Mungkin terdengar klasik mengapa aku memutuskan menjadi gigolo. Saat itu orang tuaku terlilit hutang dengan nominal yang besar. Aku cukup gelap mata untuk mengambil jalan pintas menjadi gigolo karena jika hanya pekerjaan biasa tidak akan dapat menutup hutang orang tuaku kala itu.
Tapi bertahun tahun menjadi gigolo ternyata membuatku nyaman. Bukan hanya uang yang aku dapatkan tetapi semua fasilitas kelas 1 bisa aku rasakan. Sampai pada akhirnya kedua orang tuaku meninggal dalam sebuah kecelakaan dan aku merasa buat apa semua kekayaan ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maya ps, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kekacauan di bridal shower
Hari ini Vena mengajak aku untuk lunch di restoran salah satu hotel di jakarta pusat.
Kebetulan jadwal kerja hari ini jam empat sore , jadi aku mempunyai waktu sekitar dua jam sebelum bertemu dengan client.
Seperti biasa aku tiba terlebih dahulu, katanya ia akan tiba dua puluh menit lagi.
Vena sampai bersama asistennya. Mengenakan celana jeans dan tank top warna light blue, lengkap dengan masker dan topi.
Jika bertemu di tempat terbuka kami todak bisa terlalu mesra karena takut ada yang memfoto kami diam diam san mengirimkannya ke akun gosip.
Kami lunch seperti biasa, Vena banyak cerita tentang roadshow promosi filmnya ke beberapa kota.
Sampai hari ini film Vena sudah di tonton lebih dari satu juta penonton.
Bahkan nanti akan di bikin sekuelnya dengan Vena sebagai bintang utamanya.
Kami sempat mengatur jadwal masing masing dan ternyata seminggu ini jadwal kami sama sama full.
Vena bahkan lebih banyak ada di luar kota ketimbang di Jakarta.
Untuk menyiasatinya kami memasukan agenda lunch atau dinner di sela sela kesibukan kami, seperti hari ini.
Aku pernah bertanya kepadanya, mengapa Ia mau berhubungan dengan aku? Sedangkan Ia tau aku adalah seorang Gigolo.
Menurutnya karena Ia sudah terlalu nyaman denganku, dan selagi aku melakukan pengecekan kesehatan setiap minggu dan di nyatakan sehat, itu tidak menjadi masalah untuknya.
Menurutnya di masa sekarang sulit bagi Vena untuk mempunyai pacar.
Ia pernah mencoba berpacaran dengan rekan seprofesi tapi begitu putus gosip tentang mereka menyebar kemana mana.
Ia juga pernah berpacaran dengan laki laki yang tajir melintir, tapi Ia merasa kurang di hargai dan mereka lebih rentan selingkuh.
Jadi ia ingin menjalani hubungan yang santai saja tidak terlalu over protected sehingga tidak menggangu pekerjaan masing masing.
Ia juga tidak pernah menanyakan bagaimana pekerjaanku walaupun Vena selalu bercerita tentang keseharian dan pekerjaannya.
Ya memang pekerjaanku tidak bisa di banggakan juga sih.
" Mau deh sekali kali pas aku promo film kamu dateng. Kalo pas di jabodetabek gitu, bisa ga will? " Tanya Vera di sela sela kami lunch.
" Bisa aja sih, asal kamu kasih tau dari jauh hari. Tapi kamu ga takut nanti di gosipin? "
" Biar aja, kan sekarang kamu bukan siswa SMA lagi, mereka ga akan tau umur pasti kamu "
Setelah lunch bersama kami kembali melakukan kegiatan kami.
Aku dalam perjalanan menuju apartemen mewah di jakarta.
Client hari ini untuk acara bridal shower. Semalam aku sampai riset bagaimana caranya menari dengan sexy.
Karena walaupun masa laluku nakal tali aku tidak terlalu suka pergi ke club malam.
Menari tidak pernah aku lakukan di hidupku, namun sekarang karena tuntutan pekerjaan aku harus tau bagaimana caranya menari.
Tiba di apartemen aku sudah di tunggu oleh Mia salah satu teman calon penganten.
Mia memberitahukan nanti acaranya seperti apa. Dan benar kata Alrik aku hanya perlu menggoda calon pengantin.
Sesampainya di lantai paling atas apartemen ini, aku di sembunyikan oleh Mia di satu kamar, dan Ia akan memberikan kode jika aku sudah boleh keluar.
Apartemen sudah di dekor sedemikian rupa untuk acara bridal shower.
Bunga bunga hidup berwarna pink di rangkai memenuhi spot Bridal Shower.
Ada tiga orang teman calon pengantin yang sudah datang mengatur dekorasi hari ini.
Melihat kedatanganku mereka seperti tertawa nakal.
Oiya menurut Mia nanti akan ada beberapa games.
Selain si calon pengantin akan aku goda dengan tarian ku, nanti badan ku akan di taro beberapa buah strawberry dan coklat dan si calon pengantin di minta mengambil strawberry itu di badanku.
Tidak lama aku mendengar keriuhan dari luar. Aku sudah siap siap melepaskan pakaianku dan hanya menggunakan boxer dan topeng.
Sekitar tiga puluh menit Mia menelpon ku, itu adalah tanda dari Mia untuk aku keluar.
Calon pengantin sudah di tutup matanya agar nanti surprise melihatku.
