NovelToon NovelToon
Lost Love In Bloom Again

Lost Love In Bloom Again

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Persahabatan / Cinta Murni / Romansa / Tamat
Popularitas:136.2k
Nilai: 5
Nama Author: Khairiana

Elvina Reyna Lion. Nona sulung dari keluarga kaya yang memilih mengabdikan dirinya di sebuah Rumah Sakit swasta tempat dimana dia akhirnya bertemu cinta pertamanya.

Rangga Abelard. Pengusaha muda yang sukses. Tidak hanya tampan tapi juga brilian dalam segala hal. Namun tidak dengan kehidupan pribadinya.

Arkana Wijaya, Pewaris tunggal Rumah Sakit tempat dimana Rena bekerja dan menjadi satu-satunya profesor termuda di Rumah Sakit tersebut.

Ketiganya akhirnya di pertemukan kembali setelah sekian lama. Dan akhirnya awal kisah mereka terulang kembali di Rumah sakit tersebut dan mengulang kembali kisah lama yang belum usai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khairiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Obsesi

Semakin Rena menolak Rangga semakin Rangga terobsesi padanya. Ia selalu merasa kesal jika Rena tidak menanggapi perasaannya dan menolak segala keinginannya.

Rangga yang masih terdiam dalam kekesalannya,merebahkan badannya di atas kasur dan tertidur. Hingga melupakan janji temunya pada Monica.

Pukul 17.00. Arka sudah tiba di depan pintu rumah Rena. selang beberapa waktu setelah menekan bel rumah,sosok wanita yang tak lain adalah Rani membuka pintu dan mempersilahkan Arka masuk dan duduk di sofa ruang tamu.

"Sebentar ya Arka, sepertinya Rena ketiduran." Kata Rani meninggalkan Arka sendiri.

"Bi, ambilkan minum buat teman Rena !" Titah Rani

"Baik nya."

Rani melangkahkan kakinya menaiki anak tangga satu per satu menuju kamar Rena.

"Sayang, bangun !" Sambil menepuk pelan bahu Rena.

"Emmm, bentar lagi bun!" Dengan suara beratnya

"Bentar bagaimana ? Bukankah kau ada janji dengan Arka ?!"

"Memangnya sudah jam berapa bun ?"

"Tidak perlu menayakan jam, Arka sudah menunggumu di bawah."

Rena terkejut dan segera bangun melompat dari tempat tidurnya, bergegas menuju kamar mandi membasuh wajahnya dan menyikat gigi.

Rani yang melihat putrinya dengan terburu buru hanya bisa menggelengkan kepala pelan.

"Rena, hati-hati sayang, lagipula Arka tidak akan lari meninggalkanmu !"

"Apan sih bun" Sambil memilih milih baju yang masih tergantung di lemari.

"Bun, aku pakai baju yang mana ya ?" Tanyanya.

"Sudah, pakai yang ini saja." Sambil mengangkat gaun pendek selutut dengan lengan terbuka berwarna putih

"Tidak,tidak. Aku mau nonton bun, bukan kencan !" Dengan ekspresi menolak.

"Udah ah, aku pakai celana panjang saja."

Setelah memakai stelannya, Rani membantu menyisir rambut putrinya, sedang Rena memakai riasan, hingga selesai.

Rena segera berlari menuruni anak tangga,dan lagi lagi Rani kembali menegurnya.

"Pelan-pelan Ren !"

"Iya bun !"

"Maaf ya nunggu lama !?"Seru Rena.

Arka segera berdiri dari tempat duduknya menatap Rena dengan senyum

"Tidak apa-apa ! sudah siap ?!"

"Sudah !" Rena mengaggukkan kepalanya.

Arka kemudian menghampiri Rani untuk berpamitan.

"Tan, Aku bawa Rena sebentar !"

Rani hanya tersenyum menganggukkan kepalanya tanda menyetujui.

"Bunda, aku pergi yah ?" Sambil mengecup pipi ibunya.

"Hati-hati ya, Arka ! titip Rena." Rani mengingatkan.

"Iya tan."Dengan senyum ramahnya.

Arka berbalik menuju pintu keluar di ikuti Rena di belakang.Ia kemudian membantu Rena membuka pintu mobil dan mempersilahkannya masuk,lalu berlari kecil menuju kursi kemudi.

