NovelToon NovelToon
Why Did I Fall In Love With You

Why Did I Fall In Love With You

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Keluarga & Kasih Sayang
Popularitas:107
Nilai: 5
Nama Author: The Black

Kang Youngha seorang yang dulunya Direktur Muda Perusahaan Kang. Dia menikah dengan Jang Dohee, sosok perempuan yang dicintainya sedari dulu. Tiba-tiba, Kang Youngha melepaskan diri dari jabatan Direktur Muda. Dia mulai mengenal dunia militer dan masuk melalui Wajib Militer, di dunia militer nya Kang Youngha disegani banyak orang. Kali ini, dia benar-benar satu tim dengan teman-teman masa kecilnya yang sudah dianggap saudara. Di pertengahan tahun, dia mulai seperti hidup sendiri. Jang Dohee yang sudah tidak diajak berbicara semenjak Ayah Youngha sendiri berbuat hal yang tidak baik kepada keluarganya, Jang Dohee yang merasa kesal dan harus meluruskan ini selama pernikahannya yang sudah hampir menyentuh 5 tahun itu. Meski begitu, Dohee masih memperhatikan Youngha diam-diam dan mulai mengumpulkan semua aset untuk masa tuanya bersama suaminya. Di sisi lain, pria yang bernama Yoon Hain adalah teman masa kecil Kang Youngha. Mereka sudah seperti saudara kandung dan menyimpan banyak rahasia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon The Black, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 : If

Kondisi Youngha yang sudah jauh lebih baik daripada kemarin, hari ini dia sudah bisa berbicara dan tertawa bersama keluarga yang lain. Kali ini, Sion datang tidak sendiri tetapi dengan Jungha dan Miran. Hain yang awal wajahnya cerah mendadak datar, kedua rahangnya mengeras. Jungha menundukkan kepalanya saja dia berdiri sambil meminta maaf kepada kakaknya,

“Kak, maafkan aku sudah membuatmu sakit begini” ujarnya,

“Kenapa baru datang sekarang?” tanya Raon,

“Aku hanya pulang sebentar lalu kembali lagi” jawab Jungha,

Hain beranjak dari kursinya lalu menatap ke arah Youngha, mereka memainkan kode. Hain membelakangi Youngha dan Dohee untuk menutupinya,

“Hm kenapa? Kak Hain?” tanya Dohee yang berusaha mengintip penasaran,

“Sayang” panggil Youngha sambil menatap Dohee,

“Hm?” jawab Dohee lalu melihat ke arah Youngha.

Youngha dengan cepat mencium bibir Dohee, bersamaan dengan Hain menampar pipi Jungha. Dohee memejamkan kedua mata, kedua telinganya ditutup oleh Youngha. Youngha mencium bibir Dohee sambil melirik ke arah Hain, dia tidak melepaskan ciuman itu jika Hain belum berhenti menampar.

“Asal kau tahu? Kak Youngha mati-matian membesarkan mu, dia berusaha banting tulang agar kau mampu bersekolah dengan benar. Sekarang kau sudah mengabdi di negara, kenapa kelakuan mu masih begini? Seperti orang tak punya etika?” tanya Hain sambil menunjuk Jungha yang berlutut di depannya itu,

“Kak, aku hanya ingin cepat menikah dengan Miran” jawab Jungha masih membantah,

“Cih, kau tahu Miran? Kenapa dia cepat ingin menikahi mu? Karna dia masih belum puas mencinta yang belum selesai. Dia dulu meninggalkanmu karena ada perempuan lain, sekarang setelah putus dengan perempuan itu kau kembali mencari Miran” ujar Hain,

“Kak Jungha? Ternyata benar ya?” tanya Miran yang sedikit kacau itu,

“Miran bukan, begitu... Kak Hain” jawab Jungha bingung,

“Miran, jika kau ingin menikah dengannya, tunggu dia jadi pria matang dulu ya. Baru kau boleh menikah dengannya” ujar Hain tegas.