Musik mulai mengalun, penutup mata mulai di buka, satu ruangan langsung berisik dan aku mulai menari.
Calon pengantin terlihat terkejut melihatku, yang menari hanya menggunakan boxer.
Aku dekati dia yang kemudian aku tau namanya Clarice.
Aku menari sambil beberapa kali memegang bahu clarice, atau menyentuh pipinya, atau berbisik di telinganya.
Clarice dan teman temannya nampak senang dan tertawa melihat aksiku.
Lalu aku berdiri di depannya dan menuntun tangan Clarice agar memegang badanku yang kotak kotak.
Suasana semakin riuh, senakin clarice memegang tubuhku semakin teman temannya heboh melihat itu.
Aku juga menggoda seperti hendak menciumnya, tapi hanya menggoda.
Sampai ada salah seorang teman Clarice berteriak " Cium cium cium "
Yang aku tau pekerjaan hari ini tidak ada kontak fisik seperti itu, karena aku menjaga client ku yang nau menikah.
Aku diam saja ketika beberapa orang sudah berteriak cium, sampai akhirnya Clarice benar benar mencium ku.
Lumayan panas situasinya karena aku melihat Clarice begitu bernafsu.
Aku melirik ke arah Mia dan Ia memberikan kode dengan tangannya untuk lanjut.
Suasana makin panas dengan riuh tepuk tangan dan sorakan teman teman Clarice.
Sampai kami tidak sadar ada sesosok laki laki yang datang dan melihat kami berciuman panjang.
Tidak berapa lama aku merasa badanku di tarik oleh seseorang sampai terjatuh dan dia menendang ku di perut.
Suasana mendadak hening. Aku lihat wajah mereka semua pucat pasi.
Kemudian aku tau Ia adalah calon suami Clarice.
Mereka berantem hebat dengan aku yang masih mencoba untuk berdiri.
" Ngapain lo nyium nyium begitu " Tanya laki laki itu kepada Clarice.
Wajahnya merah seperti menahan marah dan tangannya mengepal.
Sebagai satu satunya laki laki di sana aku tidak bisa pergi begitu saja karena takut terjadi apa apa.
" Lo udah mau jadi bini gua, ngapain lo begitu. Itu selingkuhan lo? " Tanya laki laki itu sambil berteriak.
Teman teman clarice seperti membantu menjelaskan kepada laki laki itu.
Tapi Ia tidak perduli dan hanya menunggu jawaban dari Clarice.
Tangis clarice pun pecah ia meminta maaf kepada calon suaminya.
Calon suaminya pergi meninggalkan ruangan dan Clarice beserta teman temannya mencoba menyusul calon suami Clarice kecuali Mia.
Hanya aku yang melihat wajahnya yang semula terlihat baik sekarang terlihat bahagia melihat kejadian ini.
Sepertinya ini semua di rencanakan oleh Mia, karena Mia lah yang menyewa jasaku, memberitahukan games seperti ini bahkan pada saat Clarice mencium ku, Mia menyuruh aku untuk melanjutkan.
Dari semua teman Clarice hanya Mia yang tidak membantu menjelaskan atau ikut mengejar calon suami Clarice.
Apa yang Ia lakukan? Dia sekarang duduk menikmati strawberry dan tersenyum.
Aku seperti menyaksikan sinetron melihat adegan itu.
Mia lalu menyuruh aku pulang dan sisa pembayaran ku akan di transfer ke Alrik.
Benar benar pertemanan yang aneh, sepertinya Mia menyukai calon suami Clarice dan merencanakan ini semua.
Benar benar jahat, rutuk ku dalam hati.
bagus sebenarnya cerita nya thor.. tema yang cukup berani karna kupikir hal yg agak tabu buat membicarakan tentang hal² kaya gini.. tp author nya keren, berani memilih tema ini.. dan bagusnya, ada bagian² norma sosial yg nggak dihilangkan kayak Vena (?), siapa sih yg artis pacarnya Alfred itu loh.. dia merasa jijik dan lebih memilih pisah dari Alfred karena Alfred pernah nyentuh (?) mama nya.. trus juga, waktu Alfred kerja, author nggak terlalu menggambarkan secara gamblang kegiatan (?) mereka. juga Alfred yang merasa bersalah karna mungkin akibat pekerjaan nya yang kotor, yg bikin org tua nya meninggal.. yah memang rahasia usia cuma Tuhan yang tau, tapi rasa bersalah nya Alfred itu bagus, menandakan bahwa dia masih bisa membedakan mana yg benar dan mana yg salah..
aku berharap nya siih ending dari cerita ini nanti tetap Alfred mungkin akan merasakan akibat dari pekerjaan nya yang haram itu.. meskipun pakai pengaman, yang namanya kerjaan haram, mungkin bisa tetap ada akibat nya.. mungkin penyakit atau mungkin semua harta nya habis terbakar atau apa gitu.. karna gk akan pernah ada kenikmatan dari sumber yg haram..dan disitu mungkin Alfred nanti bisa mentaubati masalalu nya sebelum akhirnya dia meninggal juga.. tp semoga Agni tetap bersedia membersamai Alfred yaa..
ditunggu lanjutannya thoorrr... tetap semangat 💪💪💪
Gonta ganti. pasangan jangan keenakan ka rna dibayar....he he he 🤣🤣🤣
lanjutkan athooor biar👌 seru.....