Di dalam mobil Arka membantu Rena memasang sabuk pengaman,membuat jantung Rena berdetak lebih cepat.

Karna posisi mereka cukup dekat bahkan Rena bisa merasakan hembusan nafas Arka yang hangat.

Rangga menatap Rena yang masih dengan ekspresi menegang di raut wajahnya

"Kamu kenapa ?" Tanya Arka dengan senyum.

Rena dengan cepat menggelengkan kepalanya"Tidak kenapa-kenapa" jawabannya gugup.

Arka kembali ke posisinya semula, memakai sabuk pengaman dan menyalakan mesin mobil, kemudian melaju menjelajahi jalanan di Ibu Kota yang padat.

Disisi lain.

Terlihat Monica mondar-mandir memegang gawainya sambil terus mencoba menelfon. Namun untuk kesekian kalinya, tidak ada respon dari nomor yang di hubungi nya.

Ia menghentakkan kakinya mulai tidak sabaran dan merasa kesal.

Monica menatap tiket yang kini berada di tangannya dan hampir saja ingin merobek tiket tersebut. Namun suara klakson mobil terdengar dari luar gerbang mengagetkan nya.

Monica segera berlari membuka pintu dan menuju ke arah mobil tersebut.

"Maaf ya Mon, aku terlambat !"

"Tidak apa-apa, yang penting sekarang kamu sudah ada di sini." Jawab Monica yang sudah duduk di samping Rangga dan menutup pintu mobil

Rangga segera melajukan mobilnya.

•••

Film yang sudah mulai di putar.

Arka sengaja memilih film bergenre Romantic I Still Believe, berharap dia bisa lebih dekat dengan Rena. Namun yang tanpa dia duga, ternyata Monica juga memilih film yg sama.

Arka dan Rena yang sudah duduk di kursi penonton bagian tengah, sedang Rangga dan Monica duduk di belakang kursi dua baris dari tempat Arka dan Rena duduk.

Karna sedikit terlambat, dan hanya kursi itu yang tersisa.Rangga kembali meminta maaf pada Monica karna keterlambatannya.

"Maaf ya Mon, karna aku, kita jadi dapat tempat bagian belakang !"

Monica hanya tersenyum dan menarik tangan Rangga untuk duduk

Penonton mulai tenang, dan melakukan aktivitas mereka masing masing, ada yang bergandengan,ada yang hanya sekedar berpegangan tangan.dan sebagian haya menikmati pop corn yang berada di tangan mereka.

Dan salah satunya adalah Rena. Sesekali Arka memandangi Rena yang terlalu serius menatap layar lebar di depannya dan memasukkan pop corn di mulutnya tanpa memperhatikan mulutnya yang sudah belepotan dengan sisa sisa kecil pop corn yang menempel di bagian bibirnya.

Sedangkan Rangga yang tidak terlalu suka dengan Genre filmnya, terkadang sesekali ia melirik kesana kemari memperhatikan semua penonton yang ada,yang hampir semuanya adalah pasangan.

Tiba-tiba matanya tertuju pada satu pasangan yang merusak suasana hatinya yang tenang.

Arka mengusap pelan bagian mulut Rena yang sedikit belepotan akibat sisa-sisa popcorn dan kemudian secara perlahan menyentuh bibirnya dengan lembut.

Rena yang terkejut dengan perlakuan Arka tertegun sejenak menatapnya dalam diam, bahkan nafasnya tertahan karna terlalu gugup. Mata mereka bertemu satu sama lain, dengan satu tatapan yang tidak bisa di artikan.

Rangga yang melihat pemandangan itu sangat kesal dan mengepalkan kedua tangannya.

Rena yang masih terbawa suasana dengan film yang ia nonton hanya bisa terdiam saat Arka perlahan mendekatkan wajahnya bermaksud ingin menciumnya.

Kali ini jantungnya kembali berdegup lebih cepat dari sebelumnya. Ia hanya reflek memejamkan matanya, membuat Arka semakin berani mengambil tindakan, dan mendekatkan wajahnya.

Deru nafas Arka yang hangat membuat seluruh tubuh Rena mendadak merinding, ia belum pernah benar benar merasakan ciuman yang sebenarnya.

Ketika tepat bibir Arka menyentuh bibirnya, suara batuk yang begitu keras dari salah satu penonton menyadarkannya dan dengan cepat menepis wajahnya ke samping.