Youngha berhenti memakan bibir Dohee lalu melihat ke arah Hain, dia dengan lembut mengakhiri ciuman itu. Dohee tidur di dada Youngha, setelah itu Hain pergi lagi duduk di kursi yang awalnya dia duduk tadi. Youngha dan Dohee hanya melihat Jungha yang berdiri menatap Miran, pada akhirnya Jungha hanya menatap kakaknya lalu pergi. Youngha menatap Hain lalu memberikan acungan jempol, Dohee bangun dari tidur di dada Youngha dia langsung keluar dari kamar dan pergi ke dapur.

“Kak Youngha, maaf aku sudah menampar adikmu” ujar Hain,

“Biar, aku sudah muak dengan menampar begitu... Kalau tidak di didik pasti akan sama jatuh seperti Ayahnya” jawab Youngha,

“Kau apakan tadi kak Dohee kak?” tanya Raon mencoba mengalihkan,

“Pakai ini” jawab Youngha sambil menunjuk bibirnya yang segar berwarna merah muda itu,

“Wah, aku rasa Kak Youngha jago ranjang bukan sih?” tanya Hain,

“Jago lah, berapa ronde pun aku tak masalah... Yang penting Dohee aman, hahahah” jawab Youngha diikuti dengan tawa,

“Awas kak, anakmu kembar loh nanti” ujar Raon sedikit menyumpah

“Hahahaha” Hain dan Youngha tertawa puas,

“Kamu tahu tidak sih kak? Sekarang penerimaan prajurit baru ya kan? Aku kemarin liat Raon dia sedang di ruang kesehatan sama anak baru kamu kak” ujar Sion,

“Siapa dia? Berarti anak kesehatan ya?” tanya Youngha,

“Iya kak, dia itu namanya kalo ga salah—” jawab Sion terputus,

“Besok aku ijinkan bagaimana kak?” tanya Raon memutus Sion sambil menyumpal bakpao yang besar di mulut Sion,

“Hah?” tanya Youngha yang kemudian tertawa melihat mereka,

“Besok kan hari Sabtu, Raon” sahut Hain mengikuti tawa Youngha,

“Oh ya maaf” jawab Raon,

“Ihu ak, hia” ujar Sion tidak jelas, meneruskan dengan mulut penuh,

Raon menendang kaki Sion, kemudian Hain dan Youngha melihat itu tertawa terbahak-bahak. Malah Youngha mengejek Raon dan akhirnya menyuruh mereka berdua untuk mencari pacar, Hain yang tertawa melihat mereka tiba-tiba murung. Di ruang tamu, ada Jieun serta ibu-ibu lainnya yang ramai usai masak besar untuk makan malam. Kim Nara alias ibu Raon mengaduk sup setelah menambahkan beberapa bumbu,

“Dohee, bagaimana denganmu? Kamu sudah sembuh ya dari piknik kemarin?” tanya Lee Harin, ibu Hain

“Ibu Harin, sudah kemarin Kak Youngha merawat ku dengan resep obat Jieun lalu resep ibu-ibu ku ini” jawab Dohee,

“Aiya, besok kalau piknik jangan kasih dia daging lagi ya” ujar Han Shinhee, ibu Sion

Mereka semua tertawa, Dohee pun juga ikut tertawa sangat puas saat Shinhee mengatakannya itu dengan sedikit kesal. Youngha dan tiga adiknya itu berdiri sambil melihat ke arah orang-orang yang memasak, saat Dohee tertawa lepas, Youngha tersenyum tentram melihat Dohee sebegitu bahagianya setelah beberapa masalah yang selalu muncul. Hain tak sengaja melihat Youngha tersenyum saat melihat Dohee, lalu dia langsung memeluk pundak Youngha dari samping seperti kakaknya sendiri. Setelah sadar, Dohee melihat mereka berempat yang berdiri itu. Dohee tersenyum manis ke mereka semua,

“Kalian? Sudah bangun ya? Sini ayo kita makan.” ajak Dohee lembut.

