalir. Burung-burung membisu. Binatang buas di lembah itu merunduk, tubuh mereka gemetar tak mampu menahan tekanan dari sesuatu yang belum pernah muncul dalam ribuan tahun.

Telapak tangan Huang Di tetap terbuka. Proyeksi itu tak hilang begitu saja.

Naga itu mewakili kekuatan dominasi. Phoenix mengandung kehendak abadi kehidupan. Kura-kura hitam menjaga ruang dan waktu. Dan api itu... kekacauan mutlak, penghancur dan pencipta hukum realita. Dalam diam, Huang Di mengerti.

"Ini bukan hanya proyeksi biasa. Ini... cetak biru dari asal kekuatan dunia.”

Warna emas menyala samar dari dantiannya. Lautan spiritualnya yang sebelumnya dalam kini berubah menjadi semesta mini, mengandung galaksi energi yang berputar pelan. Ranah Core Formation miliknya bukan fondasi biasa—ia telah membentuk inti bukan dari satu jenis elemen, tetapi dari kehendak kosmos itu sendiri.

Seketika, suara sistem muncul dalam pikirannya.

DING!

Selamat! Anda telah berhasil menembus ke Ranah Core Formation.

Kondisi unik terdeteksi: ‘Inti Kehampaan Kekacauan Mutlak’ terbentuk.

Anda adalah satu-satunya pemilik kekuatan ini di seluruh dimensi terhubung.

Hadiah diberikan: Teknik Esensial “Sovereign Void Sutra” – Level Tak Terhingga

Artefak: “Jubah Dewa Absolut” – Menyatu secara alami.

Pemahaman hukum meningkat: Waktu +15%, Ruang +20%, Kekacauan +∞

Huang Di membuka matanya perlahan. Suaranya berat, namun tak menggema. Ia seperti berbicara kepada dunia itu sendiri.

“Jika ini adalah jalanku... maka tidak akan ada yang bisa menghalangi.”

Langkah kakinya menjejak tanah, namun tak menyentuh daun pun. Di bawahnya, aura keabadian menyelimuti lembah. Pohon-pohon merunduk seperti menunduk hormat. Bunga-bunga mekar meski bukan musimnya. Udara harum bercampur dengan aura tak terjelaskan menyelimuti wilayah sepanjang ratusan meter.

Ia pun mulai berjalan keluar dari gua kecil itu, namun sebelum meninggalkan tempat itu, dia menoleh sebentar

“Lembah ini… akan kusegel. Suatu hari nanti, akan jadi tempat para penerusku—jika dunia ini bertahan cukup lama.”

Dengan satu gerakan jarinya, dia menggambar formasi tak dikenal yang berputar dan membentuk segel raksasa tak terlihat. Energi itu menyatu dengan tanah, langit, dan alam sekitarnya.

Setelah selesai, Huang Di menatap ke langit.

"Langit dan bumi saatnya sang penguasa mutlak ini akan bergema... Dunia ini belum tahu apa yang akan datang. Wanita terkutuk tunggu aku kembali" Huang Di mengepal tangannya ke arah Langit.

Dan dengan satu langkah, tubuhnya menghilang—bukan seperti teleportasi biasa. Dunia di sekitarnya seolah terlipat dan ditarik, dan Huang Di... sudah tak terlihat lagi di lembah itu perjalanan dunia luar saatnya dimulai untuk Huang Di

1
Mbah Haryo
wah...terlalu cevat over oowernya...ach.
Mbah Haryo
pangeran ke 18 si poni di ini skarang jd agak laen.. 🤭
Mbah Haryo
oaalaaahh...jebulnya novel sistem...????????🤔
Mbah Haryo
naaiiissss...
Mbah Haryo
coment" readersnya mengeriken skalee...coba ach ikut nongkrong dsini...syapa tau critanya wagu tp seru...

gaassss....
Ip 14 PRO MAX
nh ini krkter yg aku ska mntaap
Ip 14 PRO MAX
mntaap bntaii
Ip 14 PRO MAX
tingkat kn kekuatan
Kaisar Abadi
mampir bang.
Vee aja
gk jelas ceritanya Thor 😁
Vee aja
wow otakku mumet Thor 🤣🤣
Vee aja
kereeen👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Vee aja
kereen 👍👍👍
Vee aja
👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Ardi Provision
mc tidak percaya sama orang lain tapi membantu orang asing ini ngelantur 😂😂
Ardi Provision
mc pertama masuk yang lain harus melewati tes tapi ada yang mendahului didepan mc, apa tidak ngelantur ni thor
Ardi Provision
tidak kawin bagaimana ada penerus?? kawin dulu 😂😂😂
Arceusssxara: haha maksudnya pewaris yang beruntung mendapatkannya😄
total 1 replies
Ardi Provision
haiis,, harta rampasan dibuang begitu saja
Ardi Provision
ambil dulu harta rampasan perang
🍒⃞⃟🦅 Ling Yuxiu
Mantap
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!