"Maaf." Ucapnya pelan. Membuat Arka menarik diri dan memperbaiki duduknya kembali.

Di sisi lain, Rangga masih terus batuk dengan sangat keras, seperti seseorang yang terkena batuk kronis,membuat beberapa penonton merasa terganggu dan mulai menatap ke arahnya.

Ukhuuuk ukhuuk uuukhuk !!

"Ada apa denganmu Rangga ?!" Monica bertanya sambil menepuk belakang Rangga yang sudah menunduk. Dengan actingnya,ia mencoba menahan tawa, ia bisa membayangkan,bagaimana wajah kesal Arka saat ini.

Rena yang merasa canggung dengan kejadian sebelumnya berpamitan untuk pergi ke kamar kecil. Dan Arka hanya bisa mengangguk dengan senyum paksa.

Rangga yang melihat Rena berdiri dan meninggalkan ruangan juga segera berpamitan pada Monica

"Mon, aku keluar dulu yah ?!" Ukhuk ukhuuuk !!"

"Ya sudah, pergilah ! jangan lama-lama, aku menunggumu !" Jawabnya, menutupi wajah kesalnya.

Rangga berlari menuju kamar kecil dan berdiri di depan pintu Toilet wanita.

Sedang Rena yang masih berada dalam kamar kecil terus menyirami wajahnya dengan air dan menatap pantulan dirinya di cermin, membayangkan kejadian sebelumnya sambil meraba bibirnya pelan.

"(Apa yang aku lakukan ? Betapa bodohnya !)"Rena mengumpat dirinya sendiri. Ia tidak bisa mengelak bahwa sentuhan bibir Arka masih terasa jelas di bibirnya.

Setelah merasa sedikit baikan, Rena menyeka wajahnya dengan beberapa tisu lalu memperbaiki riasannya.

Setelah selesai, ia membuka pintu dan melangkahkan kakinya keluar. Namun ia tidak menyangka seseorang akan tiba-tiba menarik lengannya dan dengan cepat menyandarkannya ke dinding.

Rena yang terkejut reflek berteriak. Namun, Rangga selangkah lebih cepat membekap mulutnya dengan telapak tangannya.

Hingga akhirnya ia menyadari,orang yang sudah mengejutkan nya adalah Rangga.

Merasa kesal, ia mencoba memberontak, namun dengan gesit Rangga menangkap kedua tangannya dan mencengkramnya dengan erat.

Rangga butuh beberapa detik untuk menenangkan Rena. Sampai saat ia melihat tak ada perlawanan darinya, Rangga baru melepaskan cengkramannya.

"Apa yang coba kamu lakukan !"Rena membentaknya.

"Seharusnya aku yang bertanya, apa yang kamu lakukan ?!" Seru Rangga menatap tajam mata Rena.

"Apa ?" Rena menatap bingung.

"I Still Believe ! Aku melihatmu."

Mendengar film yang di sebutkan,Rena spontan membulatkan matanya terkejut "Kau ! Kau mengikutiku ?"

"Itu bukan jawaban atas pertanyaanku Ren !" Kesal Rangga.

Deg.

Rena tersentak "(apa ini? kenapa aku harus merasa bersalah?!)"

"Sejak kapan kau jadi penguntit ? Aku bisa melaporkanmu !" Rena mencoba mengalihkan.

Namun, hanya kesunyian yang ia dapatkan. Tidak seperti biasanya ketika ia beradu argumen dengan Rangga. Saat ini Rangga hanya terus diam dan menatapnya tanpa ekspresi.

"Kau mencoba mengalihkan topik nona ?!" Tanya balik Rangga setelah beberapa detik berlalu.

"Itu.." Rena tampak berpikir keras."Lagipula itu bukan urusanmu, untuk apa kamu bertanya !?"

Perkataan Rena membuat Rangga semakin kesal dan reflek menekannya kembali ke dinding memisahkan jarak diantara mereka.

"Kau lupa atau pura-pura lupa ?!" Rangga mengatupkan kedua giginya menonjolkan tulang rahangnya yang terpahat sempurna.

Deg.

Sekali lagi, jantung Rena terasa mau lepas dari tempatnya.

("mengapa jantungku.. harus selalu bertingkah seperti ini.")

Namun dengan cepat ia mencoba menenangkan dirinya dan memberanikan diri menatap langsung ke mata lelaki yang ada di depannya.