Hain, Sion, dan Raon itu langsung menghampiri dan membantu para ibunya. Dohee tersenyum saat melihat Youngha berdiri di temani dengan infusnya, lalu Dohee menghampiri Youngha. Dia menggandeng tangan kiri, menuntun pelan-pelan dengan sabar. Youngha melepaskan gandengan tangan Dohee lalu melingkarkan tangannya ke pinggang Dohee, mereka jalan pelan-pelan,

“Aiya, Youngha kamu sudah bisa jalan ya” ujar Harin,

“Iya ibu Harin” jawab Youngha,

“Dohee, langsung dudukkan dia di meja makan ya” ujar Ibu Nara,

“Iya ibu” jawab Dohee,

Raon menggeret kursi, Youngha langsung duduk di kursi. Raon membantu menyajikan makanan yang sudah matang,

“Sayang, nanti coba mandi ya?” tanya Dohee lembut sambil menyisir rambut Youngha ke belakang memakai jari-jarinya yang mungil itu,

“Di seka aja ya sayang, rasanya masih dingin” jawab Youngha menatap wajah Dohee,

“Iya sayang, di seka aja... Aku juga masih tidak berani kalo kamu harus berendam” jawab Dohee,

Dohee melihat wajah Youngha dengan saksama,

“Ya ampun, wajahmu kenapa sayang? Alergi mu kumat? Kemarin kamu makan apa?” tanya Dohee sambil memegang kedua pipinya wajah Youngha yang bintik-bintik merah itu,

“Aku kemarin coba makan udang, heheh” jawab Youngha lalu tertawa kecil,

“Ihh sayang... Makannya kamu demam tinggi, berarti pas ngerawat aku kemarin sudah tidak enak badan ya?” tanya Dohee dengan wajah sedih,

“Iya sayang, tapi tidak langsung kok jadi tak apa-apa... Aku pernah begini” jawab Youngha santai,

“Ih pantas aja kamu kok sampai demam tinggi, ya ampun ternyata kamu alergi” ujar Dohee lembut tapi agak meninggi seperti ketahuan,

“Sial, dokter tidak terus terang padaku” gumam Dohee sambil melirik ke arah kiri dengan kesal,

“Aku tak apa-apa sayang, aku juga mimpi ibu kemarin” ujar Youngha menolak,

“Iya kamu mimpi ibu, soalnya kamu demam karena alergi... Aku beberapa kali merawat mu, sampai Raon kapan tahun itu panik” jawab Dohee,

“Hm? Tahun lalu? Kamu pernah rawat aku?” tanya Youngha sambil melebarkan kedua matanya,

“Iya, pernah sayang tapi sepertinya kamu tidak tahu kalau itu aku” jawab Dohee, mencolek hidung Youngha

“Hahh... Kenapa aku mensia-siakan istri cantik seperti mu sih” kata Youngha lalu menaruh kepala di dada Dohee,

“Tak apa sayang, kamu belum terlambat kok” jawab Dohee sambil mengelus kepala Youngha lalu mengecup,

“Dohee, sudah selesai ya?” teriak Ibu Raon dari dapur,

“Sudah ibu” balas Dohee.

Kemudian mereka makan bersama, tentunya Youngha di suapi oleh Dohee. Dia menyuapi sedikit demi sedikit, mereka makan malam bersama seperti keluarga besar yang sedang mengadakan perkumpulan. Meskipun perabotan rumah utama itu tak banyak tetapi rumah itu tetap dikatakan rumah, karena setiap kumpul disana rasanya seperti pulang di rumah yang sesungguhnya. Setelah makan bersama, Youngha dibawa kembali dengan Hain dan Raon ke kamar tidur. Dohee membawa satu baskom berisi air hangat dengan di campuri sedikit sabun mandi, Dohee membuka baju Youngha.

Wajah Youngha mulai pulih dari pucatnya, Dohee duduk lalu mengusap bagian badannya,

“Sayang, berapa kali kamu sudah lihat badanku?” tanya Youngha dengan tiba-tiba,

“Mmm... Berapa ya? Lebih dari 100? Atau 2 kali ini?” tanya Dohee menggodanya sambil tersenyum,

“Aku sudah melihat seluruh badanmu itu… sudah—” jawab Youngha sambil matanya melihat ke atas berpikir,

Dohee langsung membungkam mulut Youngha, dia menatap Dohee. Lalu dia memegang tangan Dohee yang membungkam itu dan menariknya sampai wajah mereka bertemu, “Sudah banyak, seluruh badanmu adalah favoritku” lanjut Youngha berbisik, lalu dia mencium bibir Dohee alih-alih memakannya, Youngha memegang depan leher Dohee. Tiba-tiba, ada yang mengetuk pintu kamar mereka. Youngha merapikan kaosnya “Siapa?”. “Kak, ini Jieun”, Dohee langsung membuka dan mempersilahkan masuk ke dalam kamarnya.

“Oh maaf kak, sedang membersihkan badan ya?” tanya Jieun sambil membawa peralatan medisnya,

“Sudah” jawab Youngha singkat,

“Syukurlah kalau begitu” gumam Jieun, “Kak Dohee, Kak Youngha, hari ini akan aku cabut ya infusnya? Pesan dari dokter aku hanya disuruh menyuntikkan obat alergi ini dan hanya di kasih krim untuk di oles tipis di wajah” lanjut Jieun menjelaskan dengan rinci,

“Boleh, nanti aku oles krimnya tipis” jawab Dohee,

“Ini Kak Dohee sendiri yang menyuntik atau aku bantu kak?” tanya Jieun,

“Suntik saja sekalian, aku takut kalau melihat pasien diam begini...” jawab Dohee sambil menatap Youngha.

Mereka tertawa bersama, kemudian Jieun langsung cuci dengan alkohol yang sudah dia bawa kemudian memakai sarung tangan karet baru. Pertama-tama dia melepas infus, kemudian persiapan untuk menyuntik obat ke Youngha. Dohee menggenggam tangan Youngha erat, “Kak rileks ya” ujar Jieun yang memulai menyuntik obat, Hain masuk ke dalam kamar Youngha dan Dohee tiba-tiba. Dia juga melihat keadaan Youngha, kemudian Hain mengambil bekas infus, dia menyingkirkan itu di pojok kamar. “Kau takut kak?” tanya Hain sambil melipat kedua tangannya di dada, Youngha hanya bisa menatap Hain dengan wajah datar, “Tuan Yoon Hain, jangan banyak bicara ya” ujar Jieun sambil fokus menyuntikkan lagi obat satunya, “Ah iya, baik” jawab Hain.

“Kak, ini dua jam setelahnya dia akan tertidur pulas” ujar Jieun,

“Kalau tidak bisa tidur bagaimana?” tanya Youngha,

“Biasanya kebanyakan orang aktifitas kak, tapi kalau malam cepat tidurnya jika lelah” jawab Jieun,

Youngha menatap ke wajah Dohee lalu tersenyum jahat, Dohee hanya menatapnya sambil menggelengkan kepala. “Oh ya Jieun mumpung kamu disini juga ya... Kamu dokter kandungan kan?” tanya Youngha,

“Iya kenapa Kak?” tanya Jieun,

“Kalau hamil di beberapa bulan pertama, terus melakukan hubungan intim itu boleh kan?” tanya Youngha,

“Iya kak, asal kandungannya tidak lemah... Kalau lemah rawan keguguran” jawab Jieun sambil melihat Youngha,

“Kalau kandungan Dohee menurut mu bagaimana?” tanya Youngha,

“Kak Dohee? Wah dia kandungannya sangat kuat kak... Bisa jadi nanti bayinya aktif kak” jawab Jieun pasti,

“Bisa jadi kembar ya Jieun kalau melakukan hubungan intim di awal kehamilan?” tanya Youngha,

“Bisa kak, biasanya kandungan yang sehat itu bisa... Apalagi badan kak Dohee itu bisa melahirkan bayi kembar kak, nah dari gen kakak misal bayi kembar ya itu bisa keturunan di anaknya seterusnya” jawab Jieun menjelaskan,

“Hemm” Dohee tiba-tiba berdehem, “Jieun? Apa sudah selesai ya?” tanyanya,

“Sudah kak, selamat istirahat ya kak” jawab Jieun,

Hain mencerna pertanyaan Youngha, dari sini dia paham apa yang dimaksudnya. “Eh Jieun, bisa kita bicara sebentar?” tanya Hain, “Kenapa kak tiba-tiba?” tanya Jieun kembali. “Ayo, kalau sudah selesai segera ya” ajak Hain, dengan cepat mereka keluar dari kamar. Dohee mengantarnya sampai pintu lalu menutup pintu kamarnya, Youngha ternyata sudah di belakang Dohee, dia memeluknya dari belakang lalu mengunci pintu dua kali. “Klek... Klek” Saat pintu berbunyi mengunci dua kali, Hain dan Jieun langsung saling menatap. Hain langsung menggeret tangan Jieun ke ruang utama,