"Aku tidak peduli tentang apapun rencana orangtua kita. Yang pasti aku tidak akan pernah setuju."

Rangga tertawa sinis mendengar ucapan Rena. Entah apa yang dia pikirkan. Tawa yang semulanya terlihat sinis kini berubah menjadi jahat.

"Apa yang akan kau lakukan padaku ?!" Tanyanya Rena mulai waspada dengan perubahan ekspresi Rangga.

Rangga tersenyum licik. I perlahan mengangkat tangannya, menyentuh rambut Rena dengan lembut, menyusuri wajahnya hingga mendarat di bibirnya.

Rena seketika menegang. Membayangkan hal-hal yang mungkin akan di lakukan Rangga selanjutnya, membuatnya bergidik ngeri.

"Rangga.." Lirihnya sedikit takut.

Melihat ekspresi Rena yang ketakutan membuat Rangga semakin bertingkah liar. Ia mendekatkan wajahnya kemudian mengulangi adegan dimana Arka ingin menciumnya.

Rena dengan cepat memanjangkan wajahnya kesamping dengan mata terpejam,ia mengepalkan kedua tangannya dengan erat.

Ketika Rangga telah menyentuh ujung bibirnya, ia segera menyudahinya kemudian melepaskannya.

Rangga terus menatap Rena dengan senyum, menurutnya pada saat itu wajah Rena terlihat lebih menggemaskan.

Rena yang menyadari tak ada sesuatu yang Rangga lakukan padanya, ia segera merasa lega dan perlahan membuka matanya.

"Tenang saja, aku tidak akan secepat itu memakanmu. Aku hanya tidak ingin kau mengingat bibir lelaki lain selain diriku." Ucap Rangga.

Entah setan apa yang merasuki fikiran dan perasaan Rena hingga membuat pipinya merah merona mendengar kata-kata Rangga.

Ia segera menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya, melihat posisi Rangga yang sudah agak berjarak darinya,ia berfikir, ini adalah kesempatannya untuk melarikan diri. Namun sayang, Rangga sudah menangkapnya dan menggendong lebih dulu, membawanya menuju area parkiran bawah tanah.

1
Yeyet Agus
suka sekali dng novel ini, ada misteri² nya...seru. Tks thor..ttp semangat.
Nadhya
kereen
Sri Wahyuni
makasih thor
R: Terimakasih juga untukmu yang sudah setia mengikuti cerita author.. jumpa lagi di karya selanjutnya. 😘❤
total 3 replies
callmemamak
ya ampuuun.... dibikin melehoy sama rangga
ndhya: 🤭😂🤣 melehoy gk tuh
total 2 replies
R
Hahaa.. seminggu itu gak selama 10 tahun kok.. 😂😄
callmemamak
kasian rangga. udah 10 th bersabar begitu nikah masih harus bersabar pula... tabahkan hatimu rangga
callmemamak
yeayy.... semangat up nya kak
R: siiip.. 😊
total 1 replies
callmemamak
ya ampuun up jg akhirnya kak.. sering² dong up. nya
R: akan di usahakan ya..
total 1 replies
Sri Wahyuni
dibikin ruwet sendiri
callmemamak
udah nikah masih aja mikir sih rangga
R
Sekedar pengumuman.

Ikuti terus setiap episodenya karna mungkin ini akan menjadi empat dari sepuluh episode terakhir. ☺️😉

See you all.. 😘🥰
callmemamak
ya ampuun... rangga bikin gemess gregeetttt
callmemamak
akhirnya up jg kak
R
Akan di usahakan, maaf kalo sy sering lambat up-nya, soalnya kadang harus ngurus rumah dan anak-anak, apalagi sekarang Ibu lagi sakit jadi kadang otaknya laload untuk bisa nyusun kata menjadi suatu kalimat.

Jadi mohon pengertiannya.. 🤗😊
callmemamak
akhirnya up jg kak... ditunggu next part nya
Rohani
akhirnya Rangga & Rena menikah jg..
callmemamak
ya ampuuun gemes bgt ma rangga
callmemamak
ya ampuun ranggaa...... terhura bgt dirikuu 😢
callmemamak
aaa.... akhirnya... ayo beri jalan buat rena n rangga
ndhya
tika maanaaaaaaa nggk muncul lgi yh 🧐
padahal aku rindu.bodo" bikin kangen😑🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!