“Jeon Jieun, aku kan sudah berapa kali mengatakan padamu... Jika Youngha bertanya yang aneh-aneh jangan jawab dia dengan jelas... Argh” ujar Hain memegang kepalanya pusing,

“Aku juga tidak tahu kak, dia tanyanya sangat lembut jadi aku terbawa” jawab Jieun,

“Argh... Pasti mereka melakukan itu” gumam Hain,

“Ya sudah, kenapa harus menolak? Lagian emang kandungannya kak Dohee kuat kok” jawab Jieun,

“Aku akan punya dua keponakan kembar, pasti” gumam Hain,

“Kalau begitu, kenapa kita tidak menyiapkan semuanya?” tanya Jieun, kemudian Hain hanya menatapnya dengan dingin.

Youngha mencium bibir Dohee, dia menggendong Dohee lalu ke tempat tidur sambil jalan. Youngha memegang leher Dohee, dia memangkunya diatas. Nafas mereka semakin menjadi berat, Youngha mengangkat kepalanya sambil mencengkram leher Dohee lembut, tempat tidurnya bergerak sedikit cepat. Setelah itu, Youngha memutar Dohee dan menidurkannya terlentang di tempat tidur. Ranjangnya bergerak lebih cepat dari seperti biasanya,

“Sayang, jangan terlalu cepat... Nanti bisa keguguran lho” ujar Dohee sambil memegang perut Youngha yang sixpack itu,

“Nanti kita bisa main dan membuatnya lagi” jawab Youngha,

Setelah itu ranjang bergerak lebih pelan, Youngha membuat bekas ciuman leher Dohee di sisi manapun. Kemudian setelah mereka beberapa jam sudah melakukan itu, mereka berbaring telentang dengan tubuh yang sudah diselimuti, Youngha yang tak memakai baju, Dohee yang hanya memakai baju tidur tanpa lengan. Youngha mencium kening Dohee lama, dia mengelus kepala Dohee, lalu Dohee menatap wajah Youngha. Dohee mengelus wajah Youngha, kemudian dia mencium bibir Youngha. Dia bangun lalu mengambil krim dan bersandar di tempat tidur, kemudian mengoles tipis di wajah Youngha, setelah dioles dia menaruh krim itu di meja.

Dohee mencium bibir Youngha sekali lagi dengan lembut sambil memegang dagunya, Youngha memegang leher Dohee. Youngha mengaitkan rambut panjang Dohee di belakang telinga, dia bangun dari tidurnya lalu ikut bersandar di tempat tidur. Dohee memejamkan mata sambil mencium bibir Youngha lagi, begitu juga dengan Youngha dia langsung memeluk Dohee sambil memejamkan kedua matanya. Youngha mencium alih-alih memakan bibir atas Dohee, lalu Dohee tak sengaja mengigit bibir bawah Youngha,“Agh!” gumam Youngha, Dohee langsung melepaskan ciuman itu. Dia mencengkram tangan Youngha sambil menundukkan kepalanya yang tiba-tiba pusing itu, “Kenapa sayang?” tanya Youngha langsung memegang wajah Dohee, kemudian Dohee mengangkat kepalanya pelan-pelan.

Dohee tersenyum sambil sedikit menggelengkan kepala, Dohee memegang bibir Youngha yang berdarah. “Sayang maaf ya, duh bibirmu jadi berdarah” ujar Dohee,

“Tak apa, kamu kenapa?” tanya Youngha,

“Tidak apa-apa, tadi kan pas bangun tidur aku langsung berdiri tanpa duduk” jawab Dohee,

“Hmm... Kapan-kapan kamu duduk dulu ya minum air putih dulu, oke?” tanya Youngha,

“Iya sayang” jawab Dohee, lalu Youngha mencium bibir Dohee lagi.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!